Perpustakaan Sekolah

Memberikan Informasi tentang buku-bukuyang menjadi koleksi Perpustakaan MI Merdeka Sekolah. Semoga Informasi ini memberikan manfaat kepada semua pihak yang memerlukan informasi tentang buku koleksi Perpustakaan MI Merdeka Sekolah.

7 thoughts on “Perpustakaan Sekolah

  1. PERPUSTAKAAN MERDEKA SEKOLAH BERTAMBAH BUKU

    Pada hari senin tanggal 18 Januari 2010 Merdeka Sekolah mendapat tambah Jus Ama sebanyak 20 exsplar, sebuah rejeki yang tidak diduga-duga. Karena perpustaan Merdeka Sekolah ada karena adanya peranan masyarakat di dalam keperdulian terhadap dunia pendidikan. Merdeka sekolah menjadi representasi dari ekspresi masyarakat yang merindukan sekolah itu menjadi bagian dari rumahnya. Kalau bukan dari dirinya. Dengan peranan masyarakat perpustakan yang kecil ini terlihat pertumbuhannya meskipun pelan tapi pasti. Hal itu dikembalikan lagi peranan masyarakat di dalam Merdeka Sekolah.

    Sekolah yang sederhana tapi mempunyai konsep pendidikan yang mengedepankan pada kemajuan dari pengajaran karena Merdeka Sekolah pengajarannya dilengkapi dengan infocus, yang secara tidak langsung akan membiasakan anak pada dunia teknologi. Semua itu ada karena masyarakat menginginkan itu ada sehingga menjadi ada.

    Mudah-mudah upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam hal ini orang tua murid dan orang yang peduli terhadap sekolah Merdeka akan bisa merasakan apa yang menjadi keinginan dan mimpinya itu bisa terwujud, karena semata-mata semuanya ini peranan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan dan sekaligus beramal ibadah.

  2. BUKU BARU DENGAN CERITA MENARIK

    Tahun ajaran ini Merdeka Sekolah kembali menerima buku baru dari Bapak Tanda Setiya dan Istanti tentang cerita Nabi dan cerita lainnya. Dan anak-anak siswa baru sangat antusias tapi anak lamanya juga tidak kalah karena memang mereka sudah lancar membaca. Dengan demikian lebih bisa memahami ceritanya. Hal ini sering dilakukan kalau istirahat seusai sholat duha. Dengan mengambil posisi yang beragam ada di perpustakaan, diruang depan, diruang teras, di saung dengan leluasa membuka lembaran demi lembaran untuk kembali melihat permasalahan dengan indah dan mengikuti alur cerita, dan kembali menceritakan tentang cerita itu yang menjadi pandangan anak-anak.

    Memang sembuah cerita kembali dikonstruksikan menjadi sebuah cerita kembali terhadap dunia anak. Seolah buku cerita itu kunci dari khasanah dan wawasan dari pengalaman hidup yang selalu memberik warna dan irama yang membuat anak merasakan bahwa dunia ini memang harus dilihat dengan pandangan.

  3. Menebar Angin

    Kebersamaan awal yang baik dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial, karena akan terlihat perkembangan diri dalam kehidupan sosial dan terjadinya akselerasi yang membuatnya mencapai satu titik tertentu. Namun sebaliknya kebersamaan menjadi sebuah beban kalau kebersamaan itu merugikan dirinya dan orang lainnya. Karena cara pandang kehidupan bersamaan itu dengan kaca mata negatif. Membuat kehidupannya penuh dengan masalah dan permasalahan. Karena dirinya bermasalah dan tidak bisa menyelesaikan masalahanya. Membuat selalu curiga pada orang lain dan sikap marah selalu dikedepannya. Karena dengan marah itu diharapkan akan melindungi dirinya dari interpensi dari orang lain. Pada hal orang lain hanya mengingatkan dan memberikan masukkan. Tapi tindakan orang lain seperti itu merupakan ancam yang membuat dirinya tidak nyaman dan aman.

    Untuk itu tujuan hidup perlu ditanamkan pada setiap orang didalam kehidupan bersama. Dengan itu akan muncul keiklasan dan ketenangan selalu menjadi jalan yang memberikan kemungkinan terhadapa permasalahan yang dihadapi. Menjadi kemerdekaan itu memberikan banyak kemungkinan pada diri, orang lain dan masyarakat pada umumnya terhadap berbagai permasalahan yang selalu mengelayut pada kehidupan manusia dalam realitas sosial dan bermasyarakat.

    • subhanaLloh, perjuangan yang tak pernah mengenal lelah. salam untuk bu eni, bu mala, bu yoyoh, mba rita, bu baitur, dr dika dan teman2 yang lain yang ga bisa disebutka satu2

  4. KOnsep AnAk dan Anak

    Persoalan pendidikan sebenarnya tidak ada yang ada adalah kemampuan guru di dalam menangani anak-anak. Karena keluh-kesah guru terhadap siswanya karena anak-anak di bawah pandangan dan pikirnya. Kalau tidak sesuai dengan pandangan dan apa yang dipikirkan guru atau orang tua anak itu menjadi masalah. Pada hal anak-anak itu memang bermasalah terus dimata orang tua atau dewasa. Karena dunia anak dan dunia dewasa berbeda sehingga terjadi kesenjangan cara pada dan melihat kehidupan ini. Anak juga tidak mau dikatakan oleh orang dewasa sesuai dengan pikiran dan pandangannya. Sampai anak berpikir, sebenarnya apa yang sedang dipikirkan orang dewasa sehingga membuat aku menjadi menderita dan tidak bisa merdeka. Pada hal aku ingin seperti orang dewasa yang bisa mengatakan apa yang harus dikatakan. Karena kalau aku mengatakan dikatakan belum waktunya, mau tahu saja dan sok tahu. Pada hal aku hanya berpikir apa yang dipikirkan saja tidak mengada-ada. Begitu juga ketika aku merasakan ya hanya merasakan apa yang aku rasakan

  5. ANGIN ITU MENANGIS

    Kerinduan dalam hidup ini sudah hilang karena pendidikan ini mengedepan pada pikiran bukan rasa dan perasaan. Seolah perasaan itu dimasukan dalam sebuah kotak. Agar tidak menganggu dalam proses belajar. Anak dengan lincahnya menjawab pertanyaan guru, dan guru senyum puas karena apa yang diajar sudah mencapai apa yang ingin dicapai. Dan itu yang menjadi keinginan semua orang tentang kehidupan.

  6. DUA BUKU DAN MASA DEPAN

    Perpustakaan Merdeka Sekolah mendapatkan sumbangan buku dari orang tua murid untuk melengkapi perpustakaan. Dengan harapan Merdeka Sekolah bisa bergerak dalam langkah yang panjang dalam mengejar mimpi dan menguak realitas dalam kehidupan ini. Bahwa mimpi bukan lagi menjadi sebuah fatamorgana yang menjebakan kita pada ketidak berdaya di dalam menghadapai perkembangan zaman yang kian tidak menentu. Karena banyak hal yang tidak bisa bergerak dalam langkah yang panjang, dan selalu tersandung karena kekuasaan yang tidak peduli pada rasa kejujuran dan kebenaran.

    Buku teknologi dan perkembangan kimia yang menjadi sebuah aplikasi pada bidang manapun juga akan memberikan kemungkinan yang baik. Kalau memang buku itu menjadi pengembangan ilmu pengetahuan, baik mengenai teknologi pesawat atau bagaiman bom atom itu, dikembang pada pengembangan listrik tenaga nuklir. Semua itu kalau berjalan pada kehidupan yang menyatu pada pandangan alam. Mampu memberikan keselarasan dan kemajuan yang lebih baik.

    Tapi masalahnya perkembangan saat ini dasar kebaikan itu sudah kehilangan semangat dalam kehidupan manusia. Karena manusia menjadi sebuah kemasan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Mekanisme hidupnya diatur oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagaimana orang mengejar ilmu untuk tenggelam dalam kehidupan yang hampa. Karena tidak memperhatikan makna dan nilai kehidupan yang diajarkan Islam. Begitu juga teknologi yang ingin dicapai justru menjebak pada kehidupan yang kering, karena interaksi manusia bukan lagi dengan manusia secara lebih alamiah tapi melalui media yang secara inten dipergunakan membuat orang terasing pada lingkungan sosial dan kehidupannya.
    Manusia menjadi sebagai mahluk sosial sebagai sebuah tema yang diformulasikan dalam sebuah media. Karena manusia sudah terperangkap pada teknologi informasi yang termediasi.

    Untuk buku tetap penting, namun tetap selaras dengan kehidupan sosial dan lingkungan yang harus dibangun secara bersama. Sebagai habitat dari kehidupan manusia yang harus dipelihara dan dikembangkan agar bisa memberikan rasa kenyamanan pada manusia. Karena dengan kenyamanan akan melahirkan manusia yang mengekspresikan kejujuran, keberanian, kemandirian dan untuk selalu berbagi. Merdeka Sekolah berjalan pada kehidupan sosial dan lingkungan untuk selalu mengajak masyarakat dan semua orang untuk saling berbagi. Karena dengan berbagi membuat manusia menjadi hidup ini makin hidup. Membuat hidup ini makin kaya dan bahagia untuk bisa di Jalankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s