Kreativitas Siswa

 

merdeka

Merdeka Berkreativitas

Assalamu’alaikum Wr.Wbr.

KEPIK EMAS SAHABATKU


Pelajaran kreatif beberapa kali pertemuan anak-anak mengamati jenis daun. Di mana anak-anak mengambarkan bentuk daun yang ditemukan. Kemudian digambarkan, ada bentuk daun panjang, daun bulat, daun lonjong, daun besar, daun kecil dan sebagainya. Dengan begitu timbul pertanyaan ini daun apa? Lalu guru dan murid mencari tahu itu daun apa, ada daun kapuk, ada daun bambu, ada daun alpukat, ada daun jarak, ada daun pete cinta, ada daun singkong, ada yang suka di makan oleh kepik emas dan kita tidak tahu itu daun apa. Yang jelas daun ini hidup dipinggi sawah dan menjadi tempat tinggal kepik emas.

Setelah mengenal daun-daunan dan asalnya sebatas anak kelas satu mengetahuinya. Kemudian mereka beralih pada bintang, dalam hal ini jenis serangga, yaitu kepik emas yang menurut anak-anak itu makannya daun, kaki enam dan ada yang bilang kaki empat, tangannya dua, kumis dua, warna emas, ada yang mengatak oranges, yang dikompinasikan dengan warna krem, coklat dan hitam. Kepik itu selain berjalan, juga bisa terbang, kalau kepik terbang anak-anak ramai.

kepik4

Kepik Emas Sahabat Merdeka

Anak-anak dengan senang mencari kepik emas dan kalau dilihat seperti seorang pangamat tanamnya yang begitu tekun. Namun diwarnai dengan kegembiraan denga berlari dan melompat. Apa lagi kepik yang ditangkap itu terbang membuat anak-anak itu penasaran untuk menangkapnya.

Binatang kepik yang menarik untuk anak diamati, dengan mengambar dan menjelaskan sambil belajar menulis dan mengenal huruf. Bukan itu saja anak juga mampu memahami makna atau bunyi kalimat itu sebagai sesuatu yang bisa dipahami. Karena kata dan kalimat itu lahir dari apa yang dialami sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan. Dengan demikian anak akan mudah mengenal huruf dan rangkaian kalimat yang memberikan bunyi dan arti yang dirasakan oleh anak. Inilah kepik kesayangan anak-anak Merdeka Sekolah yang digambar dan diuraikan dalam bentuk tulisan. Setelah itu binatan itu dilepas dan terbang. Seperti memberi harapan baru bagi anak-anak untuk belajar lebih baik sambil menatap kelangit dengan senyum kebahagiaan. Kemudian lari menuju ruang sekolah, setelah menemukan kata dan kalimat melalui kepik emas sahabatku.

Wassalamu’alaikum Wr.Wbr.

17 thoughts on “Kreativitas Siswa

  1. Setiap melewati jalan ini aku senantiasa teringat ada kenangan yang tergores yang tak mungkin kulupakan sepanjang hayatku….Betapa ketika kejadian 12 tahun yang silam pada akhirnya kini membuahkan hasil dan menjadi kenangan terindah dalam hidupku dan perjalanan cita-citaku. Pagi itu……Setelah pelajaran tahfidz aku segera ambil air wudhu untuk selanjutnya sholat dhuha. Ternyata Azizah telah selesai juga tahfidznya dengan Bunda Mala dan mau wudhu juga. “Iza dapat sudah nyampe mana tahfidz mu?” tanyaku iseng. “Alhamdulillah, An-naziat hari ini dapat poin mumtaz
    , kamu ?” tanya Iza balik. “Sama deh” jawabku semangat. “O, ya habis sholat dhuha istirahat nanti kita main ayunan yuk,” ajakku ke Azizah.”Yah..kan saung tempat kita biasa berayun sedang rebahan alias rusak…” jawab Azizah lagi. “Eh itu liat si Reza sedang berayun di pohon pinggir jalan, kayak tarzan yah?.. Eh tapi keliahatan asyik juga tuh.” Boleh deh kita ikut-ikutan…Benar saja setelah selesai sholat dhuha, kami berdua segera bergabung dengan Reza, dan ada Fauzan serta Tufapun sudah siap-siap ambil ancang-ancang mau berayun. “Bersyukur ya kita bersekolah di Merdeka Sekolah ini, meskipun sekolahnya seadanya tapi kita jadi banyak mainan. Kita sudah punya prosotan dari rumput, ayunan di saung atau di pintu-pintu,” celotehku pada teman-teman.”Jangan lupa Lu, kitapun bisa setiap waktu main bersama kerbau dan duduk-duduk gratis di atasnya, jadi tak perlu harus ke kebun binatang kayak orang-orang pada naik gajah, mana kerbaunya baik lagi…” kata Tufa.”E..e..e.. ngapain tu si Arifin lari-lari? kayak ada yang sedang dikejarnya…Eh iya, oooo…rupanya dia sedang main kejar-kejaran sama bebek, ayo bebek lari yang kencang! jangan mau kalah sama Ripin..”teriak Reza sambil tergelak mentertawakan Ripin yang kerepotan mengejar bebek. Di sebelah barat sekolah aku melihat Shola, Bintang, Rohim, Fauzi, Dea, Melvi dan yang lain sedang bermain lintas jembatan dari sebilah bambu yang melintang di atas sungai kecil yang baru ada airnya kalau selesai hujan……..Ingatan itu terlintas kembali di benakku… betapa bahagianya aku dan teman-teman bisa bermain meski kondisi sekolah kami sungguh seadanya, walau saat itu status sekolahku masih ngontrak, dan tak tersedia mainan modern yang katanya sebagai sarana tumbuh kembang anak yang biasanya tersedia di sekolah-sekolah yang memang ada “duit”, dan kami dibimbing oleh guru-guru yang sungguh sederhana penampilannya, namun mulia pengabdiannya…Kini aku telah kuliah di fakultas tehnik arsitektur, dan teman-temanku Azizah mengikuti jejak Umminya ambil kedokteran, Rohim si pemalu ternyata mampu menunjukkan bahwa dia bukan Rohim yang dulu, kini dia kuliah di UI ambil HI, Fauzan si ketua kelas kini kuliah di tahnik mesin ITB, Tufa si pendiam kuliah di psikologi Unpad, Isa adiknya jadi perwira TNI pas bener dengan “pecicilannya” dulu. Dan masih banyak teman-temanku yang alhamdulillah semuanya pada kuliah dan yang lebih mambuatku bahagia, motto dari sekolah kami dulu yaitu Tumbuh Bersama Al Qur’an benar2 menyusup dalam relung hati kami sehingga insyaAlloh kami bisa menjadi generasi Robbani yang mampu mempertanggungjawabkan amanah yang Alloh berikan kepada kami, dan semoga Alloh meridhoi. Aamiin.

  2. amiiin… ya rabbi rahmati anak-anak kami dg ilmu yg bermanfaat… tuk dunia dan akhirat..
    satukan hati kami untk saling berbagi .. ilmu dan kebahagiaan…

  3. MEMPERKAYA SAUNG

    Kalau seorang petani membuat saung untuk berteduh, beristirahan selama seharian menjangkul mengolah tanah di sawah. Saung bagi kalang pengusahan banyak dipergunakan untuk keperluan bisnisnya. Misalnya dengan membuka rumah makan dengan gaya saung. Membuat peristirahatan bagi orang kota yang penat di dalam menghadapi kehidupan yang begitu keras. Begitu juga dengan warga di kampung saung menjadi tempat bertemunya warga untuk menjalin kehangatan diantara mereka. Saung juga sebagai tempat pos ronda untuk menjaga keamanan lingkungan.

    Melihat saung sebagai tempat yang begitu banyak ragam dan kegunaannya. Terlihat juga di dalam lingkungan Merdeka Sekolah Saung yang didirikan untuk tempat belajar bagi anak-anak, juga berguna untuk makan siang anak-anak, sedangkan buat orang tua tempat menunggu anak pulang sekolah. Buat anak-anak menjadi arena bermain dengan berbagai macam bentuk dan gayanya. Sampai saung itu tidak lagi kuat untuk menampung energi anak yang begitu besar di dalam mengeksporasi dirinya. Dengan mengelantung, melombat dari bambu satu kebambu berikutnya. Saung dengan mudahnya sudah rusak. Ketika rusak saungnya, kini beralih anak-anak beralih kepada pohon yang ada disekitarnya. Pohon membuat anak-anak menjadi lebih hidup dan berkembang.

    Tidak lama kemudian saung itu diperbaik dan ditambah dengan tempat untuk tanaman dalam bentuk traf dan berjenjang disebelah saung. Tapi dengan naluri alamiahnya anak-anak traf yang dibuat disebelah saung. Ketika pelajaran ekskul melukis traf yang di atas berfungsing untuk meja di mana buku gambar dan pastel diletakkan. Sedangkan yang dibawahnya dijadikan tempat duduk oleh anak, dan kelihatnya jadi unik. Luar biasa anak-anak memaknai bentuk yang dipikirkan oleh orang lain sebagai tempat tumbuhan, menjadi berfungsi untuk tempat melukis.

    Sebuah sauana yang begitu inovasi cara berpikir alam bawah sadarnya anak-anak. Dengan begitu saja mereka melihat tempat sebagai sebuah pembelajaran. Yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh pihak sekolah sebagai tempat belajar.

    Ini mengambarkan bahwa proses belajar di dalam pendidikan keputusan bukan saja ada di tangan guru atau pihak sekolah, tapi juga anak-anak dengan dunianya sendiri bisa memberikan pelajar bagi orang lain. Gambaran ini adalah salah satu pengalaman sekolah di dalam melihat peranan anak di dalam menentuk proses belajarnya. Hanya kadang sekolah tidak melihat proses yang dilakukan oleh anak-anak bukan sebuah sikap penentuan proses pembelajaran yang dilakukan oleh anak.

    Hal ini perlu disadari bahwa pendidikan di sekolah bukan lagi pendidikan yang ditentukan oleh guru dan sekolah, apa lagi orang tuanya, tapi keterlibatan anak di dalam menentukan proses pendidikan yang terbaik, akan menjadi lebih baik bagi perkembangan anak. Karena guru dan sekolah atau orang tua murid bisa memahami apa yang menjadi keinginan anak-anak di dalam proses belajarnya.

    Dengan proses belajar yang melibatkan anak dalam menentukan metode pendidikan untuk menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan oleh semua pihak. Karena dengan mempertimbangan proses belajar yang melibatkan anak-anak, tidak akan terjadi penilaian terhadap anak menjadi penilaian yang sepihak. Dan pihak guru, sekolah atau orang tua murid dengan mudah akan bisa memfasilitas anak.

    Contoh tempat tumbuh disebelah saung yang dijadikan tempat belajar melukis bagi anak-anak sudah cukup menjelaskan pada kita bahwa alam bahwa sadar anak mempunyai peranan yang sangat besar untuk bisa dikembangkan oleh guru, sekolah dan orang tua murid menjadi sebuah kesadaran yang menjadi lebih baik bagi perkembangan pendidikan.

    Dengan begitu sangat terlihat bahwa pendidikan yang kita rencana adalah sebuah acuan yang harus dikembangkan oleh semua pihak dalam hal ini peranan anak-anak yang memberikan inspirasi untuk bisa kita mengelola pendidikan menjadi lebih baik dan tepat sasarannya.

    Bahwa anak-anak mampu memberikan pelajaran bagi guru, sekolah dan orang tua murid apa-apa yang harus diberikan pada, agar bisa menunjang kepentingannya di dalam proses belajar mengajar disekolah. Sehingga sekolah lebih tempat dibilang sebagai “studi centre”, pusat pembelajaran bagi semua orang baik itu kepala sekolah, guru dan orang tua murid untuk selalu mau belajar dan belajar.

    Dengan kesadaran itu sekolah bukan lagi tempat menghakimi anak-anak kita sebagai anak yang pintar dan bodoh menurut versi guru, sekolah dan orang tua murid. Pada hal peranan anak-anak menjadi bahan pertimbangan agar pendidikan ini mejadi lebih adil.

  4. “TAHUKAH KAMU APA JENIS KELAMIN KEPIK EMAS INI??”

    Suatu pagi yang cerah kami belajar di alam terbuka. seperti biasa anak2 senang sekali bila diajak ke tempat ini. terlebih dengan hewan favorit mereka yakni kepik emas, wah.. untuk urusan hewan ini ada ahlinya.. namanya Prof. Lulu..
    “Tahukah kamu apa jenis kelamin kepik emas ini??” tanya profesor pd temannya.
    “ngak tau .. ” jawab temannya.
    “nih aku jelasin yah.. kalau warnanya lebih kuning dan cerah dia itu perempuan, kalau laki-laki warnanya kuning biasa aja.. nih kamu bisa bandingkan kedua kepik ini kan??..” kata Profesor Lulu dengan meyakinkan. lalu teman2nya berebut mengamati…

    aku tersenyum mendengarkan percakapan itu.. subhanallah.. anak itu begitu cerdasnya, entah dari hasil pengamatan yang mendalam selama ini tentang kepik itu atau informasi dari mana ia dapatkan yang jelas kecerdasannya dalam segala hal sungguh menyakinkan sekali..

    memang MI Merdeka tempat kita semua untuk saling belajar sekalipun dari hasil pengamatan anak sekecil itu …

  5. KEPYOK

    Memang hidup ini tidak begitu indah dijalankan karena banyak orang yang tidak mengerti apa sebuah keindahan dalam hidup ini. Karena hidup ini di dasarkan mau makan dan menyambung dari kehidupan dan menyambung kehidupan berarti dengan menghemat segala macam kebutuhan hidup. Kalau bukan dibilang PELIT. Karena sebuah dasar yang sangat mendasar kalau hidupan sebuah sebuah pandangan untuk mempertahankan hidup. Pada hal itu itu tidak bisa dipertahannkan dan selalu konstant. Tapi hidup itu selalu berubah dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad dan sebagainya.
    Kalau hidup hanya untuk mempertahankan hidup sama artinya kita membiarkan kehidupan kita sendiri untuk tidak bisa hidup. Karena kita telah menutup kehidupan kita pada orang lain.

    Kepyok kehidupan menjadi sebuah realitas yang harus dipahami sebagai sesuatu yang tidak menentu. Kadang dia ada kadang dia tidak ada. Kadang kita merasa bisa kadang kita menjadi tidak berarti apa-apa. Kadang kita mau seperti orang lain pada umumnya tapi ketika kita menjadi orang lain pada umumnya sebenarnya kita tidak menjadi orang pada umumnnya. Karena orang pada umumnya dari kita merasa tidak seperti orang pada umumnya. Sehinggga langkah-langkah kehidupan kita kadang untuk selalu memaksakan dan meniadakan orang lain agar kita merasa ada.

    Kepyok adalah sebuah realitas dari persawahan yang di mana anak-anak Merdeka Sekolah belajar tentang kehidupan dari sebuah padi yang berguguran dan lepas dari tangkainya, diayak-ayak dan di angin-angin sehingga daun itu berterbangan bersama ketakutan kita pada diri kita sendiri. Tapi anak-anak itu asik menulis seperti asik menjalankan hidupan tanpa harus takut untuk berkata apa yang ada dalam pikiran dan perasaan. Kerna hidup ini memang harus dikepyok dengan segala macam konsekwensinya. Biarkan anak itu menulis dan tidak menulis bukan itu persoalannya tapi bagaimana anak menangkat kehidupan dengan kepyok yang membuat dia tahu harus apa yang dia lakukan dan apa dia pahami sebagai bagian dari kehidupan ini.

    Kepyok berjalan dengan gerak dan langkahnya yang merdeka untuk selalu berkata dalam hati dan pikirannya. Agar tidak dikepyok orang lain dengan berbagai macam cara. Dengan selalu menjalani hidupn dengan ikhlas, sabar dan konsisten tapi harus bagaimana. Karena hal itu akan terjadi tanpa harus dikepyok

  6. TAPIAn

    Sekolah dan pendidikan tidak bisa ditapian karena memang pendidikan itu adalah realitas kehidupan yang tidak bisa ditapian dengan sekolah. Meskipun sekolah itu bergerak pada nilai dan pemahaman ekonomi atau idealisme yang selalu diperjuangkan oleh kaum pendidik yang konon katanya mempunyai pengorbanan luar biasa. Membuat masyarakat berada dalam tapian yang tidak jelan karena dia harus lepas terbang tidak menentu. Perasaan dan pikirannya dipermainkan dengan tapian sekolah yang membuat orang tua pusing dan anak tidak kalau pusingnya. Meskipun pemerintah juga pusing karena harus menyediakan dana pendidikan yang sesuai dengan undang2. Kalau tidak akan melanggar undang2 pendidikan.

    Begitulah tapian selalu menjadi ombang-ambing dari kehidupan manusia yang menginginkan hal itu agar dirinya merasakan sesuatu yang dapat melegakan hati dan jiwa yang terhimpit. Tapi karena mempergunakan tapian dalam sekala ekonomi membuat dirinya tidak menentu. Karena tapian itulah membuat dirinya menjadi hilang dari perasaaan dan jiwanya. seolah2 terombang-ambing pada ketidak pastian. Begitu juga dengan kehidupan sosial yang sudah mapan dalam sekala ekonomi, masyarakatnya kehidupannya normal kelihatnya dari kaca mata tapian. Pada hal kehidupannya sudah terombang-ambing dengan tapian. Karena sudah menyingkirkan orang dengan pengetahuan dan kekuasaannya. Karena kebenaran itu adalah milik orang yang berpengetahuan dan berkuasan dengan berbagai macam cara. Kalimat dan tutur katanya ditapian menjadi sesuatu yang indah tapi menikam dari belakang.

    Tapian dan angin menjadi begitu dengan seperti kehidupan dan kemiskinan terombang ambing pada mekanisme yang tidak jelas karena dikontrol pada kekuasaan yang menguasaai kehidupan manusia. Sehingga manusia tidak tahu siapa sebenarnya yang menguasaai. Meskipun di tahu bahwa Allah itu Maha Tahu tapi dia tidak tahu kena kehidupan dan kemiskinan itu bisa bergerak bersama dengan angin yang panas di dalam kehiduan sosial masyarakat ini.

    Apakah para penguasaa dan pengusaha sekolah memakai tapian dengan ekonomi yang menjadi tolak ukurnya. Tapi begitu adanya tapian menjadi tolak ukur ekonomi untuk menguasai orang miskin menjadi sebuah komodite dari sebuah prodak yang konon membuat dirinya menjadi lebih baik dikehidupan masyarakat dan mempunyai pandangan sosial yang sangat pendulil pada kehidupan rakyat miskin. Pada mereka itu berada dalam sebuah mekanisme yang membuat dirinya menjadi mesin penghancur tatanan kehidupan sosial yang telah disusun oleh orang miskin menjadi kehidupan yang mampu memberikan pemahaman tentang arti dan kehidupan yang sesungguhnya. Bahwa tapian itu adalah bagian dari kehidupan masyarakat yang membuat orang miskin itu menjadi lebih kuat karena Allah itu bersama dengan orang miskin bukan bersama dengan orang Kaya. Karena orang yang tidak pantas berdekatan dengan orang miskin. Karena dia adalah sapi perah yang harus diperlakukan sesuatu dengan apa yang menjadi dirinya sebagai orang miskin.

    Orang miskin sama dengan orang kaya dan akan menjadi lebih kaya kalau dia hidupan dalan tata kehidupan alam semesta dan dia mampu menembus semesta kehidupan ini yang tidak bisa ditembus oleh orang kaya. Karena orang kaya sudah menjadi benda dan masif. Sedangkan orang miskin menjadi angin yang selalu merasakan kesejukan hati dan jiwa.

    Tapi tapian juga bisa membawa orang kaya menjadi lebih bahagian karena orang kaya itu ditapian oleh orang miskin untuk bisa mengerti apa arti kehidupan yang sebenarnya untuk bisa dijalankan dilakukan sebagai kekuatan dalam jiwa dan hati ini.

  7. ass pak Aru, bu Mala, bu Yoyoh, adik2 Merdeka sekolah.. apa kabar? kbetulan tadi lgi iseng searching, ktemu Merdeka Sekolah. aku liat foto2nya, jdi inget di aghniya dlu.. ke sawah, jalan2, maen + belajar di saung, bkin film, ga krasa tau2 aku udh SMA. mkasih buat semua ilmunya, bermanfaat banget, klo aku ga di sekolahin di aghniya, aku mungkin ga bkal tau klo aku bakat gambar..
    smoga dari merdeka skolah banyak ngelahirin anak2 berbakat dari bdang seni, akadmik, ga kalah sama skolah2 laen (amiin).
    oya buat pak aru, kalo ada info ttg lomba lukis buat SMA boleh ksih tau (boleh kan pak??)di fb-email= zzaqy@yahoo.com
    mkasih- sukses buat pak Aru (aku udh liat pameran pak Aru dr mbah google!) dan Merdeka Sekolah-
    wass

    • Waalaikumsalam, Zakiyah. Terimakasih ya responnya. Alhamdulilah bisa ketemu di dunia maya ini. Selamat sekarang Zakiyah sudah SMU, semoga tambah sukses. Inilah sekarang bapak/ibu/dan semua insyaalloh pejuang pendidikan sedang berbuat untuk sesama. Do’akan semoga Sekolah Merdeka menjadi tempat belajar yang baik. Semoga dari sekolah merdeka ini terlahirkan anak-anak sholeh yang berguna di jamannya. Adik2 di sekolah merdeka memang dibekali dengan berbagai macam ilmu, semoga kelak dapat menjadi basic solusi bagi adik2 mereka ketika nanti menghadapi persoalan dijamannya.

      Doa’kan semoga sekolah Merdeka menjadi sekolah yang benar-benar Merdeka.

    • ya..dulu sering dipaksa buat pak aru untuk melukis…sekarang alhamdulillah tsasa jadi bisa dikit dikit melukis…makasih ya,pak aru dan bu yoyoh juga bu mala..

  8. ENTERPRESHIP ANAK, SEBAGAI GAYA BELAJAR ANAK

    Belajar matematik menjadi sebuah materi pelajaran yang utama bagi sekolah. Karena itu kalau anak tidak bisa menguasai matemtikan dianggap bodoh dan tidak naik kelas. Begitu juga mata pelajaran lainnya semua memberlakukan itu pada anak-anak. Seolah dunia pengajaran dan pembelajara dikuasai oleh guru dan orang tua yang sok tahu dan memuakkan karena kebodohannya yang ditonjolkan bukan kecerdasannya.

    Dengan kewajaran berniaga disekolah itu bukan menjadi sebuah peristiwa jualan dan berdagang. Tapi menjadi sebuah peristiwa melihat diri dan dunia dalamnya untuk bisa menjadi singkron dengan orang lain. Sebagai sebuah panggilan hidupan yang disapa dengan begitu saja. Seolah-olah alam itu memang sudah memanggilnya dengan kehangatannya. Berbeda kalau guru mengajarkan anak-anak dengan kekasaran, kekuasaan yang hanya menumpulkan rasa empati anak pada dirinya dan orang lain pada umumnya.

    Berniaga dengan kertas file yang indah dan menarik menjadi sebuah pembelajaran yang menyangkut pertumbuhan pribadi seorang anak secara alamiah. Diantara mereka untuk saling menilai, merasakan apa yang menjadi perasaaan temannya, sambil berniaga. Kalau dilihat secara lebih dekat dan mendalam proses perniagaan itu dibangun dengan keindahan dan kehangatan antara pedangang dan pembelinya. Seolah berniaga itu bukan menjadi sebuah media mencari keuntungan, apa lagi kapitalisan modal. Tapi perniagaan itu menjadi sebuah kehangatan dan cinta kasih sanyang dirinya dan orang lain. Tanpa harus dijelaskan atau diceritakan. Karena aktulisasi itu sudah memberikan kemungkinan yang menarik. Seolah berdagang yang dilakukan anak-anak itu menjadi sebuah makna yang dalam dan memberikan perspektif yang lebih luas dan arifibijaksana. Seakan-akan diinspirasikan untuk berdagang secara hangat, cinta dan kasih sayang antara sesama dikedepankan sebagai sebuah ekspresi yang sublim.

  9. ADE DIANTARA KEKUATAN

    Anak kelas I yang tinggi jenjang dan kalem ini memang menjadi anak yang selalu melihat lingkungan dengan penuh kehati-hati. Dan cenderung agak ragu kalau mau tidak dibilang takut. Namun orang bisa bergaul dan tidak sombong, untuk bisa mengikuti alur permainan dan pergaulan dengan temannya. Hal itu didasarkan pada pemahaman tentang sebuah lingkungan di mana dia tumbuh dan berkembang. Seolah dirinya ada dalam sebuah kesadaran dengan penuh segala macam permasalahan, pada hal dia sendiri belum melakukan apa-apa. Sudah begitu saja orang lain justifikasi dirinya, sehingga membuat diri tidak sempat untuk melihat dan membenahi diri untuk bisa memberikan responnya. Karena dengan begitu saja orang lain menginterfensi diri. Pada hal dia sendiri berkata apa-apa, sebuah penilaian Ade pada orang lain yang begitu berharap terhadap diri untuk menjadi apa yang dinginkannya.

    Kelihatnya begitu Ade dalam menangkap kesan orang lain terhadap dirinya, sehingga membuat dirinya mengambil sikap diam. Diam karena bukan tidak ingin berbicara tapi diam untuk memahami apa sebenarnya yang ingin dimaui orang lain, baik itu teman, guru, orang tua dan masyarakat sekitarnya. Sebuah pertimbangan yang begitu lama baginya, sehingga membuat orang lain melihat menjadi anak yang lambat menangkap apa yang diinginkan orang. Kelambat dalam sebuah pertimbangan memang menjengkelkan tapi juga memberikan keuntungan untuk tidak selalu salah langkah.

    Itu gambaran Ade yang kalem dan pendiam secara performantnya. Tapi dibalik itu sebuah ada yang tersembunyi di dalam dirinya. Yaitu pontensi kesungguhan untuk mau belajar, perlahan-lahan untuk mau bisa dan mengimbangi dinamika pergaulan yang kadang diluar kontrol dan kemaunya. Membuat dirinya berulang kali untuk selalu mempertimbangkan. Karena sikap dan pembawaan yang kalem itu mampu mempertimbangkan apa yang menjadi sebuah keputusannya. Namun hal itu tidak terlihat pada sebuah penampilannya. Karena penampilannya tetap diam kalem dan selalu hati-hati. Tapi sangat berbeda ketika membuat karya lukis Ade sangat menguasai pikiran dan sikap apa yang ingin disampaikan. Ketegasan, keberanian dalam mengorek dan ekspresi yang kuat memperjelas kematangan dalam melihat dirinya di dalam kehidupan ini. Kekuatan garis yang tekas dan tidak ragu menggambarkan bahwa dirinya tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dia kerjakan sebagai bagian dari kehidupannya. Dan dia sangat tahu posisi dirinya sebagai anak dengan segala macam kekurangan dan kelebihannya. Seolah dia ingin mengatakan pada dirinya dan orang lain bahwa ketegaran dalam hidup itu perlu ditanamkan di dalam setiap orang.

    Tapi kembali lagi kekuatan yang datang dari luar kadang mengoyakan dirinya dalam berinteraksi dengan orang lain. Berkaitan dengan pertimbangan untuk saling menghargai dan menghormati yang membuatnya menjadi begitu hati-hati. Karena menghargai dalam padangannya memberikan ruang untuk melihat orang lain secara apa adanya. Begitu juga menghormati bukan karena sebuah kekuasaan tapi karena alam memberikan hal itu pada setiap orang. Ini kiranya yang membuat dirinya selalu berjalan dengan senyum getir dan diam dalam kekalemannya. Tapi begitu hangat dalam sebuah pergaulan dengan temannya, kalau temannya merasakan kehangatan dirinya dalam ketulusan secara apa adanya. Dia tidak akan ragu mengakui kekurangannya, dan dia tindak akan ragu untuk mau belajar. Karena kekuranga dan belajar itu menjadi sebuah ekspresi dirinya untuk menyatakan pada orang lain bahwa aku ini bisa dan mau untuk belajar. Untuk itu beri kesempatan pada diri untuk mengungkapkan gagasa, pikiran dan ekspresi dirinya. Karena dari situ kita akan melihat siapa Ade.

  10. AGHNIYA YANG LEMBUT DAN TEGAS

    Memang sebuah fitrah perempuan yang diberikan Allah dengan sensitifitas jiwa. Memberikan kemungkinan pada orang lain dan lingkungan menjadi sebuah kelembutan. Setidak itulah senyum dan diam Aghniya di dalam kesehariannya di Merdeka Sekolah. Diam dan kalem selalu dihiasi dengan senyumnya, bagi senyum bahagia, senyum kebingungan, senyum ketidak tahuan, senyum kekecewaan, senyum kesedihan. Tapi itulah yang tergambar di dalam dirinya. Diam dan kalem itu mempunyai dinamika berpikir dan gejolak perasaan yang begitu emosional. Untuk itu tidak heran setiap langkahnya penuh perhitungan dan terkesan hati-hati tapi berani mengambil resiko. Hal itu bisa dilihat dalam kegiatan belajar di luar.

    Kemampuan akademiknya secara normatif menjadi anak yang cerdas dan pintar. Tapi semua itu ada hal yang lain dari dirinya adalah kemampuan mengelaborasi permasalahan dan realitas sosial yang dia rasa dan alami sebagai sebuah pemahaman tentang apa yang dikatakan dengan permasalahan atau realitas sosial yang dia rasakan dan alami itu. Hal itu terlihat dalam sebuah tulisan yang begitu impresif dan ekspresif yang mengambarkan bahwa apa yang ditangkapnya itu sebuah kesan yang kuat untuk dapat dilihatnya. Sudah tentu penilaian itu didasarkan kemampuan anak dalam melihat permasalahan dan realitasnya. Dan hal itu yang ada di dalam diri Aghniya, anak yang kaya dan pantas untuk sebut dengan Aghniya Ilman, anak yang kaya dengan ilmu. Karena kemampuannya memberikan kemungkinan, mengemukan dengan caranya sendiri, khasnya, mengeleborasi dalam sebuah pandangannya dan mengkespresikan dengan begitu lugas dan berani.

    Karya tulisannya yang begitu lugas menjabarkan apa yang menjadi kesannya. Tanpa harus memakai kata dan kalimat baku. Karena dia mengungkapkan dengan apa yang ada dalam pikiran dan rasanya, bukan kata orang dan menurut orang. Sebagai contoh yang menurut tata bahasa tidak diperkenakan dalam tulisan, tapi karena yang menulis anak kelas satu dan mampu menuliskan pikiran dan perasaan yang begitu kuat. Membuat kalilmat itu sangat mewakili dunianya, dia menulis NGLIHAT menjadi sebuah paradigma yang dalam sebuah budaya, apa lagi apa yang dikatakan anak nglihat itu bukan kata yang janggal dan salah tapi menjadi sebuah kata yang ekspresif untuk menggambarkan dia terkesan melihat sesuatu yang membuat diri berasakan begitu berkesan sehingga muncul kalimat nglihat, tapi bukan melihat. Karena kalau menulis melihat maka terjadi sebuah obyektifitas impresi yang selalu dilakukan oleh orang dewasa di dalam menggambarkan apa yang dia lihatnya. Dan banyak lagi kalimat-kalimat yang tidak lazim. Mungkin bisa menjadi kesalahan tata bahasa dalam bahasa formal. Tapi menjadi begitu kuat dan ekspresifnya kalimat itu karena mampu mewakil dunia anak dalam menangkap apa yang dia lihat dan rasakan dalam hidupnya.

    Untuk itu tidak heran anak kadang bisa begitu saja menjadi anak yang cengeng dan suka marah. Karena ada sesuatu yang tidak bisa diakendalikan dan orang tua dan gurulah yang bisa memberikan pendampingan. Karena dengan begitu anak akan mudah mengerti apa itu menangis dan apa itu marah. Dengan begitu anak akan bisa menempatkan kapan dia harus menangis dan kapan dia harus marah, hal ini yang memang harus terus menerus diberikan pemahaman pada anak-anak tidak cukup sekali. Terus dan terus tanpa ada batas kesabaran.

    Dengan begitu juga bisa terlihat bahwa dengan diam dan kalemnya ternyata mempunya ruang dalam diri sebuah kekuatan yang mengindikasikan bahwa anak itu memang mempunyai ketegasan dan sikapnya yang kukuh. Karena kemampuan anak di dalam mengelolah permasalahan itu dengan baik, sehingga membuat dirinya. Menjadi anak yang selalu tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dia terima resikonya. Kembali lagi hal ini hanya sebuah pandangan anak mengenai sikap dan pandangnnya. Yang tidak bisa disamakan dengan cara berpikir orang dewasa.

    Diam, kalem dan murah senyum itu selalu membawa dirinya pada pergaulan yang begitu saja bisa dijalannya. Baik dengan teman perempuan maupun laki-laki. Seolah apa yang dilakukan memang itu menjadi sebuah tanggung jawabnya yang harus dia laku secara sungguh-sungguh. Itu memperlihat kesadaran ruangnya Aghniya dalam melihat realita pergaulan dengan temannya. Begitu juga dengan guru kemampuan untuk merespon dengan baik, selalu dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Seolah apa yang harus dikerjakan memang harus sempurna. Dan dia menanamkan pada dirinya apa yang menjadi tugasnya itulah yang harus diselesaikan dengan baik. Sikap ini juga yang kadang membuat dirinya selalu mengambil insiatif dalam situasi tertentu untuk mengembalikan keadaan sesaui dengan yang semestinya.

    Tapi itu anak-anaklah yang harus dipahami dengan kaca mata anak-anak. Namun bukan berarti bisa dimaklumi dalam hal tertentu, karena apa yang dipikirkan anak-anak sama dengan apa yang dipikirkan orang dewasa, sehingga tidak ada bedanya. Kalaupun mau dilihat bedanya dia masih anak-anak kelas I di Merdeka Sekolah.

  11. ANGGI MENEMUKAN JENIS KEPIK

    Anak-anak sebagai sebuah gambaran kehidupan yang begitu terkaitan dan alam dan lingkungan ini. Ruang menjadi sebuah realitas yang membatasi manusia pada pemahaman tentang diri dan kehidupannya. Membuat dirinya direduksi menjadi sebuah sistem dan fungsi sosial yang abstrak. Hal ini yang terlihat dalam profil Anggi anak yang kalem, ceria, berani dan mempunyai keingintahuan terhadap sesuatu yang dia suka mendorong diri untuk mencari dan menemukan. Sesuatu yang lazim pada anak-anak, namun guru ataupun orang tua tidak memberikan ruang pada anak-anak untuk menemukan diri dalam aktualisasi di dalam kehidupannya. Misalnya dengan melarang bermain, itu menjadi sebuah indikasi membatasi ruang anak untuk menumbuhkan rasa ingin tahunya. Pada hal larangan yang dilontarkan guru dan orang tua hanya bentuk kekwatiran anaknya akan hilang dan akan terjadi apa-apa. Tanpa mau bersusah payah untuk mendamping anak-anak bermain, sehingga cukup dengan melarang bermain. Hal ini yang sering terjadi di dalam dunia pendidikan, sekolah bahwa bermain itu sesuatu yang menyesatkan anak, sehingga anak menjadi bodoh. Dan seolah-olah belajar itu membuat anak menjadi pintar dan cerdas menurut guru dan orang tua siapapu yang mempunyai anak. Padahal di balik pintar dan cerdasanya anak sudah kehilangkan dirinya dan ekspresinya sebagai anak. Hal ini yang seringggg diabaiiiiik guru dan orang tua.

    Dengan keinginan tahuannya Anggi belajar dari temannya kelas II untuk menemukan kepik. Kalau teman-temannya hanya puas menemukan satu jeni kepik. Tapi beda dengan Anggi, dia menemukan beberap jenis kepik, setidaknya dapat dilihat dari bentuknya, Ada yang berbentuk bintik-bintik, ada berwarna emas, ada berwarna merah, ada berwarna perak. Dengan penemuan itu seolah dia bisa menunjukkan pada orang lain, yaitu teman-teman dan gurunya, bahwa apa yang dia lakukan itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya. Dan memang sangat berharga, karena dia sudah menemukan jenis kepik dengan pandangan yang intuitif. Dia hanya tahu jenisnya lebih beragam, banyak kepiknya yang dia dapat, dan sangat menarik bentuk dan warnanya sehingga membuat dirinya begitu senang dan semeringga. Ini yang dilakukan Anggi adalaah sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan secara fakual dan berarangkat dari penelitian lapangan bahwa jenis kepik itu ada banyak. Penelitian ini bisa dikatakan sebagai penelitian dengan pendekatan induktif, bahwa Anggi bisa memberikan kemungkinan lain pada temannya, bahwa jenis kepik itu ada banyak macamnya. Anggi mampu mengelaborasi pemahaman induktif menjadi sesuatu yang lebih luas tentang jenis kepik. Hal ini yang mendorong teman-teman lainnya untuk ikuti mengadakal penelitian atau dalam bahwa anak-anak ikut mencari kepik.

    Keingintahuan yang luas seluas samudra itu membuat dirinya berani mengambil resiko apa yang menjadi keputusannya. Untuk itu Anggi terlihat seperti anak tomboi, karena terlihat berani dan gesit. Tapi keberanian itu juga terasa indah karena ada unsur kelembutan dan empati pada temannya. Hal ini yang terlihat dalam diri Anggi, kalem tapi juga murah hati dan mau belajar dan berdiskusi dengan siapa pun juga termasuk gurunya. Karena keberaniannya juga kadang membuat anak laki-laki gerah padanya, tapi dia selalu bisa meminimalisir persalahan itu dengan empat dan kelembutannya.

    • Sekolah Merdeka merupakan sekolah alternatif untuk memfasilitasi ruang belajar bagi anak-anak dengan segala kelebihannya

  12. Subhanallah sy sangat kagum membaca cara belajar anak-anak di merdeka sekolah,di tengah metode pendidikan anak saat ini yg sangat berat tetapi dikemas dg kurang menyenangkan,terlalu mendesak, tanpa memikirkan kesenangan sebagai anak yg masih senang bermain sambil belajar.

  13. Asslamualaikum. Bu saya mau tanya bagaimana dengan kemampuan bahasa di sekolah merdeka ini?apakah bahasa arab dan indonesia saja atau juga bahasa inggrisnya.terimakasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s