Guru-Staf-Siswa

Assalamu’alaikum Wr.Wbr.

Alhamdulillah, Alloh SWT. Menganugerahkan kita semua bergabung dalam bahtera perjuangan/jihad MI Merdeka Sekolah. Kami sebagai komponen hidup dalam Sekolah ini sangat bersyukur, atas segala yang ada.

Semoga apa yang bisa kami perbuat ini diridhoi Alloh SWT. dan memberikan manfa’at yang baik bagi kehidupan seluruh manusia. Amiin.
Perkenalkan diri kami yang begini ini, semoga dapat menambah erat dan manfaatnya rajutan kasih sayang diantara kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr.Wbr.

KEPALA MI MERDEKA SEKOLAH

H.TRI ARU WIRATNO S.Sn, M.Si

Pendidikan, Sarjana S1 Seni Murni IKJ dan Sarjana S2 Kebijakan Pendidikan UNIS

“Segala Permasalahan bisa diatasi selama kita mau” Itu tipe Pa Aru nama Panggilannya

GURU MI MERDEKA SEKOLAH

R. KOMALA JUWITA S.Ag

Pendidikan Sarjana S1 Tarbiyah UNJ

Wali Kelas, Kelas Satu dan Penganggung Jawab Keuangan

“Kita harus konsisten di dalam menjalan komitment” Itu tipe Bu Mala nama panggilannya

 

Bu Siti

Ibu Siti

Ibu guru ini mengajar aqidah Islam, sejarah Islam dan juga mengajar  baca Al Qur’an dan Hafalan.

“Semangat dan bekerja keras dan apa adanya ” Itu tipe Bu Siti  nama panggilan

 

 

Bu Nisak

Lebih akrab dipangil oleh anak-anak Merdeka dengan ‘Bu Nisak’. Sosok keibuan penuh kasih dan kewibawaan.

 

Nah kalo yang Ini NamAnya Ibu FITRI….

Bu Fitri

 

5 thoughts on “Guru-Staf-Siswa

  1. NIAT ITU SEPERTI ANGIN

    Niat itu seperti angin yang dapat dirasakan oleh semua orang, meskipun tidak dapat dilihat, dan dijelaskan secara diskripsi. Karena tidak ada bentuk dan indentifiasi apa itu angin.

    Kalau niat seperti angin sama artinya niat itu tidak bisa dilihat oleh semua orang dan tidak bisa dijelaskan dengan gamblang. Tapi bisa dirasakan oleh perasaan dan jiwa yang sama dan satu tujuan.

    Hal itu bisa dirasakan dalam kehidupan semua orang bagaimana niat itu bisa dirasakan dengan mudah dan gampang. Tanpa bisa diidentifikasikan itu adalah sebuah niat yang baik dan buruk atau yang lurus dan berliku-liku.

    Niatan yang baik di dalam kehidupan sehari-hari di dalam organisasi bisa dirasakan sebagai angin yang sejuk. Di mana ada persoalan yang selalu dialami organisasi tersebut. akan menambahkan kesejukan angin niat itu semakin sejuk. Layak sebuah AC semakin banyak orang di dalam ruang semakin diperlukan pendingin yang proposional. Begitu juga dengan niat kalau memang sudah baik dan jelas. Maka ada persoalan apapun juga niat baik itu makin memperjelas rasa kesejukannya.

    Artinya satu sama lain bisa merasakan niatan itu seperti angin. Apakahan niatan baik sekali itu seperti angin laut yang menghemus tubuh seseorang sehingga merasakan gairah dan semangat itu menyelami lautan yang dalam, meskipun gelombang itu lautan itu besar.Apakah niatan baik itu seperti angin yang sejuk maka dengan sendirinya akan dapat dirasakan. Apakan niatan yang setengah itu seperti angin lembah yang membuat orang seperti kegerahan. Apakah niatannya tidak baik maka niatan itu seperti angin yang panas menyengat orang lain. Yang membuat orang itu harus berteduh ditempat yang sejuk dan adem, yaitu dengan mengembalikan dirinya kepada niatan yang baik agar merasakan sejuk dan adem.

    Hal itu yang dalam dilihat dalam sejarah Nabi Muhammad Saw, ketika hijrah dari Makkah ke Madinah. Yang digambarkan dalam hadits arbain, yang diriwayatkan oleh dua ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairy An-Naisaburi, dalam kedua kitab sahihnya, yang merupakan kitab hadits paling sahih.

    Amirul Mukmini Abu Hafsh Umar bin Khatab ra. berkata, Aku mendengar Rasullah Saw bersabda, “Semua amal perbuatan tergantung niat dan setiap akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul Nya. Dan barang siapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, makan hijrahnya untuk apa yang ia tuju”

  2. NIAT ITU SEPERTI ANGIN

    Niat itu seperti angin yang dapat dirasakan oleh semua orang, meskipun tidak dapat dilihat, dan dijelaskan secara diskripsi. Karena tidak ada bentuk dan indentifikasi apa itu angin.

    Kalau niat seperti angin sama artinya niat itu tidak bisa dilihat oleh semua orang dan tidak bisa dijelaskan dengan gamblang. Tapi bisa dirasakan oleh perasaan dan jiwa yang sama dan satu tujuan.

    Hal itu bisa dirasakan dalam kehidupan semua orang bagaimana niat itu bisa dirasakan dengan mudah dan gampang. Tanpa bisa diidentifikasikan itu adalah sebuah niat yang baik dan buruk atau yang lurus dan berliku-liku.

    Niatan yang baik di dalam kehidupan sehari-hari di dalam organisasi bisa dirasakan sebagai angin yang sejuk. Di mana ada persoalan yang selalu dialami organisasi tersebut. akan menambahkan kesejukan angin niat itu semakin sejuk. Layak sebuah AC semakin banyak orang di dalam ruang semakin diperlukan pendingin yang proposional. Begitu juga dengan niat kalau memang sudah baik dan jelas. Maka ada persoalan apapun juga niat baik itu makin memperjelas rasa kesejukannya.

    Artinya satu sama lain bisa merasakan niatan itu seperti angin. Apakahan niatan baik sekali itu seperti angin laut yang menghemus tubuh seseorang sehingga merasakan gairah dan semangat itu menyelami lautan yang dalam, meskipun gelombang itu lautan itu besar.Apakah niatan baik itu seperti angin yang sejuk maka dengan sendirinya akan dapat dirasakan. Apakan niatan yang setengah itu seperti angin lembab yang membuat orang seperti kegerahan. Apakah niatannya tidak baik maka niatan itu seperti angin yang panas menyengat orang lain. Yang membuat orang itu harus berteduh ditempat yang sejuk dan adem, yaitu dengan mengembalikan dirinya kepada niatan yang baik agar merasakan sejuk dan adem.

    Hal itu yang terlihat di dalam sejarah Nabi Muhammad Saw, ketika hijrah dari Makkah ke Madinah. Yang digambarkan dalam hadits arbain, yang diriwayatkan oleh dua ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairy An-Naisaburi, dalam kedua kitab sahihnya, yang merupakan kitab hadits paling sahih.

    Amirul Mukmini Abu Hafsh Umar bin Khatab ra. berkata, Aku mendengar Rasullah Saw bersabda, “Semua amal perbuatan tergantung niat dan setiap akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul Nya. Dan barang siapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, makan hijrahnya untuk apa yang ia tuju”

  3. GURU MELOMPAT KE SEMESTA LANGIT BIRU

    Merdeka Sekolah adalah lembaga pendidikan yang mempunyai pandangan mengenai pendidikan yang bisa mengajakan anak-anak pada dunianya, untuk bisa mengenal, memahami, menyadari, mengungkapkan dan membangun sikap yang semana mestinya anak tumbuh dalam sebuah lingkungan hidup di mana alam semesta ini memberikan warna kesadaran baru untuk bisa bergerak dari realitas kehidupan sosial yang sudah beku dan bernadi karena sistem syarafnya sudah dimatikan dalam sebuah pendidikan yang berorientasi pada hasil dan bentuk yang menjadi penampilannya.

    Untuk itu perlu adanya guru yang mempunyai lompatan berpikir yang mengarah pada semesta langit biru, agar bisa melihat pemetaan masalah dalam dunia pendidikan dengan mempergunakan sudut pandang mata elang, dan mempunyai pemahaman sebuah perjuangan di dalam dunia pendidikan, karena dengan perjuangan itulah pendidikan itu memang akan muncul dan terbentuk sesuai dengan perkembangan lingkungan dan alam semesta ini. Karena dengan perjuangan alam akan melihat bahwa apa yang dilakukan memang menjadi sebuah proses kehidupan yang alam untuk dijalani dan dijejakan sebagai waktu yang menilai, karena perubahan itu memang bergerak bukan dengan sendirinya tapi peranan alam semesta ini memberikan kekuatan yang luar biasa, karena kekuatan alam representasi peranan Allah dalam kehidupan ini. Untuk itu perjuangan bukan sebuah apollogi dari sebuah proses yang dijalan dengan istiqomah, kesabaran dan menyadari bahwa kehidupan memang bukan sebuah hasil saja, tapi hasil dari sebuah perjuangan yang tidak kalah menariknya, sehingga kehidupan ini menjadi begitu indah dan mengairahkan untuk dilakukan dengan kewajaran dan kekuatan pandangan terhadap sebuah keyakinan apa yang dikerjakan itu memang memberikan hasil yang baik, karena konsistensinya yang membuat Allah akan membantunya. Karena Allah maha dekat dengan orang yang berjuang di jalan Allah, hal ini banyak sekali pertolongan Allah yang diberikan tapi kadang kita tidak merasakan, karena cara pandang kita yang sangat terbatas pada apa yang kita yakini. Hal itu pernah terbesit dengan kekhusuhan, seandainya ada orang yang ingin menjual tanah untuk pendidikan ini seribu meter dan bisa dijijil akan memudahkan terwujudnya Merdeka Sekolah. Karena dengan modal tanah seribu meter diharapkan kita akan bisa mencari donatur untuk bisa membangun sekolah. Karena persyaratan bantuan harus mempunyai tanah minimal seribu meter. Dan Allah memberikan jalan hal itu, tapi pikiran telah berubah karena ada yang lebih menjanjikan dengan luas tanah sekitar sembilan ratus meter tapi sudah ada bangunannya, sehingga do’a itu dialihkan pada rumah itu. Ya, begitulah manusia bergerak pada tatanan yang menguntungkan, seolah-olah.

    Begitu juga guru menjadi sebuah realitas yang mampu melompat ke semesta langit biru dengan kemampuan jiwa dan semangat yang tinggi untuk selalu melihat kebawah pada tataran yang lebih sederhana. Yaitu guru bukan lagi pendidik tapi orang yang setiap saat untuk belajar dan belajar, baik sendiri maupun bersama-sama, dan guru belajar disekolah bersama muridnya. Dan murid belajar untuk mengembangkan diri dan kemampuannya untuk meningkatkan kepekaan, empati terhadap permasalahannya sendiri dan orang lain, kaitannya dengan aspek sosial yang ada di lingkungan dirinya. Karena dengan begitu anak akan mudah memutuskan yang terbaik bagi dirinya, meskipun tidak sesempurna apa yang dibayangkan oleh orang tua sebagai yang terbaik, tapi sudah bisa memutuskan dan melakukan tidakkan itu jauh lebih baik dari sama sekali tidak melakukan tindakan apa2, yang lebih parah tidak bisa melakukan tindakan apa2, seperti apa yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat kita yang dipenuhi dengan para koruptur dan masyarakat yang melanggar aturan sosial menjadi sebuah kelaziman.

    Untuk itu guru perlu mempunyai pandangan tentang pendidikan bukan sebagai sebuah guru tapi sebuah perjuangan dalam sebuah lembaga pendidikan yang namanya sekolah agar tidak terpaku pada bentuk formal dan yang lebih parahnya lagi menjadi mekanisme aturan yang dianggap benar. Pada pendidikan bukan sebuah mekanisme industri, tapi sebuah tatanan sosial kehidupan masyarakat yang harus dikembangkan menjadi realitas kehidupan sosial masyarakat yang baik dan mempunyai daya juang di dalam melihat permasalahan sosial yang dipenuhi dengan ketimpangan sosial ekonomi untuk bisa dicari sosulinya dengan tekat dan perjuangan yang konsisten sampai pada sebuah kesadaran menerima konsekwen yang dilakukan, karena dengan begitu guru menjadi sebuah agen perubahan dan sekolah menjadi lembaga advokasi bagi semua orang dengan berbagai masalah kehidupan.

    Mengajar bukan lagi bekerja untuk mencari uang, meskipun itu sangat penting bagi kehidupan setiap manusia tanpa kecuali. Tapi hakekat dari uang itu berangkat dari hakekat sebuah keyakinan kita pada Allah yang selalu memberikan rezeki yang tidak bisa ditentukan dan kapan saja. Tapi yang jelas setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, semester, tahun Allah selalu memberikan rezeki pada kita, hanya saja kita tidak pernah mau memahami, karena kita banyak keinginan untuk dipahami sehingga kehilangan kepekaan dan sensitifitas terhadap karunia Allah yang selalu mengalir.

    Pengorbanan bukan sebuah permaslahan yang dikorbankan. Tapi pengorbanan adalah sebuah perjuangan yang memang harus dilakukan sebagai sebuah panggilan hidupa manusia untuk bisa mengerti apa itu kehidupan, karena dengan mengerti arti kehidupan dengan sendiri akan memberikan kekuatan langkah dan tujuan arah mana yang di tujunya tanpa takut dengan rintangan, tapi menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi sebagai bagian dari kehidupan yang kita cari. Karena dengan itu membuat hidup itu tambah hidup.

    Memang kalau kita mau melihat realitas bentuk dalam kehidupan sosial perjuangan kita tidak ada artinya. Tapi kalau hal itu dilihat secara luas dia akan mengarah pada bentuk apa yang kita inginkan sebagai realitas yang sesungguhnya. Karena hidup ini memang perjuangan yang tidak bisa ditawarkan, karena mau tidak mau itu adalah di dalam kehidupan manusia. Sehingga manusia itu cepat berkeluh kesah, seolah tidak mampu membangun realitas kehidupan sosialnya sebagai mana mestinya. Karena bentuk dan uang menjadi bentuk besar dan sangat kominan dalam menentuk apa yang menjadi tolak ukur keberhasilan. Hal ini yang membuat ujian yang paling berat bagi guru.

    Merdeka Sekolah memberikan keluasaan untuk lompatan guru ke semesta langitu biru. Karena dengan lompatan itu akan bisa memahami realitas sosial dan realitas bawah menjadi lebih mudah dibandingkan kita berada di bawah untuk melihat semesta langit biru yang menganggumkan. Tapi pada kenyataan itu adalah sebuah mimpi yang tidak akan pernah terwujud, seperti orang merindukan bulan. Merdeka Sekolah bukan lagi menjadi lembaga pendidikan tapi lembaga pembelajaran bagi semua orang baik itu orang yayasan, kepala sekolah, guru, murid, orang tua, masyarakat dan lembaga lain yang mempunyai kepedulian terhadap pembelajaran bagi semua orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s