Galeri Foto

GALERI FOTO

Assalamu’alaikum Wr.Wbr.

Kenangan adalah rasa indah dan membanggakan. Masa-masa yang telah berlalu, terlalu manis untuk dilupakan. Menorehkan tulisan sebagai petilasan kehidupan, menggoreskan tinta dan tetesan warna untuk membangun sebuah cerita bergambar adalah jejak informasi kehidupan. Galeri ini sebagai penyimpan kenangan, semoga suatu saat dapat menjadi pengingat, pengobat dan ibroh bagi masa-masa yang kan datang.

Galeri ini tersaji bukan untuk dibanggakan, namun untuk sama-sama dijadikan renungan agar bingkai hidup ini semakin beraturan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wbr.

DSC00265

DSC00214

Sayang Semuanya

Belajar Menyeberangi Kehidupan

Para Guru Sedang Diskusi di Teras Madrasah

Kala Aku dan Teman-teman Merdeka Bermain

Blajar di Kelas

Sahabat Bao

Belajar untuk seimbang secara Bersama

Rapikan Shaf meniti Kehidupan

Kebersamaan Yang Indah

Anak Merdeka Bertemaran di Ladang Kehidupan

Blajar Di Alam Merdeka Asyik lho

Cepat Kamu Bisa Lanjutkan

Memilih Jalan Yang Benar

Anak Merdeka Harus Bisa Baca agar Merdeka dari Buta Huruf (Arab, Latin dll)

Siap-Siap Blajar atau Pulang yaa?

Anak Merdeka sedang Di Perpustakaan

Kantin Kejujuran Anak MerdekaAnak Merdeka diacara Kenaikan Kelas

Anak Merdeka Berprestasi

 

8 thoughts on “Galeri Foto

  1. KERBAU DISEKOLAHKU

    Sekolahku menjadi rumah kedua bagiku karena disana dapat bermain dengan bebas. Tidak merasakan dilarang, hanya diperingati, hati-hati dan lihat temannya yang lain, atau kalau kepadang rumput pakai sepatu. Membuatku begitu saja tumbuh berkembang sesuai dengan apa yang bergerak di dalam diri ini.

    Aku bisa bermain ayunan di saung, aku bisa bermain ayunan di pohon dengan batang pohon yang mengelayut. Pohon juga menjadi tempat favori dari anak-anak Merdeka, mereka sampai membuat tempat duduk dari kayu bambu yang disusun sedemikian rupa sehingga terbentuklah tempat untuk dua dan tiga orang. Biasanya yang sering naik anak perempuan, entah kenapa mereka menyukai. Seolah ada sesuatu yang membuat mereka begitu menyenangi tempat itu. Pada hal sebelumnya tempat yang menjadi favorit anak-anak adalah pohon pete cina yang tumbang karena kena angin kencang. Dan ada lagi tempat favorit anak-anak adalah sawah, mereka berlari dipematang sawah dengan mengelilingi sawah. Yang diselingi mencari kepik emas. Ditangkap lalu dilepaskan kembali, seolah ada sebuah cerita tersendiri diantara mereka dengan kepik emas itu.

    Merdeka sekolah menjadi rumah kedua untuk mengenal diri anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Di mana di depan Merdeka Sekolah itu adalah rawa yang musim kemarau akan susut airnya dan menjadi tempat bermain anak-anak di sana sambil mencari belalang dan kumbang. Namun rasa disisi lainnya tempat pengembalaan kerbau oleh seorang nenek dan kalau cudah bosan di rawa yang sudah kering itu kerbau itu menghampir saung di mana anak-anak bermain dan belajar. Dengan ada kerbau di situ membuat anak-anak makin ingin tahu tentang kerbau sambil dipengang dengan rasa takut dan geli. Tapi kemudian dipegang dan ditunggi sebagai satu keinginan tahunya bagaimana kalau dirinya naik kerbau. Sebuah upaya anak untuk melihat dunia dan sekitar untuk bisa dipahaminya sebagai sebuah realitas yang ada disekitarnya dan menjadi bagian dirinya.

    Keasikan anak-anak bermain dengan kerbau, tetap gurunya mengawasi mereka sejauh meraka tidak melakukan hal-hal yang merugikan binatang. Kelihatannya binatang itu begitu akrab dan menikmati bermain dengan anak-anak. Begitu juga dengan anak-anak menikmati tunggangan di atas kerbau.

    Merdeka Sekolah memang bukan lembaga pendidikan yang biasa, karena dia mempunyai visi dan misi untuk mengajak semua orang atau elemen masyarakat untuk berperan serta di dalam mengaktualisasikan dirinya, sebagai representasi diri kita sebagai seorang muslim yang menjalani nilai Islam dalam kehidupan yang sebenarnya. Di mana sillaturahi, kerjasama, untuk saling berbagi, untuk saling melengkapi agar diri kita menjadi seorang yang merasakan bagaimana perubahan hidup itu menjadi sesuatu yang bermakna bagi kita dan orang lain. Sekolah dengan pola berbagi ini membuat orang yang disitu untuk selalu berbagi dalam segala hal di dalam memahami kehidupan yang kian hari tidak bisa dimergerti antara yang benar dan yang buruk. Karena banyak sekali hal yang buruk ini menjadi sesuatu yang benar. Seperti orang mengatakan mencari uang yang haram saja susah apa lagi yang halal. Seolah-olah ada justificasi atau pembenaran bahwa itu memang terjadi. Pada hal tidak begitu, tapi itulah realitas kehidupan sebagai bagian dari cobaan semua orang yang beriman dan bertaqwa pada Allah Swt.

  2. MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN

    Kehidupan manusia memang di dalam dua pilihan, ambang kemapanan dan ambang keberanian mengambil resiko. Dua pilihan ini sebenarnya kalau dipikirkan dan direnung tidak ada bedanya. Karena hidup didunia ini memang di dalam ambang ketidak pastian. Apa yang menurut kita baik buat orang lain belum tentu. Buat kita tidak baik buak orang lain belum tentu. Untuk itu kita memang harus melihat sebuah kehidupan pada satu ambang yang tidak menentu. Dengan begitu kita berusaha untuk selalu mengembangkan dan memperjuangkan apa yang menjadi sebuah cita-cita kebenaran, menjadi sebuah pilihan. Dan pilihan kita pada saat ini memperjuangkan pendidikan buat anak-anak kita yang berkaitan dengan biologis dan anak-anak kita yang menjadi tanggung jawab manusia dimuka bumi ini sebagai khalifah yang memengang amanah pada Allah.

    Ambang ketidak menentuan itu memang sudah menjadi sunahtullah, bahwa hidup ini adalah coba, hidup di dunia ini hanya sementara. Sehingga apa yang kita perjuangkan di dalam pendidikan ini bukan ingin mencapai kemapanan, tapi mencapai sempurnaan dengan mencari ridho Allah. Segala pengorban yang dilakukan dengan sendiri akan mendapatkan pahala dari Allah. Hanya saja hambatan dalam hidup ini adalah ketidak berdayaan kita sebagai manusia.

    Hidup kita sebagai bangsa berkembang dan selalu menjadi bulan-bulanan kaum kapitalisme dan imprealisme ini membuat kita menjadi terpuruk. Karena sistem dan budaya yang dikembangkan kepada rakyat adalah seorang yang selalu tidak berdaya. Sehingga tidak mempunyai cita-cita yang lebih tinggi. Pada hal Islam mengajarkan untuk menjadi diri sendiri. Karena dengan mengenal Allah dengan baik dengan sendirinya kita akan bisa mengenal diri kita sendiri dan kita terlepas dari mekanisme dan sistemati yang mengurita, membuat diri kita tak berdaya dan menjadi bangsa yang mudah ditindas dan bodoh. Akan membuat kita merdeka.

    Untuk itu perlu ada langkah-langkah yang tidak setiap orang mempunyai kemampuan sama di dalam perjuangkan pendidikan, baik dalam segi pemikiran, kemampuan dan materi. Yang penting diantara kita mempunyai kesadaran bersama bahwa apa yang dilakukan hendaknya sesuai dengan kemampuannya tanpa bisa dibandingkan antara satu dengan yang lain. Pemikiran tidak sama dan tidak bisa disama dengan kemampuan uang, begitu juga kemaun dan keluang waktu tidak bisa sama dengan pemikiran dan materi yang menyangkut uang. Karena ada yang mempunyai kemampuan materi, dalam hal ini uang tapi tidak mempunyai kemampuan pemikiran, keluangan waktu dan merealisasikan gagasan. Tapi sebalika ada orang yang mempunyai kemampuan pemikiran atau kemampuan merealisasikan sebuah gagasan yang baik tapi terbatas pada kemampuan uang.

    Untuk itu kebersamaan di dalam memperjuangkan pendidikan memang harus berjamaah untuk saling memperkuat dan memperbaik apa yang menjadi cita-citanya serta untuk selalu memelihara kebersamaan untuk menjadi kekuatan berjamaah.

    Hal ini yang tidak ada dalam dunia pendidikan yang sekarang berjalan dengan mekanime pasar yang kapitalistik, karena berorientasi pada materi, uang yang menjadi indikator keberhasilannya. Sehingga ada sekolah berbasis agama tapi banyak anak-anaknya berprilaku tidak sesuai dengan nilai agama, moral dan norma masyarakatnya. Membuat sekolah itu mengadakan materi budi perkerti dengan musik gamelan, atau berkunjung pada masyarakat miskin yang kurang mampu, untuk menimbulakan rasa syukur dan empati mengasah prilaku yang baik. Hal itu merupakan upaya yang sifatnya permukaan walaupun itu bisa juga dikatakan metode.

    Karena yang mendasar pada sistem dan budaya penyelenggara pendidikan yang mengacu nilai agama yang sebenarnya, menjadi kehidupan dan gaya hidupnya. Bukan menjadi penampilan dan asesoris dari pendidikan yang dibuat-buat. Inilah yang harus disadari pada kita semua bahwa pendidikan disekolah bukan masalah nilai yang baik dan anak yang pintar atau cerdas. Tapi anak yang berakhlak adalah anak yang pintar dan berani karena dia sudah menjadi sebuah pilihan dari kehidupan yang memang menjadi kunci dari keberhasilan dari sebuah pendidikan.

    Dengan begitu pengelolahan pendidikan bukan pada tataran pemerintah, yayasan atau sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru dan orang tua murid. Tapi pada kita sebuah sebagai orang yang mempunyai tanggung jawab pada pendidikan untuk selalu berbagi dan untuk saling membantu pada semua orang tidak peduli latar belakang dan status kehidupannya. Tapi bagaimana dia mampu memperjuangkan nilai kebenaran yang sudah ditetapkan Allah pada mahluknya untuk selalu memperjuangkan kehidupannya melalui pendidikan, karena pendidikan bukan sekolah tapi kehidupan yang sebenarnya. Karena sekolah hanya satu media implementasi pada kehidupan manusia. Agar kita menjadi manusia yang selalu merdeka.

    Semua upaya itu tidak hanya dengan kerjasama yang baik dan untuk saling berbagi, tapi doa yang selalu dimunajadkan pada Allah. Di malam keheningkan malam yang selalu memberikan kemungkinan pada manusia untuk selalu mengatakan isi hatinya yang paling dalam dengan murni sebagai bentuk keikhlasan. Dengan begitu perjuangan itu menjadi sebuah proses pengembangkan diri sebagai satu upaya yang harus dilakukan untuk bisa merasakan bahwa ini ini memang begitu terasa dengan baik dan nikmat untuk bisa diungkapkan dengan sesama. Cerita suka dan duka menjadi cerita yang menyenangkan kalau sudah melampuai sebuah perjuangan yang tidak ada taranya. Karena Allah sendirinya menyatakan bahwa di dalam kesulitan itu ada kesenangan. Bahwa apa yang kamu tidak suka belum tentu sesuatu yang buruk. Begitu juga apa yang kamu anggap baik belum tentu dimata Allah baik.

    Yang kita punya adalah berjuang untuk selalu mengembangkan kehidupan kita menjadi lebih indah dan berwarna-warni sehingga memberikan inspirasi dalam kehidupan kita di dalam beribah pada Allah SWT.

  3. KEINDAHAN CAHAYA GELAP PEKAT

    Pendidikan adalah realita kehidupan yang membuat kita merasakan sesuatu yang terang tapi sebenarnya kita menjadi silau dan kemudian menjadi cahaya gelap pekat yang mengantarkan kita pada kesadaran baru untuk melakukan langkah dan gerak yang tepat untuk mengatasi dengan lebih baik dan bijak, Karena semua itu memang menjadi sebuah kekuatan yang selalu hadir di dalam segala macam persoalan yang membuat manusia kadang tidak mengerti kenapa hal itu memang terjadi pada dirinya dan orang lain sehingga berdampak pada kehidupan kita. Karena kita memang tidak mau dikaitan dengna orang lain meskipun kita sering mengkaitan orang lain pada persoalan kita yang seolah-olah memberikan kita pada sebuah kesadaran baru tentang apa yang menjadi diri kita orang yang terbaik.

    Pendidik menjadi kehidupan yang tidak bisa begitu saja di dapat dalam sebuah pandang hidupn manusia. Dia ada dalam alam semesta ini tapi dia tidak bisa dikuasai karena dia adalah bagian dari kehidupan yang dapat dirasakan dalam nadi kehidupan yang tidak bisa dihancurkan. Meskipun cahaya gemerlapan dalam sebuah keindahan duniawi tetap akan menjadi cahaya gelap pekat yang membuat ditidak paham dengan apa yang dilakukan dan dikerjakan.

    Hati bagaikan intan yang terus memberikan kemilaunya. Sehingga membuat keindahan cahaya gelap pekat menjadi sebuah kesadaran baru untuk bisa melangkah jauh kedepan untuk selalu menyadari bahwa kehidupan ini bukan sebuah untung rugi yang harus dipertimbangkan. Memang sudah banyak yang kita lakukan tanpa kita tidak tahu ujung permasalahannya dimana, karena permasalahan di dalam kehidpan ini tidak ada, yang ada adalah permasalahan yang ada di dalam diri kita sendiri.

    Tak ada lagi kekuatan dalam diri kita kecuali kekuatan alam ini yang memberikan kita kemungkinan yang tidak pernah terpikirkan dan memang harus dihadapi dan dijalani sebagai sebuah realitas kehidupan dalam keindahan cahaya gelap pekat. Tanpa semua orang tahu apa yang harus kita lakukan. Karena memang tak ada lagi burung yang bernyanyi dalam kehidupan ini. Karena suara itu sudah diganti dengan nyanyian kebisikan dari suara pesawat. Tapi ada lagi binatang yang bernyanyi karena sudah ada gemuruh mobil yang membuat peka telinga kita, dan paru-paru kita menjadi warna gelap pekat. Nama dan kata sudah tidak berarti dan bermakna, karena kata dan nama itu sudah banyak sekali menyesatkan cara berpikir manusia. Karena kalau kita katakan taman bambu yang kita lihat bukan lagi pohon bambu tapi perumahan yang sedang dibangun. Begitu juga ketika bilan kijang bukan binatang kijang yang kita pahami tapi mobil yang disebut dengan kijang. dunia terasa begitu membingungkan, dan absurt. Sebuah tanda dan kata tidak selalu menunjukan apa yang menjadi sebutannya.

    Apakah perjuangan dan berbagi itu memang sebuah tujuan dan makna yang sebenarnya. Atau hanya sebuah nama dari sebuah keindahan cahaya gelap pekat dari realitas sosial yang membuat manusia itu tidak lagi mengerti apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri. Seperti para pejabatan mengatakan bahwa apa yang dilakukan untuk rakyat tapi harta dan kekuasaan menumpuk di dalam dirinya. Begitu juga pendidikan dengan ujian negara sebagai tolah ukur keberhasilan apa memang sebuah tujuan atau nama saja. Karena itu sudah terjadi dan banyak memakai korban anak-anak yang strees dan bunuh diri. Pendidikan bukan sebuah keindahan cahaya gelap pekat, tapi sebuah panggilan hidup manusia untuk selalu melakukan yang terbaik bagi dirinya orang lain. Kenapa harus susah, harus mahal, harus ada kasta dan sebagainya. Pada hal pendidikan adalah realitas kehidupan manusia sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap orang yang tidak bisa disamakan dan dipaksakan. Karena pendidikan bukan kewajiban tapi sebuah kebutuhan hidup yang melekap pada setiap orang tanpa harus diorganisir.

  4. Saya senang dg konsep dan kurikulum sekolah merdeka.
    Sy ingin sekali memasukan anak saya ke sekolah merdeka karena tipe belajar anak saya selalu ingin tahu. Anak saya kelahiran 20 okt 2006, apakah bisa untuk bulan juli 2012 ini bergabung disekolah merdeka.
    Saya ingin anak saya memahami segala hal yg dipelajari bukan sekedar mengetahui, apalagi menghafal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s