Kok Nilai Anak Saya Jelek Banget Sich ?


Kok Nilai Anak Saya Jelek Banget Siiih  ???

Hasil ujian telah dibagikan. Anak-anak tetap ceria, anak-anak tetap dalam dunianya. Namun anak adalah wujud kasih sayang kedua orang tuanya. Sehingga anak menjadi tautan refleksi dari apa yang dikehendaki oleh orang tuanya. Sebuah tata kasih yang wajar dalam kenyataan jaman ini. Rasa sayang yang lebih telah membuat orang tua berada dalam zona kekawatiran dan kecewa apabila sang buah hati tidak sesuai dengan harapnya.

Beberapa orang tua memandang bahwa hasil ujian kali ini jauh dari harapnya. Bila dibanding dengan hasil ujian sebelum sebelumnya ternyata secara scoring memeng ‘maaf jauh dibawah’.

‘Bu, gimana hasil ujian  Rian ?’ tanya ibu Prapti. ‘Yah gitu dech, emang anak saya yang satu ini beda dengan kakak-kakanya yang selalu rangking. Tau dech ini, jelek semua bu’, jawab ibu Rahma.  Dengan duduk yang semakin mendekar bu Prapti semakin antusian, ‘Iya nich kata ibu-ibu yang lain juga demikian. Banyak anak-anaknya yang nilainya jelek-jelek. Ini gimana sich gurunya. Apa kita nanti komplain aja ya buk ke Sekolah ?’. ‘Kalau menurut saya kita diskusi musyawarah dulu dengan ibu-ibu yang lain. Apa yang akan kita tanyakan ke sekolah agar anak kita nilainya bagus-bagus’ jawab bu Rahma. Dari awah belakang ibu Tugino menambahkan, ‘Kalau kondisinya begini terus aku akan pindahkan saja Rahmat ke sekolah yang lain. Itu tuh di sekolah sebelah sono, anak-anaknya nilainya bagus-bagus bu. Cuman Rahmat aja yang masih ngotot katanya gak mau dipindahin disini enak katanya. Jadi ya udah sementara disini dulu. Tapi kalau ujian semester nanti masih jelek ya terpaksa deh tak paksa pindah.’ ‘Ya udah dech habis ini kalao udah banyak ibu-ibu yang ngumpul kita diskusi aja untuk tanya ke sekolah, apa yang harus dilakukan sekolah agar nilai anak-anak kita lebih bagus bagus’, himbau ibu Prapti.

Memang saat ini nilai anak masih dijadikan satu-satunya indikator untuk melihat perkembangan anak kita. Pembicaraan ibu-ibu diatas menunjukkan bahwa memang orang tua tetap meletakkan harapan kesuksessan pendidikan anak pada nilai yang diujikan. Kondisi yang memungkinkan seperti ini. Anak akan dikatakan sukses apabila nilainya bagus dan diatas rata-rata, semua pingin anaknya ranking 1 nilai rata-rata diatas 8, dan sesungguhnya ketika nilai semuanya tinggi apakah sebenarnya memeng tinggi ? dan apabila nilai semua anak rendah apakah anak-anak tidak pandai ?. Sebuah pertanyaan-pertanyaan yang patut untuk diuji empirisnya.

Yang jelas sekolah dan orang tua harus sering berkomunikasi untuk menyamakan harapan. Ketika nilai anak turun tentu dicari penyebabnya dan setelah tahu baru dicarikan solusi untuk perbaikannya. Tentunya ada variable-variable yang memungkinkan hasil belajar belum sesuai dengan harapan. Nach ini yang harus diindentifikasi, apakah gurunya kurang ?, apakah soalnya yang kurang tepat? apakah anaknya belum siap ? atau faktor lainnya ?. Dengan komunikasi dan pengamatan seksama kiranya kekurangan-kekurangan itu akan dapat ditutupi sehingga menjadi lebih baik. Sebenarnya yang belajar itu tidak hanya anak-anak saja, namun sekolah, guru dan masyarakat ini semuanya juga sedang belajar untuk menuju yang lebih baik.

Semoga kedepan nilai anak kita menjadi lebih baik. Aamiin

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s