Membangun Bersama



MENUMBUHKAN PENDIDIKAN BERSAMA

Sebuah pemahaman tentang pendidikan masih saja pada unsur pemerintah, pengusaha, penguasa, atas nama yayasan dan pribadi. Semua itu mempunyai pemahaman yang bias dalam pendidikan. Karenya pemerintah hanya membuat rakyat menjadi lemah dan mengalami ketergantungan, begitu juga pengusaha pendidikan hanya sebagai tambang uang saja, sedangkan penguasa ingin menguasahi orang lain untuk kepentingan tertentu, sedangkan yayasan yang mulanya sebagai bagian dari kepedulian dari pendidikan berangsur-angsur hanya untuk kepentingan kelompok saja, untuk pribadi setali dua uang hanya untuk usaha atau menampung dana yang tidak jelas. Setidaknya ini yang sangat kentara dalam realitas pendidikan walaupun masih ada melihat pendidikan sebagai bagian dari kepedulian pemerintah dan semua orang.

Untuk itulah Merdeka Sekolah menjadi sebuah lembaga pendidikan yang mengakomodir semua orang untuk mengelola pendidikan secara lebih baik dan tepat pada kebutuhan semua orang. Artinya Merdeka Sekolah dibangun dalam paradigma pendidikan yang luas. Di mana partisipasi masyarakat, orang tua, pengusaha, tokoh masyarakat, pemerintah dan kelompok lainnnya untuk bisa bekerjasama dalam pendidikan yang tidak terikat pada normatif yang hanya melihat pendidikan yang ada disekolah. Karena buat Merdeka Sekolah pendidikan bukan untuk siswa saja dalam pembelajaran, tapi juga kepala sekolah, guru, orang tua siswa, masyarakat sekitar sekolah, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah dan kelompok masyarakat menjadi bagian pendidikan.

Kepala sekolah dengan kemampuan dalam mengelola sekolah secara baik dan tepat guna dalam menepatkan diri sebagai orang yang diamanati oleh semua orang. Guru sebagai fasilitator yang selalu memberikan pendampingan pada siswa untuk bisa mengembangkan diri secara baik dan tepat sasaran. Orang tua yang selalu peduli dalam program pendidikan memberikan kemungkinan untuk bisa mengakselerasi sekolah menjadi sekolah yang lebih familiar, sekolah menjadi rumah kedua bagi setiap orang tua. Begitu juga masyarakat sekitarnya mendapatkan anggota keluarga baru dari anak-anak dan lembaga pendidikan di mana aspek pendidikan itu berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya. Dengan dibangun dialogis dalam proses pendidikan sekolah dan masyarakat. Begitu juga dengan pemerintah atau mengusaha dengan memberikan program yang berkaitan dengan kepedulian sekolah terhadap perusahaan yang ada sekitarnya sebagai bagian pemahaman antara satu dengan yang lain, sebagai sebuah proses pembelajaran. Pemerintah dengan sendirinya mendorong pendidikan yang dikembangkan masyarakat menjadi pendidikan yang sejalan dengan pemerintah.

Dengan begitu pendidikan menjadi sebuah media perubahan sosial yang dibangun oleh sebuah lapisan masyarakat secara paralel dan bersamaan. Sehingga yang terjadi adalah sekolah atau pendidikan yang mengubah cara berpikir semua orang. Bukan pendidikan yang terpenjarakan oleh kepentingan ekonomi dan kekuasaan yang selama ini terjadi. Sekolah menjadi Merdeka Sekolah ada sekarang ini. (Tri Aru)

One thought on “Membangun Bersama

  1. Desain Pembelajaran Pendekatan Psikologi

    Bagaimana sekolah dalam melihat Desain pembelajaran dengan pendekatan psikologi untuk membantu, kebutuhan pendidikan sesuai dengan sosial budaya dan masyarakatnya. Karena dengan desain itu diharapkan akan mampu memberikan yang tepat bagi sebuah pendidikan bagi masyarakat tersebut. Begitu juga dengan kemampuan dalam melihat segala aspek untuk bisa memungkinkan pada kehidupan masyarakatnya.
    Karena dengan begitu pendidikan bagi anak-anak bukan lagi sebagai bagian yang mengikat tapi yang memberikan kemungkinan pada anak untuk melakukan yang terbaik bagi dirinya dan orang lain. Hal ini yang dapat dilihat sebagai pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena dengan begitu tidak akan adanya kesenjangan di dalam pendidikan yang diselenggarakan. Pendekatan ini tidak semua bisa diimplementasikan karena ini hanya sebuah pendekatan bukan sesuatu yang harus menjadi keharusan yang diikuti tapi tidak sesuai dengan realitas yang ada. Ini kiranya yang harus diperhaikan dalam mendesain pembelajaran dengan pendakatan psikologi,

    HUMANISME
    Menekankan pada kebebasan individu,bahwa anak didik merupakan pribadi yang mempunyai kemampuan dan warna tersendiri di dalam mengembangkan kemampuan dalam mengekspresikan diri dan melontarkan sebuah gagasan menjadi sesuatu berarti untuk dijadi sebuah pembelajaran. Dengan begitu akan memberikan kemungkinan pribadi menjadi lebih mengenal dirinya secara lebih baik.
    Karena di dukung dengan cara pendekatan pembelajaran yang Berorientasi pada learner (peserta didik) untuk memberikan kemungkinan melihat tujuan pembelajaran menjadi lebih mudah, karena berdasarkan kapasitas yang ada di dalam dirinya. Dan belajarnya dengan sendirinya akan memberikan jalan lain untuk melihat pelajaran sebagai bagian dari aktulitas dirinya. Karena peranan Guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran yang memberikan anak didik untuk selalu mengeksplorasi apa yang menjadi keinginan tahu dirinya terhadap persalahan dengan dialog dengan gurunya.
    Kebebasan peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan menjadikan dirinya menemukan sesuatu yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.

    BEHAVORISME

    Pengelolaan kondisi belajar untuk perubahan prilaku peserta didik menjadi sesuatu yang penting untuk bisa menjadi sebuah perhatian di dalam melihat perkembangan anak-anak sebagaimana mestinya. Karena perkembangan anak menjadi faktor yang sangat penting agar Perubahan prilaku belajar harus dapat diamati dan dapat diukur, sesuai dengan perkembangannya,
    Perubahan prilaku peserta didik melalui pengaturan lingkungan dan pengelolaan stimulus-respon, Menjadi guru untuk selalu mengamati dan memperhatikan, dalam melihat perkembangan anak sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari pendidikan. Menumbuhkan karekter anak yang baik dan komitment pada nilai keimanan pada Allah.

    KOGNITIFISME
    Tingkat perkembangan berpikir peserta didik dipengaruhi
    Kematangan intelektual dalam melihat permasalahannya dengan baik karena Interaksi dengan lingkungan menjadi Transmisi sosial (belajar dari orang lain)Perubahan struktur kognitif peserta didik adalah tujuan utama pembelajaran.

    KONSTRUKTIFISME
    Peserta didik berpikir sendiri untuk memaknai suatu peristiwa secara lebih menyeluruh, arti semua bagian dari tumbuh yang menjadi penampilan anak didik itu baik itu pikiran, motori maupu kepribadiannya. Dengan demikian anak didik akan Berpikir kolaboratif untuk berbagai makna atas peristiwa,
    Menghubungkan pengalaman awal dengan peristiwa belajar dengan mudah akan tumbuh dan menjadi sebuah proses Belajar dengan pengalaman konkrit, kontekstual dan bermakna.

    CYBERNETISME
    Manusia sebagai pemroses informasi dan pembuat respon yang aktif
    Manusia belajar secara sistematik & sistemik, sebagai bentuk lain dari kemungkinan yang dapat memberikan anak didik menjadi lebih baik dalam melihat permaslahannya sendiri, mulai dari berinteraksi dengan teman dan gurunya. Hal itu memberikan anak didik untuk bisa melihat masalah sesuai dengan proporsinya, susai dengan kemampuan anak dalam melihat. Karena
    Manusia mengorganisasikan apa yang telah diketahuinya. Hal ini menjadi
    Belajar secara sistematik dan sistemik untuk mencari, menerima, menyimpan, dan memanfaatkan pengetahuan.

    Respon baru diulang sebagai akibat respon tersebut.Implikasinya perlu pemberian umpan balik yang positif dalam pembelajaran harus menyenangkan.

    Prilaku berada di bawah kondisi lingkungan memberikan implikasinya sebagai tanda yang berpengaruh besar dalam tujuaan perlu dinyatakan secara jelas.

    Prilaku yang dihasilakan akan hilang bila tidak diperkuat menjadi implikasinya dari isi pembelajaran harus berguna dengan memberikan pengahargaan atas keperhasilan dalam latihan dan tes yang sering disertai nilai yang adil dan pujian untuk memotivasi anak menjadi lebih baik.

    Respon terhadap tanda-tanda menjadi terbatas dan akan terbatas pula dalam mentransfernya. Memberikan implikasinya di dalam kondisi pembelajaran yang mirip dengan kenyataan, dengan memberikan contoh yang baik dan bagaimana yang tidak baik.

    Generalisasi dan membedakan adalah dasar untuk proses pembelajaran yang lebih kompleks. Hal ini bisa dilihat dalam belajar memecahkan masalah yang diawali dengan belajar membuat kesimpulan dan membandingkan.

    Status mental di dalam menghadapi pembelajaran akan mempengaruhi ketekunan anak didik selama proses belajar. Untuk itu perlu menarik perhatian dengan menjelaskan manfaat isi pelajaran, karena pengajar harus melakukkan langkah-langka instruksional yang sistematik.

    Kegiatan belajar dibagi menjadi langkah-langkah kecil, di mana isi pelajaran disajikan secara bertahap dan isi pelajaran dimulai dari pengetahuan awal dari peserta didik.

    Menyederhanakan materi yang kompleks dengan mengunakan model,dengan mempergunakan media dan metode secara tepat di dalam penggunaan model pembelajaran.

    Ketrampilan tingkat tinggi terbentuk dari ketrampilan dasar yang lebih sederhana. Dengan tujuaan dirumuskan dalam bentuk hasil belajar yang dianalisis menjadi prilaku yang lebih khusus, sebagai kegiatan intruksional yang dilakukan secara pertahap dan berurutan.Urutan pelajaran dimulai dari yang sederhana menuju yang kompleks dengan kemajuan siswa diinformasikan secara bertahap dan teratur.

    Perkembangan dan kecepatan belajar setiap orang berbeda.
    Penguasaan prasyarat sangat penting dalam belajar tuntas, maju menurut kecepatan masing-masing.

    Dengan persiapan, peserta didik dapat mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri Pemberian kemungkinan belajar yang fleksibel memerlukan bahan ajar yang didesain dengan terpaduan belajar menjadi awal yang baik baik anak didik, guru dan sekolah tersebut. Hal ini memungkinkan kepada pendidikan untuk melihat permasalah sesuai dengan apa yang dibutukan oleh siswa, bukan keinginan sekolah atau orang tua tanpa bisa melihat apa yang dibutuhkan oleh anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s