Zaedan


Zaedan Taktis dan Strategis

Zaidan

Proses pembalajaran media untuk melihat sebuah perkembangan anak di dalam sekolah, bukan menjadi satu tujuan yang sebenarnya. Tapi pada kenyataan pembelajaran menjadi tolak ukur bagi perkembangan anak. Hal ini yang menjadi permasalahan di dalam proses pembelajaran. Apalagi pada pendidikan tingkat dasar yang sebenarnya belajar atau materi pembelajaran media untuk melihat perkembangan dirinya, bagaimana mempunyai gaya belajar yang baik menurut kemampuannya. Ini yang dilihat Zaedan dalam mengikuti pelajaran di sekolah, anak ini mampu mengikuti pelajaran, meskinpun dia sendiri mempunyai pola belajar yang berbeda dengan gaya belajar yang normatif dan formal. Tapi itulah yang menjadi bentuk taktisnya di dalam belajar dan mengikuti pendidikan di setiap mata pelajaran. Sebuah cara pandang yang strategi dan bisa memberikan kebaikan bagi semua orang dilingkungan di mana dia berada. Karena dilihat dalam segi kemampuan menangkap pelajaran sangat baik dan dengan mudah begitu saja dia kerjakan, seolah menjadi anak murid yang baik dan rajin di dalam mengikuti pelajaran. Pada hal ada keinginan lain yang ingin dia rasakan, yaitu kemerdakaan di dalam belajar. Karena kemampuannya menangkap pelajaran mendorong dirinya ingin mengekspresikan dan mengaktulisasikan apa yang menjadi pandangannya, apa-apa yang menjadi pemikirannya. Hal itu bisa dilihat dalam pelajaran kreatif dan lukisannya. Pandangan tentang pelajaran atau sesuatu yang dia alami itu menjadi sebuah cerita dan khayalannya sesuatu yang menjadikan dirinya itu menjadi apa yang dia pikirkan. Sebuah gerak dinamikan pikiran dalam kehidupan anak untuk bisa melihat dirinya dan lingkungannya itu seperti apa yang dia rasakan dan alami, setelah dia tangkap dan bayangkan seperti apa yang menjadi dirinya itu, menjadi lebih hidup.

Zaedan anak bertubuh kecil dengan hafalannya yang baik dan kemampuan belajar mempermudah guru di dalam mengajarnya. Anaknya kalem tapi banyak yang dirasakan untuk diungkapkan, tapi yang ada menjadi sebuah pandangannya di dalam melihat pendidikan sebagai sebuah medan yang dia jalani dengan caranya. Membuat dirinya menjadi lebih diapresiasi oleh banyak kalangan untuk mengembangkan diri dalam kehidupan lingkungannya, baik terhadap teman dan gurunya. Kepatuhan terhadap guru dan orang tua kadang menjadikan dirinya merasakan sesuatu yang berarti bagi kehidupannya. Tanpa harus menghilangkan rasa jiwanya yang merdeka. Hal itu diperlihatkan dengan temannya yang begitu saja mampu memberikan warna dan keterlibatannya begitu saja tanpa temannya merasa bahwa dia begitu saja terlibat dalam permainannya. Kadang membuat temannya menyadari bahwa dia ada ketika dengan iseng mengusili temannya, sampai temannya menyadari bahwa itu perbuatannya Zaedan.

Kemampauan belajar dan kemampuan bergaul dengan temannya membawa diri pada anak yang disukai oleh temannya. Dan begitu saja dia mudah bisa mengikuti irama lingkungannya, tanpa harus dia terpengaruhnya. Karena keterlibatannya dalam lingkungan selalu memperkaya temannya dalam sebuah permainan. Karena kemudahnya Zaedah dalam bergaul menjadi panggilan hidupnya, dan memberikan dia banyak pelajaran. Karena kemampuannya membuat dirinya secara tidak langsung bisa mengaplikasikan cara belajar yang taktis dan strategi. (T.Aru)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s