Faldan


RETORIKA FALDAN

Kalau berbicara retorika sama artinya kemampuan berbicara yang mau tidak mau orang akan mengakui bahwa apa yang disampaikan menarik buat orang lain. Itu gambaran dari Faldan anak laki-laki bertubuh kecil ini penuh dengan implusif di dalam geraknya. Karena gerak itu tidak begitu saja dibuat-buat seperti prilaku orang dewasa yang geraknya selalu diperhitungkan sedemikian rupa agar orang lain bisa melihat seperti apa yang dia inginkan. Gerakan Falda dengan begitu cepat dan alami sehingga memberikan impresi pada temannya untuk melihat dirinya pada suatu dunia komunikasi verbal. Karena bahasa tubuhnya begitu saja berbicara tentang apa yang dia rasakan dan alami. Gerakan datang dari dalam dirinya bersamaan dengan kecepatannya dia berbicara. Seolah-olah kata-kata yang terlontarkan begitu saja mengalir deras tanpa ada satu rangkaian dalam struktur kata. Apa yang dilontarkan atau yang diungkapkan itu sudah menjadi bagian dan responsif terhadap apa yang menjadi pandangan dan yang dia rasakan dengan begitu saja.

Tanggapan yang begitu cepat dan empati yang begitu kuat menjadi bagian dari proses berbicaranya begitu taktis, spontan kadang terkesan mengurui dan terasa seperti gaya bicara orang tua kalau bukan dikatakan orang dewasa. Yang membuat temannya dan orang lain bisa terpengaruh dan bisa memahami apa yang dia katakan. Kalimat dan kata yang keluar kadang memberikan sentuh yang tak terduga. Kalimat anak-anak menjadi tiruan dari sebuah lingkungan di mana ada berinteraksi. Tapi dibalik itu semua apa yang diungkapkan Faldan yang suka banyak bicara dan begitu saja bicaranya memberikan ritme alam yang selalu mengarah pada pemahaman tentang kehidupan sosial. Karena dia suka sekali mengomentari temannya, menasehati temannya, mengkritik temannya, dan mampu berargumentasi pada teman dan kadang gurunya. Seolah-olah Faldan ingin melihat realitas kehidupan ini apa sama dengan apa yang ada di dalam benak pikiran dan perasaannya yang selalu mengelitik, sehingga dia sendiri tidak tahu harus bagaimana.

Perasaan itu muncul biasanya bila terjadi benturan dengan orang lain baik itu teman maupun gurunya. Seolah dia kembali bertanya tentang dirinya, apakah yang saya katakan ini memang menjadi sebuah pandangan apa yang saya rasakan dan pikirkan. Dan kenapa orang lain menanggapi saya sedemikian rupa sehingga membuat saya tidak mengerti. Tanggapan itu menjadi sebuah gerak yang membuat dirinya begitu dinamis dan orang menganggap tidak bisa diam.

Gerak dan gaya bicaranya yang begitu cepat dan spontan itu menjadi sebuah ekspresi dirinya selalu berpikir tentang sesuatu yang dia sendiri tidak mengerti. Dengan begitu gerak dan bicaranya tidak pernah selesai dan terputus. Karena ada saja yang menjadi bahan bicaranya, seolah kata dan kalimat menghanyutkan dirinya pada sebuah pandangan hidup yang lain bagi dirinya. Dengan demikian membuat dirinya setiap saat selalu bergairah untuk menyamput kehidupan di masyarakat, yang berkaitan dengan teman dan gurunya.

Hal itu yang membuat dirinya lupa bahwa Faldan harus mengikuti pelajaran yang formal dan normatif. Membuat dirinya banyak tertinggal dalam berbagai macam materi pelajarannya, mulai dari berhitung, membaca, menulis atau pelajaran lainnya. Membuat pelajaran itu berbenturan dengan dirinya, apa yang harus dikerjakan menjadi sebuah penghalang baginya untuk mengekspresikan dirinya. Ekspresi itu bukan yang mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan persaaannya. Tapi apa yang dia pikirkan dan rasakan untuk diungkapkan, tapi hal itu seringkali berbenturan dengan proses belajar formal yang cenderung normatif.

Tapi Faldan anak bertubuh kecil dan menjadi besar karena gaya bicaranya yang begitu memukau temannya. Seolah dialah orang yang paling tahu tentang apa yang dia katakan. Faldan menjadi anak yang pintar dan cerdas kalau urusan berbicara, berdebat dan beretorika. Seperti orang dewasa di dalam menyampaikan gagasannya tentang sesuatu yang luaaaar biasa. Tapi kalau dihadapkan pelajaran formal yang normatif seperti anak tertinggal yang malas belajar. (T.Aru)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s