Anak Merdeka Dalam DUA SISI KREATIVITAS


 

Anak merdeka hafalan Al-Qur’an dalam Seminar Kreativitas 2 Sisi

Bertempat di Masjid Nurul Huda Bonang

 

(Creatives Aktivities MI Merdeka)

3 thoughts on “Anak Merdeka Dalam DUA SISI KREATIVITAS

  1. MIMPI ANGITA

    Langit biru diangkasa menjadi sebuah pandangan tersendiri bagi kehidupan manusia. Mimpi sebuah pandangan yang melampaui zamannya,karena mimpi itu berada dalam realitas manusia. Hal itu yang terjadi pada Angita gadis mungil, kecil dan imut-imut itu begitu dinamis dalam mimpinya. Karena dia tidak bermimpi dalam tidur, tapi Angita bermimpi dalam ceritanya yang begitu saja terurai dalam kata dan ucapanya yang sangat implusif. Kadang bicaranya yang lincah dan penuh dengan mimpinya itu seakan membawa dirinya pada semangat hidupnya. Karena apa yang dia kata dan apa yang dia kerjakan jauh lebih cepat apa yang dia katakan. Kata-kata yang meluncur dari bibir dengan begitu saja menjadi sebuah gambaran seakan apa yang dikatakan itu memang demikian adanya.

    Bicaranya yang lincah dan penuh dengan mimpinya seakan sebuah omong kosong alias seorang pembual. Tapi buat Angita tidak demikian, karena apa yang dia cerita menjadi sebuah gambaran tentang dirinya dan dunianya. Sedangkan apa yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang dia katakan. Dikarenakan keterbatasan fisiknya yang masih kecil. Dan keterbatasan di dalam menghadapi realitas kehidupannya baik di rumah dengan orang tua dan temannya, begitu juga dengan disekolah ada teman dan gurunya. Yang mau tidak mau dia harus mengesampingkan mimpinya. Karena dengan mengedepankan mimpi sama artinya dia harus berhadap dengan orang lain untuk bisa dipahami. Sedangkan dia tidak tahu bagaimana harus memahami apa yang dia katakan dan certitakan. Karena itu semua datang dengan bigitu saja. Seperti angin yang menyejukan tanpa kita tahu bagaimana bentuknya angin.

    Hal ini juga mungkin menjadi satu pandangan baginya ketika mengikuti pelajaran. Banyak hal yang harus dikerjakan dan diusahkan sedemikian rupa untuk bisa menyesuaikan dalam proses belajar. Dengan segala macam caranya dia untuk belajar, dan sering menjadi kendala dalam belajarnya adalah kelengkapan alat belajarnya seperti buku tulis, pensil, penghapus dan rautan yang kadang tidak dimiliki. Membuat dirinya harus kembali melihat proses belajar yang harus dilakukannya.

    Memang Angita anak biasa saja, tapi keinginan dan kemauan apa yang menjadi keinginannya begitu kuat. Sesuai dengan batas kemampuannya, sehingga apa yang dikatakan tidak bisa dalam membuat tugas atau menjalankan tugas, tapi toh dia kerjakan dengan kesukaaannya. Hal ini memang harus memakai pemahaman yang lebih dialogis dalam proses belajarnya Angita. Kesukaan dengan file bergambar untuk saling bertukaran dengan temannya, Anggi atau lyra menjadi bagian lain yang membuat mimpinya menjadi sebuah kehidupan yang membuat dirinya merasa nyaman.

    Mimpi bukan sesuatu yang tidak baik, tapi menjadi bagian hidup yang selalu memberikan warna bagi setiap orang di dalam menjalani hidup yang kadang ada, real dan kadang tidak ada. Sebuah kejenuhan dalam hidup, beratnya kehidupannya. Mimpilah yang membawa dirinya pada kesadaran hidup ini memang harus dijalani.

    Begitu juga dengan Angita mengikuti pelajaran dengan begitu saja serasa dalam mimpinya. Apa yang dia ikut dengan implusif, sehingga membuatnya kadan begitu menyenangkan tapi kadang membuat dirinya harus terpenung, entah apa yang dipikirkan dan di mimpikannya. Tapi di dalam kegiatan sekolah Angita termasukan anak yang lumayan, hanya saja warna mimpi dan dinamikan dirinya selalu menjadi warna kehidupannya.

  2. DINI KINI DISINI

    Profil anak pemalu tapi pemberani dan sekali-kali melontarkan senyumnya, sudah tentu dengan malu. Tapi kalau mau dilihat lebih jauh sebenarnya Dini bukan anak yang pemalu, tapi anak yang periang tapi menjadi dirinya untuk bisa menyesuaikan dengan lingkungannya. Keberanian semata-mata dia lebih bertanggung jawab dari apa yang ditugasinya untuk dikerjakan. Begitu juga di dalam mengikuti pelajarannya untuk selalu mencoba untuk mengungkapkan pikiran dan gagasanya.

    Membuat dirinya secara perlahan terbentuk dengan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya. Dengan sudut pandang anak-anak. Dengan demikian akan memberikan kemungkinan pada dirinya untuk bisa menguasai permasalahannya sendiri. Dengan demikian akan mudah untuk bisa mengikuti pelajaran. Belajar baginya sesuai dengan apa yang dibisa kerjakan dan palajari. Dengan demikian memberikan kemungkinan pada Dini untuk selalu berusaha sebagai mungkin.

    Namun banyak hal yang harus dipelajari dan diperbaik agar mampu memberikan kemungkinan bagi setiap anak untuk bisa melakukan. Hal itu yang dilakukan Dini dengan segala upayanya. Begitu juga dengan keingin tahuannya memberikan kemungkinan bagi untuk bisa merasakan bagaimana dia mendapatkan apa yang dia inginkan.

    Namun masih banyak yang memang harus dia lakukan karena memang dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Karena anak memang masih sangat kuat pengaruh lingkungan baik di rumah maupun disekolah dan teman-teman. Untuk itu perlu ada upaya untuk selalu memberikan sesuatu yang terbaik bagi kehidupan anak. Sebab karena permasalahan anak menjadi permasalahan baru dan terbawa pada permasalahan, sehingga membuat anak tumbuhnya kurang baik.

  3. BINTAR YANG TAKTIS DALAM PERSOALAN

    Bintar bertubuh kecil dan kurus, tapi tidak menghilangkan dari kemampuan dalam melihat situasi kondisi dia hadapi. Kemampuan Bintar adalah keterbatasanya dirinya sebagai anak kecil. Dengan cara menangis, menangis buat Bintar bukan berarti dia sebagai anak yang cengeng tapi menangis itu adalah sebuah kemampuan taktis di dalam menghadapi persoalan yang dia tidak bisa diatasi sendiri, karena faktor kurang percaya diri atau memang belum mengenal medan yang harus dia jelajahi. Begitu juga ketika dia melakukan kesalahan dan sebelum ditegur dia sudah mengeluarkan air matanya dengan bibirnya yang mengekspresikan menangis. Jadi menangis buat dia mampu menyelesaikan masalah dari kontraksi psikologisnya, tapi juga memberikan keleluasaan untuk bisa berdialog dengan orang lain. Kemudian akan terjadi sebuah solusi yang memberikan kemungkinan jalan keluar dari persoalan yang dia hadapi. Kalau sudah bisa menyelesaikan masalah ekspresi kegembiran dan kewajaran kembali pulih seperti tidak ada persoalan apa-apa.

    Hal ini sepertinya di pahami oleh orang tuanya, sehingga orang tua tidak perlu kwatir dalam menghadapi anak menangis. Seolah menangis sebagai sebuah pemanasan untuk menghadapi persoalan yang lebih jauh dan belum terbayangkan. Tapi kalau sudah kembali pulih seperti biasa, seperti tidak ada apa-apa.

    Karena itu di dalam kemampuan akademiknya juga cukup bagus, berani untuk mengekspresikan selama dia menguasai materinya. Berani untuk mengungkapkan pendapat selama dia tahu bahwa itu menjadi pandangannya. Mudah mengikut pelajaran, sehingga mampu menyelesaikan pelajaran dengan baik. Begitu juga konsentrasinya juga cukup baik. Menguraikan pikiran dan pengamatannya dengan begitu saja dia tuliskan. Begitu juga didalam bergaul dengan temannya mudah menyesuaikan diri. Kadang timbul juga iseng terhadap temannya, meskipun pendiam ternyata ada keinginan untuk melihat respon teman terhadap apa yang dia lakukan.

    Bintar anaknya pendiam, tapi lincah dan gembira, mungkin hal itu yang membuat dirinya terlihat implusif di dalam pergaulan dan mengikuti pelajaran disekolah. Hal ini yang menjadi dirinya yang khas untuk melihat permasalahan dan realitas sosial yang begitu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s