Rapot Digital


‘Visual Rapot’

Rapot Visual 2010

 

‘Bu, besok terima rapot, kalau ibu atau bapak bisa hadir saya sangat senang. Ini ada undangan dari sekolah ‘, pinta Zahra kepada ibunya. Sambil membereskan perabot di dapur, ibunya Zahra menjawab ‘O begitu, insyaalloh deh. Tapi kalau acara  pengajian di H. Rodiah jadi ya mungkin ibu tidak bisa ngambil rapotnya. Terus  bapak juga masih dinas keluar kota. Begini aja deh kalau memang tidak bisa nanti biar Zahra saja yang mengambil, nanti ibu yang telepon ke sekolah ya’. ‘Baik bu, gak papa’, jawab Zahra dengan sedikit kecewa.

Tanggal yang ditentukan akhirnya tiba, sekolahan sudah nampak bersih dan rapi karena akan kehadiran orang tua murid. Sound system juga sudah nampak terpasang diiringin dengan alunan musik instrument classic yang menyejukkan. Satu dua murid mulai berdatangan dengan orang tuanya. Ada yang naik motor, ada juga yang berkendaraan umum  dan ada juga yang membawa mobil. Anak-anak segera memisah dengan orang tuanya dan  mereka bergabung dengan teman-teman sekelasnya. Sedangkan para orang tua demikian juga bergabung dengan orang tua murid yang lain.

Di tengah keriangan anak Merdeka, terhenti sejenak karena salah seorang diantara mereka berceletuk, ‘Yah rapot kita gimana ya, ?’ celetuk Rahman. Sentak Bintang menjawab,’Udahlah nggak usah mikiran rapot kan entar yang mengambil orang tua kita, ayo main aja yuk !’. ‘Ayooo….’, jawab anak-anak serentak sambil berlarian ke ladang rumput sebelah kelas II.

Sementara itu dikawanan orang tua juga sedang asyik terjadi dialog, mungkin mereka saling bertanya tentang prestasi anaknya dan hal-hal yang lain. Pak Ahmad orang tua dari Ilham bertanya kepada pak Suryo orang tua Rima, ‘Bagaimana perkembangan anaknya pak Sur?’. Pak Sur menjawab, ‘Alhamdulilah pak sudah ada kemajuan sekarang semakin berani aja di rumah. Kalau kita ngomong agak salah-salah dikit langsung diprotes, yah keberaniannya lumayan sih. Hanya matematika dan bahasa Arabnya kayaknya masih kurang’. Ayah Ilham balik menjawab ‘Kalo Ilham sekarang  hafalan Qur’annya lumayan nambah. Tapi yang cukup pesat perkembangan daya eksplorernya pak. Apa-apa diselidiki ditanyakan apa aja yang dia lihat. Misalnya ketemu wortel dia bertanya kenapa kok wortel itu warnanya kemerahan, ketemu cabe dia tanya lagi kenapa ada cabe hijau, cabe merah, cabe rawit…, wah sampek capek kita menjelaskannya. Tapi yang agak sulit dia itu kemauan membacanya. Sulit sekali disuruh membaca buku dia lebih suka bertanya dan mendengarkan penjelasan’. Bu Fatimah orang tua Nining, nimbrung ngobrol, ‘Iya ya pak, alhamdulilah sejak sekolah di Merdeka anak-anak sudah cepet berubah. Nining  kemarin cerita katanya sudah bisa presentasi dengan infocus dan laptop. Saya aja nggak pernah melakukan itu, bahkan kakaknya yang SMP aja nggak percaya kalau Nining sudah bisa presentasi pakek power point dengan infocus dan laptop’ jelas bu Fatimah dengan semangatnya. Sayang pertanyaan itu terputus karena sudah ada pemberitahuan bahwa pembagian rapot semester I akan segera dimulai.

Seluruh orang tua murid dengan perlahan memasuki ruang kelas yang sudah digelari tikar. Acara dilaksanakan dengan sederhana dan kepala sekolah memulai acara pembagian rapot dengan sedikit pengarahan. ” Bapak ibu sekalian, hari ini kita akan bagikan hasil evaluasi belajar anak-anak kita selama 1 semester ini. Ada yang beda dari sebelumnya, bahwa rapot untuk kali ini akan kita bagikan dalam bentuk VCD, jadi rapotnya rapot digital atau visual. Didalamnya ada video kegiatan belajar anak-anak selama 1 semester ini, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan outbond, kegiatan studi visit, praktikum dan lain-lainnya. Foto-foto juga ada, nah dibagian akhir baru disajikan daftar nilai rapot anak-anak, serta rapot deskripsi. Semoga rapot ini lebih dapat memberikan informasi kepada bapak ibu sekalian tentang perkembangan anak-anak kita. Dan mohon ma’af bagi Bapak/Ibu yang dirumah belum ada VCD player, jangan kawatir. Rapot dalam bentuk   buku, juga masih tetep kita berikan, karena itu tetep menjadi  kewajiban sekolah sesuai dengan ketentuan Dinas. Harapan kami sederhana Bapak/Ibu, yaitu agar bapak/ibu sekalian bisa memahami dan mengerti secara lebih jelas bagaimana kegiatan yang dilakukan sekolah dan apa yang dilakukan anak-anak disini. Terimakasih nanti Bapak/Ibu sekalian bisa menuju guru pembina masing-masing kelas untuk mengambil rapotnya. Kedepan kami inginkan kritik dan saran demi perkembangan sekolah dan anak-anak kita. Terimakasiih’

Tanpa ada pertanyaan akhirnya orang tua murid menuju guru pembina anaknya masing-masing, ada seorang siswa yang nampak ragu-ragu untuk mengambil rapotnya. Siswa tersebut adalah Zahra. ‘Zahra ayo masuk!’, kata bunda Yoyoh. ‘Tadi bundanya Zahra sudah telepon ke sekolah kalau tidak bisa mengambil rapot. Gak papa kok, sekarang Zahra aja yang bawa. Dirumah apa ada VCD palyer sayang ?’ tanya bunda Yoyoh. ‘Ada bu’, jawab Zahra. ‘Begini Zahra, sekarang rapot kita dalam bentuk VCD, nah nanti Zahra bisa  melihat rapot Zahra di VCD ini ya sayang’ jelas bunda Yoyoh. ‘Wow, begitu bu, makasih ya nanti saya lihat bareng-bareng adik saya’ jawab Zahra ceria. Bunda Yoyoh selanjutnya menjelaskan bahwa Zahra harus meningkatkan belajarnya, supaya semakin pinter. Sekarang memang prestasi Zahra bisa dibilang rata-rata atas namun pemberian semangat tetep diberikan oleh bunda Yoyoh. Acara pembagian rapotpun usai, ternampah wajah ceria dari semua yang hadir pada waktu.

Zahra sampai dirumah dan langsung menyalakan VCD playernya. Adiknya juga diajak ‘ Adik ayo nonton VCD kakak ya, ini rapotnya kakak’ ajak Zahra kepada adiknya.   Kedua anak kecil itu nampak senyum-senyum dan sangat gembira saat wajah Zahra nampak di layar kaca. Tak lama kemudian ibunya Zahra datang. ‘Zahra, gimana rapotnya?. Ibu pingin lihat ya’ tanya ibunya sambil meletakkan tasnya di almari buku. ‘Ini bu Zahra sedang lihat sama adik’ jelas Zahra dengan sedikit teriak. ‘Ibu tanya rapotnya Zahra, bukan nonton VCD’ jawab balik ibunya. Zahra kembali menegaskan, ‘Iya bu, ini rapotnya berbentuk VCD…!’ jawab Zahra. ‘ Woww…..?!’

(Tanda S)

One thought on “Rapot Digital

  1. E-RAPORT SEBUAH GAGASAN BARU

    Melihat pendidikan bukan lagi dari sebuah raport yang diberikan oleh sekolah pada orang tua murid dan hanya bisa dirasakan oleh anak murid dan orang tuanya. Tapi tidak bisa dirasakan oleh orang lain dan tidak bisa menceritakan bagaimana pengalaman di sekolah. Karena dibatasi dengan angka yang bersifat abstrak, simbol yang tidak mencermikan pengalaman dari sebuah kegiatan belajar pada anaknya. Hal itu yang diceritakan oleh orang tua murid Merdeka Sekolah di dalam sebuah pertemuan komite di dalam membahas program pendidikan bersama orang tua murid.

    Seperti apa yang dikatakan Abinya Lutfi ketika mendapatkan E-Raport sangat mengapresiasi gagasan baru ini yang dianggap memperlihatkan perkembangan anak disekolah secara lebih jelas. Karena E-Raport DVD itu mengambarkan aktifitas anaknya di Merdeka Sekolah yang sebelumnya tidak terbayangkan olehnya. Dengan adanya E-Raport bisa melihat kegiatan Merdeka Sekolah dan anaknya ketika sedang belajar di Merdeka Sekolah. Bukan itu saja Lutfi bisa menceritakan pada saudara-saudaranya tentang apa yang dia lakukan Merdeka Sekolah. Begitu juga mengenalkan teman-temannya pada orang tua dan saudara-saudaranya. Mereka menjadi kenal wajah temannya secara lebih dekat melalui E-Raport. Memberikan banyak gambaran dari kegiatan di Merdeka Sekolah, meskipun Merdeka Sekolah masih sederhana tapi gagasan baru mencerminkan pandangan yang maju ke depan untuk bisa melihat perkembangan di masa yang akan datang. Memang Merdeka Sekolah yang berangkat dari sebuah cita-cita dan perjuangan yang tanpa batas ini ingin melihat pendidikan berkembang sesuai dengan detak jatung perkembangan zamannya. Tanpa harus kehilangan identitas diri sebagai seorang muslim yang sejati, untuk memberikan banyak kemungkinan pada kehidupan seseorang dan lingkungannya, sehingga bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan dunia pada umumnya. Untuk bisa bergerak sesuai dengan kehidupan manusia yang cinta perdamaian haus akan gagasan untuk memberikan kehidupan yang lebih bermakna bagi dunia dan akherat.

    Begitu juga dengan Ummi Bintang yang memberikan empat jempolnya termasuk jempol kakinya. Ini sebuah gambaran bahwa apa yang dilakukan oleh Merdeka Sekolah itu memberikan kemungkinan yang baru. Mungkin disekita sekolah kita yang lain belum ada memakai E-Raport, ini merupakan sebuah gagasan baru yang perlu kita hargai sebagai sebuah upaya Merdeka Sekolah untuk memajukan pendidikan secara lebih baik dan menyeluruh. Karena kita akan bisa melihat perkembangan anak secara lebih baik. Meskipun Merdeka Sekolah sangat sederhana dalam penampilannya. Tapi memberikan gambaran kemajuan yang luar biasa. Karena anak-anak Merdeka Sekolah sudah diajarkan presentasi kedepan dengan mempergunakan in-focus dan note book. Dan sekarang anak-anak kita selain diberikan raport konvesional tapi juga diberikan E-Raport yang berbentuk DVD ini memberikan gambaran sebuah kemajuan kedepan. Untuk selalunya perlu dikembangkan lagi dan perlu adanya perlengkap yang lebih besar lagi.

    Hal ini juga yang senada di ungkapkan oleh Ummi Aqhniya dengan menceritakan bahwa apa yang digambarkan melalui foto itu memberikan kemungkinan yang lebih baik. Yaitu sebagai media promosi bagi Merdeka Sekolah. Karena kita memutar DVD bukan untuk kita saja tapi juga orang lain, teman untuk bisa melihat kegiatan anak kita di Merdeka Sekolah. Dengan media visual ini kita lebih mudah melihat perkembangan anak kita secara lebih baik. Karena foto-foto ini sangat bicara dengan berbagai kegiatan yang dilakukannya. Untuk itu saya sangat senang dengan ada E-Raport. Karena kita saya dan anak saya melihat foto-foto itu Aghniya menjelaskan dirinya meskipun hanya terlihat sepatunya, dia bisa menunjukkan bahwa itua adalah fotoku. Sebuah foto yang dapat memberikan gambaran sebuah proses terjadi dan di mana dia melakukannya. Menjadi sebuah indikasi kedekatan seseorang dengan foto tersebut. Hal itu yang terlihat dan tergambar apa yang dikatakan oleh Ummi Aqhniya yang merasakan bahwa ini adalah sebuah gagasan baru dari sebuah raport yang kita pahami sebagai evaluasi belajar dalam bentuk buku, sekarang dalam bentuk DVD yang bisa diputar di mana saja kita inginnya.

    Sedangkan Ummi Anggi dengan simpel menanggapi E-Raport ini merasakan senang dan tahu perkembangan anaknya melalui foto-foto yang ada di DVD. Karena buat Ummi Anggi E-Raport itu mengambarkan kedekatan guru dengan anak-anak murid. Dan memberikan perhatian pada anak secara baik. Itu yang bisa dilihat dan dirasakan ketika melihat foto-foto itu di dalam E-Raport. Dengan begitu untuk kedepannya untuk masalah biaya pengembangan dan selanjut tentang E-Raport prinsipnya saya setuju saja selama itu untuk kepentingan anak-anak kita. Karena untuk kedepannya E-Raport Merdeka Sekolah itu memerlukan prasaran yang lebih baik dan mendukung proses belajar mengajar anak-anak.

    Kalau Ummi Lulu lebih melihat sebagai sebuah gagasan baru yang Excellen meskipun saya melihat foto-foto itu tidak ada bedanya saya melihat proses belajar yang saya saksikan sendiri. Bagaimana anak saya kalau sedang aksi di Merdeka Sekolah tidak mau diganggu pada hal ketika itu saya minta izin untuk mengajak anak saya karena keperluan sesuatu. Mudah ini menjadi sebuah upaya yang baik dari Merdeka Sekolah di masa akan yang datang, dan memang memerlukan sesuatu yang lebih baik. Mudah-mudah ini menjadi sebuah upayan yang baik dan perlu didukung dengan bersama-sama. Dengan begitu kegiatan belajar menjadi lebih mudah dan baik untuk perkembangan Merdeka Sekolah. Karena dengan kebersamaan segala permasalahan akan bisa diselesaikan dengan mudah dan baik.

    Bagi Abi Fauzi yang pulang kerumah malam hari dan pergi kerja pagi hari ini, sangat menghargai dengan adanya E-Raport. Karena kita akan bisa bila kegiatan anak di Merdeka Sekolah. Mudah-mudah media ini menjadi lebih baik dan berkembang dengan visi sekolah di masa yang akan datang. Kemajuan Merdeka Sekolah sama artinya kemajuan dari anak-anak kita. Untuk itu kerjasama sekolah dengan orang tua murid yang selalu diupayakan. Bahwa gagasan baru E-Raport ini memberikan kesan tersendiri bagi anak-anak.

    Ummi Melvi senada dengan yang lain, semoga Merdeka Sekolah yang sederhana ini menjadi lebih maju dalam segala hal. Untuk memberikan kemungkinan pada anak-anak kita berkembang. Karena dengan adanya E-Raport akan memberikan gambaran mengenai kegiatan anak-anak di Merdeka Sekolah. Karena foto-foto itu memang terlihat alami sekali, seperti apa yang dikatakan oleh kepala Merdeka Sekolah, bahwa apa yang di foto mengenai kegiatan anak-anak dengan begitu saja digambarkan. Seolah-olah mengambarkan bagaimana kegiatan belajar di Merdeka Sekolah.

    Itulah intisari dari sebuah tanggapan sebagaian orang tua Merdeka Sekolah mengenai E-Raport itu. Bahwa dengan adanya media visual ini memberikan arti yang terbaik bagi anak-anak. Karena bahasa gambar menjadi sebuah impresi yang kuat bagi anak di dalam melihat dirinya dalam konstelasi kehidupan sekolah dengan teman-temannya. Ketika sedang mengikuti proses belajar bersama guru dan temannya. Sebuah kemungkinan untuk bisa melihat anak-anak dari kaca mata anak-anak di dalam sebuah E-Raport.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s