Sekolah Dijual


Sekolah Dijual

Seorang teman baik, memberi tahu bahwa ada sekolahan yang dijual. Sedikit kaget, karena saya belum lazim mendengar ada sekolahan yang dijual. Maklum saya tidak terlalu aktiv dalam libatan aktivitas pendidikan. Akhirnya saya mengerti bahwa akhir-akhir ini banyak sekolah yang dijual.

Sejenak saya berfikir, bahwa saat mencoba untuk merintis sebuah sekolah, itu tentu didasari karena masih adanya peluang/demand komsumen masyarakat yang membutuhkan pendidikan. Atau dalam artian simplenya bahwa sekolahan masih laku atau diperlukan oleh masyarakat. Selanjutnya pikiran ini mengembara untuk mencari sebab kenapa sampai ada sekolahan dijual ?.

Setelah mencari beberapa informasi, akhirnya dapat dikumpulkan beberapa informasi. Diantara penyebab dijualnya sekolah adalah :

  1. Kalah bersaing dengan pendidikan sejenis lainnya.
  2. Konflik kepengurusan
  3. Pendapatan dari operasional sekolah lebih kecil dibanding  biaya operasional sekolah
  4. Jumlah anak didik disekitar sekolahan sudah menurun drastis

Beranjak dari kira-kira permasalahan tersebut, membuat diri ini harus berkaca diri memang berkiprah didunia pendidikan seperti juga usaha/kegiatan yang lain tentu ada resiko-resiko. Resiko internal dan eksternal memang selalu ada dan harus diwaspadai dan disikapi dengan profesional. Dunia pendidikan yang mulia memang benar-benar penuh ujian, khususnya untuk sekolah yang berplat kuning.

Sekolah swasta yang menjadi mitra/sahabat pemerintah dalam memajukan pendidikan di negeri ini, memang tidak selalu bisa berkembang dengan baik. Ada yang amat sangat sukses dan ada yang harus gulung tikar dan dilego. Apabila menilik dari pangsa pasar sebenarnya masih banyak dan terbuka lebar. Namun berkumpulnya konsumen di kawasan-kawasan tertentu dan menjamurnya sekolah disana maka membuat persaingan semakin ketat. Dan siapayang baik akan tampil sebagai pemenang sedangkan yang kalah terpaksa harus mengambil langkah menjual sekolah.

Namun masih ada juga yang mendirikan sekolah-sekolah baru dengan nyali ingin berkompetisi dengan sekolah yang telah ada. Berbagai macam konsep dikemas dan ditawarkan dengan harapan konsep berbeda ini menarik minat konsumen pendidikan. Ternyata inilah realitas aktivitas dunia pendidikan yang dinamikanya tak ubahnya seperti bisnis komersial di pasar-pasar. (Tanda S)

2 thoughts on “Sekolah Dijual

  1. Langit mengukir Kemerdekaan

    Bagaikan langit mengukir kemerdekaan aku
    menyelusuri pematang sawah, tapi tak juga ditemukan jawabannya. Di mana letak Merdeka Sekolah yang sudah berjalan mau tahun ketiga. Di sana juga suasana kehidupan merebak dalam realitas sosial yang coba diuraikan dan disusun menjadi sebuah gambaran dari kehidupan manusia yang telah kehilangan apa arti kehidupan sosial yang ada dalam realitas kehidupan dalam satu sistem kemasyarakatan, pemerintahan dan bangsa.
    Langkahku kadang cepat, kadang lambat atau kadang tidak menentu, seolah langkah itu tergantung dari irama jiwa dan perasaan yang begitu saja bergerak dan menguraikan persoalan mengenai sekolah. Yang semua orang mengerti bahwa pendidikan itu memang sebuah keharusan yang harus dijalani dalam kehidupan ini. Sehingga tidak perlu lagi dipikirkan tapi bagaiman disiasatinya. Sebuah prilakukan yang tidak berkaitan dengan pendidikan membuat air keruh dalam kehidupan anak-anak.
    Awan putih itu membuat aku menjadi di sana berada di sekolah, dan mengajar anak-anak seperti layaknya sekolah pada umumnya, seperti layaknya kehidupan pada umumnya. Pelajaran demi pelajaran dengan begitu saja mengalir seperti air di pematang sawah untuk menghidupkan semaian bibit padi dan menumbuhkan bibit padi untuk menjadi besar dan menghasilkan butiran padi untuk dipanennya.
    Alunan kehidupan menjadi warna baru dalam memahami persoalan sekolah yang memang menjadi sebuah teka-teki besar untuk bisa dipahami, seperti awan putih yang tidak pernah terlihat berwarna hijau. Karena tumbuhan telah memakainya warna hijau dari penampilan sebagai tumbuhan.

  2. Merdeka di Semesta Langit Biru

    Bergulirnya waktu, tumbuhnya cita-cita, semangatnya cahaya, benihnya ketulusan, tapi tak berdaya karena mimpi buruk. Pada hal jalan sudah luas untuk bisa menyelusuri kehidupan realita. Agar bisa merajut pendidikan dengan baik dalam alami, yang melibatkan semua orang yaitu rakyat kecil dan orang kaya. Untuk bisa berbagi pada setiap orang, karena pada hakekatnya bahwa kehidupan ini memang bagian dari kehidupan yang tidak dapat dimisahkan dengan persoa;an yang selalu mematangkan cara berpikir kita sebagai amat kehidupan ini. Tak ada lagi hijab dalam memengang amanat pada kehidupan ini sebagai bagian dari penciptaan Allah semata. Karena Merdeka ini bukan masalah rugi dan siapa yang diuntungkan dan menguntungkan. bahwa kehidupan ini memang menjadi sesuatu yang membuat kita harus berpikir ulang. tapi Allah itu Maha Besar dari segalanya sehingga apa yang terjadi hanya dibagian dari proses ang harus delajalan dengan baik dan sesui dengan proposionalnya. Karena inilah namanya pendidikan yang selalu mengatakan bahwa kehidupun ini memang harus kita makna secara bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s