Merdeka Dalam Ruang Hampa


MERDEKA DALAM RUANG HAMPA

Dimanakah Ruang Merdeka ?

Sebuah perjalan,  Merdeka Sekolah memang bukan apa-apa tapi banyak hal yang kadang susah untuk ditangkap dengan logika apa lagi dipikirkan secara rasional. Segalanya seolah bergerak dalam ruang hampa yang tidak mempunyai grafitasi untuk bisa berpijak pada satu sandaran yang jelas, yang logika berpikir dengan segala kewajarannya. Tapi itu semua tidak bisa dilihat, semua bergerak dalam ruang hampa yang tidak seorangpun bisa memahami hanya bisa merasakan saja bahwa hal ini memang terjadi dan itu adalah satu keinginan dari Merdeka Sekolah dalam menjalan kegiatannya.

Semua bergerak dengan begitu saja, begitu cepat tapi diikuti dengan harap-harap cemas, karena memang kapasitasnya belum sampai kesitu. Semua berjalan dengan harapan sesuatu akan terjadi diluar pemikiran dan logika, sebuah harapan mujizat datang begitu saja. Karena ketidak mampuan untuk membuat satu terobosan dalam mencari celah, seperti lokasi sekolah yang segala pertimbangan tidak pernah diputuskan dan berada dalam ruang hampa. Pada hal itu sudah ada tapi entah kenapa hal itu belum juga dilaksanakan menjadi sesuatu yang tidak ada dan berhadap pada sesuatu yang tidak ada. Karena tidak melihat yang ada itu ada, seolah itu adalah sesuatu yang tidak mungkin ada, meskipun itu ada. Sebuah pandangan yang memang absurd dalam realitas sosial saat ini. Melihat sesuatu yang ada dianggap tidak ada karena dengan segala pertimbangan yang tidak pernah dicari solusinya secara baik. Hanya mengkritisinya.

Membuat ruang hampa begitu luas dan meluas. Pada hal harapan kedepan itu sudah menyambut dengan suka cita, tapi langkah itu terlalu berat karena pertimbangan yang tidak pernah jelas hanya rasa-rasanya. Karena didepan sudah ada yang akan memprediksi bahwa Merdeka Sekolah ini akan menjadi sekolah alternatif, yang menawarkan hal yang baru, itu setidaknya yang dinilai oleh orang yang mempunyai kopetensi pendidikan, sampai orang itu mengingatkan pada Merdeka Sekolah kalau sudah sukses jangan mendhului yang lain dalam mencari dana bantuan. Dan apa yang dikwatirkannya ternyata benar hari berikutnya seseorang mengiformasikan bahwa ada dana pendidikan di departemen agama, kalau mau buat proposalnya tapi syaratnya ada surat izin oprasional dan lahan untuk bangunan sebesar 500 juta. Dan ada juga yang menginformasikan bahwa ada dana di pusat dengan membuat proposalnya tapi syarat izin oprasiona dan lahan. Begitu yang selalu ditawarkan. Tapi selalu membuat kita terpaku karena kita tidak bisa berbuat apa-apa hanya terpaku pada keraguan dan pertanyaan yang hanya membawa kita kedalam ruang hampa yang tidak pernah dipahami. Karena tidak ada langkah yang ada hanya disitu ada, disana ada tapi jangan disitu karena disitu begini-begini. Tapi disitu dan disana itu tidak pernah ada, lantas di mana. Itulah ruang hampa yang berkembang dari hari kehari, hanya mujizat dari Allah yang bisa menjawab ruang hampa yang begitu berkembang.

Hal itu kelihatnya terjadi dalam izin oprasional kalau memang hal itu ada. Dan harapan itu ada karena langkah-langkahnya sudah dijalankan tinggal bertawakal dan pertolongan Allah. Karena semua kelengkapan sudah dipenuhi, meskipun ada yang belum dan itu memang masih dalam ruang hampa, mudah-mudah Allah mengabulkannya. (Tri Aru)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s