Merdeka Kaya Persoalan


MERDEKA  KAYA DENGAN PERSOALAN

Merdeka Sekolah akan menginjak dua tahun dengan adanya siswa baru kelas satu dan dua tahun ajaran kemarin. Sekolah yang tumbuh dari kehidupan sosial masyarakat ini satu persatu menemukan persoalan yang begitu kompleks. Karena selama ini kehidupan sosial dengan realitas sosialnya ini hidup disaji dengan kehidupan hedonisme, baik melalui media televisi, internet, iklan dan muncul mall-mall, mobil mewah memenuhi jalan utama yang memperjelas bahwa kehidupan ini tidak ada masalah.  Semuanya serba menyenangkan dan hidup seperti ini sepertinya kehidupan yang  nyata dan hal itu tergambar dalam kehidupan masyarakat pada umumnya bahwa standar  dari kehidupan ini adalah apa yang dilihat dan dirasakan. Seolah hidup itu tidak ada persoalan, gemerlapan dari kehidupan masyarakat pada saat ini.

Kunci Merdeka Sekolah telah membuka banyak persoalan yang ada di dalam realitas kehidupan masyarakat. Satu persatu muncul, mulai dari mengurus izin dengan segala macam uang yang tidak jelas masih saja ada. Apa yang didengungkan oleh Presiden tentang korupsi sepertinya tidak ada rasa takut bagi para pengawai daerah. Begitu juga ditemukan persoalan masalah tanah yang tidak kunjung ditemukan titik terang. Seolah persoalan tanah berangkat dari keranguan satu keraguan berikutnya dan akhirnya berada dalam medan keraguan yang tak berujung.

Begitu juga ditemukan bagaimana rakyat kecil yang terasing dengan lingkungan yang hiruk pikuk. Karena ketakutan terhadap lingkungannya yang memandang dengan curiga lantaran keluarga itu adalah keluarga miskin. Sehingga untuk mengaji saja dia takut, karena takut tidak diterima. Karena mengaji adalah kegiatan orang yang mampu bukan untuk orang miskin. Anak yang tanpa terasa ketinggalan pendidikan karena kemiskinannya. Aneh dan luar biasa dilingkungan perumahan itu ada orang yang merasakan kehidupannya itu adalah bukan buat dirinya, tapi buat orang lain. Ada juga rakyat miskin yang tidak bisa menyekolahkan anak dan tidak tahu harus bagaimana caranya untuk menyekolahkan anak dengan kualitas pendidikan dan agama yang baik dibandingkan orang tuanya yang tidak mempunyai pendidikan agama, sehingga menjadi korban dari pemurtadtan. Karena lingkungan yang tidak kondusif.

Lain hal ada orang tua datang dengan segala penampilan yang luar biasa mengesankan seorang yang sholeha dan soleh. Kedua orang tua yang perpempuan dengan pakaian cadar, tapi begitu lugas menceritakan kehidupannya begitu saja. Seolah persoalan itu sudah demikian beratnya sehingga tidak ada daya tampung untuk memikulnya. Kesholehan dan realitas kehidupan sebuah persoalan yang begitu berbeda dalam kehidupannya. Pada hal Islam sendiri tidak pernah memisahkan realitas sosial dengan kesholehan. Hidup bukan lagi sebuah keterpisahan tapi satu kesatuan. Begitu juga dengan apa suaminya yang begitu lembut  tutur katanya tak ada persoalan yang ada di dalam dirinya. Tapi realitas aktualnya kehidupan sosial begitu rumit, pada hal Islam selalu memberikan kemudahan hidup tapi menjadi susah, itulah langkah kehidupan kita selalu dipilah antara ibadah dengan bermuamallah. Sekali lagi Islam tidak pernah memisahkan.

Sedangkan persoalan yang paling berat yang dihadapi oleh Merdeka Sekolah adalah bagaimana cara memutuskan untuk tidak menerima siswa yang sebenarnya anak tidak masalah, dengan penuh kewajaran layaknya anak-anak. Dan konon katanya anaknya itu sangat berkesan ketika pernah tahun lalu mengikuti tes di Merdeka Sekolah. Entah apa yang membuat membekas di dalam dirinya tentang Merdeka Sekolah. Sampai saat ini tidak pernah diketahui, kecuali menerima anak-anak dengan sepenuh hati.

Namun sebuat keputusan harus diputuskan dengan berat hati karena persoalannya ada pada orang tuanya yang kurang kodusif terhadap Merdeka Sekolah. Karena sekolah tidak banyak menginginkan dari orang tua, kecuali berangkat dari sebuah kewajaran hidup, tidak dibuat-buat dan apa adanya. Karena hidup dengan kewajaran itu adalah bagian yang penting bagi proses pendidikan bagi kita semua. Bahwa kejujuran, tulusan, keikhlasan dan kesadaran bersama tentang kehidupan yang sama membuat hidup ini memang tidak mudah,tapi harus dihadapi.

Akhirnya Merdeka Sekolah memutuskan untuk tidak menerima anak itu dengan berat hati. Hal ini merupakan salah satu gambaran kelemahan dari Merdeka Sekolah tidak bisa mengakomodir. Inilah persoalan yang begitu kaya untuk bisa dipahami sebagai bagian dari kehidupan ini. (Aru)

2 thoughts on “Merdeka Kaya Persoalan

  1. MERDEKA MENJADI MEDAN PERJUANGAN

    Doa sesuatu yang patut untuk diperhatikan dan simak secara mendalam dalam kehidupan ini. Karena doa akan mengerakan seluruh alam semesta ini untuk membantu dan mewujudkannya. Karena doa permohonan yang selalu yang ditunggu-tunggu Allah terhadap hadap hambanya yang setiap saat untuk mengingatnya. Doa realitas kehidupan yang selalu bergetar dalam jiwa orang tulus ikhlas dalam menjalani hidup ini. Membuat doa menjadi kekuatan yang luar biasa dalam kehidupan manusia dan sudah berulang kali Allah memperlihatkan ke Maha BesarNya dalam kehidupan dan realitas sosial ini. Tapi selalu disimpan dan bercampur aduk dengan kehidupan yang palsu dan penuh kebohongan yang selalu ditanyangkan dalam dunia maya, baik televisi, iklan, media dan internet. Kebenaran dan kebohongan sudah tidak bisa ditakar dan dipilih menjadi sesuatu yang memang itu kebenaran dan memang itu kebohongan.

    Sehingga orang tidak begitu saja percaya dengan doa. Lebih percaya pada kerja dan mengerjakan orang untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Realitas kerja mengerjakan orang itu menjadi profesi yang dilembagakan sebagai pendidikan formal. Dengan membuat ijasah sekolah untuk keperlu formal bukan untuk kepentingan proses belajar dan pendidikan yang sebenarnya.

    Untuk itu menjadi terasa doa yang dimohonkan oleh Tanda Setiya untuk mengharapkan adanya guru mangang dan belajar jadi guru di Merdeka Sekolah itu begitu saja hadir. Dan Merdeka Sekolah yang mempunyai medan pembelajaran bagi setiap orang untuk belajar dengan waktu yang telah disepakati bersama antara Merdeka Sekolah dan orang yang menginginkan untuk belajar disana bersama-sama. Hal itu pernah terjadi pada staf administrasi yang beberapa bulan belajar dan melanjutkan pada pembelajaran berikutnya dengan bekerja di suatu tempat. Tapi entah bagaimana dia ingin kembali ke Merdeka Sekolah dan Merdeka Sekolah selalu membuatkan medan bagi setiap orang untuk berjuang. Karena bekerja di Merdeka Sekolah sudah tidak penting lagi, tapi bagaimana memperjuangkan pendidikan secara baik dan tepat untuk kepentingan rakyat banyak, sehingga bisa membangun kesadaran bersama untuk bisa merubah kehidupan yang lebih berkeadilan dan kesejahteraaan. Karena dengan kesadaran dan kekuatan tekat yang dibarengi dengan ketulusan hati dan jiwa raga ini. Menjadi cita-cita itu menjadi sebuah kenyataan. Karena Merdeka Sekolah tidak berhak untuk memberikan gaji bagi staf administrasi dan guru, karena yang berhak memutuskan adalah guru, sesuai dengan apa yang didapat dari sekolah secara proposional. Dan Semesta Langit Biru Fondation banyak sekali memberikan kesempatan segala hal dalam pengelolaan sekolah.

    Begitu ada yang ingin belajar menjadi guru, Merdeka Sekolah sudah meluluskan staf administrasi untuk bekerja pada lembaga lain. Dan hal itu disambut dengan suka cita oleh teman-temannya, semoga menjadi jejang yang lebih baik dalam kehidupannya. Merdeka Sekolah sudah memberikan kesempatan pada orang lain untuk keluar dari persoalan dalam kehidupannya. Dengan memperlakukan seseorang dengan baik dan lebih baik karena itu memang menjadi kebutuhan kita bersama dalam berjamaah dan organisasi yang dikelola bersama. Dengan kepindahan yang lain dengan sendiri akan membuat format baru dalam susunan dan komposisi kegiatan. Mudah-mudahan yang dilakukan oleh Merdeka Sekolah dengan gaya AIR MENGALIR ini bisa menjadi Merdeka Sekolah ini menjadi medan perjuangan yang cernih dan berani. Karena sifat dari air yang selalu mengalir dan tidak terjebak pada kolam yang membuat air lama-kelamaan menjadi keruh, kotor dan bau. Begitu juga Merdeka Sekolah akan membuat sistem air yang mengalir sesuai dengan gerak dan irama kehidupan setiap orang untuk selalu bisa menemukan sesuatu yang terbaik, dan Merdeka Sekolah mencoba memberikan yang terbaik buat orang yang ada disitu, meskipun sekolah itu bukan menjadi sekolah yang terbaik, dan tidak akan menjadi sekolah terbaik, karena izin saja belum ada, tempat dan gedung tidak ada bagi persyaratan sebuah sekolah dan lembaga pendididkan formal. Tapi Merdeka Sekolah memang bukan sekolah tapi medan perjuangan untuk membangunkan mimpi baru bagi rakyat kecil yang tersingkirkan dan tidak punyai harga diri untuk bisa bangkit untuk melawan kemiskinan dan ketidak adilan dalam hidupnya. Untuk menjadi orang yang berkarakter dan bisa menentukan sikap yang benar dalam melihat permasalahan secara adil. Karena adi adalah bagian dari iman yang selalu diperjuangkan untuk menjadi rakyat ini kuat dan mempunyai daya tawar.

    Sistema air mengalir ini merupakan sebuah jalan yang diberikan Allah untuk selalu bisa melihat kehidupan ini untuk orang lain, dan dengan berbuat dan membantu orang lain berarti secara tidak langsung sudah bisa menyelesaikan bagian dari kehidupannya sendiri. Sebuah interelasi yang begitu indah dalam kehidupan manusia, untuk dapat menjalani hidup dalam realitas sosial yang membuat semua orang merasakan muak dan muntah-muntah tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena realitas sosial begitu adanya. Seolah tidak bisa dirubah dan menjadi tolak ukur bagi kehidupan setiap orang. Hal ini yang membuat rakyat menjadi resah dan gelisah tak menentu.

    Hal ini yang terjadi dalam realitas sosial Merdeka Sekolah dalam menentukan tepat dan lokasi sekolah yang nyata-nyata orang telah memberikan harga yang proporsi tapi selalu saja ada pertimbangan yang membuat itu tidak menjadi proporsi karena emosi dan rasa tidak sejalan dengan logika dan afektif dalam konstelasi kehidupan sosial. Bahwa Merdeka Sekolah bukan tempat untuk saling mempertanyakan dan mengadalkan satu sama lain, tapi inisiatif yang memang tidak mudah karena harus mengeluarkan semua kemampuan baik pikiran, waktu, kesempatan dan uang untuk bisa mendapatkan itu. Merdeka Sekolah memang medan perjuangan yang cukup berat bagi orang yang mempunyai banyak sekali pertimbangan. Pada hal Allah selalu mengatakan kalau kamu membela agama Allah akan aku berikan rejeki dan kemudahan hidup yang lebih baik pada orang lain. Begitu redaksional yang ditulis secara bebas.

    Hidup ini banyak yang dipikirkan, banyak yang dipertimbangkan, banyak yang di-inginkan, banyak kebutuhan. Tapi hidup ini harus bisa mengkoordinasi kehidupan ini, agar kehidupan ini bisa menjadi lebih fokus dan jelas apa yang menjadi tujuan hidup kita pada saat ini. Seperti seorang seniman musik yang sudah memilih hidupnya untuk musik, sehingga pengorbanan apapun baik waktu maupun uang untuk membeli harga alat musik 50 milyar bukan masalah. Karena ditidak begitu penting dengan rumah hanya cukup untuk tempat berteduh, dan keluarga bagian dari panggilan hidup. Dia tidak butuh harta dan uang, apa lagi mobil mewah. Yang dia butuhkan adalah musik.

    Nah, kalau itu contoh yang ekstrim dan dunia seni. Tapi Rosullah saw adalah contoh yang sangat proporsional, dari kacamata realitas sosial dia sudah memperlihatkan bagaimana membangun sebuah sistem dengan niat karena Allah dan segala sesuatu yang dilakukan karena Allah Rosullah saw bisa menyelesaikan kehidupannya dengan baik, bagaimana dia bisa menjadi orang tua yang baik, kepala keluarga yang baik dan bertanggung jawab, bagaimana dia membuat sistem kebangsaan, bagaimana berinteraksi dengan rakya kecil, bagaimana dia mendidik secara baik dan luar biasa, sehingga zaman para sahabat sangat dikenal dengan yang unik dan berkarakter, karena mampu menyebarkan Islam keseluruh dunia. dengan waktu yang begitu cepat dan mengalami masa kejajahan Islam yang begitu lama. Karena kekhalifahan Islam baru runtuh diawal abad 20 dan di awal abad 21 Islam secara perlahan kembali untuk memberikan yang terbaik bagi peradaban manusia.

    Merdeka Sekolah merupakan molekul yang mencoba memberikan arti yang terbaik bagi realitas sosial yang pada saat ini berkembang. Untuk selalu mengupayakan dengan apa yang menjadi sebuah tujuannya bahwa tumbuh bersama Al Quran menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Memang itu tidak mudah tapi Merdeka Sekolah sudah menjadi medan perjuangan untuk Islam dan kita semua, terutama rakyat kecil yang harus dibangunkan dalam mimpi buruknya, untuk bisa memperjuangkan kehidupan sosialnya. Terhadap ketidak adilan sosial yang sekarang melanda umat Islam.

  2. MI MERDEKA SEKOLAH DIANTARA MI

    Kesibukan di Merdeka Sekolah dengan kegiatan siswa baru cukup ramai juga. Karena persiapan pembelajaran untuk hari senen. Buku paket sudah dipersiapkan agar setiap anak mendapatkan buku dan dapat mengikuti pelajaran sesuai dengan program pebelajaran yang sudah direncana oleh Merdeka Sekolah. Anak-anak sangat antusias menerima bukanya. Seolah dengan buku dan belajar menjadi sebuah harapan masa depan dalam menyabut perubahan kehidupan sosial di masa akan datang. Sehingga satu persatu siswa mengambil buku paket. Sebuah awal dari harap anak bangsa untuk bisa merubah kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik. Minimal dia mampu berubah dirinya menjadi orang yang terbaik bagi diri, meskipun belum sama orang lain. Tapi itulah semua harapan masyarakat dalam melihat kehidupan yang tidak pernah jelas dalam menata kehidupan sosial. Banyak persoalan yang berimbas pada kehidupan rakyat kecil, hanya karena pemerintahan yang tidak bisa menyelesaikan masalah secara baik dan menyeluruh, sehingga mengambil mudahnya di dalam sebuah keputusan, yaitu dengan menaikan dan mengurangi subsidi bagi rakyat. Karena rakyat harus didik untuk mandiri, tapi belum sempat diberikan pendidikan yang memadai sebuah hak rakyat terhadap pemerintahan.

    Pesan pendek di hp memberikan informasi bahwa ada pertemuan KKMI yaitu kelompok kerja madrasah ibtidaiyah yang menaungi madrasah yang ada. Merdeka Sekolah baru pertama kali mendapatkan undangan ini, sehingga menjadi sesuatu yang mengembirakan karena diundang dalam KKMI sekarang ini yang bertempat di Kadu Jaya sebagai MIN induk dari madrasah lainnya. Waktu sudah menunjukan jam 11.30 sedang hari ini adalah hari Jum’at. Berangkat kesana berarti harus sholat di jalan ketika azhan berkumandang, mampir ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at berjamaah. Biasanya sebelum sholat jum’at ada khutbah jum’atnya yang menjelaskan bulan syaban dan sebenar lagi bulan ramadha yang harus dipersiapkan dengan baik dan disambut dengan suka cita untuk saling memberi dan berbagi sebagai sebuah artikulasi dari keimanan dan ketaqwaan pada Allah swt. Setelah sholat jum’at ada orang tua siswa as salam yang kebetul sholat disitu menegur sapa dan menanyakan perkembangan sekolah yang sudah kembali rukun dan bisa bekerjasama. Suatu pertanda baik bagi pendidikan Islam, setiap persoalan dan komplik seharusnya bisa diselesaikan dengan baik asalkan satu sama lain menyamakan dulu persepsi tentang pendidikan itu apa, baru nanti akan ketemu persoalannya, dengan begitu akan mudah menyelesaikannya, dan hal itu memang terbukti setelah tahu permasalahannya.

    Sampai tempat tujuan tepat waktunya tapi kelihatnya masih sepi dan belum ada tanda-tandanya orang-orang sudah datang. Karena yang ada hanya ada anak-anak madrasah yang hiruk pikuk bermain di halamannya sekolah dengan berlari-larian dan berkelompok. Dengan pakain muslim potongan orang dewasa, adanya pakaian muslim dengan lengan pendek, rok sedengkul memakai jilbab sebuah warna yang khas dari kehidupan masyarakat yang masih minim tentang pengetahuan agamanya. Sehingga menganggap baju muslim itu seragam, bukan identitas seorang muslim yang mempunyai konskwensi logis, karena itu menjadi bagian dari nilai ibadah, ibadah menutup aurat. Sebuah realitas yang harus dipahami secara bersama dengan satu persatu dipilah menjadi bagian yang mana harus diperbaiki dalam sistem pendidikan bangsa ini secara lebih baik dan menjadi dasar nilai agama bagi semua suku bangsa dan negara. Rakyat menjadi mengerti apa yang menjadi tanggung jawabnya padan nilai agama dalam kehidupannya. Inilah yang harus dipikirkan untuk tidak akan terulang lagi.

    Karena masih sepi dan belum ada yang datang, kebetulan perut menginformasikan bahwa lapar telah memberi tahukan, untuk segera di penuh sebagai panggilan dari kehidupan alam. Di depan sekolah ada warung nasi dan warung bubur kacang ijo. Memasuk warung nasi terlihat dua orang buruh pabrik sedang asik makan siang dengan begitu lahapnya, seolah bekerjaan yang melelahkan itu menjadi beban yang harus dipikul dalam kehidupannya. Ketika pesan makanan ternyata makanannya sudah habis, begitu juga sayur. Yang ada hanya bihun dan ikan bawal, keluar dari warung menghampiri warung bubur untuk memesan mie rebus. Baru masuk dan mau duduk pesanan nasi sudah datang dari warung nasi sebelah. Ya, akhirnya di makan juga sambil menunggu peserta rapat yang belum datang, karean motor tidak ada yang parkir di sekolah. Sedangkan waktu sudah menunjukkan jam 1.30, buruh di warung bubur kacang ijo juga asik dengan makan mie rebut instan. Televisi di warung bubur kacang ijo menyiarkan berita kenaikan tarif dasar listrik dan kenaikan bahan baku seperti sembako dan cabe kenaikannya begitu tinggi, sehingga menjadi beban yang berat bagi kehidupan rakyat pada saat ini.

    Makan dengan bihu dan telor asik yang kebetulan di bawah serta ditambah dengan mie rebus sehingga bisa memenuhi rasa lapar dari perut ini. Sudah habis tapi belum juga ada yang datang, akhirnya masuk keruang guru dan menanyakan tentang keberadaan guru, tapi orang tua siswa dengan entengnya bahwa tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah atau kampus untuk bisa menghitung hilanga dari beban yang harus dipikulanya.

    Waktu menunjukan jam 2.00 siang satu persatu mulai datang dan kemudian datang lagi sehingga diadakan kuliah yang belu terpenuhi pertemuan yang di jalani pada saat ini. Kelihatannya suasan itu mendukung untuk bisa memancing. Karena dengan memancing itu menjadi sebuah keindahan tersendiri. Rapat dijelaskan oleh ketua pengusaha untuk bisa menjadi kenerji setiap orang, tapi di dengan begitu kegiatan belajar mewngajar dibebani oleh pihan sekolah dan pengurus sekolah pada umumnya.

    Satu persatu dibacakan dan satu persatu mulai paham tentang apa yang menjadi tujuan di dalam mengembangkan bisnis secara baik hal. Kenpa tidak hal itu bisa terjadi. Dari pertemuan itu kemudian ada percikatan yang kembali pada kehidupan rakyat bahwa manusia itu serba kekurangan dan keterbatasan sekolah di dalam mengelolah kehidupan yang lebih ramah dengan
    Hal ini hanya untuk menyemangan bagi kehidupan baik ini.

    Bahwa ada kesan di anatas sekolah Islan dengan madrasah itu berbeda tapi bukan menjadi sebuah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s