Pintu Merdeka Terbuka


PINTU MERDEKA SEKOLAH

Pendaftaraan Merdeka Sekolah telah selesai penerimaan siswa baru pada bulan Mei dan Juni. Persiapan untuk menyambut untuk siswa baru yang mempunyai orientasi baru. Sebuah harapan orang tua dan anak untuk mendapatkan tempat yang dapat memfasilitas pontensi dan kemampuan menjadi sebuah kehidupan baru untuk masa depan yang baru.

Meskipun masalah sosial tetap mengelayut di dalam tugas yang diemban oleh Merdeka Sekolah untuk bisa diatasi dan dijalani dengan sepenuh hati. Dengan menambahkan keberanian untuk memutuskan tempat dan pendidikan apa yang ingin diberikan oleh masyarakat dan umat Islam pada umumnya. Agar Merdeka Sekolah ini memang memberikan kemerdekaan pada kehidupan masyarakat. Keputusan untuk mempunyai lahan pendidikan menjadi sebuah upaya yang tidak main-main. Karena setiap pilihan ada konsekwensinya, untuk bisa diatasinya. Tapi pilihan yang sesuai dengan kemampuan untuk bisa menyelesaiankan dengan baik. Karena disitulah tekat dan semangat untuk menjelmakan pendidikan yang baik akan terlihat. Tetapi kalau tidak ada keputusan dan menimbang-nimbang dengan mengedepankan permasalahan untuk memutuskan sesuatu akan menjadi lebih berat dan membuat terombang-ambing dengan segala macam perasaan yang tidak menentu, dan membuat hati dan tekat ini akan kehilangkan daya juang dan hanyut pada kehidupan sehari-hari yang tidak memberikan kita kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Kesibukan hanya melupakan apa yang menjadi perjuangan kita sebenarnya. Persoalnya yang mengelayut dalam menyelesaikan masalah. Memang tidak mudah untuk dinyatakan. Apa lagi masalah uang dan uang yang pada saat ini menjadi penentu kehidupan seseorang dan uang juga menjadi Tuhan kehidupan. Yang membuat orang bisa mengorbankan aqidah dan cita-cita yang mulia. Karena uang yang nyata memberikan apa yang menjadi keinginan setiap orang. Tapi uang itu tidak menjadi penting kalau kehidupan ini tidak berkaitan dengan kehidupan sosial di masyarakat. Karena alam telah memberikan begitu banyak kehidupan sebagai ungkapan kasih sayang Allah pada mahluknya. Yang disampaikan begitu indah dan terasa, sehingga memberikan kerinduan yang dalam pada makna dari perjalanan hidup ini untuk bisa diartikulasikan dalam cinta dan kasih sayang manusia untuk selalu ingin berbagi dengan sesamanya. Karena dengan berbagi itu membuat dirinya menjadi manusia yang mengerti kelembutan hidup penuh dengan warna ketulusan hati dan keluasan jiwa untuk mengabaik keindahan Allah yang Maha Besar dan Benar. Merdeka Sekolah menjelang tahun ajaran baru yang sudah menutup pendaftaran baru, kembali pintu itu diketuk oleh tamu-tamu mulia yang mengerti kehidupan ini, begitu lembut. Yang menghilangkan kesombongan dan keangkuhan pada kehidupan ini. Bahwa pendidikanlah yang membawa manusia pada kehidupan mulia untuk selalu berbagi. Satu persatu orang itu menyapa dengan sungkan, malu, minder dan ada yang bergembira menyambutnya. Semuanya yang datang satu persatu mempunyai harapan yang begitu besar pada Merdeka Sekolah untuk bisa mengahasi kehidupan anaknya di masa akan yang datang. Satu persatu Merdeka Sekolah menjadi sekolah yang memang menjadi berbeda dengan sekolah yang lain. Dan memang Merdeka Sekolah ingin memberikan sesuatu yang belum didapat oleh masyarakat dan rakyat kecil yang menjadi harapan dari kehidupan ini. Yaitu ingin menjadi manusia yang manusiawi, sehingga mampu bergerak pada kehidupan yang nyata untuk selalu diperjuangkan sebagai sebuah cita-cita yang mulia. Dengan terbukanya pintu Merdeka Sekolah ini memberikan banyak hal pada kehidupan masyarakat, untuk bisa terinspirsikan dan tergugah untuk menyapa kehidupan yang nyata, yang penuh dengan permasalahan sosial yang banyak dirasakan oleh semua rakyat, yaitu itu kualitas pendidikan yang baik dan semua rakyat dapat merasakan tanpa harus terhalang dengan status ekonomi, suku bangsa dan agama. Karena Islam itu adalah agama rahmatan lillallamin. Mudah-mudahan ini menjadi bertanda baik bagi kehidupan sosial masyarakat. Dan beranda baik bagi Merdeka Sekolah untuk banyak berkorban, begitu juga Semesta Langit Biru seluas namanya, sehingga memberikan banyak kemungkinan pada sistem pendidikan rakyat pada saat ini, yang sangat memerlukan kemungkinan dalam melihat kehidupan yang lebih alami sebagai manusia pada umumnya. Kembali guru diuji dengan kemampuan dalam melihat manusia dengan apa adanya. Siswa bukan satuan angka dan bukan urutan abjad yang diabsen. Tapi siswa ini adalah manusia yang banyak memberikan kemungkinan pada dirinya dan orang lain untuk selalu bisa menjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Karena manusia mempunyai pikiran dan hati yang susah diselami, karena hati lebih dalam dari lautan. Tapi dengan hati dan pikiran manusia bisa lebih dimengerti dalam satu kelembutan hidup ini untuk mengatakan bahwa manusia itu lebih manusiawi dari mahluk lainnya. Manusia lebih mengerti apa yang dikatakan oleh alam ini. Dengan begitu akan mempermudah guru dalam mendampingi untuk mencapai masa depan yang diinginkan. Karena guru juga mempunyai masa depan, guru bukan pekerjaa, bukan sebagai profesi, apalagi disuruh profesional karena guru bukan mekanisme indikator dari keberhasilan dari sebuah sistem. Tapi guru yang membuat hidup ini lebih berwarna dan bermakna, untuk dipahami dan dijalani sebagai manusia yang mempunyai kelembutan dan kecintaan pada hidup ini. Karena Allah telah menganurahkan cinta dan kasih sayang itu menjadi kekuatan yang membuat manusia menjadi lebih arif dan bijak dalam melakukan apapun dalam kehidupan realitas sosial. Membuat rakyat menjadi lebih berarti sebagai subyek dibanding sebagai obyek penderita dalam ekonomi, politi dan keamanan. Biarkan pintu itu terbuka agar hidup ini menjadi lebih jelas untuk memutuskan dan merealisasinya. Bahwa realitas sosial sudah memanggilnya, tunggu apa lagi untuk bertindak. Tapi kembali untuk bisa dipahami, bahwa setiap manusia tidak mau dirinya dibebani atau dikorbankan untuk sesuatu yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Kalau dia mengeluarkan uang begitu banyak sedangkan yang lain tidak mengeluarkan uang rasanya tidak adil dalam sebuah kebersamaan, dan hal ini yang terjadi dalam kehidupan ini pada saat ini. Masing-masing orang mempunyai pikiran yang sama bahwa dirinya tidak mau dibebani dan dikorbankan menurut padangan ekonomi dan itu pandangan yang pada saat ini, pandangan yang sangat realistik. Lebih baik mengurus keluarga sendiri itu lebih jelas tanggung jawabnya. Tidak ada yang rugi karena buat anak dan keluarga. Itu pikiran yang tepat dalam cara pandang ekonomi dan kepentingan keluarga kecil. Tapi Allah selalu memberikan pelajaran pada manusia dan kehidupan ini. Bahwa kehidupan di akhirat nanti akan putus hubungan anak dan orang tua. Karena dihadapan Allah adalah amal ibadah yang diperhitungkan. Karena hubungan anak dan orang tua adalah hubungan ketaqwaan pada Allah. Seorang anak sudah tidak lagi menolong orang tuanya yang kafir, karena Allah sudah tidak menghendaki. Itulah yang terjadi pada Nabi Ibrahim terhadap orang tuanya. Meskipun Ibrahim sebagai anak tetapi menghormatinya tapi tidak bisa membolak balik hatinya. Jadi kalau uang dipergunakan untuk jalan Allah, Allah akan memberikan kekayaan lebih banyak lagi, dan hal itu akan berimbas pada anak dan keluarga. Tapi kalau hanya untuk anak dan keluarga tapi kalau tidak untuk membela agama Allah hal itu tidak akan ada artinya apa-apa. Subhanallah, Allah Maha Suci begitu indah kehidupan itu terlihat, begitu dalam nilai-nilai yang ditanamkan pada utusanMu. Membuat pintu itu selalu terbukan untuk mengatakan sesuatu yang mulia, meskipun Merdeka Sekolah belum begitu banyak memberikan yang terbaikn pada kehidupan dan realitas sosial masyarakat yang mengalami ketimpangan kehidupan pada rakyat yang kurang beruntung. Langkah-langkah itu bukan sesuatu yang istimewa bagi Merdeka Sekolah karena itu hanya bagian dari debu berterbangan yang diperhitungkan Allah pada manusia. Bagaimana kalau bukan debu tapi kerikil akan lebih baik, begitu juga kalau batu besar akan lebih baik lagi, tapi bagaimana dengan gunung yang besar akan lebih baik lagi dalam mendekati Allah. Seperti Nabi Musa yang mengiginkan wajah Allah tapi dia tidak mampu melihatnya karena Allah begitu besar dan manusia itu adalah debu yang berterbangan. Biarkan pintu itu terbukan memberikan sirkulasi kehidupan manusia menjadi lebih baik. Membuat realitas sosial bagi rakyat kecil itu menjadi lebih baik dan dengan dinamika kehidupan yang dipahami sebagai sebuah perjuangan untuk memerdekakan diri. Karena pintu Merdeka Sekolah sudah terbuka dan Allahlah yang akan membantu kita. Tidak ada lagi. (T. Aru)

2 thoughts on “Pintu Merdeka Terbuka

  1. TERBITANYA CAHAYA MERDEKA

    KETIKA HIDUP INI TELAH DIPUTUSKAN SEOLAH MENJADI KEHIDUPAN INI HARUS DISYIARKAN SEBAGAI REALITAS KEHIDUPAN YANG MAU TIDAK MAU MEMANG HARUS DILAKUKAN KARENA KEHIDUPAN DAN REALITAS SOSIAL MEMANG MEMERLUKAN ITU. KEBERADAAN REALITA MANUSIA ADALAH KEBERADAAN REALITAS MANUSIA DENGAN MANUSIA LAINNYA. ITU KITA NYATAKAN BAHWA KITA ADA KARENA AKU ADA, BEGITU JUGA KARENA AKU ADA KARENA KITA MEMANG ADA DAN KITA ADA KARENA KITA TAHU BAHWA ALLAH ITU ADA.

    ITULAH YANG DINYATAKAN MERDEKA SEKOLAH DI DALAM SETIAP PERISTIWAAN, KEJADIAN DAN APA YANG DIRASAKAN SERTA DIPIKIRKAN MENJADI ARTIKULASI DALAM REALITAS BLOG INI SELALU UNTUK DINYATAKAN. AGAR KEHIDUPAN DAN REALITAS KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DAN YANG MENYANGKUT RAKYAT KECIL INI MENJADI ADA. MESKIPUN RAKYAT KECIL ITU ADA TAPI TIDAK ADA DALAM BENAK PIKIRAN DAN PERASAAN KEHIDUPAN YANG SERBA GEMERLAPAN, DENGAN MENGEDEPANKAN PADA KESEMPURNAAN HIDUP DAN KEINDAHAN HIDUP YANG SEMU DAN HANYA LIFE SERVICE UNTUK MENYATAKAN MANUSIA ITU ADA DALAM REALITAS SOSIAL, REALITAS KESENANGAN, KEBANGGAAN, KEBAHAGIAN DAN KETENTRAMAN DAN KEAMANAN YANG SEMU. KARENA SEMUA TERKONDISI PADA REALITAS KEHIDUPAN YANG LEBIH MENGEDEPANKAN BENTUK DAN MENGABAIKAN NIAT YANG TULUS DAN IKHLAS DALAM MENGABAPAI RIDHO ALLAH. PADA HAL KALAU KITA BERBICARA MASALAH NIAT DAN ISI DARI KEHIDUPAN INI MAKA DENGAN SENDIRINYA BENTUK DAN KEMASAN ITU AKAN TERLIHAT MENJADI LEBIH ALAMI MESKIPUN TERLIHAT INDAH DAN MEWAH, TAPI TIDAK MENGHILANGKAN NILAI KEINDAHAN DAN KEBESARAN DAN REALITAS KEHIDUPAN ALAM SEMESTA INI YANG MANA ALLAH SELALU MEMBERIKAN PANCARAN YANG TIDAK PERNAH PUTUS DAN REDUP.

    MERDEKA SEKOLAH MENGANGKAT KEINDAHAN REALITAS SOSIAL YANG BERBASIS PADA RAKYAT YANG MEMANG ADA DALAM REALITAS SOSIAL BUKAN BERADA DALAM TATARAN POLITIK, EKONOMI, PASAR ATAU KAMPANYE DAN RETORIKA DALAM KEKUASAAN DAN PARLEMEN YANG MENGEDEPANKAN RAKYAT SEBAGAI SENJATA PAMUNGKAS UNTUK MENGATAKAN SESUATU PADA LAWAN POLITIK. TAPI INI ADALAH REALITAS SOSIAL YANG SELALU MENGATAKAN DALAM HIDUP INI SEPERTI TERBITNYA MATAHARI PAGI YANG SELALU MENYAPA TANPA UNTUK MINTA DIPUJI ATAU DIPERHATIKAN TAPI DIA TETAP AKAN SELALU BERSINAR SESUAI DENGAN FITRAH DAN AMANATNYA YANG DIBERIKA ALLAH UNTUK SELALU BERTERBIT SETIAP PAGI. BEGITU JUGA MERDEKA SEKOLAH SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK PADA KEHIDUPAN INI MESKIPUN KEHIDUPAN INI TIDAK PERDULI TAPI DIA TETAP AKAN SELALU MEMERDEKAN RAKYAT DAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA UNTUK BISA MENYATAKAN DIRI DAN MENENTUKAN HIDUP SESUAI DENGAN FITRAH DAN KEHIDUPAN MANUSIA DIMUKA BUMI. UNTUK SELALU BERKATA PADA KEINDAHAN DAN KEBESARAN ALLAH YANG SELALU BERKUMANDANG DI ALAM SESMESTA INI.

    BIARKAN MERDEKA SEKOLAH DENGAN APA ADANYA UNTUK MENYATAKAN APA YANG DIRASAKAN DIPIKIRKAN DENGAN SEGALA MACAM HAL MENGATAKAN PADA REALITAS SOSIAL BAHWA HIDUP INI MEMANG HARUS DINYATAKAN DAN DIJALANI DENGAN SEGALA MACAM KONSEKWENSI UNTUK MENGATAKAN ALLAH ITU MEMANG ADA. APA PUN YANG TERJADI DENGAN MERDEKA SEKOLAH TIDAK AKAN PERNAH SURUT DALAM KEHIDUPAN DAN REALITAS SOSIAL YANG MENGEDEPANKAN RAKYAT KECIL UNTUK BISA MENENTUKAN HAK DAN KEWAJIBAN YANG BEGITU INDAH BISA DIRASAKAN KALAU HAL ITU TERJADI.

    JADI TULISAN INI MENGALIR DAN TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI KALAU MERDEKA SEKOLAH ITU MASIH ADA DALAM KEHIDUPAN REALITAS SOSIAL RAKYAT YANG SELALU MEMBAWA PERUBAHAN KEHIDUPAN PADA CARA PANDANG MANUSIA. KARENA MERDEKA SEKOLAH BUKAN SEKOLAH DALAM PENGERTIAN PADA UMUMNYA DAN JUGA BUKAN LEMBAGA PADA PENGERTIANNYA. TAPI MERDEKA PADA TATANAN KEHIDUPAN RAKYAT YANG MEMBUTUHKAN ADVOKASI, PEMBELAAN YANG NYATA. MUNGKIN HAL ITU TIDAK AKAN TERWUJUD SELAMA KEHIDUPAN INI PENUH DENGAN KETIDAK ADILAN DAN PARTAI POLITIK ATAU ORGANISASI MASA HANYA MELIHAT RAKYAT SEBAGAI OBJEK DAN MEDIA UNTUK MEMBESARKAN PARTAI POLITIK DAN ORGANISASI MASSA TANPA KECUALI YAYASAN SOSIAL YANG KATANYA SEBAGAI GARDA DEPAN DARI PENYELESAIAN SOSIAL. TAPI MAKIN MENJADI KERUH DAN RAKYAT MAKIN TERSUDUT, KARENA TIDAK BISA BERBUAT APA-APA, LANGIT MAKIN KELAM DAN GELAP, SEOLAH HARAPAN TIDAK PERNAH ADA DALAM KEHIDUPAN INI. KARENA REALITAS SOSIAL PERNAH ADA DALAM KEHIDUPAN RAKYAT YANG TERTINDAS DAN MISKIN. HANYA KEGELAPAN REALITAS SOSIAL ITU RAKYAT MASIH TETAP UNTUK BISA BERKATA DALAM DIAM DAN KEPEDIHAN, KARENA DI SANA ALLAH MASIH ADA MESKI PUN DALAM REALITAS KEHIDUPAN ITU TIDAK ADA. KARENA HIDUP SELALU DIUKUR DENGAN INDIKATOR DAN MENGIKUTI KEBUTUHAN PADA HAL KEBUTUHAN TIDAK PERNAH TERBATAS KALAU MENGIKUTI HAWA NAFSU. KARENA ALLAH SENDIRI TELAH MEMBERIKAN KETENTUAN TENTANG KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA DENGAN BERZAKAT, INFAQ DAN SEDEKAH. DENGAN BEGITU KEBUTUHAN ITU AKAN TERKONTROL DAN BERGERAK PADA PROPORSI KEHIDUPAN MANUSIA YANG NANTINYA AKAN BERIMPLIKASI PADA REALITAS KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT UMUMNYA, DALAM HAL INI RAKYAT KECIL MENJADI LEBIH MEMPUNYAI HARGA DIRI DAN KEPRIBADIAN YANG KUAT KARENA SISTEM SOSIAL YANG EGALITER ATAU KESETARAAN ANTARA MANUSIA SATU DENGAN YANG LAINNYA TANPA HARUS MELIHAT STATUSNYA. KARENA YANG MENGIKAT SISTEM SOSIAL ITU DALAM KEKUASAAN ALLAH.

    JADI MUATAN YANG BEGITU INDAH MEMANG TIDAK AKAN SEINDAH DENGAN APA YANG KITA LAKUKAN BANYAK YANG HARUS DILURUSKAN PADA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DALAM MERDEKA SEKOLAH AGAR MATAHARI ITU SELALU TERBIT DI PAGI HARI. KEIKHLASAN MEMANG HARUS DI HUJAMKAN DALAM JIWA RAGA AGAR BISA MENJADI SESUATU YANG BERARTI DAN BESAR DI HADAPAN ALLAH KARENA ALLAH MAHA TAHU DAN MAHA BIJAK. DAN KEIKHLASAN ITU AKAN TERWUJUD DENGAN ZIKIR MENYEBUT NAMA ALLAH DAN MEMBACA AL QURAN SETIAP HARI, SHOLAT QIYAMULLAIL ADALAH MALAM YANG AKAN MENGURAI SEMUA PERSOALAN DALAM MENJEJAKAN LANGKAH UNTUK SELALU DAN HARUS DIPERJUANGKAN.

    MERDEKA SEKOLAH, TERBITNYA MATAHARI DI PAGI HARI UNTUK SELALU MEMBERIKAN HARAPAN PADA ANAK-ANAK UNTUK SELALU MENYONGSONG MASA DEPAN DENGAN PENUH HARAPAN DAN MEMBERIKAN KECERLANGAN DALAM HIDUP INI. MESKI LANGKAH TERSANDUNG DENGAN LOKASI YANG BELUM PASTI TAPI HARAP DALAM JIWA INI SUDAH PASTI KARENA MEMANG MATAHARI ITU TELAH TERBIT SETIAP PAGI, SEBUAH HARAPAN YANG SELALU MEMBERIKAN KEMUNGKINAN YANG TIDAK MUNGKIN PAGI ORANG LAIN. KARENA HIDUP INI MEMANG BUKAN HITUNG-HITUNGAN EKONOMI TAPI HITUNGAN ALLAH YANG MENJADI HARAP DAN HIDUP INI MENJADI TETAP BERJALAN. MERDEKA SEKOLAH MENJADI PENDIDIKAN YANG BERGERAK PADA NADI KEHIDUPAN YANG TIDAK TERIKAT PADA BENTUK MESKIPUN BENTUK ATAU GEDUNG SEKOLAH ITU MENJADI PENTING TAPI BUKAN BERARTI KUALITAS PENDIDIKAN MENJADI KURANG. KARENA KUALITAS PENDIDIKAN TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN GEDUNG SEKOLAH TAPI ADA HUBUNGANNYA DENGAN MANUSIA, CITA-CITA, SEMANGAT PERJUANGAN YANG SELALU DIMULAI DENGAN NIATAN YANG IKLHAS. KARENA DENGAN KEIKLHASAN HANYA PADA ALLAH ITU MEMBUAT PEKERJAAN ITU MENJADI SANGAT BERARTI DI MATA ALLAH MESKIPUN SEKECIL BIJI ZARAH. KARENA PERKERJAAN YANG MULIA DAN BESARKAN KALAU TIDAK ADA NIATAN IKHLAS TIDAK ADA ARTINYA APA-APA DI MATA ALLAH. MESKIPUN DI MATA MANUSIA SEBAGAI PAHLAWAN DAN ORANG YANG PALING BERJASA DALAM PERJUANGAN INI. HIDUP INI BUKAN UNTUK MANUSIA TAPI UNTUK BERIBADAH PADA ALLAH. DAN MERDEKA SEKOLAH INI ADALAH SARAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH, AGAR ALLAH SELALU MENYAPA KITA DENGAN LEMAH LEMBUT, SEHINGGA KITA BISA MERASA BAHWA HIDUP DI DUNIA INI SEBUAH PERJALANAN YANG TIDAK PERLU TERHANYUT DAN DIKUASAI SEHINGGA MEMBUAT KITA TIDAK BERDAYA.

    TINGGAL BEBERAPA HARI LAGI SEKOLAH AKAN MASUK DAN BEBERAPA KALI RAKYAT ITU MENYAPA MERDEKA SEKOLAH MELALUI TELPON UNTUK MENGETUK PINTU DAN BERTANYA APAKAH SEKOLAH INI MASIH BUKA, MASIH MENERIMA SISWA BARU DAN BISA MENERIMA SISWA PINDAHAN. MATAHARI PAGI TETAP TERBIT MESKI PUN NANTI AKAN TERBENAM DI SORE HARI, TAPI MATAHARI TETAP TERBIT DI PAGI HARI. BEGITULAH MATAHARI TERBIT PAGI MENGINSPIRASIKAN PADA KINERJA KITA DALAM MENYAMBUT ANAK-ANAK DAN ORANG TUA YANG MASIH MEMPUNYAI HARAPAN UNTUK TERBIT SETIAP PAGI.

    LANGKAH ITU SUDAH BERJALAN UNTUK MENUJU TUJUAN YANG ABADI. USAHA ITU SUDAH DILAKUKAN UNTUK MENUNAIKAN CITA-CITA, MESKI PUN BELUM ADA, TAPI HARAPAN ITU MASIH ADA, LOKASI ADALAH SEBUAH HARAPAN YANG MEMBUAT MERDEKA SEKOLAH ITU TETAP ADA. KALAU PUN LOKASI SUDAH ADA MERDEKA SEKOLAH ITU MENJADI LEBIH MERDEKA UNTUK SEBUAH RAKYAT YANG TERTINDAS DAN TIDAK BERDAYA. UNTUK BISA SEKOLAH BERSAMA KITA SEMUA YANG MERINDUKAN KEINDAHAN SILATURAHIM DAN BERJAMA’AH.

    KEINDAHAN PAGI ITU MEMBUAT KITA RINDU PADA SEBUAH CITA-CITA YANG MEMBERIKAN BANYAK HAL PADA KEHIDUPAN INI. UANG YANG KITA KELUARKAN SEBENARNYA TIDAK ADA ARTINYA, APA LAGI BUAT SESUATU YANG MEMBAWA KITA KEPADA KETAQWAAN PADA ALLAH. SEORANG PENGUSAHA TERKAYA MENGHABISKAN UANG UNTUK MENGIKUTI PESAWAT RUANG ANGKASA HANYA UNTUK MELIHAT LUAR DUNIA. YANG HANYA BEREFEK PADA SENANGAN PRIBADI. TAPI MENGELUARKAN UANG DENGAN HABIS-HABISAN UNTUK PENDIDIKAN MENGANTARKAN KITA PADA KERINDUAN PADA DUNIA AKHIRAT, DAN MENEMBUT PADA KEDEKATAN DIRI PADA ALLAH. MEMBUAT DUNIA ITU TIDAK ADA APA-APANYA, HIDUP DAN MATINYA HANYA UNTUK ALLAH. DAN KERINDUAN PADA ALLAH ITU SELALU MENYELIMUTI KEHIDUPANNYA. SETIAP DETIK, SETIAP SAAT UNTUK MENGERAKAN DALAM GETARAN JIWA. APA LAGI YANG KITA TUNGGU SEBELUM WAKTU TIBA.

  2. TANAH MERDEKA TANAH TUMPAH DARAH

    Manusia dalam sejarah kehidupan yang digambarkan terbuat dari tanah karena merupakan sari pati yang ada dalam sistem produksi, di mana dalam proses pertumbuhannya manusia berkembang sebagaimana layaknya mahluk lain ciptaan Allah. Ketika sekian tahun mengalami perkembangan manusia kembali lagi pada sejarah kehidupanya dalam proses kematian yang dibenamkan dalam liang lahat dan jasad mengalami proses menguraian yang dibantu oleh mahluk lainnya, ciptaaan Allah, sehingga manusia mengurai dan berubah menjadi tanah, menyatu dalam bentuk dan warna, bentuk manusia kehilangan bentuk dan figurnya. Tetapi Allah tidak begitu saja merubah manusia menjadi sebuah tanah, tanpa ada penghargaan yang tinggi terhadap manusia, dalam hal ini manusia yang taat dan patuh pada perintah Allah dan konsisten menjalankan perintah dan larangannya, sesuai dengan kemampuannya, karena Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Dia Maha Tahu apa yang terbaik bagi kehidupan manusia. Allah juga tahu bagaimana menghargai manusia sesuai dengan janjinya. Dan Allah juga memberikan balasannya sesuai dengan keinginan dari manusia yang telah diberikan petunjuk tetapi mengabaikan, menolak dan menentangnya untuk menunjukkan dirinya sepadan dengan Allah. Hal itu akan diberikan tempat yang layak dengan arogansinya, yaitu neraka jahanam.

    Itu sebuah gambaran dari kehidupan manusia bahwa tanah dan manusia itu adalah satu kesatuan dalam kehidupannya. Hanya tanah yang persepsikan sekarang adalah tanah yang menunjukkan tempat tinggal manusia dan tempat aktifitas manusia dalam kehidupan ini. Membuat tanah mempunyai makna dan nilai yang berbeda, karena tanah menjadi sebuah komudite ekonomi sebagai investasi kehidupan dunia. Sebagai indentifikasi pemilikan. Dan tanah kalau dikonversikan dengan uang dan sebagai bentuk harta kekayaan selalu mengarah pada pengertian hak dan kepemilikan manusia dalam konstelasi sosial. Yang berdampak pada kekuasaan mengarah pada bentuk perampasan dan penindasan untuk mengambil tanah itu menjadi hak milik. Dengan cara membeli tanah semurah mungkin sebagai investasi yang kemudian bisa dijual lebih mahal lagi, sehingga memberikan keuntungan yang selangit.

    Tanah Merdeka, tanah tumpah darah itu adalah sublimasi kehidupan manusia dengan alam semesta ini. Di mana manusia menjadi sahabat alam yang begitu dekat, sehingga memberikan pemahaman yang dalam tentang tanah itu. Tanah sebagai realitas yang mengugah perasaan dan jiwa untuk memberikan yang terbaik, begitu juga alam sebagai tanah yang memberikan banyaaaaaak sekali manfaat bagi manusia, hidup dan matinya menjadi sahabat yang kental dan kehidupan ini. Tanah Merdeka menjadi tanah tumpa darah, karena tanah Merdeka bukan tanah milik seseorang tapi tanah kecintaaan dan ibadah pada Allah untuk mengatakan bahwa hidup sekarang ini begitu melimpah karunianya yang diberikan pada kita, dan itu menjadi saran kita dalam mengaktualisasikan nilai kebenaran dan kecintaan pada Allah melalui kegiatan pendidikan sebagai aktualisasinya. Karena karunia Allah yang diberikan dalam bentuk harta kekayaan ini menjadi kesempatan untuk menginvestasikan kekayaan abadi dalam hidup manusia, yaitu kehidupan akhirat. Aktualisasi tanah Merdeka tanah tumpah darah itu hanya bagian kecil dari pengorbanan dan kecintaaan kita pada Allah.

    Tapi itu tidak ada tanah Merdeka tanah tumpah darah. Karena apa yang dimiliki manusia itu adalah miliknya. Miliknya dengan sedirinya tidak akan bisa menjadi milik orang lain, apa lagi masyarakat pada umumnya, publik. Membuat hidup ini menjadi terlalu sempit untuk dikatakan dalam realitas sosial. Karena penekan antara satu dengan yang lain menjadi sebuah persoalan yang tersendiri. Jadi nilai sublim dari tanah Merdeka tanah tumpah darah menjadi sebuah nyanyian anak-anak sekolah tanpa bisa merasakan bahwa tanah itu memang ada dalam kehidupan ini. Karena tanah Merdeka tanah tumpah darah telah hilang ditelan kehidupan yang begitu rakus dan serahkah. Semuanya menjadi miliknya, sehingga perlu banyaaaaak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan untuk tanah Merdeka tanah tumpah darah. Keluarga, anak, istri dan suami menjadi sebuah prioritas dalam kehidupan sosial. Karena itu adalah realitas yang sebenarnya dalam kehidupan manusia. Tapi bagaimana dengan realitas kehidupan manusia yang sebenarnya, yang selalu rindu dengan fitrah yang suci murni sebagai taburan bunga melati yang semerbak bau mewangi itu. Untuk mengatakan bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus diperjuangkan dan perjuangan adalah sebuah pengorban, dan pengorbanan itu adalah jihad yang paling indah dan mulia. Karena menjadi cita-cita tertinggi bagi manusia.

    Tanah Merdeka tanah tumpah darah itu bukan lagi tanah Merdeka tapi tanah tumpah darah karena pertikaian perebutan tanah antara rakyat dengan pengusaha, antara rakyat dengan kepentingan sistem. Antara rakyat dengan kekuasaan. Selalu membawa korban yang tidak sedikit bagi kehidupan realitas sosial yang menjadi antmosfir dari kehidupan manusia, untuk bisa berkata bahwa hidup adalah hidup pekerja mengali tanah dan memasuki rahasia langit dan samudra, serta mencipta dan mengukir dunia. Sesungguhnya kita bukan debu meski kita rakyat miskin dan tertindas. Tapi harga diri kita adalah kehormatan kita, tegoklah kebelang, kemasa silam yang tak seorangpu tahu. Itulah jukilan puisi Rendra yang begitu saja mengalir dalam melihat permasalahan tanah Merdeka tanah tumpah darah. Mengombang-ambing dalam ombak yang tidak pernah jelas dipahami, meski sudah coba dipahami, tapi itu tidak pernah terpahami. Karena tanah itu memang bukan persoalan tanah dalam kosmologi kehidupan yang sublim. Tapi persoalana kepemilikan dan milik siapa, seolah pertanyaan yang tidak mungkin bisa terurai dengan baik kalau masih melihat dalam cara berpikir. Karena pikiran selalu berdasarkan pertimbangan dan pertimbangan itu selalu mengembalikan pada keraguan dan keraguan berikutnya. Membuat diri ini menjadi lemah dan tak berdaya dalam mengambil keputusan, hingga akhirnya terlupakan dan tertelan pada hiruk pikuk kehidupan kelurga yang menjadi simbol sosial yang selalu dikedepankan menjadi sebuah persoalan utama. Pada hal kehidupan ini sebagai amanah yang memberikan banyak kemungkinan pada manusia untuk bisa berbuat banyak dalam kehidupan ini, untuk kepentingan bersama, kepentingan setiap orang untuk menjadi orang yang terbaik dalam hidup ini. Sebuah upaya keimanan pada Allah untuk selalu berkata pada realita sosial masyarakatnya.

    Tanah Merdeka tanah tumpah darah, memang harus digerakan pada sebuah pengorbanan yang tidak main-main bagi sebuah perjuangan. Tapi bagi orang yang memiliki pandangan hidup yang luas pengorbanan bagi tanah Merdeka bukan sebuah pengorbanan yang besar, karena itu memang menjadi ritme kehidupan manusian dalam mengaktulisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Tanah Merdeka itu merupakan bagian dari aspek penikatan iman yang sangat signifika, kalau hal itu dilakukan. Karena akan memberikan banyak keuntungan bagi orang yang mengorbankan hartanya, tapi juga pada masyarakat, dunia pendidikan dan umat pada umumnya. Membuat Allah begitu cepat, secepat kilat dan sekelebat mata yang tidak bisa ditangkap dengan mata telanjang. Karena itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang selalu melakukan hal yang terbai bagi kehidupan ini.

    Tanah Merdeka tanah tumpah darah yang sampai saat ini belum Merdeka, karena masih banyak orang yang belum merdeka. Masih diikat dalam sangkar emas, dalam etalase kehidupan yang semu, diikat oleh harta, deposito dan keuntungan yang mengiuarkan. Dalam bentuk uang dan uang, aneh hidup manusia yang hanya memerlukan makan yang tidak seberapa, hidup dengan ketentraman dan kebahagian sudah cukup kenapa harus menahan harta dan kekayaan begitu gigih. Tapi itulah aku, manusia yang hanya bisa bicara dan susah melakukannya. Aku adalah binatang jalan yang terbuang karena tidak mengerti arti tujuan dari hidup. Aku yang sempit dalam pandangan dan jiwa meskipun aku sudah mengetuk pintu tapi tak ada jawaban, karena hati dan jiwaku begitu kotor dan menyengat dalam kehidupan ini. Tapi aku tetap belajaran dan selalu penyatakan dalam tindakan yang juga tidak aku pahami, tapi aku tahu itu yang terbaik. Meskipun orang bilang hal itu tidak mungkin dan memang tidak mungkin dalam pandangan manusia. Tapi pandangan Allah apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, itu satu-satunya yang aku punya untuk selalu berbegang pada tali Allah.

    Tanah Merdeka tanah airku, tumpat darahku, di sanalah aku berdiri, di sana pula aku pertindakan atas panggilan alam yang tidak pernah dimengerti, bahwa kemerdekaan semua orang itu adalah sebuah bangsa dan negara tanpa kecuali. Kenapa harus dibatasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s