Merdekanya Belajar di Alam


Merdeka Belajar Di Alam

Belajar di Matras Alam

Anak Merdeka memang benar-benar Merdeka. Belajar tidak musti di ruang kelas yang syarat dengan batasan-batasan dinding ruang. Tak musti dengan kelas yang wangi dan berpendingin, serta warna-warni cat yang mahal. Alam adalah ruang yang sesungguhnya serta luas tanpa batas. Tuhan sediakan setiap jengkal permukaan ini sebagai ruang yang dapat disimak dan dijadikan reference dalam kitab pembelajaran.

Terik matahari dan gatalnya ladang yang ditumpuki jerami-jerami kering ternyata menjadi inspirasi belajar yang dalam. Anak merdeka bisa menjadikan tumpukan jerami sebagai matras empuk yang tak kalah nyaman dibanding spon tebal yang mental-mental. Diatas jerami yang beralaskan tanah ladang yang bergeronjalan anak merdeka menuliskan inspirasi alam dalam torehan huruf-huruf di kertas putih kanvas ekspresi. Sesekali jerami itu dihamburkan berterbangan diawan sebagai ekspresi kebebasan sambil berteriak tak ada batasan. Suara keras dan tawa tanpa batas mereka luapkan dimerdekanya alam.

Jerami itu menerbangankan Angan Anak Merdeka

Anak merdeka tak puas membaca dan melihat, Bapak dan Ibu  tani yang mengajari cara merontokkan padi, ingin diimitasi. Satu persatu anak merdeka berguru pada ahlinya dan mencoba merontokan bulir-bulir padi dari pohonya yang kuning semburat kehijauan. Bilahan papan dengan rongga-rongga berjarak menjadi bantalan untuk merontokkan anugerah Tuhan, dan wajah riang ternampak dari rona anak merdeka karena mereka BISA memcontoh apa yang diajarkan oleh Guru Kenyataanya.

Guru Realitas yang Ilmunya tak Terbatas

Anak Merdeka terus menjelajah alam. Lautan ilalang coba tuk diseberangi, anak merdeka seakan tenggelam dalam belantaranya ilalang. Dalamnya tinggi ilalang membenamkan tinggi anak merdeka yang masih terbatas. Ilalang yang terayun oleh tiupan angin liar membuat anak merdeka berfikir kekuatan dorong dari tenaga angin ciptaan Tuhan. Bahkan angin-angin itu mampu menerbangkan kapas-kapas bunga ilalang yang melayang jauh sambil membawa biji-biji untuk ditebar di bumi illahi. Kuasa Tuhan menghijrahkan tumbuhan dari tempat yang satu ke tempat lainnya.

Tenggelam di Kedalaman Ilalang

Waktupun menyentuh batas belajar, anak-anak merdeka turun dari tingginya ruang belajar dengan menyusuri lereng-lereng miring yang berdebu. Namun tidak menurunkan harapan dan cita-cita anak merdeka untuk belajar dari alamnya. Setiap geraknya memiliki makna belajar, bahwa lereng menurun harus ditaklukkan dengan bersama dan saling menolong untuk bisa menuju arah yang sama.

Menuruni alam yang miring

Anak Merdeka lelah, meneteskan air keringat yang tak terasakan basahnya. Buku-buku itu menyimpan banyak catatan yang tanpa batas. Pikiran anak-anak itu penuh dengan inspirasi dan selaksa ilmu terapan. Mereka mendapatkan banyak hal yang mungkin tak kan pernah didapatkan kalau sekedar belajar di ruang dengan batasan-batasan. Namun ini bukan berarti anak merdeka adalah anak yang sekedar belajar tentang sederhananya aktivitas/pekerjaan. Anak-anak merdeka cita-citanya tidak sesederhana petani yang musti turun ke ladang saban hari. Namun inspirasi saling menghargai dan mekanika fisika dapat diperoleh dari apa yang dilakukan petani dalam merontokkan bulir-bulir padi. Perpindahan energi gerak menjadi energi bunyi gesek dan rentetannya adalah ilmu-ilmu mekanik sederhana yang mengilhami lahirnya mesin-mesin giling padi yang modern.

Ruang Belajar yang Mengasyikan

Apa yang ada dari yang sederhana di alam, diharapkan  dapat menjadi inspirasi anak-anak Merdeka ketika kelak harus menjawab tantangan dijamannya. Memang saat anak Merdeka dewasa nanti, takkan berjumpa lagi dengan ladang ilalang yang terhampar luas tanpa batasan. Dua puluh sampai tiga puluh tahun kedepan mereka tidak akan lagi bertemu sususan tanah gembur yang miring sebagai tempat perosotan, namun mereka akan bertemu dengan kemajuan yang bergeraknya sulit untuk dibendung dengan angan-agan. Maka anak merdeka perlu berbekal inspirasi untuk bisa merangsang pikiran kedepan akan Mereka kelak bisa berarti di jamannya. Anak Merdeka Belajar dari Alam untuk Masa Depan. (Tanda S) 

One thought on “Merdekanya Belajar di Alam

  1. PINTU MERDEKA SEKOLAH

    Pendaftaraan Merdeka Sekolah telah selesai penerimaan siswa baru pada bulan Mei dan Juni. Persiapan untuk menyambut untuk siswa baru yang mempunyai orientasi baru. Sebuah harapan orang tua dan anak untuk mendapatkan tempat yang dapat memfasilitas pontensi dan kemampuan menjadi sebuah kehidupan baru untuk masa depan yang baru. Meskipun masalah sosial tetap mengelayut di dalam tugas yang diemban oleh Merdeka Sekolah untuk bisa diatasi dan dijalani dengan sepenuh hati. Dengan menambahkan keberanian untuk memutuskan tempat dan pendidikan apa yang ingin diberikan oleh masyarakat dan umat Islam pada umumnya. Agar Merdeka Sekolah ini memang memberikan kemerdekaan pada kehidupan masyarakat.

    Keputusan untuk mempunyai lahan pendidikan menjadi sebuah upaya yang tidak main-main. Karena setiap pilihan ada konsekwensinya, untuk bisa diatasinya. Tapi pilihan yang sesuai dengan kemampuan untuk bisa menyelesaiankan dengan baik. Karena disitulah tekat dan semangat untuk menjelmakan pendidikan yang baik akan terlihat.

    Tetapi kalau tidak ada keputusan dan menimbang-nimbang dengan mengedepankan permasalahan untuk memutuskan sesuatu akan menjadi lebih berat dan membuat terombang-ambing dengan segala macam perasaan yang tidak menentu, dan membuat hati dan tekat ini akan kehilangkan daya juang dan hanyut pada kehidupan sehari-hari yang tidak memberikan kita kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Kesibukan hanya melupakan apa yang menjadi perjuangan kita sebenarnya.

    Persoalnya yang mengelayut dalam menyelesaikan masalah. Memang tidak mudah untuk dinyatakan. Apa lagi masalah uang dan uang yang pada saat ini menjadi penentu kehidupan seseorang dan uang juga menjadi Tuhan kehidupan. Yang membuat orang bisa mengorbankan aqidah dan cita-cita yang mulia. Karena uang yang nyata memberikan apa yang menjadi keinginan setiap orang.

    Tapi uang itu tidak menjadi penting kalau kehidupan ini tidak berkaitan dengan kehidupan sosial di masyarakat. Karena alam telah memberikan begitu banyak kehidupan sebagai ungkapan kasih sayang Allah pada mahluknya. Yang disampaikan begitu indah dan terasa, sehingga memberikan kerinduan yang dalam pada makna dari perjalanan hidup ini untuk bisa diartikulasikan dalam cinta dan kasih sayang manusia untuk selalu ingin berbagi dengan sesamanya. Karena dengan berbagi itu membuat dirinya menjadi manusia yang mengerti kelembutan hidup penuh dengan warna ketulusan hati dan keluasan jiwa untuk mengabaik keindahan Allah yang Maha Besar dan Benar.

    Merdeka Sekolah menjelang tahun ajaran baru yang sudah menutup pendaftaran baru, kembali pintu itu diketuk oleh tamu-tamu mulia yang mengerti kehidupan ini, begitu lembut. Yang menghilangkan kesombongan dan keangkuhan pada kehidupan ini. Bahwa pendidikanlah yang membawa manusia pada kehidupan mulia untuk selalu berbagi. Satu persatu orang itu menyapa dengan sungkan, malu, minder dan ada yang bergembira menyambutnya. Semuanya yang datang satu persatu mempunyai harapan yang begitu besar pada Merdeka Sekolah untuk bisa mengahasi kehidupan anaknya di masa akan yang datang.

    Satu persatu Merdeka Sekolah menjadi sekolah yang memang menjadi berbeda dengan sekolah yang lain. Dan memang Merdeka Sekolah ingin memberikan sesuatu yang belum didapat oleh masyarakat dan rakyat kecil yang menjadi harapan dari kehidupan ini. Yaitu ingin menjadi manusia yang manusiawi, sehingga mampu bergerak pada kehidupan yang nyata untuk selalu diperjuangkan sebagai sebuah cita-cita yang mulia.

    Dengan terbukanya pintu Merdeka Sekolah ini memberikan banyak hal pada kehidupan masyarakat, untuk bisa terinspirsikan dan tergugah untuk menyapa kehidupan yang nyata, yang penuh dengan permasalahan sosial yang banyak dirasakan oleh semua rakyat, yaitu itu kualitas pendidikan yang baik dan semua rakyat dapat merasakan tanpa harus terhalang dengan status ekonomi, suku bangsa dan agama. Karena Islam itu adalah agama rahmatan lillallamin.

    Mudah-mudahan ini menjadi bertanda baik bagi kehidupan sosial masyarakat. Dan beranda baik bagi Merdeka Sekolah untuk banyak berkorban, begitu juga Semesta Langit Biru seluas namanya, sehingga memberikan banyak kemungkinan pada sistem pendidikan rakyat pada saat ini, yang sangat memerlukan kemungkinan dalam melihat kehidupan yang lebih alami sebagai manusia pada umumnya.

    Kembali guru diuji dengan kemampuan dalam melihat manusia dengan apa adanya. Siswa bukan satuan angka dan bukan urutan abjad yang diabsen. Tapi siswa ini adalah manusia yang banyak memberikan kemungkinan pada dirinya dan orang lain untuk selalu bisa menjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Karena manusia mempunyai pikiran dan hati yang susah diselami, karena hati lebih dalam dari lautan. Tapi dengan hati dan pikiran manusia bisa lebih dimengerti dalam satu kelembutan hidup ini untuk mengatakan bahwa manusia itu lebih manusiawi dari mahluk lainnya. Manusia lebih mengerti apa yang dikatakan oleh alam ini. Dengan begitu akan mempermudah guru dalam mendampingi untuk mencapai masa depan yang diinginkan. Karena guru juga mempunyai masa depan, guru bukan pekerjaa, bukan sebagai profesi, apalagi disuruh profesional karena guru bukan mekanisme indikator dari keberhasilan dari sebuah sistem. Tapi guru yang membuat hidup ini lebih berwarna dan bermakna, untuk dipahami dan dijalani sebagai manusia yang mempunyai kelembutan dan kecintaan pada hidup ini. Karena Allah telah menganurahkan cinta dan kasih sayang itu menjadi kekuatan yang membuat manusia menjadi lebih arif dan bijak dalam melakukan apapun dalam kehidupan realitas sosial. Membuat rakyat menjadi lebih berarti sebagai subyek dibanding sebagai obyek penderita dalam ekonomi, politi dan keamanan.

    Biarkan pintu itu terbuka agar hidup ini menjadi lebih jelas untuk memutuskan dan merealisasinya. Bahwa realitas sosial sudah memanggilnya, tunggu apa lagi untuk bertindak. Tapi kembali untuk bisa dipahami, bahwa setiap manusia tidak mau dirinya dibebani atau dikorbankan untuk sesuatu yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Kalau dia mengeluarkan uang begitu banyak sedangkan yang lain tidak mengeluarkan uang rasanya tidak adil dalam sebuah kebersamaan, dan hal ini yang terjadi dalam kehidupan ini pada saat ini. Masing-masing orang mempunyai pikiran yang sama bahwa dirinya tidak mau dibebani dan dikorbankan menurut padangan ekonomi dan itu pandangan yang pada saat ini, pandangan yang sangat realistik. Lebih baik mengurus keluarga sendiri itu lebih jelas tanggung jawabnya. Tidak ada yang rugi karena buat anak dan keluarga. Itu pikiran yang tepat dalam cara pandang ekonomi dan kepentingan keluarga kecil.

    Tapi Allah selalu memberikan pelajaran pada manusia dan kehidupan ini. Bahwa kehidupan di akhirat nanti akan putus hubungan anak dan orang tua. Karena dihadapan Allah adalah amal ibadah yang diperhitungkan. Karena hubungan anak dan orang tua adalah hubungan ketaqwaan pada Allah. Seorang anak sudah tidak lagi menolong orang tuanya yang kafir, karena Allah sudah tidak menghendaki. Itulah yang terjadi pada Nabi Ibrahim terhadap orang tuanya. Meskipun Ibrahim sebagai anak tetapi menghormatinya tapi tidak bisa membolak balik hatinya. Jadi kalau uang dipergunakan untuk jalan Allah, Allah akan memberikan kekayaan lebih banyak lagi, dan hal itu akan berimbas pada anak dan keluarga. Tapi kalau hanya untuk anak dan keluarga tapi kalau tidak untuk membela agama Allah hal itu tidak akan ada artinya apa-apa.

    Subhanallah, Allah Maha Suci begitu indah kehidupan itu terlihat, begitu dalam nilai-nilai yang ditanamkan pada utusanMu. Membuat pintu itu selalu terbukan untuk mengatakan sesuatu yang mulia, meskipun Merdeka Sekolah belum begitu banyak memberikan yang terbaikn pada kehidupan dan realitas sosial masyarakat yang mengalami ketimpangan kehidupan pada rakyat yang kurang beruntung.

    Langkah-langkah itu bukan sesuatu yang istimewa bagi Merdeka Sekolah karena itu hanya bagian dari debu berterbangan yang diperhitungkan Allah pada manusia. Bagaimana kalau bukan debu tapi kerikil akan lebih baik, begitu juga kalau batu besar akan lebih baik lagi, tapi bagaimana dengan gunung yang besar akan lebih baik lagi dalam mendekati Allah. Seperti Nabi Musa yang mengiginkan wajah Allah tapi dia tidak mampu melihatnya karena Allah begitu besar dan manusia itu adalah debu yang berterbangan.

    Biarkan pintu itu terbukan memberikan sirkulasi kehidupan manusia menjadi lebih baik. Membuat realitas sosial bagi rakyat kecil itu menjadi lebih baik dan dengan dinamika kehidupan yang dipahami sebagai sebuah perjuangan untuk memerdekakan diri. Karena pintu Merdeka Sekolah sudah terbuka dan Allahlah yang akan membantu kita. Tidak ada lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s