Seminar Kejahatan Sekolah


SEMINAR MEMBONGKAR KEJAHATAN SEKOLAH

(Sekolahku Rumahku)

 

Sekolah Merdeka terus berupaya untuk emerdekakan pendidikan dari segala bentuk kejahatan. Langkah konkret sebagai aktualisasi cita-cita itu diawali dengan menggelar seminar ‘Hot’ dengan tajuk ‘MEMBONGKAR KEJAHATAN SEKOLAH’.

Seminar yang digelar pada hari Ahad tanggal 25 April 2010 bertemmpat di Masjid Nurul Huda kawasan Perumahan Dasana Indah Bonang Tangerang, ternyata mendapatkan perhatian tinggi dari banyak kalangan. Titel besar dan bombastis ‘MEMBONGKAR KEJAHATAN SEKOLAH’ ternyata menarik minat berbagai pihak. Mulai dari yang sekedar ingin tahu apa itu Kejahatan  sekolah hingga yang memberikan kritisi terhadap judul merdeka itu,  nampak dari luapan pertanyaan dan tanggapan saat berlangsung seminar.

Tri Aru sebagai nara sumber utama membeberkan tentang kejahatan-kejahatan yang terjadi di realitas pendidikan saat ini, mulai dari pendekatan kultural, rational hingga yang filosofis. Ungkapan-ungkapan kegalauan atas terjadinya kejahatan pendidikan ini disangatkan lagi oleh Pembahas  I yaitu M. Julius dari redaksi Majalah Annida Online. Julius menceritakan beberapa kejahatan pendidikan yang dialami saat menjadi siswa, dan dibandingkan dengan analisa bahwa guru sepatutnya tidak sekedar mengajar namun juga mendidik dan melatih. Selanjutnya ibu Siwi dari Paras, memberikan apresiasi karya Tri Aru yang tertoreh dalam buku Sekolahku Rumahku sebagai perwujudan pendidikan yang berarti diantara pendidikan modern yang saat ini masih jauh dari hakekat pendidikan suci.

Dari seminar yang sederhana tersebut, setidaknya dapat menjadi pengingat bagi semua yang hadir bahwa kejahatan pendidikan memang ada direalitas pendidikan disekitar kita. Dan mohon ma’af mungkin diantara kita yang pendidik dan penyelenggara pendidikan ternyata adalah pelakunya. Di sadari atau tidak, semua harus mawas diri untuk peringatan ini, dan jawabannya adalah untuk berubah. Perubahan tidak akan pernah dapat dihentikan, untuk itu kini saatnya berubah menuju yang lebih baik. Lembaga suci pendidikan sepatutnya dijalankan dengan penuh peradaban tinggi karena pendidikan akan melahirkan peradaban.

Mari memerdekakan pendidikan dari belenggu kejahatan.

Tanda S

2 thoughts on “Seminar Kejahatan Sekolah

  1. CARA MEMERDEKAAN ANAK DARI SEKOLAH

    Sekolah adalah lembaga pendidikan yang mendidikan anak menjadi anak yang cerdas dan pintar, karena kecerdasan itu akan memberikan kehidupannya anak menjadi lebih baik. Sekolahlah yang hanya berorientas pada kecerdasan membuat anak bukan menjadi lebih pintar seperti apa yang diharapkan orang tua. Tapi menjadi anak yang pembangkang dan membuat kerusuhan bagi kehidupan keluarga masayrakat pada umumnya. Karena sekolah berorientasi pada masalah pendidikan kognitif bukan pada masalah kepribadian anak yang ditumbuhkan secara lebih baik dan menyeluruh. Di mana segala potensi yang ada di dalam diri anak menjadi tumbuh dan berkembang sesuai dengan bagaimana anak berinteraksi pada kondisi lingkungan yang membuat dia selalu ingin mengembangkan pengetahuan dan keingin tahunya untuk selalu dieksplorasi dan diuji coba sebagai bagian dari keinginan anak terhadap aksi dan reaksi untuk menunjukkan keberadan dirinya di dalam lingkungannyannya.
    Dengan begitu dia akan banyak sekali belajar bagaimana memperhitungkan permasalahan yang akan dia lakukan dengan segala macam konsekwensinya, begitu juga dia akan mampu mengukur sejauh mana kemampuannya itu dapat diterima oleh teman dan lingkungannya. Dengan demikian dia akan mempergunakan langka-langkah yang selanjut akan memberikan dia kemungkinan yang lebih baik. Dan belajar baginya menjadi sebuah kebutuhan yang harus dilakukan tanpa tergantung pada orang lain dalam hal ini guru atau sekolah. Kalaupun ada guru dan sekolah bagi anak menjadi sebuah teman untuk bisa memahami dirinya dan permasalahannya agar mampu memberikan kemungkinan pada anak untuk berkata tentang apa yang dia pikirkan menjadi sebuah pandangan yang akan memberikan pada kesadaran anak pada peranan dirinya di dalam lingkungan dan kehidupan pada umumnya. Untuk selalu mempertimbangkan dan mengulas apa yang menjadi sebuah pandangan dan permasalahanya agar bisa dimengerti orang lain.
    Hal ini perlu bagi pendidikan yang memberikan keluasaan pada anak agar bisa mengaktualisasikan apa yang menjadi pandangan dan suara hatinya untuk bisa selalu tumbuh dan berkembang, untuk itu guru membukan seluas-luasnya pada pemikiran dan pandanga selama hal itu memang baik dan perlu dukungan kenapa tidak diakomodir. Karena dengan bigitu segala menjadi sebuah media yang memberikan anak mampu melompat pada realitas ruang sosial untuk bisa melihat dirinya dengan baik tanpa harus tergantung pada orang lain. Sebagai sebuah proses pembelajaran yang memberikan banyak kemungkinan anak untuk bisa merasakan apa yang ada didalam kehidupan tentang cara berhitung dengan uang, atau apa yang dikatakan dengan berkata baik dengan orang lain. Atau mempelajari sopan santun dalam kenyataan akan lebih berharga dibandingkan teorinya.
    Sekolah bukan lagi menjadi proses belajar yang bersifat transformasi pengetahuan tapi lebih pada pemahaman tentang sebuah proses pengetahuan, di mana sekola tempat belajar untuk berpikir dan mengungkapkan pikiran dan perasaan yang sebaga representasi pada ingin untuk selalu belajar dan belajar karena sebagai sebuah kebutuhan yang harus di dapat pada anak layak seperti kalau dia lapar akan mencari makan.
    Sistem adalah sebuah kesepakatan yang dilakukan anak pada guru dan sekolah untuk bisa memberikan banyak kemungkinan untuk selalu bisa memberikan sesuatu yang terbaik bagi perkembangan anak dan memberikan kemungkinan pada guru dan sekolah untuk bisa selalu mendamping, karena sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran secara bersama, begitu dengan orang tua memberikan kemungkinan pada sekolah untuk memberikan yang terbaik pada anak, untuk bisa melihat realita sosial seperti apa yang menjadi pandangan dan pikiran anak. Dengan demikian anak akan menjadi lebih respek pada guru dan sekolah dengan apa yang ingin diberikan pada anak. Karena sudah tahu bahwa peranan sekolah dan guru itu sebagai bagian dari proses pendidikan yang sangat membantu apa yang menjadi keinginan dan pikirannya. Membuat anak akan selalu memacu diri pada kehidupan yang lebih baik. Karena pengetahuan dan kemampuannya didorong pada kesadaran akan kebutuhan untuk belajar tentang apa yang menjadi pertanyaan dan kegelisahannya. Hal ini menjadi motivasi yang membuat anak tidak akan patah arang di dalam menghadapi kendala dalam belajar, justru akan membuat di terpacu untuk menyelesaikan masalahannya secara baik dan alamiah.
    Karena tidak kekuasaan yang sentralistik tapi semua itu didasarkan pada kesepakatan dan program bersama di dalam mencapai proses belajar yang diinginkan secara bersama untuk menunjang apa menjadi tujuan dari belajar. Anak, guru dan sekolah menjadi bagian yang satu sebagai subyek yang mengalami proses pembelajaran secara baik dan berkesinambungan. Dengan demikian akan memberikan apa anak dan sekolah menjadi sebuah komunitas yang selalu memberikan sesuatu yang tidak di dalam kehidupannya. Dan anak banyak sekali belajar mengenai apa yang menjadi pemikirannya, begitu juga dengan sekolah akan mampu mengembangkan apa yang menjadi sebuah tujuan ideal dari sebuah pendidikan, sedangakan guru banyak sekali mendapat sesuatu yang tidak di dapat di dalam realitas kehidupan dan ditemukan pada realitas anak.
    Membuat anak mempunyai pandangan sosial yang lebih baik, baik mengenai ekonomi, sosial budaya dan politik di dalam pembelajarannya. Kemungkinan ini akan memberikan anak pada cara pandang dengan berbagai solusinyal. Karena kekuatan pada motivasi yang melingkupi pada rasa empati yang tinggi pada masalaha orang lain atau yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Yang diungkap dalam bentuk tulisan dan pemahaman tentang apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Membuat kesadaran berpikir yang sangat sederhana ini memberikan kemungkinan anak pada keyakinan yang tinggi pada apa yang menjadi permasalahan yang dia tangkapnya, untuk dikembangkan menjadi sebuah kekayaan baginya untuk bisa melakukan apa yang menjadi terbaik dengan orang lain.
    Dengan demikian anak sudah mempunyai cara berpikir yang lebih luas dalam memahami diri dan permasalahannya. Akan membuat guru menjadi lebih mudah untuk mengatakan apa yang menjadi sesuatu yang baik dengan mudah dicerna dan dipahami sebagai pembelajaran, anak tidak merasa dipaksa atau dinilai sebagai bagian dari pemaksaan yang dilakukan oleh guru. Begitu juga sekolah tidak lagi akan memberikan target pada guru dan siswanya hanya untuk kepentingan sekolah semata. Dengan demikiaan anak menjadi lebih merdeka untuk sekolah di Merdeka Sekolah

    Dari gambar diatas bisa kita lihat bagaiman cara memerdekaan anak dari sekolah yaitu :
    1. Sebelum anak masuk sekolah dilihat dulu profil anak, agar bisa memahami dan mengerti apa yang harus bisa dilakukan oleh guru dan pihak sekolah agar anak itu bisa merdeka.
    2. Sikap pandangan sekolah terhadap pendidikan bukan proses tranformasi pengetahuan tapi lebih melihat sekolah sebuah sebuah media untuk mengembangkan pendidikan bagi anak dan semua orang yang mempunyai kepentingan terhadap pendidikan.
    3. Belajar bagi sekolah dan guru bukan sebuah proses penentuan anak menjadi pintar dan cerdas yang indikatornya dapat nilai bagus atau juara kelas. Tapi bagaimana anak mampu berpikir secara lebih baik sebagai proses bertumuhan yang sesuai dengan kepribadian anak itu sendiri.
    4. Sekolah memberikan keseimbangkan di dalam mekanis pembelajaran agar anak bisa mengerti tentang sebuah pelajaran yang tidak berdiri sendiri, tapi mempunyai kaitan dengan kehidupan dunia anaknya dengan bermain dalam realitas sosialnya. Begitu juga orang tua bisa memahami apa menjadi pemahaman sekolah terlahdap sebuah pendidikan yang harus diberikan pada anak untuk bisa saling memberi dan menerima. Sebagai kekuatan di dalam mengembangkan anak pada tujuan kehidupan anak itu sendiri.
    5 Di dalam pendidikan sekolah tidak ada sentralisasi pembelajaran karena proses pembelajaran adalah sebuah proses pengembangan subyek terhadap permasalahan yang akan dikembangkan dan dipikirkan menjadi sebuah tujuan hidup. Dengan demikian anak akan menjadi anak yang mampu memberikan apa yang tidak dapat kita pikirkan sebagai sebuah realitas social yang ada.
    6. Kesadaran sekolah,guru terhadap anak sebagai subyek menjadi kata kunci yang penting untuk memperlakukan anak sebagai mana kita memperlakukan diri kita sendiri. Karena anak bukan obyek seperti main dan benda mati yang bisa dipidahkan disingkirkan kalau sudah tidak berkenan. Dengan pandang itu memberikan sekolah menjadi media kebebasan anak untuk mengungkapkan apa yang menjadi pikiran dan perasaannya, yang dimotivasi pada jiwa kebesaran pada nilai agama, bahwa Allah itu menciptakan manusia itu sama. Allah akan selalu membantu mahluknya untuk selalu belajar dan mempelajari kehidupan ini. Allah juga yang melindungi anak-anak untuk selalu melakukan yang terbaik.
    7. Kesadaran tentang nilai memeberika implikasi pada kehidupan anak untuk selalu menghargai diri sendiri, orang lain, orang tua dan guru sebagai teman belajar yang dapat memberikan kemungkinan pada apa yang menjadi pikiran dan perasaannya untuk selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kehidupan ini tanpa bisa dicegah oleh siapapun juga.
    8. Sekolah sebagai pendidikan kehidupan yang setiap orang mampu mengaktualisasikan di dalam melihat kehidupan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan hidup manusia. Yaitu menjadi orang yang baik , sempurn dan mampu memberikan banyak hal bagi kehidupan ini sebagai manifestasi kehidupan yang akan datang. Dengan demikian arti sekolah memberikan keluasa jiwa dan hati untuk bisa memahami pemikiran setiap manusia untuk berkata apa yang menjadi kata hati. Sehingga menumbuhkan fitrah yang baik sebagai kekuatan dari keimanan yang selalu ditanamkan menjadi sebuah kekuatan hidup bagi masyarakat. Baik dalam kehidupan social budaya, politik dan ekonomi.
    9 Pandanga sekolah terhadap pembelajaran lebih menguarai pada semesta yang mampu menembus kehidupan setiap manusia. Sehingga anak bukan lagi sebuah profil yang lemah, tapi anak adalah seorang yang sedang tumbuh dan berkembang untuk mengisi kehidupan yang lebih baik dan bermakna bagi masayarakat dan peradaban dunia.
    10. Membuat anak sekolah sebagai bagian dari kehidupan hidup untuk selalu belajar dan mengajar dan berbuat untuk sesuai yang lebih baik bagi diri dan orang lain. Sebagai aktualisasi dari kehidupannya sebagai manusia yang ada dimuka bumi ini untuk saling berbagi sebagai wujud rasa merdeka sebagai manusia.
    11. Memerdekakan anak sekolah anak-anak diberikan kesempatan untuk berpikir dengan apa yang dia pelajari sebagai pelajaran. Karena dengan begitu dia akan mempertimbangkan pelajaran mana yang penting dan tidak baginya. Dengan berpikir anak-anak akan mampu mempergunakan ilmunya menjadi bagian dari dirinya. Dengan demikian anak bisa mengungkapkan apa yang menjadi pikiran dan perasaan untuk diungkapkan pada orang lain atau ditawarkan sebagai sebuah pandangan terhadap permasalahan social dan kehidupannya.

  2. DIBALIK MEMBONGKAR KEJAHATAN SEKOLAH

    Ini semua peristiwa yang memberikan perjikan api untuk kembali kita untuk berpikir tentang dunia pendidikan yang selalu ini kita lalui sendiri dan kini kita menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap dunia pendidikan karena kita memang ada di dalamnya untuk terlibat dan melibatkan sebagai panggilan jiwa untuk bisa selalu memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan. Tapi pada kenyataan dunia pendidikan bukan lagi menjadi sebuah realitas pengabdian bagi semua orang yang peduli terhadap pendidikan. Karena yang ada adalah keingin untuk mendapatkan keuntungan materi, menjadi guru bukan karena panggilan jiwa tapi pangging perut yang harus diisi agar tidak kelaparan. Karena disana-sini sudah tidak diterima bekerja, karena persyarat yang begitu ketat membuat orang tidak mudah mendapatkan pekerjaan, begitu juga yang membutuhkan pekerjaaan itu sangat banyak saingannya. Sehingga tidak lagi memadai bagi kehidupan masyarakat.

    Sekolah hanyalah salah satu upaya yang mememberikan kemungkinan untuk bisa bekerja dari pada menganggur. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi semua orang yang peduli terhadap pendidikan. Agar anak-anak kita tidak menjadi korban kejahatan sekolah karena kemampuan gurunya yang sangat terbatas dan tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangkan jiwa raga dan pemikirannya untuk bisa mengembangkan sekolah. Karena panggilan perut dan kebutuhan ekonomi menjadi nyanyian wajib yang membuat guru menjadi pragmatis.

    Sekolah tidaklah menjadi sebuah media perjuangan, tapi media kepentingan berbagai macam hal mulia dari keinginan mendapatkan uang yang banyak dan kapital yang menumpuk, begitu juga dengan kepentingan ambisi, dengan berbagai macam cara untuk bisa menyalurkan hasrat berkuasanya.

    Dengan adanya moment ini menjadi sebuah gugatan untuk kembali memikirkan apa yang sudah kita lakukan di dalam dunia pendidikan ini sudah cukup baik atau memang kita menjadi lupa bahwa kita sendang dalam dunia pendidikan dimana segala jiwa raga, perasaan dan pikiran menjadi titik tolak utama untuk memperjuangkan, bukan terjebak pada mekanisme kerja yang hanya untuk mendapatkan uang. Begitulah yang terjadi di dalam dunia pendidikan dan harus kita membangunkan diri kita untuk selalu mau dikoreksi sebagai bagian dari pembelajaran, karena kita bagian dari proses pembelajaran.

    Merdeka Sekolah bergerak pada sebuah pandangan yang tidak populer di dalam dunia pendidikan karena membahas yang tidak ada kaitan dengan kiat untuk mendidik anak. Karena tema yang normatif itu sudah kehilangan nyawannya, dia menjadi sebuah etalase dunia pendidikan sehingga tidak memberikan apa-apa kecuali keuntungan dari seminar itu adalah uang dan sertifikat. Tak ada lagi kata untuk dikatakan karena sekolah bergerak pada mekanisme dan sistem yang sudah menjadi instrumental sehingga tidak memberikan dampak apa-apa bagi perkembangan pendidikan. itu hanya sebuah kegiatan yang hanyak untuk menghiasi lembaga pendididkan kita disekolah ini sebagai program yang harus dijalani tanpa harus diaplikasikan. Karena itu persoalan yang lain itu ditindak lanjutkan.

    Membongkar Kejahatan sebuah pandangan yang memang harus kembali dipikirkan oleh semua orang untuk bisa menjadi lebih baik dan kritis di dalam melihat perkembangan sekolah pada saat ini. Atau sebalikan dibalik tema membongkar kejahatan sekolan ini memang tidak akan berpengaruh apa-apa bagi dunia pendidikan dan bagaimana dengan masyarakat, hal ini perlu waktu untuk bisa menilainya. Tapi langkah ini sudah menjadi kesadaran bagi Merdeka Sekolah untuk selalu melakukan perbaikan dalam memahami hakekat dari sebuah pendidikan yang harus dikelola dengan berbagai upaya untuk bisa menjadi yang terbaik, dan minimal tidak menyimpang dari nilai filosofisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s