Anak Merdeka-Kidzania


Anak Merdeka

di Kidzania

Anak Merdeka Belajar Jadi Dokter

Anak Merdeka selalu tanggap terhadap tuntutan jaman. Memang kita tak bisa mungkir dari hijrah/perubahan yang syarat dengan loncatan-loncatan perkembangan peradaban. Anak Merdeka konon identik dengan seadanya dan apa adanya, anak merdeka konon hanya berkutat dikebon dan sawah, anak merdeka konon hanya bersahabat dengan alam, ternyata adanya tidak demikian.

Beberapa waktu yang lewat anak merdeka merambah ibu kota yang berjubel dengan asesoris games moderen. Anak merdeka tidak ingin tertinggal dan anak merdeka memang selalu didepan. Untuk itu anak merdeka ingin mengerti dan belajar apa yang ada pusat permainan edukatif anak yang berada ditengah hingar bingarnya Jakarta.

Tempat itu bernama Kidzania, lebih cocok disebut sebagai sebuah zone cita-cita anak, yang sebenarnya semua yang ada itu sudah sejak dulu dipraktekkan oleh anak-anak  kampung walau dengan peralatan dan perilaku imaginernya. Tentu masih kita ingat kala anak-anak kampung sederhana bermain masak-masakan maka dengan peralatan seadanya mereka memerankan seorang coky yang dengan gesih dan fasihnya memasak berbagai jenis hidangan. Tentu kita masih ingat anak-anak udik yang sedang main tembak-tembakan, walau hanya dengan selosong bambu kecil, dan peluru dari biji/buah salam, mereka memeranka perang besar antara pihak kawan dan lawan. Masih inget ketika anak-anak perempuan dikampung nelayan yang sedang bermain, mereka memerankan  diri seolah sedang berapa dipasar lelang ikan dimana  mereka saling berebut menawar ikan yang masih segar-segar, walau semua itu hanya dirupakan dengan daun-daun kering yang seolah seperti ikan segar tangkapan para nelayan pinggir pantai.

Inilah bukti bahwa apa yang ada ditengah kota itu tak ubahnya seperti apa yang telah dilakukan anak-anak merdeka selama ini. Yang membedakan di Kidzania mereka difasilitasi/dibungkus dengan kemasan yang lebih rapi dengan metode etalase relaitas. Memang ini adalah kiprah manusia yang apapun adanya patut untuk diapresiasi, bahwa disini telah dipatronkan sebuah dogma cita-cita, yang hampir keseluruhan mengarah  pada profesionalisme yang berujun pada materi.

Coba kita telaah, tidak ada peran ustaz/kyai/guru ngaji atau profesi moralis lainnya. Tidak ada profesi petani, nelayan, tukang ojek, dan realitas sederhana lainnya. Iki adalah provokasi dan stimulasi kepada anak-anak untuk menggantungkan hayal kepada profesi moderen, yang belum tentu dizinkan oleh Alloh sebagai profesi yang terbaik.

Namun kembali kearah jarum peradaban yang tak mungkin diputar balik kepada jaman purba. Semua harus dihadapi dengan bijak bahwa Kidzania merupakan bagian dari mesin-mesin kapitalisme yang harus menghasilkan apa yang disebut uang. Nawaitu untuk memfasilitasi anak untuk bercita-cita memang ada disini, namun kita tidak tahu berapa persen dari total keuntungan materi yang diraup oleh pengelolaany. Sekali lagi terimakasih Kidzania, Anak Merdeka setidaknya telah mengetahui apa yang diceritakan oleh anak orang kaya selama ini, dan ternyata tidak jauh lebih baik ketimbang yang diperankan oleh Anak Merdeka  selama ini.

Berikut disajikan foto-foto Anak Merdeka di Kidzania :

Belajar Jadi Tim Ahli Bedah

Seolah jadi Ahli Tata Bangunan Nich, Emansipasi lho

Jadi Kasir lho, yang amanah ya

Nah ini anak Merdeka sedan on air untuk siaran Dakwah Aqidah untuk Anak Sholeh

Ayo terbang membawa Jamaah Haji ke tanah Suci, Saya numpang Kapten Vito...

Para Penerbang Berjilbab siap mengangkasa, menebar syi'ar keseluruh jagad raya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s