Arifin


ANTARA ARIFIN

Diantara Arifin

 

ARIFIN C NOER DAN ARIFIN ILHAM

Arifin nama dari siswa Merdeka Sekolah yang mempunyai sentuhan yang berbeda dengan teman lainnya. Arifin juga mampu menangkap apa yang terucap dalam kehidupan sehari-harinya di mana dia bergaul baik di rumah maupun di sekolah. Karena kemudahan dalam berinteraksi dengan lingkungannya dengan sendiri membuatnya begitu mudah apa-apa yang ditangkapnya.

Seolah-olah apa yang ditangkapnya sudah tidak disaring lagi. Hal inilah yang menjadi permasalahan dari Arifin, karena Arifin bukan Arifin C Noer yang begitu saja menangkap apa yang terjadi di dalam kehidupan sosial masyarakatnya, dan diolah menjadi sebuah naskah pertunjukan teater atau skenario film. Begitu juga Arifin itu bukan Arifin Ilham yang mampu menangkap permasalahan dengan kelembutan hati dan jiwa. Kemudian diolah menjadi sebuah nasehat yang mampu memberikan apa yang menjadi terbaik bagi kehidupan masyarakatnya. Sedang Arifin siswa Merdeka Sekolah mempunyai itu tapi tidak mempunyai saringan di dalam menangkap permasalahan yang ada di kehidapun sosial masyarakatnya. Arifin begitu mudah dan fasih melontarkan kata-kata dan kalimat yang tidak patut didengar tanpa ada ketakutan. Seolah-olah dia tidak tahu apa yang dikatakan itu memberikan efek pada dirinya. Hal ini yang sedang direstorasi perkataannya agar menjadi lebih tepat dan baik bagi dirinya. Karena dengan bagi perkataannya dengan sendiri akan memberikan pengaruh psikologi pada dirinya. Arifin bukan Arifin C Noer yang mempunyai kemampuan akting dan menyutradarai sebuah pertunjukkan atau film. Tapi Arifin bisa berakting dengan baik, dan terkesan sangat natural, seolah aktingnya itu memang menjadi bagian dari kebutuhan dari kehidupan lingkungannya, yang mengingginkan dirinya tambil dengan akting yang dia pertunjukkan, luar biasa. Begitu juga bagaimana Arifin di dalam keseharian dengan teman-temannya, mampu mengolah konflik menjadi sebuah cerita yang menarik dengan gaya dan betuturnya sebagaimana anak-anak pada umumnya. Tapi Arifin dengan profil wajah jauh mirip dari Arifin Ilham ini menjadi seorang yang mampu memberikan tauyiah pada orang lainnya. Dengan karakter dan ekspresi yang begitu indah membuat Ustad Arifin Ilham ini menjadi sebuah magnet dengan bahasa ungkap yang lugas dan jernih. Inilah yang memberikan gambaran pada Arifin yang bisa saja dengan kemampuan mengungkapkan apa yang dia tangkap dari kehidupannya sehari-hari, sudah tentu dengan dibekali kemampuan pengetahuan agama yang baik akan memberikan saringan yang kuat untuk Arifin menjadi anak yang baik. Apa lagi dengan kemau yang keras untuk selalu menjadi anak yang terbaik. Akan memudahkan Arifin mencerna apa yang menjadi pikiran dan perasaannya untuk bisa diungkapkan secara baik dan tepat. Kiranya Arifin ini sudah belajar dengan guru, teman dan lingkungannya. Untuk menjadi anak yang baik dan mampu mengolah kata-kata menjadi sebuah makna yang dalam dan memberikan perubahan bagi dirinya dan orang lain. Sebuah realitas yang dihadapi Arifin dengan cukup baik karena kemampuannya dalam berakting dan menyutradarai permasalahan yang dia hadapi di dalam kehidupannya sehari-hari. Arifin sebagai aktor karena tumbuh dari apa yang menjadi kebutuhan dari pergaulannya. Arifin sebagai sutradara karena pergaulan juga yang mendorongnya untuk melakukan itu. Sehingga Arifin menjadi orang apa yang diinginkan oleh lingkungan atau orang lain, selama orang lain bisa menerima dan memberikan apresiasi dari apa yang dia lakukan sebagai sebuah upaya mengembangkan dirinya, di dalam realitas kehidupan sehari-hari. (Aru W)

One thought on “Arifin

  1. DAUN ITU TERSENYUM ZAHRA

    Allah menciptakan daun begitu beragam dengan berbagai bentuk dan karakternya, sehingga menyadarkan bahwa kehidupan ini begitu unik dan menarik untuk dirasakan sebagai sebuah citra rasa keindahan, keramahan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakatnya.

    Daun sesuatu yang jarang menjadi perhatian dari setiap orang dan banyak orang, termasuk Zahra anak perempuan siswa Merdeka Sekolah yang mempunyai karakter pendiam tapi selalu murah senyum walau bagaimanapun keadaaannya. Maksudnya dalam suka dan duka dia tetap senyum, walaupun tidak bisa menyelesaikan tugas atau masalah Zahra tetap senyum dengan kekuatan yang dia punya. Seolah-olah senyumnya itu merepresentasikan sebuah keluas hidup, bahwa ada masalah bukan menjadi sebuah masalah. Begitu juga bahwa ada kebahagian bukan berarti sebagai sebuah kebahagian, terimalah kehidupan ini sebagai sebuah kehidupan yang Allah berikan pada kita sebagai manusia. Begitulah kira-kira yang dapat diucapkan Zahra dalam senyumnya yang diam dan kukuh.

    Membuat daun itu seperti kehilangan realitas yang memberikan arti dan makna bagi sebuah kehidupan sosial yang dihadapi setiap orang, untuk bisa berkata. Bahwa persoalan hidup itu memang ada tapi bukan untuk dipersoalkan, begitu juga kesenangan hidup itu memang ada tapi bukan untuk kesenannga. Tapi untuk disyukuri bahwa Allah masih memberikan kita pada realita nilai yang sublim untuk selalu melangkah dalam langkah yang tepat dan pasti. Untuk masalah kaya dan miskin sudah tidak bisa dibahas menjadi sesuatu persoal yang ada di dalam kehidupan sosial masyarakat pada saat ini. Kalau hal itu dipandang sebagai realitas yang memang ada untuk bisa dirasakan dan alami sebagai rangkai melawan arus untuk menjadi kita lebih kuat.

    Daun itu tersenyum Zahra, karena kamu menganggap senyum itu adalah ekspresi yang cukup mewakili perasaan dan pikiran dirinya. Pada hal tidak semua orang merasakan hal ini. Apakah senyum dan diamnya yang kukuh itu merepresentasi kemampuan di dalam menyelesaikan soal atau belajar dengan keseriusan. Sebuah tafsiran yang selalu membawa diri kita pada sebuah pemahaman tentang kehidupan kita yang tidak pernah tahu tapi kita tahu apa yang harus kita lakukan di dalam kehidupan ini, yaitu beribadah pada Allah merupakan rangkaian besar untuk memberikan senyum itu menjadi lebih kukuh dan menambahkan kekuatan dan optimisme mengarungi kehidupan yang tidak jelas dan absurd.

    Zahra dengan senyum dan diamnya yang kukuh tetap mengungkapkan perasaan dan pikiran dengan kata dan kalimat yang begitu simpel dan mengapai maksud dan tujuannya. Kalimat dan kata selalu beriringan dengan senyum yang memberikan gambaran yang kuat tentang apa yang diyakini itu memang berangkat dari dirinya sendiri, meskipun salah menurut orang lain atau gurunya. Tapi membuat dia makin mengkukuhkan kesalahan itu menjadi sebuah kebenaran, hal itu dilakukan dalam pelajaran melukis dan kreatif, luar biasa. Salah menurut orang lain menjadi pembenaran apa yang dia yakininya. Seperti senyum daun itu Zahra.

    Gerak langkah pelan tapi kukuh, kalimat dan katanya simpel tapi kuat. Senyum dan diamnya menjadi sikap yang kuat. Ramahnya membuat daya tarik bagi teman-temannya. Meskipun dia tidak terlalu banyak bergaul dengan teman-temannya, terutama teman laki-laki. Tapi dia begitu mengerti arti pergaulan di sekolah, meskipun hal itu tidak dijabarkan dalam uraian kata dan kalimatnnya. Karena senyunnya itu sudah menjadi gambaran sebagai perempuan Merdeka. Bukan karena sekolah di Meredeka Sekolah, tapi fitrahnya mengatakan demikian adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s