Nining


IRAMA NANING YANG DINAMIS  

Gadis Kecil Penuh Irama

Naning bukanlah bunyi sebuah alat musik yang membawa setiap orang pada alunan rasa dan jiwa pada kesenangan tertentu. Tapi Naning adalah seorang anak perempuan dengan irama yang kehidupan yang dinamis dengan segala macam persoalannya.

Membuat iramanya begitu indahan dan luas untuk bisa diterjemahkan pada patitur kehidupan. Karena dinamika jiwa mengerakkan dirinya pada sebuah irama tertentu yang kadang tidak bisa dijelaskan namun bisa dirasakan sebagai sebuah irama kehidupannya. Geraknya seperti lagu kesunyian dalam keramaian, seolah ada sesuatu yang hilang di dalam dirinya. Begitu juga senyum dan tawanya menjadi irama dinamika jiwa yang selalu mengikuti alunan alam kehidupannya yang memberikan ketenangan dan harapan. Kemampuan belajar dan kemampuan bergaulan adalah bagian yang tidak terpisahkan. Karena kedua mencerminkan apa yang menjadi sebuah irama kehidupannya tentang cinta dan kasih sayang. Kalimat dan tutur katanya begitu saja meluncur, seolah memberikan harapan sesuatu yang dapat diraihnya. Kalimat demi kalimat selalu mempunyai daya imajinasi anak untuk melihat realitas sosial yang melingkupi dirinya. Sesuai dengan irama kehidupannya dan dinamika sosial untuk selalu berkata dengan apa yang menjadi sebuah cinta dan kasih sayangnya. Kecintaan pada kehidupan membawa dirinya pada irama yang mendalam terhadap teman-temannya. Seolah dinamika pergaulan di Merdeka Sekolah menjadi bentuk yang dapat dirasakan sebagai irama yang ada di dalam dirinya. Begitu juga dinamika bersama temannya menjadi realitas yang diaktulisasikan dalam kebersamaan, bekerjasama dan ingin selalu bersama. Cerita-ceritanya menjadi dinamika bagi temannya untuk bisa merasakan iraman hidupnya dengan imajinasi anak untuk selalu mengingikan sesuatu yang kelihatan indah dan menyenangkan pada teman-temannya. Tapi pada saat tertentu irama kesenduhan menjadi sebuah ekspresi kesendirian yang tidak pernah tahu apa yang harus dilakukan. Dalam dinamika keresahan membuat dirinya menjadi bingung tak menentu. Namun teman-temannya di Merdeka Sekolah seolah-olah sudah tahu irama apa yang harus dimainkan dihadap Naning sehingga dia kembali bahagia dan senang. Hal itu selalu disambut hangat oleh Naning sebagai sebuah realitas yang memberikan dia harapan baru tentang apa yang menjadi mimpi-mimpinya. Imajinasi selalu membawa diri Naning pada mimpi yang indaha dan menantang untuk dikatakan sebagai sebuah penjelajahan terhadap realitas kehidupan yang harus bisa ditembus pada nilai-nilai tertentu, sehingga mampu memberikan warna dan irama yang lebih baik dan indah. Ya, begitulah realitas sosial di dalam kehidupan masyarakat di mana orang banyak kehilang yang tidak pernah dia tahu bahwa dia mengalami sesuatu yang kurang dari dirinya. Yaitu bagaimana melihat kehidupan itu dari dalam dirinya untuk bisa menemukan arti dari tujuan hidup. Karena nilai keimanan tidak bisa dicari melalui materi yang begitu melimpah dan membuat kita menjadi kehilanggan diri kita sendiri sebagai seorang beriman, di mana keimanan itu menjadi sebuah ikatan yang kuat terhadap Allah. Untuk membudahkan manusia melihat pada irama yang selaras dengan fitrah manusia. Sedangkan dinamikan permasalahan dalam hidup ini merupakan sebuah proses peningkatan manusia pada makom tertentu. Dan itu tidak pernah kita sadari dalam kehidupan ini. Seolah realitas adalah kehidupan yang sebenarnya. Seolah permasalahan adalah kenyataan yang ada. Seolah kekayaan menjadi kehidupan yang sebenarnnya. Seolah Pengetahuan menjadi sesuatu yang dibanggakan. Seolah sistem menjadi nilai yang absolut. Pada hal Islam telah memberdekakan manusia dari apapun juga karena manusia sudah berpegang pada tali Allah, yang tidak ada orangpu bisa mengoyahkan. (Aru W)

Gadis Kecil Penuh Irama

2 thoughts on “Nining

  1. ARIFIN, ARIFIN C NOER DAN ARIFIN ILHAM

    Arifin nama dari siswa Merdeka Sekolah yang mempunyai sentuhan yang berbeda dengan teman lainnya. Arifin juga mampu menangkap apa yang terucap dalam kehidupan sehari-harinya di mana dia bergaul baik di rumah maupun di sekolah. Karena kemudahan dalam berinteraksi dengan lingkungannya dengan sendiri membuatnya begitu mudah apa-apa yang ditangkapnya. Seolah-olah apa yang ditangkapnya sudah tidak disaring lagi. Hal inilah yang menjadi permasalahan dari Arifin, karena Arifin bukan Arifin C Noer yang begitu saja menangkap apa yang terjadi di dalam kehidupan sosial masyarakatnya, dan diolah menjadi sebuah naskah pertunjukan teater atau skenario film. Begitu juga Arifin itu bukan Arifin Ilham yang mampu menangkap permasalahan dengan kelembutan hati dan jiwa. Kemudian diolah menjadi sebuah nasehat yang mampu memberikan apa yang menjadi terbaik bagi kehidupan masyarakatnya.

    Sedang Arifin siswa Merdeka Sekolah mempunyai itu tapi tidak mempunyai saringan di dalam menangkap permasalahan yang ada di kehidapun sosial masyarakatnya. Arifin begitu mudah dan fasih melontarkan kata-kata dan kalimat yang tidak patut didengar tanpa ada ketakutan. Seolah-olah dia tidak tahu apa yang dikatakan itu memberikan efek pada dirinya. Hal ini yang sedang direstorasi perkataannya agar menjadi lebih tepat dan baik bagi dirinya. Karena dengan bagi perkataannya dengan sendiri akan memberikan pengaruh psikologi pada dirinya.

    Arifin bukan Arifin C Noer yang mempunyai kemampuan akting dan menyutradarai sebuah pertunjukkan atau film. Tapi Arifin bisa berakting dengan baik, dan terkesan sangat natural, seolah aktingnya itu memang menjadi bagian dari kebutuhan dari kehidupan lingkungannya, yang mengingginkan dirinya tambil dengan akting yang dia pertunjukkan, luar biasa. Begitu juga bagaimana Arifin di dalam keseharian dengan teman-temannya, mampu mengolah konflik menjadi sebuah cerita yang menarik dengan gaya dan betuturnya sebagaimana anak-anak pada umumnya.

    Tapi Arifin dengan profil wajah jauh mirip dari Arifin Ilham ini menjadi seorang yang mampu memberikan tauyiah pada orang lainnya. Dengan karakter dan ekspresi yang begitu indah membuat Ustad Arifin Ilham ini menjadi sebuah magnet dengan bahasa ungkap yang lugas dan jernih. Inilah yang memberikan gambaran pada Arifin yang bisa saja dengan kemampuan mengungkapkan apa yang dia tangkap dari kehidupannya sehari-hari, sudah tentu dengan dibekali kemampuan pengetahuan agama yang baik akan memberikan saringan yang kuat untuk Arifin menjadi anak yang baik. Apa lagi dengan kemau yang keras untuk selalu menjadi anak yang terbaik. Akan memudahkan Arifin mencerna apa yang menjadi pikiran dan perasaannya untuk bisa diungkapkan secara baik dan tepat.

    Kiranya Arifin ini sudah belajar dengan guru, teman dan lingkungannya. Untuk menjadi anak yang baik dan mampu mengolah kata-kata menjadi sebuah makna yang dalam dan memberikan perubahan bagi dirinya dan orang lain. Sebuah realitas yang dihadapi Arifin dengan cukup baik karena kemampuannya dalam berakting dan menyutradarai permasalahan yang dia hadapi di dalam kehidupannya sehari-hari.

    Arifin sebagai aktor karena tumbuh dari apa yang menjadi kebutuhan dari pergaulannya. Arifin sebagai sutradara karena pergaulan juga yang mendorongnya untuk melakukan itu. Sehingga Arifin menjadi orang apa yang diinginkan oleh lingkungan atau orang lain, selama orang lain bisa menerima dan memberikan apresiasi dari apa yang dia lakukan sebagai sebuah upaya mengembangkan dirinya, di dalam realitas kehidupan sehari-hari.

  2. DEA SANG PEMIMPI

    Realitas kehidupan sosial masyarakat pada saat ini baleh dikatakan tidak bisa terkontrol. Segala hal yang menjadi kehidupan manusia menjadi begitu saja berubah dan diganti pada nilai-nilai yang tidak memberikan sesuatu yang baik bagi setiap orang. Karena orang sudah kehilangan realitas dirinya, karena berubah menjadi realitas nilai yang tidak jelas, realitas sistem yang menekan, realitas sosial yang kacau, realitas ekonomi yang tidak menentu, realitas materi yang tidak pernah selesai, realitas budaya yang makin tidak berbudaya, realitas seni menjadi pengumbar hasrat. Membuat manusia kehilangan diri dan kehidupannya untuk bisa mengaktualisasikan pada nilai yang memberikan kedamain dan kebahagiaan.

    Apakah demikian adanya seorang gadis kecil yang terkesan lugu dan tidak tahu apa-apa. Kadang dirinya bigung dan terpana. Sebagai sebuah gambaran yang memberikan dirinya pada keadaan dirinya yang natural dan mendesak dirinya pada kebingung tanpa penjelasan, seperti Menunggu Godot yang tidak perna ada.

    Meskipun Dea secara intuitif menyadari dirinya berada dalam situasi kondisi yang tidak menentu dan tidak bisa menyelesaikan bagai mana kehidupan begitu saja mudah berupa tanpa ada pemberitahuan dan penjelasan mengenai apa yang menjadi permasalahan. Seolah-olah Dea bergerak dalam angin yang tidak tahu datangnya dari mana. Tapi dia merasakan hawa panas dan kesejukan di dalam dirinya dalam kesendiriannya. Meskipun Dea berada di dalam keramaian dengan teman atau orang disekitarnya. Tapi Dea tetap merasakannya sebagai gumpalan awan yang memberikan sesuatu yang dia juga tidak pernah tahu apa yang dirasakan dan dipahami. Karena semua itu didasarkan pada kemau intuisinya yang begitu cepat bermain. Tapi dia sendiri tidak paham apa yang dia permainan dalam kehidupannya dengan teman-teman dan orang lain.

    Tapi itulah mimpi Dea dengan segala macam yang membuat dirinya menjadi begitu nyaman dan menyenangkan. Kadang dia sendiri tidak tahu kenapa harus menyenangkan diri dan mencari kenyamanan sebagai ungkapan dari kehidupannya sebagai seorang anak kecil yang sedang tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang menjadi gerakan hatinya. Untuk bisa berkata-kata dengan baik. Dan memberikan dimensi spiritualitas yang memperkayaan dan menghiasi dari sisi kehidupannya yang tidak pernah tahu perubahannya.

    Mimpi indah menjadi kekuatan yang membuat dirinya menjadi seorang anak perempuan yang selalu berkata tentang keharmonisan dan kebersamaan sebagai mahluk sosial yang memberikan banyak hal tentang apa yang menjadi permasalahan untuk bisa dijelaskan secara lebih baik.

    Tapi mimpi itulah yang seolah-olah memberikan jalan harapan untuk selalu bisa memahami dengan apa yang dia bisa kerjakan dan lakukan sebagai panggilan dari kehidupan yang dicoba untuk selalu dijalani tanpa ketidak tahuan. Tapi mimpi merdeka itu menjadi sebuah awal dari kehidupannya. Tinggal waktu saja yang bisa menentukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s