Syifa


SYIFA

Sang Anak Penenang

OBAT PENENANG YANG MENYENANGKAN


Syifa mempunyai arti obat, di mana obat itu menjadi sebuah kehidupan manusia di dalam mengarungi dunia ini, yang penuh dengan realitas yang mencenggangkan banyak orang. Karena makin lama kehidupan manusia itu bukan makin baik di bandingkan kehidupan manusia yang sebelumnya, di mana kehidupan manusia selalu mempunyai keterkaitan dengan lingkungan hidup di mana manusia berada. Keharmonisan dengan alam dan lingkungan sosial menjadi bagian dari antibodi bagi kehidupan masyarakatnya.

Nama Syifa menjadi lebih penting di dalam kehidupan. Hal ini tidak heran kalau orang tua menamakan Syifa pada anaknya. Sebagai ungkapan nilai yang telah hilang di dalam kehidupan ini. Untuk itu Syifa sebagai anak yang sekolah di Merdeka Sekolah ini menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya bagi lingkungannya. Karena Syifa selalu menginggatkan kita pada sebuah sentuhan jiwa dan raga sebagai sebuah obat yang menginggatkan kita pada nilai yang sublim, di mana Allah selalu memberikan obat di mana kita selalu diserang penyakit dan mengalami permasalahan yang kita sendiri tidak tahu kena hal itu memang harus terjadi. Syifa yang selalu menginggatkan kita pada tidak pencegahan terhadap penyakit dan masalah kehidupan.

Syifa anak perempuan yang selalu memberikan ketenangan pada temannya. Meskipun kadang dia mengalami gangguan pada temannya, dia tetap tenang, sepertinya dia mencoba mengobati dirinya dengan sebuah pengertian yang diterjemahkan sediri sebagai sebuah pelipurlaranya. Senyum yang khas membuat dirinya selalu ingin selalu membuat sesuatu menjadi lebih menyenangkan. Karena dengan suasana yang menyenangkan membuat dirinya juga menjadi lebih baik dan aman. Membuat dirinya selalu mengalah, entah karena takut atau memang tidak mau memperpanjang masalah. Tapi yang jelas ketidak ada temannya yang menganggunya dia menghindar dan tidak lama kemudian kembali berteman. Seolah-olah Syifa tahu bagaimana dia harus bersikap terhadap teman-teman perempuan dan laki-laki.

Pada hal Syifa apa yang biasa tidak begitu menonjol dibanding teman-teman lainnya. Tapi bukan berarti anak yang lambat. Karena dia mempunyai cara berpikir sendiri mengenai apa yang menjadi pikirannya tentang belajar, bermain dan bergaul dengan teman-temannya. Untuk itu tidaklah mudah kita untuk bisa menilai bagaimana dia bisa menyelesaikan pelajaran secara lebih baik, bagaimana dia menyelesaikan permasalahan dengan teman-temannya. Semua itu dilakukan dengan cara pengobatannya sesuai dengan namanya Syifa, artinya obat. Dia mau mencoba mengobati dirinya sendiri dan teman-temannya, sudah tentu dengan cara dan kemampuannya sendiri. Yang setiap orang tidak pernah tahu bagaimana dia harus mengobati dirinya sendiri. Karena yang jelas dia adalah seorang anak perempuan yang bisa menangis, nakal, iseng, susah diatur, maunya sendiri dan sebagainya. Itu semata-mata menjadi sebuah realita yang memang harus dilakukan sebagai bentuk penjelajahan dirinya tentang itu semua sebagai mana mestinya. Dengan begitu diharapkan dia akan mampu mengatasi permasalahan dan bisa mengobati dirinya sendiri dan orang lain.

Syifa anak yang tenang, pendiam, murah senyum, lambat, tapi mampu mengukur apa yang bisa dia lakukan untuk mengatasi permasalahan. Hal ini karena dia menyadari bahwa kemerdekaan di dalam melihat itu menjadi sebuah realitas yang harus dikatakan sebagai jawabannya. Memang anak-anak dilahirkan dalam keadaan Merdeka dan bigitu juga tubuh dengan Merdeka, karena dengan kemerdekaan itu membuat anak mengerti dirinya dan orang lain dengan lingkungannya. T.Aru

One thought on “Syifa

  1. IRAMA NANING YANG DINAMIS

    Naning bukanlah bunyi sebuah alat musik yang membawa setiap orang pada alunan rasa dan jiwa pada kesenangan tertentu. Tapi Naning adalah seorang anak perempuan dengan irama yang kehidupan yang dinamis dengan segala macam persoalannya. Membuat iramanya begitu indahan dan luas untuk bisa diterjemahkan pada patitur kehidupan. Karena dinamika jiwa mengerakkan dirinya pada sebuah irama tertentu yang kadang tidak bisa dijelaskan namun bisa dirasakan sebagai sebuah irama kehidupannya. Geraknya seperti lagu kesunyian dalam keramaian, seolah ada sesuatu yang hilang di dalam dirinya. Begitu juga senyum dan tawanya menjadi irama dinamika jiwa yang selalu mengikuti alunan alam kehidupannya yang memberikan ketenangan dan harapan.

    Kemampuan belajar dan kemampuan bergaulan adalah bagian yang tidak terpisahkan. Karena kedua mencerminkan apa yang menjadi sebuah irama kehidupannya tentang cinta dan kasih sayang. Kalimat dan tutur katanya begitu saja meluncur, seolah memberikan harapan sesuatu yang dapat diraihnya. Kalimat demi kalimat selalu mempunyai daya imajinasi anak untuk melihat realitas sosial yang melingkupi dirinya. Sesuai dengan irama kehidupannya dan dinamika sosial untuk selalu berkata dengan apa yang menjadi sebuah cinta dan kasih sayangnya.

    Kecintaan pada kehidupan membawa dirinya pada irama yang mendalam terhadap teman-temannya. Seolah dinamika pergaulan di Merdeka Sekolah menjadi bentuk yang dapat dirasakan sebagai irama yang ada di dalam dirinya. Begitu juga dinamika bersama temannya menjadi realitas yang diaktulisasikan dalam kebersamaan, bekerjasama dan ingin selalu bersama.

    Cerita-ceritanya menjadi dinamika bagi temannya untuk bisa merasakan iraman hidupnya dengan imajinasi anak untuk selalu mengingikan sesuatu yang kelihatan indah dan menyenangkan pada teman-temannya.

    Tapi pada saat tertentu irama kesenduhan menjadi sebuah ekspresi kesendirian yang tidak pernah tahu apa yang harus dilakukan. Dalam dinamika keresahan membuat dirinya menjadi bingung tak menentu. Namun teman-temannya di Merdeka Sekolah seolah-olah sudah tahu irama apa yang harus dimainkan dihadap Naning sehingga dia kembali bahagia dan senang. Hal itu selalu disambut hangat oleh Naning sebagai sebuah realitas yang memberikan dia harapan baru tentang apa yang menjadi mimpi-mimpinya.

    Imajinasi selalu membawa diri Naning pada mimpi yang indaha dan menantang untuk dikatakan sebagai sebuah penjelajahan terhadap realitas kehidupan yang harus bisa ditembus pada nilai-nilai tertentu, sehingga mampu memberikan warna dan irama yang lebih baik dan indah.

    Ya, begitulah realitas sosial di dalam kehidupan masyarakat di mana orang banyak kehilang yang tidak pernah dia tahu bahwa dia mengalami sesuatu yang kurang dari dirinya. Yaitu bagaimana melihat kehidupan itu dari dalam dirinya untuk bisa menemukan arti dari tujuan hidup. Karena nilai keimanan tidak bisa dicari melalui materi yang begitu melimpah dan membuat kita menjadi kehilanggan diri kita sendiri sebagai seorang beriman, di mana keimanan itu menjadi sebuah ikatan yang kuat terhadap Allah. Untuk membudahkan manusia melihat pada irama yang selaras dengan fitrah manusia. Sedangkan dinamikan permasalahan dalam hidup ini merupakan sebuah proses peningkatan manusia pada makom tertentu. Dan itu tidak pernah kita sadari dalam kehidupan ini. Seolah realitas adalah kehidupan yang sebenarnya. Seolah permasalahan adalah kenyataan yang ada. Seolah kekayaan menjadi kehidupan yang sebenarnnya. Seolah Pengetahuan menjadi sesuatu yang dibanggakan. Seolah sistem menjadi nilai yang absolut. Pada hal Islam telah memberdekakan manusia dari apapun juga karena manusia sudah berpegang pada tali Allah, yang tidak ada orangpu bisa mengoyahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s