SOSIOLOGI SENI


SOSIOLOGI ESTETIKA


Seni adalah bagian dari kehidupan manusia yang selalu memberikan dimensi yang lebih luas dan memberikan pemahaman yang lebih baik sebagai sebuah kesadaran di dalam melihat kehidupan dan permasalahan hidup. Karena seni itu memang sudah menjadi fitrah manusia yang selalu menyukai keindahan. Keindahan adalah manifestasi dari nilai hakiki dari Sang Pencipta. Karena Allah Maha indah dan menyukai keindahan. Di mana alam semesta diciptakan dengan penuh keindahan dan manusia diciptakan dengan keindahan bentuk dan jiwa yang mengkokohkan bahwa keindahan itu memang menjadi sebuah realitas sosial kehidupan yang ada sebagai sebuah kebenaran.

Namun dalam perkembangannya keindahan itu menjadi sebuah realitas yang terdefinisikan dan terpilahkan dalam sebuah pemahaman yang hanya melihat keindahan dari sebuah pandangan tertentu. Hal ini yang menjadi keindahan karya seni itu menjadi terpolarisasikan di dalam kehidupan sosial masyarakat.

Keindahan menjadi sebuah kasta yang menunjukkan bahwa keindahan penguasa berbeda dengan keindahan masyarakat pada umumnya. Hal itu telah dibuktikan sejarah kita mulai zaman kolonial, orde lama dan orde baru, bagaimana keindahan seni sesuai dengan apa yang menjadi keinginana penguasa. Begitu juga keindahan yang dipahami oleh para seniman yang berpendidikan menjadi sebuah keindahan yang akademik dan hanya bisa diapresiasi oleh kalangan tertentu, seni menjadi jejaring diantara pada seniman, kritikus,kurator, kolektor dan institusi seni yang merepresentasi akademisi mengeluti pengetahuan seni dan teori seni. Keindahan yang didefinisikan menjadi keindahan yang tidak pernah menyentuh kehidupan rakyat kecil. Karena keindahan itu juga mempunyai perbedaan dengan masyarakat atau rakyat pada umumnya di dalam kehidupah sosial. Begitu juga keindahan yang masuk dalam sebuah sistem yang demikian rapihnya, sehingga membuat masyarakat tidak mengetahui bagaiman keindahan begitu saja bisa merubah kehidupan seseorang. Karena keindahan yang menjadi sebuah sistem ekonomi yang dikembangkan oleh kaum kapitalistik menjadi keindahan yang bergerak pada gaya hidup yang berorientasi pada materi dan hedonisme.

Sedangan keindahan yang dipahami oleh rakyat di dalam kehidupan sosial pada ungkapan kesederhanaan di dalam hidupnya. Bagaimana kehidupan itu selalu mengkaitakan dengan nilai lingkungan alam yang membawa dirinya pada realitas keberadaan menjadi manusia yang selalu merasakan keluasan jiwa didalam mengaktualisasikan di dalam bertani, berkebun, berlayar menangkap ikan, bersama dalam komunitas dengan seni yang rekat dirinya pada sesamanya, sebagai perwujudkan rasa syukur di dalam kehidupan yang dia jalani ini. Begitu juga dengan berkarya melalu media yang ada di lingkungan sekitarnya menjadi perekat dirinya pada kehidupan sosial dan alam lingkungan yang melingkupinya. Karena dengan berkarya seni itu rakyat dalam melihat kehidupan itu begitu luas dan dalam untuk bisa dipahaminya. Dan kesederhanaan itulah yang menjadi keindahan yang memberikan warna dalam kehidupan sosial.

Inilah yang terlihat dan dirasakan di dalam sosiologi estetika, bahwa keindahan itu menjadi sebuah kasta, ada kasta brahmana yang direpresentasi pada institusi seni, kasta satria yang direpresentasi oleh para penguasa negara dan pemerintahan. Kasta waisya yang direpresentasikan oleh para kapitalisme, sedangkan kasta sudra yang direpresentasikan pada rakyat kecil.

Karena pendekatan keindahan yang dipahami di dalam realitas kehidupan sosial masyarakat yang mengacuh pada pengertian keindahan seni sebagai sesuatu yang bersifat keilmuan dengan pandangan yang mengacuh pada berpikir abstrak, sehingga keindahan seni itu tidak lagi kontekstual. Begitu juga keindahan seni sebagai sesuatu media yang hanya mengarahkan realitas sosial masyarakatnya, menjadi keindahan seni sebagai panglima politik dari para penguasa. Untuk keindahan seni yang dibentuk oleh sistem yang rapih sehingga cenderung tidak kentara sebagai sebuah kesenjangan yang luar biasa di dalam realitas sosial masyarakat. Di mana keindahan seni mengarahkan masyarakat pada kehidupan yang berorientasi pada ekonomi yang tak pernah memberikan kepuasan yang sebenarnya, karena keindahan seninya adalah semu. Karena menonjolkan kehidupan hedonisme, hasrat yang tidak pernah terpuaskan.

Untuk itulah sosologi estetika memberikan pemahaman tentang keindahan seni itu adalah keindahan realitas sosiol masyarakat, untuk bisa dipahami sebagai sebuah kesadaran di dalam melihat realitas keindahan sebagai bentuk warna dari kehidupan, di mana warna itu menyadarkan pada manusia di dalam sebuah perbedaan tapi bukan sebuah keterpisahan di dalam kehidupannya. Untuk bisa dibangun keterkaitan sosial masyarakat di dalam kehidupannya. Sebagai warna warni realitas sosial masyarakat yang terlihat harmonis. Berbeda warna yang kemudian dipadu dengan warna lain menjadi lebih indah. Begitu juga kehidupan sosial masyarakat, keindahan seni itu merangkai kehidupan realitas sosial masyarakat yang lebih baik.

Karena keindahan seni itu merupakan keterkaitan dengan sebuah bentuk dan warna sosial lainnya, sehingga menjadi sebuah realitas keindahan seni di dalam sosial masyarakatnya. Karena adanya pemahaman tentang keindahan menjadi sebuah relasi dari kehidupan realitas sosial masyarakatnya. Membuat keindahan seni itu tidak akan terpolarisasikan seperti apa yang sekarang terjadi di dalam kehidupan masyarakat.

Hal ini yang sangat terlihat di dalam dunia pendidikan mulai dari paud, play group, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menegah pertama, sekolah menegah atas, perguruan tinggi. Masyarakat tidak lagi menjadi orang yang Merdeka. (T.Aru)

One thought on “SOSIOLOGI SENI

  1. SYIFA; OBAT PENENANG YANG MENYENANGKAN

    Syifa mempunyai arti obat, di mana obat itu menjadi sebuah kehidupan manusia di dalam mengarungi dunia ini, yang penuh dengan realitas yang mencenggangkan banyak orang. Karena makin lama kehidupan manusia itu bukan makin baik di bandingkan kehidupan manusia yang sebelumnya, di mana kehidupan manusia selalu mempunyai keterkaitan dengan lingkungan hidup di mana manusia berada. Keharmonisan dengan alam dan lingkungan sosial menjadi bagian dari antibodi bagi kehidupan masyarakatnya.

    Nama Syifa menjadi lebih penting di dalam kehidupan. Hal ini tidak heran kalau orang tua menamakan Syifa pada anaknya. Sebagai ungkapan nilai yang telah hilang di dalam kehidupan ini. Untuk itu Syifa sebagai anak yang sekolah di Merdeka Sekolah ini menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya bagi lingkungannya. Karena Syifa selalu menginggatkan kita pada sebuah sentuhan jiwa dan raga sebagai sebuah obat yang menginggatkan kita pada nilai yang sublim, di mana Allah selalu memberikan obat di mana kita selalu diserang penyakit dan mengalami permasalahan yang kita sendiri tidak tahu kena hal itu memang harus terjadi. Syifa yang selalu menginggatkan kita pada tidak pencegahan terhadap penyakit dan masalah kehidupan.

    Syifa anak perempuan yang selalu memberikan ketenangan pada temannya. Meskipun kadang dia mengalami gangguan pada temannya, dia tetap tenang, sepertinya dia mencoba mengobati dirinya dengan sebuah pengertian yang diterjemahkan sediri sebagai sebuah pelipurlaranya. Senyum yang khas membuat dirinya selalu ingin selalu membuat sesuatu menjadi lebih menyenangkan. Karena dengan suasana yang menyenangkan membuat dirinya juga menjadi lebih baik dan aman. Membuat dirinya selalu mengalah, entah karena takut atau memang tidak mau memperpanjang masalah. Tapi yang jelas ketidak ada temannya yang menganggunya dia menghindar dan tidak lama kemudian kembali berteman. Seolah-olah Syifa tahu bagaimana dia harus bersikap terhadap teman-teman perempuan dan laki-laki.

    Pada hal Syifa apa yang biasa tidak begitu menonjol dibanding teman-teman lainnya. Tapi bukan berarti anak yang lambat. Karena dia mempunyai cara berpikir sendiri mengenai apa yang menjadi pikirannya tentang belajar, bermain dan bergaul dengan teman-temannya. Untuk itu tidaklah mudah kita untuk bisa menilai bagaimana dia bisa menyelesaikan pelajaran secara lebih baik, bagaimana dia menyelesaikan permasalahan dengan teman-temannya. Semua itu dilakukan dengan cara pengobatannya sesuai dengan namanya Syifa, artinya obat. Dia mau mencoba mengobati dirinya sendiri dan teman-temannya, sudah tentu dengan cara dan kemampuannya sendiri. Yang setiap orang tidak pernah tahu bagaimana dia harus mengobati dirinya sendiri. Karena yang jelas dia adalah seorang anak perempuan yang bisa menangis, nakal, iseng, susah diatur, maunya sendiri dan sebagainya. Itu semata-mata menjadi sebuah realita yang memang harus dilakukan sebagai bentuk penjelajahan dirinya tentang itu semua sebagai mana mestinya. Dengan begitu diharapkan dia akan mampu mengatasi permasalahan dan bisa mengobati dirinya sendiri dan orang lain.

    Syifa anak yang tenang, pendiam, murah senyum, lambat, tapi mampu mengukur apa yang bisa dia lakukan untuk mengatasi permasalahan. Hal ini karena dia menyadari bahwa kemerdekaan di dalam melihat itu menjadi sebuah realitas yang harus dikatakan sebagai jawabannya. Memang anak-anak dilahirkan dalam keadaan Merdeka dan bigitu juga tubuh dengan Merdeka, karena dengan kemerdekaan itu membuat anak mengerti dirinya dan orang lain dengan lingkungannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s