Foto-Pesta-Tanam-Merdeka


PESTA LUMPUR

Pada hari Kamis  tanggal 19 Januari 2010 anak-anak merdeka mengadakan ‘event pesta lumpur’. Dalam rangka mewarnai aktivitas anak merdeka, maka disepakati anak-anak merdeka akan belajar menanam padi dan merdeka gembira dilumpur sawah.

Seluruh anak merdeka terlibat, termasuk Pak Aru sebagai Kepala Sekolah juga tak mau luput merasa gembira bersama anak merdeka. Dengan mengambil lokasi di persawahan samping sekolah anak merdeka betul-betul larut dalam licinnya lumpur dan keruhnya air petak sawah.

Anak merdeka belajar berusaha menanam padi dipersawahan petani. Mereka diajari untuk bisa menyadari dan mengerti bahwa nasi yang mereka makan berasal dari buah tanaman padi yang akan mereka tanam. Tiap-tiap anak diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk merdeka berekspresi diatas kubangan air sawah yang menggenang.

Ada yang sangat antusias untuk menanam padi, ada yang berlarian tak beraturan dan tercebur riang dilumpur persawahan. Sekelompok anak perempuan belajar menanam padi dengan dipandu beberapa embok tani, agar tanaman padi ditanam secara rapi.

Sementara itu  anak laki-laki larut dalam kebebasan untuk mencebur luluh dengan lumpur-lumpur yang mengasikan. Pak Aru mewarnai acara tersebut dengan mandi lumpur, dan semua anak tertawa riang dalam coklatnya lumpur-lumpur sawah.

Eh, ada juga lho anak-anak yang dihisap lintah. Lutfi, Ihsan, Sholah, Zahra dan beberapa anak merdeka yang ceria itu dihisap darahnya. Namun anak-anak itu tidak takut, tidak jijik dengan makhluk penghisap darah kotor itu. Bahkan dijelaskan oleh  Bunda Yoyoh, bahwa darah yang dihisap oleh lintah itu adalah darah kotor, persis seperti terapi bekam.

Bunda Mala dan Bunda Yoyoh, tak henti-henti memberikan penjelasan kepada anak-anak tentang hal ihwal pertanian khususnya  tanaman padi. Dan tak terasa matahari kian memanas, menyengat kulit anak merdeka yang masih lembut berwarna. Pesta lumpur dinyatakan usai, anak-anak kembali berkumpul dan mendengarkan pelajaran dari Bunda Yoyoh tentang biologi pertanian, serta memberikan semangat/motivasi kepada anak-anak agar kelak yang akan menjadi petani, benar-benar menjadi petani yang profesional dibindangnya.

Puncaknya Pak Aru memberikan tauziah, bahwa kita tadi semua mandi lumpur/tanah untuk mengingatkan kita semua bahwa manusia itu berasal dari tanah dan suatu saat akan kembali ketanah (dikubur ditanah, hancur dan kembali menjadi tanah). Setelah itu anak-anak foto bareng diatas lumpur keceriaan, setelah itu mereka berlarian membersihakn diri (mandi) dari kucuran air bersih kran Sekolah Merdeka.

Berikut disajikan foto-foto ‘Pesta Lumpur Merdeka’ :

Anak Merdeka turun ke Lumpur untuk belajar menanam padi

Whooouw, asyiknya menanam padi sambil duduk lagi, tapi enggak dingin kok.

Ayooo, kita belajar bertani yooo

Mandi bersama setelah berlumpur ria

Ama pak aru menanam padi

Mulai melumpur yookkk, sambil maen sambil blajar

Diskusi diatas lumpur

Mandi Lumpur sebagai Latihan kembali ke Bumi

 

Tak ada Kolam Lumpurpun Jadi dech untuk brenang

One thought on “Foto-Pesta-Tanam-Merdeka

  1. JERAMI ITU BERTERBANGAN

    Seperti biasa belajar kreatif tidak pernah di dalam kelas. Memang menjadi sesuatu yang biasa tidak perlu lagi untuk melihat belajar dalam kelas. Meskipun masih banyak sekolah kekurangan dalam proses pelajaran ini dan kurang maksimal karena memang banyak yang harus diatasi. Persoalan pendidikan memang tidak pernah lepas dari gelapnya sekolah yang tidak pernah memercikan cahaya. Meskipun demikian sekolah selalu ada dalam kegelapan dengan segala upaya dan perhatian.

    Untuk belajar anak-anak menyeberang saluran air, dan melompat diantar pematang sawah. Dengan riangnya anak-anak selalu ingin memberikan terbaik bagi dirinya dalam pelajaran ini. Karena pelajaran ini adalah pelajaran menulis ada yang dilihat dirasakan di dalam diri anak-anak masing untuk melakukan sesuatu dan menulis sesuatu. Sehingga tidak heran ada anak yang asik menulis dengan baik dan terstruktur meskinpun kelas satu, ada yang menulisnya ekspresi dengan mengungkapkan pengalamannya ketika berpetualang dengan jalan melalui illang. Ada yang menulis arti sebuah persahabatan yang membuat dirinya begitu tersentuh dan begitu merasakan dekat dengan temannya. Syifa menuliskan dengan penuh perasaan untuk mengambarkan sosok temannya yang begitu bersahabat. Teman yang ditulis Syifa itu memang anak yang rendah hati manja, tapi baik sama teman-temannya. Tulisan dia juga begitu baik tentang sebuah kasih sayang terhadap siapa saja. Dia bicara kasih sayang dengan teman, orang lain dan lingkungannya dengan begitu ekspresif tanpa membuatnya terhanyut, karena dituliskan dengan keriangan dan ketulusan hati yang membuat dirinya begitu mudah untuk mengungkapkan dengan apa adanya.

    Ada yang menulis hanya tiga baris dengan gambar dan ada juga yang menulis dengan tiga yang diulang-ulang ketika disuruh membacanya, dibaca dengan intonasi yang berbeda sehingga memberikan perbedaan antara satu dengan yang lain dalam kata yang sama. Itu diucapkan dengan begitu saja sambil acuh tak acuh, seolah sebagai bagian dari permainan baginya. Yang dikombinasikan dengan gambar yang begitu saja dia buat tanpa harus dipertimbangkan, karena itu seperti angin yang berhembus.

    Kata dan kalimat yang dibuat anak-anak sesuai dengan apa yang dialaminya, sehingga begitu mudah anak merangkaikan kata kalimat yang kadang memberikan maksud dan tujuan yang begitu dalam tentang apa yang menjadi persoalan dirinya. Seperti ada anak yang tidak ikut olah raga di sawah karena olah raga ini buat dia begitu berat, karena sistem motorinya lemah membuat anak itu sering tertinggal, dan mental untuk menghadapi masalah sebenarnya ada hanya turun naik. Sehingga dia memilih tinggal disekolah tanpa setahu guru dan temannya. Karena setelah selesai baru ketahuan bahwa dia melarikan diri dari kegiatan olan raga. Tapi memang demikian dia tulis dengan sepenuh hati bagaimana pengalaman dia sendiri disekolah, dia menulis penuh dengan perasaan meskipun ditulisnya dengan senyum saja tanpa memberikan arti tersendiri, seperti alam menyapa kehidupan manusia denga angin yang begitu saja sehinggga tidak semua orang mengerti itu.

    Pelajaran menulis membuat anak bukan saja bisa mengenal huruf lebih baik tapi sekaligus bisa merangkai kalimat dengan baik dan sepenuh hati tanpa ada satu beban. Karena pelajaran ini bukan membebani anak tapi memberikan ruang pada anak untuk mengungkapkan pengalamannya dengan segala keterbatasan kata dan kalimat. Tapi anak-anak bisa menangkap apa yang menjadi pengalaman dan perasaannya. Begitu juga anak-anak menulis dengan apa yang dilihat dan dirasakan sebagai sebuah cerita yang harus ditulis. Seolah menulis bagi anak bukan sebuah pelajaran tapi sebuah ruang untuk kesenangannya bercerita dan menggambar.

    Biasa setelah selesai menulis anak-anak membuat acara sendirinya dengan merespon lingkungannya di mana dia berada. Anak-anak main perosotan diantara sawah yang tinggi dengan yang rendah untuk meluncur kebawah diantara semak-semak. Kemudian temannya menolong untuk mengangkat keatas, tapi oleh anak yang dibawah malah anak itu ditarik kebawah sehingga keduanya jatuh berguling dengan diwarnai gelak tawa riang anak-anak. Begitu juga ada anak-anak bermain gendong kuda tapi keduanya yang digendong dan mengendong menjatuhkan diri dijerami sehingga membuat kedua anak itu merasakan tantangan bagaimana anak-anak itu jatuh dijerami, begitu kedua permainkan dilakukan anak-anak bersama-sama ketika sudah menyelesaikan tulisannya. Tidak puas dengan permainan itu anak-anak melemparkan jerami kepada teman-temannya sehingga diantara mereka saling melempar dan jerami itu berterbangan ditiup angin dengan indah mengikuti irama angin dan suara riang anak-anak. Tiba-tiba diantara gundukan jerami itu muncul seorang anak sehingga membuat jerami itu meledak, berhaburan dan berterbangan keudara dengan gairah keriang anak untuk mengungkapkan kehidupan ini terhadap alam. Permainan itu seling berganti untuk muncul dalam jerami itu. Tapi tanpa terasa waktu sudah suhur untuk segera kembali kesekolah untuk makan siang dan sholat suhur. Anak-anak Merdeka Sekolah berlarian diantara pematang sawah dengan lincah seperti angin yang menerbangkan jerami itu keudara. Ringan dan tidak goyah dalam berlarian dalam titian pematang sawah. Seolah anak-anak sedang menyambut keharmonisan hidupnya dan realitas rumah dan sosial. Kegembirannya seolah akan berulang dengan memberikan makna bagi dirinya untuk bisa selalu berkata dan berbicara dengan alam. Allah memang menciptakan alam ini untuk bisa melihat getaran dan irama alam yang ada, dengan merasakan dalam pelukan tanah, tumbuhan,illang, pohon yang dipanjat anak-anak.

    Dengan segala keterbatasan ini kehidupan memang menjadi sebuah ruang sempit bagi setiap orang, tapi kalau hidupan dengan keterbatasan yang dimaknakan membuat ruang hidup ini begitu luas dan memberikan banyak makna untuk bisa dikembangkan dan diluaskan sebagai bagian dari kehidupan. Keluasan hidupan sama dengan keluasan hati dan jiwa untuk berteman dengan alam ini sehingga banyak memberikan apa yang tidak pernah kita rasakan dapat kita rasakan. Sesuatu yang membuat kita gelisah menjadi lepas bersama angin. Tapi tidak semua manusia tahu bahwa alam itu begitu bersahabat. Tapi kebaikan alam kadang disalah gunakan untuk kepentingan manusia dengan cara merusak dan mengobyektifitaskan menjadi kommodite, sehingga membuat manusia kehilangan ruang dan jiwa yang luas dalam kehidupan ini. Anak-anak Merdeka Sekolah sudah sampai di konsep sekolah, di mana Bu Mala sudah menunggu di saung untuk menyediakan makan siang bagi anak-anak untuk segera mengambilnya sendiri. Dan ada anak yang sebelum makan harus mandi, karena dia suka mandi, karena air bagian dari alam yang selalu membuat rindu pada kebesaran Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s