Azizah


TENANGNYA TELAGA AZIZAH

Anak Kecil Yang Tenang

Melihat karakter anak menjadi sebuah realitas yang selalu memberikan banyak hal bagi orang yang ingin mengerti dirinya dan orang lain. Karena hidupan ini memang untuk saling memberi dan berbagi. Untuk saling menasehati dengan kebaikan dan kesabaran. Tapi sebaliknya kehidupan anak-anak biasa saja tidak ada yang menarik karena itu memang sudah menjadi sunatullahnya manusia harus dimulai dari tahapan yang embrio dan anak-anak. Dunia anak-anak adalah dunia yang selalu dikelukan oleh orang tua dengan segalal macam persoalan yang membuat orang tua kerepotan dan kewalahan, sehingga banyak keluh kesah yang tidak berkesudaha.

Tapi bagaimana dengan Azizah seorang anak yang pendiam pintar, tapi sangat perhatian pada temannya. Azizah juga senang tantangan yang diberikannya, dan mempunyai inisiatif walaupun malu-malu. Sebetulnya dia juga seorang anak perempuan yang selalu bergaya orang tua dengan segala macam triknya untuk bisa memberikan sesuatu pada temannya. Apa lagi menyangkut dirinya. Seolah-olah apa yang dikatakan olah-olah apa yang dikatakan temanya itu adalah bahasanya pada hal itu dari anjuran dan perkataan Azizah, seolah-olah dia mau berperan dibalik layar untuk bisa melihat kenyataan itu memang ada.

Dengan gaya seperti ini Azizah mau melihat permasalahan ini secara lebih jernih dan bisa mencobah mengkalkulasi secara lebih baik, kalau hal itu memang ada sebuah kesalahan dari keputusannya. Dengan sendirinya dia tetap memperhitungkan kembali apa yang telah dilakukan. Tapi kesalahan itu membuat dia tidak terbebani karena pernyataannya itu sudah ditransformasikan pada temannya. Seolah-olah itu sudah menjadi permasalahan yang memang sudah terjadi.

Begitu juga dengan ketenangannya memberikan kemungkinan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih banyak dan berarti. Baik dalam pelajaran dan pembelajaran, baik bersama guru maupun dengan temannya. Tapi kadang dia juga sangat terpengaruh pada temanya, karena semata-mata ingin merasakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh temannya. Tapi keinginan untuk mandiri dan menyelesaikan sesuatu dengan baik selalu memberikan dirinya seperti orang yang ingin selalu mengali apa yang ada didalam lingkungan dan temannya.

Ketenangan seperti telaga yang dalam untuk memberikan kemungkinan pada kenyataan hidup ini bahwa apa yang dilakukan itu menjadi sesuatu yang mempunyai kedalam dan kemaknaan hidup ini. Bahwa apa yang ingin dipelajar selalu ada keingin yang mendalam. Tapi kembali lagi bahwa dunia anak itu selalu berangkat dari intuitif dan implusif yang tinggi sehingga memberikan kemungkinan pada anak untuk bisa melampaui kehidupannya. Dan untuk memberikan anak pada kemungkinan yang lebih luas dan berharga.

Kedalam intuisinya ini memberikan kemungkinan pada dirinya untuk bisa selalu melakukan yang terbaik. Hanya saja ketakutan sebagai anak-anak menjadi sebuah permasalahan kalau hal itu tidak diletakan pada masalah yang lebih proposional. Karena dengan menempatan proposional ini akan menjadi sebuah pembelajaran yang lebih baik. Tapi kalau tidak bisa diatasi mungkin bisa menjadi permasalahan.

Kecerdasan dipadukan dengan kemampuan berpikir yang dalam dan peka dalam sosial ini memberikan kemungkinan untuk bisa mengaktualisasikan pada kenyataannya.

Kalimat yang diuraikan mencerminkan keingian yang mendalam untuk melihat diri dan kehidupannya menjadi lebih jelas. Namun itu belum cukup karena ini adalah sebuah proses yang memang harus dijalani.

Keinginan yang dalam bagaikan ketenangan telaga ini memerlukan sebuah bimbingan yang tersendiri agar dia mengerti apa yang menjadi pikiran dan perasaan. Tapi memang tidak semua orang tua mengerti apa yang menjadi pikiran dan perasaan anak. Karena orang tua mengerti anak berdasarkan ucapan dan perkataannya, dan yang lebih mudah lagi dan sering sekali salah, orang tua melihat anaknya dari prilakunya. Pada hal prilaku anak-anak hampir 100% tidak baik. Pada hal prilaku anak-anak sebenarnya hampir 100%baik bagi perkembangannya, hanya saja perlu ada sebuah pendampingan dan pemahaman serta pengertian yang mendalam terhadap anak. Dengan dibekali kesabaran diharapakan anak-anak mampu berpikir secara lebih mendalam dan bermakna. Sehingga membuat hidup ini menjadi lebih baik dan merdeka!!! (Aru W)

One thought on “Azizah

  1. SOSOLOGI ESTETIKA

    Seni adalah bagian dari kehidupan manusia yang selalu memberikan dimensi yang lebih luas dan memberikan pemahaman yang lebih baik sebagai sebuah kesadaran di dalam melihat kehidupan dan permasalahan hidup. Karena seni itu memang sudah menjadi fitrah manusia yang selalu menyukai keindahan. Keindahan adalah manifestasi dari nilai hakiki dari Sang Pencipta. Karena Allah Maha indah dan menyukai keindahan. Di mana alam semesta diciptakan dengan penuh keindahan dan manusia diciptakan dengan keindahan bentuk dan jiwa yang mengkokohkan bahwa keindahan itu memang menjadi sebuah realitas sosial kehidupan yang ada sebagai sebuah kebenaran.

    Namun dalam perkembangannya keindahan itu menjadi sebuah realitas yang terdefinisikan dan terpilahkan dalam sebuah pemahaman yang hanya melihat keindahan dari sebuah pandangan tertentu. Hal ini yang menjadi keindahan karya seni itu menjadi terpolarisasikan di dalam kehidupan sosial masyarakat.

    Keindahan menjadi sebuah kasta yang menunjukkan bahwa keindahan penguasa berbeda dengan keindahan masyarakat pada umumnya. Hal itu telah dibuktikan sejarah kita mulai zaman kolonial, orde lama dan orde baru, bagaimana keindahan seni sesuai dengan apa yang menjadi keinginana penguasa. Begitu juga keindahan yang dipahami oleh para seniman yang berpendidikan menjadi sebuah keindahan yang akademik dan hanya bisa diapresiasi oleh kalangan tertentu, seni menjadi jejaring diantara pada seniman, kritikus,kurator, kolektor dan institusi seni yang merepresentasi akademisi mengeluti pengetahuan seni dan teori seni. Keindahan yang didefinisikan menjadi keindahan yang tidak pernah menyentuh kehidupan rakyat kecil. Karena keindahan itu juga mempunyai perbedaan dengan masyarakat atau rakyat pada umumnya di dalam kehidupah sosial. Begitu juga keindahan yang masuk dalam sebuah sistem yang demikian rapihnya, sehingga membuat masyarakat tidak mengetahui bagaiman keindahan begitu saja bisa merubah kehidupan seseorang. Karena keindahan yang menjadi sebuah sistem ekonomi yang dikembangkan oleh kaum kapitalistik menjadi keindahan yang bergerak pada gaya hidup yang berorientasi pada materi dan hedonisme.

    Sedangan keindahan yang dipahami oleh rakyat di dalam kehidupan sosial pada ungkapan kesederhanaan di dalam hidupnya. Bagaimana kehidupan itu selalu mengkaitakan dengan nilai lingkungan alam yang membawa dirinya pada realitas keberadaan menjadi manusia yang selalu merasakan keluasan jiwa didalam mengaktualisasikan di dalam bertani, berkebun, berlayar menangkap ikan, bersama dalam komunitas dengan seni yang rekat dirinya pada sesamanya, sebagai perwujudkan rasa syukur di dalam kehidupan yang dia jalani ini. Begitu juga dengan berkarya melalu media yang ada di lingkungan sekitarnya menjadi perekat dirinya pada kehidupan sosial dan alam lingkungan yang melingkupinya. Karena dengan berkarya seni itu rakyat dalam melihat kehidupan itu begitu luas dan dalam untuk bisa dipahaminya. Dan kesederhanaan itulah yang menjadi keindahan yang memberikan warna dalam kehidupan sosial.

    Inilah yang terlihat dan dirasakan di dalam sosiologi estetika, bahwa keindahan itu menjadi sebuah kasta, ada kasta brahmana yang direpresentasi pada institusi seni, kasta satria yang direpresentasi oleh para penguasa negara dan pemerintahan. Kasta waisya yang direpresentasikan oleh para kapitalisme, sedangkan kasta sudra yang direpresentasikan pada rakyat kecil.

    Karena pendekatan keindahan yang dipahami di dalam realitas kehidupan sosial masyarakat yang mengacuh pada pengertian keindahan seni sebagai sesuatu yang bersifat keilmuan dengan pandangan yang mengacuh pada berpikir abstrak, sehingga keindahan seni itu tidak lagi kontekstual. Begitu juga keindahan seni sebagai sesuatu media yang hanya mengarahkan realitas sosial masyarakatnya, menjadi keindahan seni sebagai panglima politik dari para penguasa. Untuk keindahan seni yang dibentuk oleh sistem yang rapih sehingga cenderung tidak kentara sebagai sebuah kesenjangan yang luar biasa di dalam realitas sosial masyarakat. Di mana keindahan seni mengarahkan masyarakat pada kehidupan yang berorientasi pada ekonomi yang tak pernah memberikan kepuasan yang sebenarnya, karena keindahan seninya adalah semu. Karena menonjolkan kehidupan hedonisme, hasrat yang tidak pernah terpuaskan.

    Untuk itulah sosologi estetika memberikan pemahaman tentang keindahan seni itu adalah keindahan realitas sosiol masyarakat, untuk bisa dipahami sebagai sebuah kesadaran di dalam melihat realitas keindahan sebagai bentuk warna dari kehidupan, di mana warna itu menyadarkan pada manusia di dalam sebuah perbedaan tapi bukan sebuah keterpisahan di dalam kehidupannya. Untuk bisa dibangun keterkaitan sosial masyarakat di dalam kehidupannya. Sebagai warna warni realitas sosial masyarakat yang terlihat harmonis. Berbeda warna yang kemudian dipadu dengan warna lain menjadi lebih indah. Begitu juga kehidupan sosial masyarakat, keindahan seni itu merangkai kehidupan realitas sosial masyarakat yang lebih baik.

    Karena keindahan seni itu merupakan keterkaitan dengan sebuah bentuk dan warna sosial lainnya, sehingga menjadi sebuah realitas keindahan seni di dalam sosial masyarakatnya. Karena adanya pemahaman tentang keindahan menjadi sebuah relasi dari kehidupan realitas sosial masyarakatnya. Membuat keindahan seni itu tidak akan terpolarisasikan seperti apa yang sekarang terjadi di dalam kehidupan masyarakat.

    Hal ini yang sangat terlihat di dalam dunia pendidikan mulai dari paud, play group, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menegah pertama, sekolah menegah atas, perguruan tinggi. Masyarakat tidak lagi menjadi orang yang Merdeka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s