Ruang Bahagia


DIRUANG INI KAMI BAHAGIA


Kebahagiaan setiap pagi… . ” Nikmat Allah tiada terhingga..,  setiap pagi tiba di sekolah, hati ini selalu bahagia.  Baru nampak bayang-bayangku,  anak-anak sudah berhamburan dan berteriak ibu!!!! .. ibu!!!..   Mereka berlari menubrukku dan mencium tangan ku kadang wajahku lembutku ini. Sejenak kuhentikan motor  untuk merelakan mereka bahagia sejenak menyambutku. Ada yg naik ke motor minta diajak melanjutkan ke tempat parkir yg berjarak 3 meter saja dari tempat aku berhenti. Ada juga yg sibuk mengambil bawaan yg ku ikat di motor dan membawa dengan susah payah ke dalam sekolah dengan bangga. Aku sungguh bahagia.

“Belajar dari kepompong…” ‘Bu aku dapat kemompong!!!.. anak-anak  berlari ke arahku dengan bangga memperlihatkan beberapa kepompong di tangannya masing-masing  yang didapat dari  memanjat pohon. “aku akan mengamatinya bu.. sampai jadi kupu-kupu” kata luthfi. Teman-temannyapun menyambut dengan setuju. Mulai hari itu jadilah kami selalu mengamati kepompong demi kepompong, mereka sangat takjub dengan perubahan  (metamorphosa)  yg terjadi dari kepompong menjadi kupu-kupu. Hmmm… mereka belajar sendiri secara langsung dari alam,  yah di ruang kami yg luas.

Bu Mala menambahkan pembelajaran tentang kepompong . “Tahukah kalian.. di kepompong ini ulat sedang berpuasa,  sama seperti kita berpuasa di bulan Ramadhan yg diperintahkan Allah, kalian lihat hasilnya kan?? Subhanallah indah dan bagus kupu-kuppunya.. begitu jg kita, dengan berpuasa maka kita akan menjadi pribadi yang indah dan bagus, ayo kita harus berpuasa di bulan ramadhan nanti lebih baik lagi..!”  begitu  pesan bu Mala . Semoga mereka mendapatkan pelajaran yang  lebih banyak lagi dari alam dan ruang ini. Masih banyak kebahagiaan-kebahagiaan lain,  nanti akan saya sambungkan… jazakallah. (Bunda Yoyoh)

One thought on “Ruang Bahagia

  1. KEBERANIAN KARENA KETAKUTAN

    Luffi anak laki-laki yang gesit dan lincah luar biasa, begitu juga masalah keberanian jangan ditanya lagi. Dia akan memperlihat keberanianya pada teman-temannya. Sehingga Lufti diantara teman-temannya sedikit menonjol, dan temannya memberikan dia sebut dengan pangeran. Entah kata-kata itu muncul dari mana yang jelas sering kata itu disebutkan, terutama sering disebutkan oleh Lulu. Sang Pangeran, seolah ada sesuatu yang membuat dirinya menjadi seorang pangeran, yaitu keberanian untuk selalu bisa dibandingkan teman-teman lainnya.

    Hal itu bukan saja tampak pada pergaulan atau permainan. Tapi pada proses belajar hal itu juga bisa ditemui karakter Lutfi yang tidak mau kalah dengan teman lainnya, sehingga dengan kesungguhnya dia upayanya agar dia mampu menjadi anak yang terbaik. Sebuah gejala yang sangat baik dan perlu dukungan dari pihak sekolah terutama guru untuk selalu menjadikan anak itu selalu bisa mengerjakan apa yang menjadi keinginan dan kesukaanya. Tapi hal itu tetap pada proporsinya dia sebagai seorang anak yang sudah tentu dengan segala keterbatasannya. Hal ini yang tidak pernah dipahami oleh Lutfi bahwa keberaniannya itu sebenarnya berangkat dari ketakutan tidak menonjol diantara teman-temannya.

    Ketakutan memang sebuah realitas yang ada di dalam kehidupan manusia pada umumnya. Sebagai sebuah tanda untuk selalu waspada dan mengerti apa yang menjadi kemampuan manusia di dalam kehidupan ini. Dengan kesadaran yang penuh untuk bisa mengetahuan kemampuan dan keberadaan dirinya sebagai manusia dengan ples minisnya. Akan membuat dirinya menjadi orang yang selalu berani dalam segala hal. Karena keberanian itu muncul bukan karena ketakutan. Tapi keberanian itu akan kesadaran akan kelebihan dan kekurangannya sehingga dia menjadi seorang pemberani. Karena dengan keberanian itu membuat dia menyadari bahwa kelebihan itu bukannya apa-apa. Begitu juga kelemahannya bukan lagi menjadi kelemahan, karena dengan keberanian itu dia mampu memperbaiki kelemahan dan kekurangannya. Dengan kekurangan itu dia berani untuk memperbaiki diri dan lingkungannya.

    Membuat Lufti anak yang cukup lumaya dibandingkan teman-teman lain. Dengan kegesitan, keberanian, ketangkasannya ini perlu didukung dengan mental yang lebih baik dan kuat. Sehingga akan mengimbangi apa yang menjadi aktualisasinya sebagai anak yang pemberani.

    Gerak dan langkah selalu sejalan dengan apa yang menjadi dorongan hati dan jiwa, begitulah yang terjadi pada lufti dengan gerak dan langkahnya sebenarnnya dia ingin sekali mengatasi ketakutan, yang dia sendiri tidak tahu kenapa dia menjadi begitu takut pada sesuatu yang tidak jelas, apa itu ketakutannnya.

    Untuk itu dia selalu melawan ketakutan itu dengan langkah-langkah yang revolusi untuk mengalahkan ketakutan. Tapi ketakutan itu tetap saja menjadi dekat dan mampu dirasakan sebagai sebuah realitas yang tidak bisa dia pahami karena dialami oleh dia sebagai Lufti, kenapa tidak pada temannya. Pada hal kalau dia tahu bahwa ketakutan adalah teman manusia untuk selalu bisa memperbaiki dirinya dan untuk selalu berani untuk mengatakan bahwa kita mempunyai kelemahan. Karena Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaan, karena dengan kesempurnaan itu. Membuat manusia merasa dirinya takut pada kurang, lemah. Karena dia adalah manusia yang sempurna. Pada hal ini ketakutan menjadi sebuah upaya untuk Memerdekakan dirinya. Karena kesempurnaan adalah lebih tepat menjadi sebuah kemerdekaan manusia untuk selalu Merdeka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s