AULIA


AULIA DIANTARA KELEMBUTAN DAN TEGASAN

Aulia Yang Tenang

Kepribadian tidak selalu mengatakan sesuatu yang memang harus dilihat dari genrenya tapi memang itu menjadi bagian dari kehidupan manusia yang diberikan Allah dengan segala kesempurnaannya. Untuk itu tidak bisa dilihat bahwa kelembutan itu memang menjadi bagian dari perempuan. Dan ketegasan itu menjadi bagian dari pria. Sebuah cara padang yang membatasi pengertian manusia dalam konstelasi kehidupan sosialnya. Membuat manusia itu kadang menjadi direduksi menjadi warna budaya sebuah masyarakatnya. Di mana budaya dan noma masyarakatnya kadang membuat seseorang menjadi tidak bebas mengaktualisasikan dirinya. Karena akan menjadi sebuah permasalahan kalau tidak dengan sesuai kehidupan masyarakatnya yang belum tentu sesuai dengan fitrah manusia yang menjadi panduan dalam kehidupan sosialnya. Karena Allah sendiri memberikan pada manusia nilai yang lebih merdeka. Karena tidak terikat pada apapun juga baik itu penguasa maupun sistem yang bertentangan dengan fitrah manusia. Itu menjadi sebuah cara pandang dalam melihat Aulia yang kerap kali senang bermain dengan perempuan, dan hampir sering dengan teman perempuan, seolah kelembutannya menemukan tempat yang memberikan dia untuk waktu tertentu berkata tentang dirinya melalui mediasi temannya. Begitu juga ketika dia membuat lukisan,karya mempunyai intesitas perasaan yang luas untuk diberikan pada duniannya. Dengan media melukis menjadi dirinya menemukan apa yang dikatakan sebagai realitas kehidupan serasi dan harmoni dalam menatannya. Sehingga memberikan kekuatan pada dirinya untuk bisa melakukan apa yang menjadi sebuah sikapnya yang harus dipegang, meskipun bertentang dengan teman atau lingkungannya. Seolah ketegas di dalam memilih sikap itu menjadikan dirinya merasakan aman dan memberikan keleluasaan untuk mencoba memeliharan perasaan dan impresinya. Auliya bukan anak yang mempunyai badan yang tegak, tapi dia punya jiwa yang tegak, dia termasukan anak yang lemah secara fisik, tapi tidak lemah dalam bersikap. Dia begitu lembut dalam melihat permasalahan, tapi dia bisa menyelesaikan masalah dengan tegas, sesuai dengan apa yang menjadi sebuah keyakinannya. Dia bukan anak yang cerdas, tapi dia mampu melihat teman dan lingkungan dengan cerdas. Dia tidak segesit teman-teman, tapi dia gesit dalam bertindak. Ditidak bisa galak dengan teman-temannya tapi kalau digalakkan membuat dia menjadi galak. Dia seorang anak pendiam, tapi dia tidak pernah dia kalau harga dirinya diusik. Dia mempunyai langkahnya yang lemah tapi dia tidak lemah dalam hidupnya. Meskipun dia pernah sakit karena jatuh dari saung, tapi dia mempunyai semangat untuk selalu sembuh dan merindukan teman dan sekolahnya. Aulia pribadi yang lembu selalu mencari arti dari kehidupan melalui teman-temannya. Dalam arti implusif. Karena memang demikian adanya dari kehidupan anak-anak yang selalu berpikir secara intuitif dan bertidak secara implusif. Karena lingkungan dan dunianya itu adalah dirinya. Orang lain adalah identifikasi dirinya, agar dia bisa memahami apa yang harus dia kerjakan dan lakukan sebagai kegiatan dengan teman dan kehidupan sosialnya. Ketegasan adalah manisfestasi keinginannya untuk bisa berteman secara baik dan menyenangkan sebagai sebuah kaidah berteman atau sosialisasi dirinya. Karena keindahan adalah rasa kebersamaan, dan memahami antara satu dengan yang lain. Begitu juga di dalam mengungkapkan pandangan dan perasaannya sudah tentu sebagai bagian dari ketegasan yang dibarengi dengan kasih sayang, sebagai bentuk kelembutan hati. Sudah tentu sesuai dengan perkembangan dirinya sebagai seorang anak. Dengan cara pandang dan tindaknya sebagai anak-anak. Dengan begitu Aulia mampu memberikan pada dirinya sebuah pertumbuhan tentang jiwa dan rasanya sebagai bagian dari kepribadiannya yang harus dia perlihatkan. Meskipun teman atau orang lain tidak bisa merasakan apa yang menjadi sebuah pandangan dan perasaannya. Dia cukup mengerti dengan apa yang dirasakan dengan teman dan orang lain mengenai dirinya. Aulia anak yang bertubuh kecil dan terkesan ringkih atau lemah, tapi karakter dan jiwa membuat dirinya menjadi lebih kuat dan temannya yang mempunyai tubuh yang kuat dan kokoh. (T.Aru)

2 thoughts on “AULIA

  1. TENANGNYA TELAGA AZIZAH

    Melihat karakter anak menjadi sebuah realitas yang selalu memberikan banyak hal bagi orang yang ingin mengerti dirinya dan orang lain. Karena hidupan ini memang untuk saling memberi dan berbagi. Untuk saling menasehati dengan kebaikan dan kesabaran. Tapi sebaliknya kehidupan anak-anak biasa saja tidak ada yang menarik karena itu memang sudah menjadi sunatullahnya manusia harus dimulai dari tahapan yang embrio dan anak-anak. Dunia anak-anak adalah dunia yang selalu dikelukan oleh orang tua dengan segalal macam persoalan yang membuat orang tua kerepotan dan kewalahan, sehingga banyak keluh kesah yang tidak berkesudaha.

    Tap bagaimana dengan Azizah seorang anak yang pendiam pintar, tapi sangat perhatian pada temannya. Azizah juga senang tantangan yang diberikannya, dan mempunyai inisiatif walaupun malu-malu. Sebetulnya dia juga seorang anak perempuan yang selalu bergaya orang tua dengan segala macam triknya untuk bisa memberikan sesuatu pada temannya. Apa lagi menyangkut dirinya. Seolah-olah apa yang dikatakan olah-olah apa yang dikatakan temanya itu adalah bahasanya pada hal itu dari anjuran dan perkataan Azizah, seolah-olah dia mau berperan dibalik layar untuk bisa melihat kenyataan itu memang ada.

    Dengan gaya seperti ini Azizah mau melihat permasalahan ini secara lebih jernih dan bisa mencobah mengkalkulasi secara lebih baik, kalau hal itu memang ada sebuah kesalahan dari keputusannya. Dengan sendirinya dia tetap memperhitungkan kembali apa yang telah dilakukan. Tapi kesalahan itu membuat dia tidak terbebani karena pernyataannya itu sudah ditransformasikan pada temannya. Seolah-olah itu sudah menjadi permasalahan yang memang sudah terjadi.

    Begitu juga dengan ketenangannya memberikan kemungkinan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih banyak dan berarti. Baik dalam pelajaran dan pembelajaran, baik bersama guru maupun dengan temannya. Tapi kadang dia juga sangat terpengaruh pada temanya, karena semata-mata ingin merasakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh temannya. Tapi keinginan untuk mandiri dan menyelesaikan sesuatu dengan baik selalu memberikan dirinya seperti orang yang ingin selalu mengali apa yang ada didalam lingkungan dan temannya.

    Ketenangan seperti telaga yang dalam untuk memberikan kemungkinan pada kenyataan hidup ini bahwa apa yang dilakukan itu menjadi sesuatu yang mempunyai kedalam dan kemaknaan hidup ini. Bahwa apa yang ingin dipelajar selalu ada keingin yang mendalam. Tapi kembali lagi bahwa dunia anak itu selalu berangkat dari intuitif dan implusif yang tinggi sehingga memberikan kemungkinan pada anak untuk bisa melampaui kehidupannya. Dan untuk memberikan anak pada kemungkinan yang lebih luas dan berharga.

    Kedalam intuisinya ini memberikan kemungkinan pada dirinya untuk bisa selalu melakukan yang terbaik. Hanya saja ketakutan sebagai anak-anak menjadi sebuah permasalahan kalau hal itu tidak diletakan pada masalah yang lebih proposional. Karena dengan menempatan proposional ini akan menjadi sebuah pembelajaran yang lebih baik. Tapi kalau tidak bisa diatasi mungkin bisa menjadi permasalahan.

    Kecerdasan dipadukan dengan kemampuan berpikir yang dalam dan peka dalam sosial ini memberikan kemungkinan untuk bisa mengaktualisasikan pada kenyataannya.

    Kalimat yang diuraikan mencerminkan keingian yang mendalam untuk melihat diri dan kehidupannya menjadi lebih jelas. Namun itu belum cukup karena ini adalah sebuah proses yang memang harus dijalani.

    Keinginan yang dalam bagaikan ketenangan telaga ini memerlukan sebuah bimbingan yang tersendiri agar dia mengerti apa yang menjadi pikiran dan perasaan. Tapi memang tidak semua orang tua mengerti apa yang menjadi pikiran dan perasaan anak. Karena orang tua mengerti anak berdasarkan ucapan dan perkataannya, dan yang lebih mudah lagi dan sering sekali salah, orang tua melihat anaknya dari prilakunya. Pada hal prilaku anak-anak hampir 100% tidak baik. Pada hal prilaku anak-anak sebenarnya hampir 100%baik bagi perkembangannya, hanya saja perlu ada sebuah pendampingan dan pemahaman serta pengertian yang mendalam terhadap anak. Dengan dibekali kesabaran diharapakan anak-anak mampu berpikir secara lebih mendalam dan bermakna. Sehingga membuat hidup ini menjadi lebih baik dan merdeka!!!

  2. APAKAH MEREKA ANAK KELAS SATU

    Selama ini tidak pernah mengajar anak-anak kelas satu, karena kebanyakan mengajar kelas !V dan VI yang sudah mempunyai kemampuan untuk membaca dan merangkai kalimat. Di mana dengan anak-anak seperti ini dengan mudah memberikan banyak tugas dan pengertian tentang menulis. Karena menulis adalah sebuah kebiasaan anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan baik agar bisa memberikan pencerahan bagi dirinya untuk bisa melakukan secara lebih baik dan lebih mendalam sehingga memberikan makna dan hikmah yang dapat memberikan kita menjadi orang yang lebih baik dan mengerti apa yang bisa dilakukan dengan segalam kekurangan dan kelebihannya.

    Tapi pada saat ini mengajar anak-anak kelas satu sekolah dasar, tidak begitu banyak menghadapi kedal di dalam menulis bagi anak-anak karena dia mampu mengungkapkan apa yang menjadi pikiran dan perasaannya untuk selalu mengatakan sesuatu yang lebih baik bagi dirinya.

    Hidup bukanlah pembakuan, tapi hidup ini adalah mengurai kehidupan menjadi lebih baik. Dan hal itu yang bisa dilakukan oleh anak-anak dibandingkan orang dewasa yang makin lama makin kaku dan selalu mengacu pada pembakuan berbagai macam hal. Dan kecederungan pada target keuntungan dan materi sehingga kebakuan itu makin baku dan membuat dirinya kaku melebih kakunya robot yang dibuatnya. Bukan dalam fisik tapi juga jiwanya.

    Anak-anak masih mempunyai hal ini sehingga anak-anak kalau bermain menjadi sangat menarik untuk dijadikan narasumber kehidupan. Karena kehidupan orang dewasa tidak lagi berada dalam tataran kehidupan tapi sudah berada dalam tataran mekanistik yang bersifat instrumental, segala hal diukur menurut materi, uang dan segi ekonomi lainya. Sedangkan anak-anak apa yang dilakukan berorientasi pada kepuasan jiwa, batin dan perasaannya sehingga memberikan pikirannya menjadi lebih kreatif dan mampu membukan sekat-sekat kekakuan dari orang tua.

    Anak-anak Merdeka Sekolah menulis dengan segala jiwa dan perasaannya sehingga mampu memberikan pandangan yang luas, karena pikiranya begitu tajam untuk melihat permasalahan secara baik dan proposional.
    Tulisan anak-anak biasa tapi ekspresinya memberikan ketulusan yang sangat dalam di dalam berbicara masalah lingkungan, kehidupan anak- anak sehari-hari, pengalaman, kesedihan dan kegalauan menjadi satu untuk bisa menemukan apa yang menjadi titik terang untuk bisa memilih yang terbaik bagi diri kita sendiri. Sehing tidak perlu lagi kita untuk merencanakan, meskipun hal itu penting, tapi menulis bagi anak-anak Merdeka Sekolah menjadi sebuah pelajaran yang banyak memberikan sesuatu pada anak-anak, orang tua murid, guruk, kepala sekolah dan masyarakat pada umumnya, untuk bisa berlajar menjadi lebih baik bukan menjadi lebih was-was dan stress yang bisa mengakibatkan gila!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s