Fauzan Cerdas Melayang


FAUZAN

(AKU MELAYANG TAK MENENTU)

Anak Cerdas Yang Melayang

Pada dasarnya kehidupan anak-anak itu suka meniru dan menirukannya. Membuat anak itu menjadi anak yang bisa berkembang dan sebaliknya tidak juga bisa berkembang. Karena menyembunyikan kekuatan anak sama artinya kehidupan anak tidak mempunyai tujuan dan mengalir sesuai dengan kondisi sosial. Masalahnya kondisi sosial itu ada aliran yang tidak membuat anak menjadi lebih baik tapi menjadi anak yang kehilangan dirinya sendiri, tanpa dia tahu bahwa dia telah hilang dan hidup dalam bayangan orang lain yang semua itu menjadi sumber permasalahan yang tidak bisa diketahui. Karena dia telah menjadi, menjadi bayangan yang melayang tak menentu arahnya.

Fauzan anak laki-laki yang kalem, mudah mengikuti pelajaran, begitu juga hafalan Al Qurannya baik dibandingkan dengan teman laki-lakinya yang lain. Karena dia mudah mengikuti pelajaran membuat dirinya menjadi anak yang menonjol dalam belajar, boleh dikatakan cerdas. Semua materi pelajaran yang diberikan diselesaikan dengan baik. Begitu juga perilakunya baik dan wajar sebagai anak-anak pada umumnya.

Akan tetapi kebaikan dan kecerdasannya tidak didukung dengan sikap yang kuat sebagai anak yang pada umumnnya mempunyai cara pandang meskinpun belum tentu benar. Tapi sudah bisa bersikap, dan tahu apa yang harus dilakukannya, meskipun secara implusif. Karena memang hal itulah yang menjadikan anak menjadi orang yang mampu melihat apa yang menjadi sikap dan pandangannya. Karena dengan sikap pandangan yang jelas, maka dengan sendirinya langkahnya menjadi lebih jelas. Dengan begitu kecerdasan dan kebaikan sebagai anak itu menjadi lebih terlihat bobot dari kecerdasan dan kebaikannya sebagai manusia.

Karena sekarang ini banyak orang yang cerdas dan baik tapi tidak mempunyai sikap dan pandangan tentang kehidupnya. Karena hidupnya mengalir saja sesuai dengan keadaan dan kondisi di mana dia berada. Sehingga kalau orang kaya menjadi kaya bukan berarti mempunyai sikap orang kaya. Artinya kekayaan itu bukan karena sikap dan pandangannya tapi kondisi yang memungkinkan dia menjadi orang kaya. Begitu juga sebaliknya orang miskin menjadi miskin karena tidak mempunyai sikap dan pandangannya. Maka kemiskinannya disebabkan karean kemiskinan struktural, hal ini yang terjadi pada bangsa Indonesia dan dunia berkembang yang dibentuk dengan sistematik dan terstruktur menjadi bangsa dunia berkembang bukan bangsa maju. Salah satu contoh yang jelas bagi kita kalau ada krisis ekonomi di Amerikan atau diEropa dan Jepang maka dengan sendirinya kita akan kena dampak dari krisis itu.Karena tidak mempunyai sikap dan pandangannya.

Hal ini yang terjadi pada Fauzan yang harus bisa dibina menjadi anak yang mempunyai sikap dan pandangan yang jelas dalam melihat kehidupannya. Dalam hal ini bisa dilihat bagaimana dia menyikapi teman-temannya dan gurunya. Selalu apa yang menjadi keinginan dari luar dirinya menjadi sesuatu yang harus dia ikuti dan menjadikan diri seseorang yang selalu melayang dari pergaulan dengan temannya.

Untungnya dia masih melayang dalam ruang yang kondusif untuk perkembangan dirinya. Tapi kalau tidak menemukan ruang yang kondusif membuat dirinya akan menjadi limbung, karena tidak tahu apa yang harus dia kerjakan.

Memang kalau kita berbicara masalah sikap dan pandangan adalah sebuah pilihannya kadang membuat seseorang tidak merasakan nyaman. Karena sikap dan pandangannya itu berbenturan dengan orang lain. Dan membuat hubungannya dengan orang lain tidak baik. Pada hal tidak sepenuhnya sikap yang kita ambil itu menjadi sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, tapi itu adalah sebuah konsekwensi yang harus diambil sebagai bagian dari kehidupan.

Untuk itulah perlu ada sebuah pemahaman dan kesadaran di dalam pendidikan kita bahwa menumbuhkan sikap dan pandangan anak sedini mungkin menjadikan anak menjadi anak yang kuat. Meskipun anak itu mempunyai kecerdasannya pas-pasan, tapi kalau mempunyai sikap dan pandangan yang jelas membuat dia mempunyai bobot di mata orang lain.

Hal itu sudah dibuktikan dalam sebuah sejarah kehidupan Albert Einstein, Thomas Alfah Edison, dan Piccaso. (Aru W)

One thought on “Fauzan Cerdas Melayang

  1. AULIA DIANTARA KELEMBUTAN DAN TEGASAN

    Kepribadian tidak selalu mengatakan sesuatu yang memang harus dilihat dari genrenya tapi memang itu menjadi bagian dari kehidupan manusia yang diberikan Allah dengan segala kesempurnaannya. Untuk itu tidak bisa dilihat bahwa kelembutan itu memang menjadi bagian dari perempuan. Dan ketegasan itu menjadi bagian dari pria. Sebuah cara padang yang membatasi pengertian manusia dalam konstelasi kehidupan sosialnya. Membuat manusia itu kadang menjadi direduksi menjadi warna budaya sebuah masyarakatnya. Di mana budaya dan noma masyarakatnya kadang membuat seseorang menjadi tidak bebas mengaktualisasikan dirinya. Karena akan menjadi sebuah permasalahan kalau tidak dengan sesuai kehidupan masyarakatnya yang belum tentu sesuai dengan fitrah manusia yang menjadi panduan dalam kehidupan sosialnya. Karena Allah sendiri memberikan pada manusia nilai yang lebih merdeka. Karena tidak terikat pada apapun juga baik itu penguasa maupun sistem yang bertentangan dengan fitrah manusia.

    Itu menjadi sebuah cara pandang dalam melihat Aulia yang kerap kali senang bermain dengan perempuan, dan hampir sering dengan teman perempuan, seolah kelembutannya menemukan tempat yang memberikan dia untuk waktu tertentu berkata tentang dirinya melalui mediasi temannya. Begitu juga ketika dia membuat lukisan,karya mempunyai intesitas perasaan yang luas untuk diberikan pada duniannya. Dengan media melukis menjadi dirinya menemukan apa yang dikatakan sebagai realitas kehidupan serasi dan harmoni dalam menatannya. Sehingga memberikan kekuatan pada dirinya untuk bisa melakukan apa yang menjadi sebuah sikapnya yang harus dipegang, meskipun bertentang dengan teman atau lingkungannya. Seolah ketegas di dalam memilih sikap itu menjadikan dirinya merasakan aman dan memberikan keleluasaan untuk mencoba memeliharan perasaan dan impresinya.

    Auliya bukan anak yang mempunyai badan yang tegak, tapi dia punya jiwa yang tegak, dia termasukan anak yang lemah secara fisik, tapi tidak lemah dalam bersikap. Dia begitu lembut dalam melihat permasalahan, tapi dia bisa menyelesaikan masalah dengan tegas, sesuai dengan apa yang menjadi sebuah keyakinannya. Dia bukan anak yang cerdas, tapi dia mampu melihat teman dan lingkungan dengan cerdas. Dia tidak segesit teman-teman, tapi dia gesit dalam bertindak. Ditidak bisa galak dengan teman-temannya tapi kalau digalakkan membuat dia menjadi galak. Dia seorang anak pendiam, tapi dia tidak pernah dia kalau harga dirinya diusik. Dia mempunyai langkahnya yang lemah tapi dia tidak lemah dalam hidupnya.

    Meskipun dia pernah sakit karena jatuh dari saung, tapi dia mempunyai semangat untuk selalu sembuh dan merindukan teman dan sekolahnya.

    Aulia pribadi yang lembu selalu mencari arti dari kehidupan melalui teman-temannya. Dalam arti implusif. Karena memang demikian adanya dari kehidupan anak-anak yang selalu berpikir secara intuitif dan bertidak secara implusif. Karena lingkungan dan dunianya itu adalah dirinya. Orang lain adalah identifikasi dirinya, agar dia bisa memahami apa yang harus dia kerjakan dan lakukan sebagai kegiatan dengan teman dan kehidupan sosialnya.

    Ketegasan adalah manisfestasi keinginannya untuk bisa berteman secara baik dan menyenangkan sebagai sebuah kaidah berteman atau sosialisasi dirinya. Karena keindahan adalah rasa kebersamaan, dan memahami antara satu dengan yang lain. Begitu juga di dalam mengungkapkan pandangan dan perasaannya sudah tentu sebagai bagian dari ketegasan yang dibarengi dengan kasih sayang, sebagai bentuk kelembutan hati. Sudah tentu sesuai dengan perkembangan dirinya sebagai seorang anak. Dengan cara pandang dan tindaknya sebagai anak-anak.

    Dengan begitu Aulia mampu memberikan pada dirinya sebuah pertumbuhan tentang jiwa dan rasanya sebagai bagian dari kepribadiannya yang harus dia perlihatkan. Meskipun teman atau orang lain tidak bisa merasakan apa yang menjadi sebuah pandangan dan perasaannya. Dia cukup mengerti dengan apa yang dirasakan dengan teman dan orang lain mengenai dirinya.

    Aulia anak yang bertubuh kecil dan terkesan ringkih atau lemah, tapi karakter dan jiwa membuat dirinya menjadi lebih kuat dan temannya yang mempunyai tubuh yang kuat dan kokoh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s