Kekuatan Fauzi


KEKUATAN FAUZI

Anak Yang Penuh Kekuatan

Membentangkan jiwa dan raganya merupakan aktualitas yang merambah pada realitas kehidupan, kadang susah untuk bisa dibicarakan dan kadang susah untuk dimengerti sebagai sebuah permasalahan yang memang bisa dilihat dari sebuah perkembangan anak. Karena melihat anak dengan sebuah penilai adalah sebuah kesalahan yang sebenar. Karena anak bukan sebagai tolak ukur dari sebuah nilai. Tapi sebuah perkembangan yang memang harus diamati dan dipahami dengan pendekataan pendampingan sebagai sebuah pertumbuhan manusia di dalam kehidupannya. Karena dengan itulah kita akan bisa merasakan bagaimana sebuah perasaan itu memang menampakan sebuah sebuah informasikan yang bisa dipahami sebagai sebuah komunuikasi yang bisa dijelaskan dengan begitu saja. Kalau kita bisa memasuki dunia anak yang juga tidak mudah untuk dikatakan. Karena kita hanya bisa merabah dan menjelaskan secara tentatif. Dari apa yang diketahui, tapi bukan apa yang dirasakan oleh anak sebagai sebuah ungkapan kolaborasi yang dielaborasi sebagai sebuah gairah kehidupan anak dalam melihat kehidupan sesuai dengan dunianya.

Hal ini yang bisa dirasakan dengan penampilan dan perilaku Fausi yang begitu impresif di dalam mengungkapkan dan menjelaskan tentang dunianya dan perasaaannya. Yang didasarkan pada kolaborasi dunianya yang sudah dielaborasinya. Perasaan-perasaan impresif itu selalu membuat temannya menyatu dan terlibat dalam sebuah pandangan dan imajinasinya. Membuat Fausi menjadi seorang anak yang selalu bergerak dalam realitasnya. Kandang membuat dirinya menjadi orang yang mudah untuk mengatakan sudah dan dengan mudah akan mengatakan kuat dan untuk selalu bertahan dalam kesulitan, sambil mencoba mengatasi dengan upaya-upaya yang dilakukan. Walaupun dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Fausi hanya melakukan dengan impresinya, selama lingkungannya sangat mendukung apa yang menjadi perasaan dan pandangannya.

Banyak hanya yang dia hadapi dan banyak hal kadang dia tidak berdaya ketidak lingkungannya tidak mendukung dia untuk bisa mengatasi permasalahannya, sehingga dia jatuh menjadi anak yang tidak berdaya. Akan tetapi sebalikanya apa bila dia menghadapi permasalahan dan lingkungannya mensportnya untuk bisa mengatasi masalah dia akan berupaya sesuai dengan apa yang ada didalam dirinya.

Hal ini ketika anak-anak Merdeka Sekolah belajar kreatif seperti biasanya belajar di ruang kelas. Karena ruang kelasnya adalah alam semesta yang membuat akan seperti terbang menyelusuri pematang sawah dengan berbagai macamnya dan selalu diwarna dengan terpelesnya anak-anak yang jatuh kesawah. Tapi dengan cekatan anak-anak bangkit kembali dengan menyosong kedepan untuk menyambut pencapaian tujuannya. Tapi pad disadari anak-anak itu merambah ilallang dengan bunga rumput. Sehingga bunga rumput itu menempel di bagian celana panjangnya. Membuat merekan akan kegatalan. Kemudian mengatasi itu dengan berbagai macam caranya.

Fausi dengan impresifnya dia mengasi itu dengan upaya sesuai dengan kekuatannya tanpa mengeluh, meskipun sensitifitas kulitnya begitu peka, membuat dia lebih cekatan di dalam mengatasi tanpa mengeluh. Tapi sebalikanya dia mengatakan akan bisa mengatasi.

Begitu di dalam mengerjakan tugasnya di dalam menulis dia tidak cukup untuk mendapatkan nilai biasa saja tapi dia akan berusaha dengan nilai yang terbaik. Meskipun rintangan didalam mengatasi fisiknya tidaklah mudah dan akan menganggu di dalam mengerjakan tugasnya. Dengan sekuat tenaga dengan meringis-ringis menahannya,akhirnya dia bisa menyelesaikan dua hal persalahan sekaligus. Mengatasi rasa gatal dengan memberikan celananya dari bunga rumput yang menempel, dan menguraikan apa yang dia rasakan dan dilihatnya untuk dituliskan sebagai rangkaian kata kemudian beranjak pada rangkaian kalimat sesuai dengan apa yang dirasakan dan dialaminya. (Tri .A)

One thought on “Kekuatan Fauzi

  1. FAUZAN : AKU MELAYANG TAK MENENTU

    Pada dasarnya kehidupan anak-anak itu suka meniru dan menirukannya. Membuat anak itu menjadi anak yang bisa berkembang dan sebaliknya tidak juga bisa berkembang. Karena menyembunyikan kekuatan anak sama artinya kehidupan anak tidak mempunyai tujuan dan mengalir sesuai dengan kondisi sosial. Masalahnya kondisi sosial itu ada aliran yang tidak membuat anak menjadi lebih baik tapi menjadi anak yang kehilangan dirinya sendiri, tanpa dia tahu bahwa dia telah hilang dan hidup dalam bayangan orang lain yang semua itu menjadi sumber permasalahan yang tidak bisa diketahui. Karena dia telah menjadi, menjadi bayangan yang melayang tak menentu arahnya.

    Fauzan anak laki-laki yang kalem, mudah mengikuti pelajaran, begitu juga hafalan Al Qurannya baik dibandingkan dengan teman laki-lakinya yang lain. Karena dia mudah mengikuti pelajaran membuat dirinya menjadi anak yang menonjol dalam belajar, boleh dikatakan cerdas. Semua materi pelajaran yang diberikan diselesaikan dengan baik. Begitu juga perilakunya baik dan wajar sebagai anak-anak pada umumnya.

    Akan tetapi kebaikan dan kecerdasannya tidak didukung dengan sikap yang kuat sebagai anak yang pada umumnnya mempunyai cara pandang meskinpun belum tentu benar. Tapi sudah bisa bersikap, dan tahu apa yang harus dilakukannya, meskipun secara implusif. Karena memang hal itulah yang menjadikan anak menjadi orang yang mampu melihat apa yang menjadi sikap dan pandangannya. Karena dengan sikap pandangan yang jelas, maka dengan sendirinya langkahnya menjadi lebih jelas. Dengan begitu kecerdasan dan kebaikan sebagai anak itu menjadi lebih terlihat bobot dari kecerdasan dan kebaikannya sebagai manusia.

    Karena sekarang ini banyak orang yang cerdas dan baik tapi tidak mempunyai sikap dan pandangan tentang kehidupnya. Karena hidupnya mengalir saja sesuai dengan keadaan dan kondisi di mana dia berada. Sehingga kalau orang kaya menjadi kaya bukan berarti mempunyai sikap orang kaya. Artinya kekayaan itu bukan karena sikap dan pandangannya tapi kondisi yang memungkinkan dia menjadi orang kaya. Begitu juga sebaliknya orang miskin menjadi miskin karena tidak mempunyai sikap dan pandangannya. Maka kemiskinannya disebabkan karean kemiskinan struktural, hal ini yang terjadi pada bangsa Indonesia dan dunia berkembang yang dibentuk dengan sistematik dan terstruktur menjadi bangsa dunia berkembang bukan bangsa maju. Salah satu contoh yang jelas bagi kita kalau ada krisis ekonomi di Amerikan atau diEropa dan Jepang maka dengan sendirinya kita akan kena dampak dari krisis itu.Karena tidak mempunyai sikap dan pandangannya.

    Hal ini yang terjadi pada Fauzan yang harus bisa dibina menjadi anak yang mempunyai sikap dan pandangan yang jelas dalam melihat kehidupannya. Dalam hal ini bisa dilihat bagaimana dia menyikapi teman-temannya dan gurunya. Selalu apa yang menjadi keinginan dari luar dirinya menjadi sesuatu yang harus dia ikuti dan menjadikan diri seseorang yang selalu melayang dari pergaulan dengan temannya.

    Untungnya dia masih melayang dalam ruang yang kondusif untuk perkembangan dirinya. Tapi kalau tidak menemukan ruang yang kondusif membuat dirinya akan menjadi limbung, karena tidak tahu apa yang harus dia kerjakan.

    Memang kalau kita berbicara masalah sikap dan pandangan adalah sebuah pilihannya kadang membuat seseorang tidak merasakan nyaman. Karena sikap dan pandangannya itu berbenturan dengan orang lain. Dan membuat hubungannya dengan orang lain tidak baik. Pada hal tidak sepenuhnya sikap yang kita ambil itu menjadi sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, tapi itu adalah sebuah konsekwensi yang harus diambil sebagai bagian dari kehidupan.

    Untuk itulah perlu ada sebuah pemahaman dan kesadaran di dalam pendidikan kita bahwa menumbuhkan sikap dan pandangan anak sedini mungkin menjadikan anak menjadi anak yang kuat. Meskipun anak itu mempunyai kecerdasannya pas-pasan, tapi kalau mempunyai sikap dan pandangan yang jelas membuat dia mempunyai bobot di mata orang lain.

    Hal itu sudah dibuktikan dalam sebuah sejarah kehidupan Albert Einstein, Thomas Alfah Edison, dan Piccaso.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s