Bintang


AKTUALISASI BINTANG


Bintang adalah nama siswa Merdeka Sekolah, nama Bintang merupakan harapan dari orang tua agar anaknya seperti bintang dilangit yang cenerlang menghiasi alam semesta ini. Memberikan kerinduaan pada Allah Pencipta alam semesta ini.

Bintang menjadi anak pada umunya murid Merdeka Sekolah yang energinya dimaksimalisasikan sehingga membuat sistem syaraf otak dan motori bergerak dengan cepat dan kalimat yang keluar begitu cepat kandang membuat orang terbingung-bingung. Kadang berbicara bergaya dewasa, kadang merajuk seperti anak penakut, manja seperti anak ingin diperhatikan. Bintang adalah salah satu anak digambarkan.

Kekuatan motori sejalah dengan kekuatan imajinasinya. Hanya saja kadang dia menjadi ragu karena lingkungannya tidak mengerti apa yang menjadi pikiran dan perasaannya. Seolah apa yang dia pikirakan dan rasakan menjadi persoalan bagi lingkungannya, atau keberatannya dari orang lainnya. Kalau sudah begitu dia akan menilai dirinya tidak bisa dan selalu dia mengatakan tidak bisa sebagai sebuah ungkapan ketidak mengertian jalan pikiran orang lain terhadap dirinya. Pada itu baru awal untuk mengungkapkannya belum semuanya tuntas untuk diungkapkan tapi lagi-lagi lingkungannya tidak bisa memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan sebagai bentuk aktualisasinya yang sebenarnya juga ingin memberikan sesuatu pada orang lain atau lingkungannya.

Anak yang Ingin Merdeka Beraktualisasi

Untuk itu dia kembali pada dunianya, dunia yang dia mengerti apa yang dia inginkan. Dan dia juga mengerti apa yang dipikirkan orang lain. Tapi kalau bintang aktualisasikan orang akan merasakan ketidak mengertianya terhadapa kenyataan ini.

Bintang meskipun hafalannya tidak sebanyak teman yang  lain dan tidak kurang dari teman  yang lain. Bintang sudah berani mengaktualisasikan hafalan gurunya dengan berperan sebagai iman di rumahnya. Dengan khusu Bintang melantungkan  ayat-ayat Al quran surat An Naba membuat sholat itu terasa  lama  dan sampai sarungnya melorot membuat dia tidak bergeming.

Sepertinya bintang ingin seperti bintang yang ada disemesta langit biru yang bisa menjelajahi dunia nyata dan dunia maya yang kadang dia sendiri terheran-heran dengan isinya. (Tri. A)

One thought on “Bintang

  1. KEKUATAN FAUZI

    Membentangkan jiwa dan raganya merupakan aktualitas yang merambah pada realitas kehidupan, kadang susah untuk bisa dibicarakan dan kadang susah untuk dimengerti sebagai sebuah permasalahan yang memang bisa dilihat dari sebuah perkembangan anak. Karena melihat anak dengan sebuah penilai adalah sebuah kesalahan yang sebenar. Karena anak bukan sebagai tolak ukur dari sebuah nilai. Tapi sebuah perkembangan yang memang harus diamati dan dipahami dengan pendekataan pendampingan sebagai sebuah pertumbuhan manusia di dalam kehidupannya. Karena dengan itulah kita akan bisa merasakan bagaimana sebuah perasaan itu memang menampakan sebuah sebuah informasikan yang bisa dipahami sebagai sebuah komunuikasi yang bisa dijelaskan dengan begitu saja. Kalau kita bisa memasuki dunia anak yang juga tidak mudah untuk dikatakan. Karena kita hanya bisa merabah dan menjelaskan secara tentatif. Dari apa yang diketahui, tapi bukan apa yang dirasakan oleh anak sebagai sebuah ungkapan kolaborasi yang dielaborasi sebagai sebuah gairah kehidupan anak dalam melihat kehidupan sesuai dengan dunianya.

    Hal ini yang bisa dirasakan dengan penampilan dan perilaku Fausi yang begitu impresif di dalam mengungkapkan dan menjelaskan tentang dunianya dan perasaaannya. Yang didasarkan pada kolaborasi dunianya yang sudah dielaborasinya. Perasaan-perasaan impresif itu selalu membuat temannya menyatu dan terlibat dalam sebuah pandangan dan imajinasinya. Membuat Fausi menjadi seorang anak yang selalu bergerak dalam realitasnya. Kandang membuat dirinya menjadi orang yang mudah untuk mengatakan sudah dan dengan mudah akan mengatakan kuat dan untuk selalu bertahan dalam kesulitan, sambil mencoba mengatasi dengan upaya-upaya yang dilakukan. Walaupun dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Fausi hanya melakukan dengan impresinya, selama lingkungannya sangat mendukung apa yang menjadi perasaan dan pandangannya.

    Banyak hanya yang dia hadapi dan banyak hal kadang dia tidak berdaya ketidak lingkungannya tidak mendukung dia untuk bisa mengatasi permasalahannya, sehingga dia jatuh menjadi anak yang tidak berdaya. Akan tetapi sebalikanya apa bila dia menghadapi permasalahan dan lingkungannya mensportnya untuk bisa mengatasi masalah dia akan berupaya sesuai dengan apa yang ada didalam dirinya.

    Hal ini ketika anak-anak Merdeka Sekolah belajar kreatif seperti biasanya belajar di ruang kelas. Karena ruang kelasnya adalah alam semesta yang membuat akan seperti terbang menyelusuri pematang sawah dengan berbagai macamnya dan selalu diwarna dengan terpelesnya anak-anak yang jatuh kesawah. Tapi dengan cekatan anak-anak bangkit kembali dengan menyosong kedepan untuk menyambut pencapaian tujuannya. Tapi pad disadari anak-anak itu merambah ilallang dengan bunga rumput. Sehingga bunga rumput itu menempel di bagian celana panjangnya. Membuat merekan akan kegatalan. Kemudian mengatasi itu dengan berbagai macam caranya.

    Fausi dengan impresifnya dia mengasi itu dengan upaya sesuai dengan kekuatannya tanpa mengeluh, meskipun sensitifitas kulitnya begitu peka, membuat dia lebih cekatan di dalam mengatasi tanpa mengeluh. Tapi sebalikanya dia mengatakan akan bisa mengatasi.

    Begitu di dalam mengerjakan tugasnya di dalam menulis dia tidak cukup untuk mendapatkan nilai biasa saja tapi dia akan berusaha dengan nilai yang terbaik. Meskipun rintangan didalam mengatasi fisiknya tidaklah mudah dan akan menganggu di dalam mengerjakan tugasnya. Dengan sekuat tenaga dengan meringis-ringis menahannya,akhirnya dia bisa menyelesaikan dua hal persalahan sekaligus. Mengatasi rasa gatal dengan memberikan celananya dari bunga rumput yang menempel, dan menguraikan apa yang dia rasakan dan dilihatnya untuk dituliskan sebagai rangkaian kata kemudian beranjak pada rangkaian kalimat sesuai dengan apa yang dirasakan dan dialaminya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s