Kejahatan Sekolah


MEMBONGKAR KEJAHATAN SEKOLAH


Sekolah menjadi sebuah institusi yang membentuk anak atau sesorang menjadi kehilangan kepribadian dirinya. Hal itu disebabkan anak direduksi menjadi obyek dan diklasifikasikan menjadi anak yang pintar, bodoh, nakal, malas dan sebagainya. Dengan adanya itu anak yang mempunyai nilai buruk menjadi termarjinalisasi. Sedangkan anak yang mempunyai nilai baik menjadi kekuatan sistem  kontrol dari sekolah yang membuat dirinya harus bisa memenuhi  keinginan dari sistem sekolah yang dibangun bukan untuk menjadi manusia yang berkepribadian tapi menjadi representasi dari sekolah terbaik, kalau bukan unggulan atau sekolah berstandart nasional kalau bukan internasional. Upaya itu di lakukan dengan tatanan pendidikan yang  menekankan pada sistem kontrol yang begitu ketat.

Itu semua dibangun dalam sebuah kesadaran masyarakat itu bagian dari sebuah sistem dan aturan  dari sebuah kehidupan sosial dan bangsanya. Kalau mau ditelusuri lebih jauh sebenarnya semua yang dibangun  itu berdasarkan konspirasi atau dalam teori hegemoni, bahwa masyarakat sudah begitu mudah untuk menerima sistem kapitalisme dan sosialisme sebagai bagian dari kehidupan modern yang berdemokrasi dan dipenuhinya sebagai kehidupan materi yang baik. Karena masyarakat lebih berorientasi  pada  masalah hidupan materi yang berkecukupan. Dengan begitu bisa dirasakan hal itu menjadi sebuah kehidupan yang lebih baik,  sehingga kehidupan yang lebih benar selalu diidentikan dengan kebaikan materi.

Pada dibalik itu masyarakat sudah kehilangan nilai dan ideologi kehidupannya sebagai manusia. Yang selalu merindukan sebuah masalah  lalu yang mengantarakan kita pada kesadaran pada keberadaan diri kita dihadapan Allah. Bahwa masa lalu adalah masa depan kehidupan manusia yang hakiki. Bahwa kebaikan dalam hidup ini sama artinya nilai kebenaran itu mewarnai kehidupan masyarakatnya. Di mana nilai agama menjadi titik tolak sejarah dan masa depan kehidupan sebuah masyarakat, bangsa dan umat manusia di dunia  ini. Hal ini yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat Barat. Yang kembali mencari hakikat dirinya, yaitu fitrah manusia untuk mencari nilai agama yang benar.

Karena sekolah salah satu media yang terselubung sebuah kejahatan yang tidak pernah disadari oleh semua orang. Karena hal itu seolah-olah sudah menjadi bagian dari mekanisme dan sistem yang menjadi sebuah nilai dan norma kehidupan seseorang dan masyarakat pada umumnya.

Bahwa bentuk kejahatan itu adalah Pengetahuan yang hanya mengklasifikasikan pada orang yang pintar dan bodoh, kaya miskin, normal tidak normal, yang sudah menjadi hukum bagi sekolah. Untuk  itu tidak aneh kalau ada sekolah buat orang pintar, sekolah unggulan. Sekolah buat orang kaya, sekolah fasilitasnya berstandart internasional sekolah. Sekolah buat orang bodoh adalah sekolah  yang tidak ada fasilitasnya. Buat orang miskin cukup madrasah saja. Untuk itu tidak heran madrasah sebagai bentuk marjinalisasi umat  Islam yang tidak mau memakai  sistem kapitaslisme yang beroreintasi pada materi  sebagai bentuk kebaikan dan  kebenaran di  dalam pendidikan. Sedangkan madrasah berdasarkan nilai hakikat dari kehidupan manusia menjadi citra kebodohan dan keterbelakangan. Hal ini yang masih merasuk dalam benak alam bawah sadar masyarakat dan bangsa ini, meskipun itu sudah menjadi perhatian, tapi hal itu hanya sebagai bagian dari mekanisme yang memang harus dikerjakan, kalau bukan sebagai lipstik dari kaum politis di dalam pencitraaan pada kehidupan masyarakatnya. Karena kekuasaan mempunyai tabiat yang selalu memarjinalisasikan nilai kebenaran yang menjadi sinar kehidupan manusia karane Allah  yang memberikan pada rakyat dan setiap bangsa. Sekolah  menjadi representasi dari tabiat yang tidak baik yang selalu ditampakan oleh para pejabat, pengurus yayasan, kepala sekolah, guru yang seharusnya mempunyai tanggung jawab besar itu menganggkat masyarakat yang termarjinalkan oleh sistem yang kapitalistik dan sosialistik. Karena orintasi pada henonisme dan materi yang hanya diperjuangkan, membuat manusia kehilangan asal usul kehidupannya. Ditambah dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang membuat sistem kontrol yang tidak memperhatiakan nilai kemanusiaan, seperti ujian nasioanl adalah hanya kebutuhan untuk data dan materi pencapaian secarai kuantitatif.

Inilah kejahatan yang nyata dalam sekolah yaitu penyala gunaan ilmu pengetahuan untuk mengukur kehidupan manusia. Kejahatan kekuasaan sekolah menjadikan manusia termarjinalisasikan. Sedangkan tatanan sekolah yang katanya seni mendisplinkan anak itu menjadi indikator kebaikan merupakan kontrol sistemik yang membuat manusia menjadi obyek dan robot yang diprogram dengan  kurikulum yang berbasis kompetensi, yaitu kerja, buruk, budak, pejabat atau politikus yang tidak ada empatinya terhadap rakyat. Kata dan kalimat kotor  yang dipertontonkan pada rakyat digedung DPR menjadi jelas dari kejahatan sekolah. (Aru)

One thought on “Kejahatan Sekolah

  1. SAMBIL BERAMAL BISA MENYEKOLAHKAN ANAK

    Kalau kita berpikir seperti kebanyakan orang menyekolahkan anak itu sesuatu yang menjadi berat dan memerlukan dana yang tidak sedikit buat anak kita. Sehingga uang kita habis untuk biaya pendidikan anak. Hal itu sudah banyak cerita bagaiman orang tua menyekolahkan anaknya dengan menjual harta benda yang dia punya mulai dari tanah warisan, rumah, mobil, motor, sepeda, alat rumah tangga dan sebagainya. Tapi kalau tidak ada yang dijual dengan sangat…… terpaksa menghutang, pada hutang membuat kehidupan manusia tidak tentram dan bahagia. Karena dikejar hutang, apa lagi hutang dengan rentenir, nauzubillah minzalik. Kalau tidak ada yang menghutangkan dengan sangat terpaksa anak tidak bisa sekolah, meskipun sekolah gratis, karena perlengkapan yang lain memerlukan uang.

    Membuat pendidikan menjadi mangsang yang menyeramkan bagi semua orang yang harus mengeluarkan uang dengan susah payahnya.

    Untuk itu Yayasan Semesta Langit Biru Mengembalikan cara berpikir yang lebih sederhan, namun sesuai dengan kebutuhan fitrah manusia yang selalu ingin bersama dan berbagi. Dengan Merdeka Sekolah menawarkan pada masyarakat pada umumnya untuk kembali berfikir seusai dengan fitrahnya, karena Islam mengajarkan kita untuk selalu berfikir dengan fitrahnya. Bahwa apa yang kita lakukan harus selalu memberikan nilai ibadah.

    Untuk itu Merdeka Sekolah mengajakan masyarakat untuk mengembangkan nilai amal ibadahnya yang menjadi satu kesatuan dunia dan akherat. Artinya masyarakat yang sekolah di Merdeka Sekolah akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa, selain suasana yang lebih familir. Juga memberikan Keberkahan bagi kehidupan masyarakat. Karena konsep dari Merdeka Sekolah adalah masyarakatnya ditumbuhkan untuk beramal, bersedakah, zakat, infak sambil menyekolahkan anaknya. Dengan beramal di Merdekan dengan sendirinya bisa menyekolahkan anaknya dengan mengajak orang yang menurutnya perlu dibantu, yaitu dengan cara berbagi. Karena di Islam sangat jelas bahwa, sesama muslim itu bersaudara, seperti satu tubuh, bila ada anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain akan merasakan. Apabila ada tetangga kita yang tidak sekolah kita merasakan.

    Keuntungan yang didapat sekolah di Merdeka masayarakat bisa terlibat langsung dengan apa yang menjadi amal sedekahnya. Karena amal sedekahnya diperuntukan langsung untuk kegiatan pendidikan anaknya sendiri dan sekaligus orang lain yang dianggap perlu untuk sekolah.

    Keuntungan lain dan keuntangan yang lebih luar biasa dan tidak ada tandingannya adalah dengan beramal dan sedekah itu, masyarakat akan dihapuskan dosannya, dihidari dari musibah, menambah amal ibadah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, membersihkan hati dan harta yang kita miliki. Memberikan keberkahan kehidupan masyarakat di dunia dan diakherat.

    Untuk itu perlu sebuah kerja keras yang dilakukan Merdeka Sekolah untuk selalu mensosialisasikan sekolah ini. Yang kalau tidak salah tidak ada di dunia ini. Kalau dilihat dari literlatur dunia pendidikan. Karena yang ada lebih menonjolkan pada materi, performant, metode yang sifatnya formatif dan normatif pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s