Kecerdasan-Keadilan


Kecerdasan dan Keadilan

Dalam kenyataan tidak  bisa dipungkiri ada orang cerdas dan ada yang tidak. Setiap semester, setiap tahun pasti terjadi pemilahan antara orang yang cerdas dengan yang tidak. Disekolah-sekolah ada seremonial terbaik 1, 2 dan 3  dan selebihnya ada pengecualiannya.

Kebiasaanya ini telah membudaya dan sudah menjadi  ukuran tentang siapa yang pandai dan siapa yang dibawahnya. Mereka yang berada pada zona atas akan berjalan tegak dan meraup banyak puji dan sanjungan, sementara yang berada pada ring tengah ya biasa-biasa saja sedang yang berada pada strata bawah akan diluputi dengan rasa minder, malu dan mohon ma’af bahkan frustasi.

Memang inikah yang menjadi target dari pendidikan ?

Pendidikan secara asasi memang untuk mencerdaskan seluruh manusia, agar bisa lebih berarti dalam hidup ini, lalu dalam menuju pencerdasan tersebut apakah akan berakhir dengan penggolongan-penggolongan kecerdasan. Apakah memang kecerdasan seseorang  itu hanya diwakili oleh angka-angka dari hasil ujian mata ajar-mata ajar yang telah menjadi ketetepan kurikulum, ataukah lebih dari yang sesederhana ini.

Trend pendidikan kekinian yang lebih menyohorkan prestasi dengan coretan angka-angka memang telah dijadikan tolok ukur kualitas dari pendidikan. Faktor kecerdasan lainnya semisal attitude, moral, relegiusitas baru dibutuhkan ketika saat-saat tertentu tidak menjadi variable dalam penilaian kecerdasan dibangku sekolah. Akhirnya kepedulian terhadap hal tersebut hanya sedikit sekali porsinya disekolah.

Akhirnya kita patut bertanya kepada Tuhan, apakah benar cara yang telah ditempuh makhlukmu selama ini kala menilai keberhasilan pendidikan dari  sekedar angka-angka ?. Lalu makhluk Mu yang angkanya kecil apakah lebih rendah dimata Mu ? dan yang nilainya tinggi akan  mulia disisi Mu ?. Kalau demikian apakah Tuhan adil dalam berbuat tentang  kewajiban menuntut ilmu untuk ummat ini.

Kini saatnya untuk membenah diri agar mampu mewujudkan  pendidikan yang lebih dari sekedar ajang gede-gedean nilai normatif. (T. Setiya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s