Tidur


Dalam Mimpi Aku Menjawab


Wajah anak-anak itu nampak sedikit berbeda dibanding hari biasa. Maklum anak-anak hari ini akan menghadapi test (semester I). Masing-masing orang tua memeluk erat anak mereka sambil berpesan banyak hal, dan menjanjikan berbagai hal pula. Namun anak-anak itu bertambah bebannya dan semakin menunduk menuju pintu sekolah yang telah terbuka. Namun dari kejauhan berlari ceria seorang anak berkerudung dengan senyum yang segar terbuka. Namun ketika memasuki ruangan mendadak hatinya bertanya sedang ada apa diruangan ini kok berbeda penuh dengan ketegangan tak seperti biasa.

‘Anak-anak, hari ini kita akan ujian tengah semester ya. Sudah siap semua kan?’ tanya seorang guru yang penuh semangat. ‘Siap bu’, jawab anak-anak serentak kecuali satu anak yang nampak masih kebingungan, apa yang sedang terjadi di hari  itu. Namun anak itu kembali diam dan mendengarkan arahan berikutnya dari sang guru. ‘Hari ini ujian mata pelajaran berhitung, ada soal yang akan ibu bagikan kepada kalian semua lalu dijawab di kertas tersebut. Kalau sudah selesai silahkan dikumpulkan ke depan. Kalau ada hal-hal yang tidak jelas, tolong ditanyakan kepada ibu. Sebelum mulai mari kita berdoa dulu agar kita selalu diberikan taufik dan kemudahan dalam mengerjakan soal ini’. Selanjutnya seluruh anak berdo’a dengan khusyuk sambil menundukkan kepala, namun seorang anak masih galau berdo’a untuk apa yang akan dipanjatkan.

Soal telah terbagikan, anak-anak mulai mengerjakan dengan khidmat. Suasana senyap penuh keseriusan, tak ada wara-wiri seperti biasanya, tak ada teriakan-teriakan liar lagi didalam ruangan. Ibu guru sambil mengawasi kegiatan ujian anak-anak dan duduk dibangku depan. Hanya seorang anak yang tampak tak mengerti apa yang harus dia lakukan dan akhirnya tertidur.

Anak kecil  berkerudung itu tidak peduli amat terhadap lingkungan pendidikan yang sedang berlangsung disekitarnya. Akhirnya dia mengambil keputusan untuk tidur untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.   Sebuah hal yang tidak wajar bagi seorang anak didik, yang memilih  dengan tidur untuk menjawab soal-soal yang disodorkan padanya. Sedikitpun tidak nampak rasa bersalah dan gundah atas apa yang dia lakukan. Anak manis dan pendiam itu lebih memilih mengembarakan mimpinya daripada berkutat dalam penuntasan soal hitung-hitungan yang sebenarnya telah diselesaikan dengan alat-alat elektronik.

Tidak puas dengan tidur sambil duduk, anak kecil itu menggeletakkan badanya yang kurus di lantai sekolah yang sejuk dan mendengkur lirih. Tak seorangpun temennya yang peduli karena mereka semua terlelap dalam ritual akademis yang disebut test/ujian. Sementara sang guru hanya bisa tersenyum dan menghembuskan nafas panjang sambil berucap dalam hatinya. Semoga engkau bisa menjawab soal-soal ini dalam mimpimu wahai anak Merdeka. (Tanda)

One thought on “Tidur

  1. AKTUALISASI BINTANG

    Bintang adalah nama siswa Merdeka Sekolah, nama Bintang merupakan harapan dari orang tua agar anaknya seperti bintang dilangit yang cenerlang menghiasi alam semesta ini. Memberikan kerinduaan pada Allah Pencipta alam semesta ini.

    Bintang menjadi anak pada umunya murid Merdeka Sekolah yang energinya dimaksimalisasikan sehingga membuat sistem syaraf otak dan motori bergerak dengan cepat dan kalimat yang keluar begitu cepat kandang membuat orang terbingung-bingung. Kadang berbicara bergaya dewasa, kadang merajuk seperti anak penakut, manja seperti anak ingin diperhatikan. Bintang adalah salah satu anak digambarkan.

    Kekuatan motori sejalah dengan kekuatan imajinasinya. Hanya saja kadang dia menjadi ragu karena lingkungannya tidak mengerti apa yang menjadi pikiran dan perasaannya. Seolah apa yang dia pikirakan dan rasakan menjadi persoalan bagi lingkungannya, atau keberatannya dari orang lainnya. Kalau sudah begitu dia akan menilai dirinya tidak bisa dan selalu dia mengatakan tidak bisa sebagai sebuah ungkapan ketidak mengertian jalan pikiran orang lain terhadap dirinya. Pada itu baru awal untuk mengungkapkannya belum semuanya tuntas untuk diungkapkan tapi lagi-lagi lingkungannya tidak bisa memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan sebagai bentuk aktualisasinya yang sebenarnya juga ingin memberikan sesuatu pada orang lain atau lingkungannya.

    Untuk itu dia kembali pada dunianya, dunia yang dia mengerti apa yang dia inginkan. Dan dia juga mengerti apa yang dipikirkan orang lain. Tapi kalau bintang aktualisasikan orang akan merasakan ketidak mengertianya terhadapa kenyataan ini.

    Bintang meskipun hafalannya tidak sebanyak teman yang lain dan tidak kurang dari teman yang lain. Bintang sudah berani mengaktualisasikan hafalan gurunya dengan berperan sebagai iman di rumahnya. Dengan khusu Bintang melantungkan ayat-ayat Al quran surat An Naba membuat sholat itu terasa lama dan sampai sarungnya melorot membuat dia tidak bergeming.

    Sepertinya bintang ingin seperti bintang yang ada disemesta langit biru yang bisa menjelajahi dunia nyata dan dunia maya yang kadang dia sendiri terheran-heran dengan isinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s