Laboratorium Alam


Laboratorium Alam

(Praktek Membuat Pupuk Kandang)

Aktivitas Belajar (indoor) Anak Merdeka

Disela-sela istirahat, Nasrul dan Itoh duduk dan saling bertukar pengalaman. Simunggu yang lalu Nasrul liburan ke rumah neneknya di Gresik. Nasrul menuturkan sedikit kisahnya kepada Itoh. ‘Toh, kemarin kan saya liburan ke rumah nenek, terus disana saya ketemu anaknya pak lik  Karji. Dia orang kaya lo,  saudaraku itu namanya Chairunisah (Nisah) sekolah di SD Bintang Lima. Katanya SD itu SD yang bagus sekali di kawasan Gresik.  Nisah cerita kalau sebelum liburan kemarin dia berkunjung ke pabrik semen Gresik. Katanya pabriknya luas dan besarrr sekali. Dia mendapatkan penjelasan  bagaimana proses pembuatan pupuk Toh’ jelas Nasrul dengan semangat.   ‘Wah enak ya Nas, kalo sekolah di sekolah bagus begitu, bisa praktek, melihat perusahaan besar-besar itu merupakan pengalaman yang bagus lo Nas’ timpal Itoh. Kala asik ngobrol tiba-tiba Retno datang menghampiri, ‘He , sedang crita apa nich ?’ hentak Retno anak lincah yang supel itu. ‘Ini Ret kami berdua sedang membicarakan cerita saudara saya yang di Gresik, dia itu sama dengan kita kelas 2 SD, tapi dia sudah diajak mengunjungi pabrik semen Gresik dan mendapatkan penjelasan tentang proses pembuatan pupuk, nah kalau kita apa bisa ya seperti itu?’ jawab Nasrul yang kian penasaran. ‘Wah, kalau kita sih susah deh kalau ke pabrik semen Gresik, kan tempatnya jauh, Gresik itu Jawa Timur kan, sementara kita di Banten.  Tapi bolehlo kita usulkan ke bunda  Titin untuk praktek lapangan’ himbau Retno. Itoh dengan serta merta berkomentar, ‘Saya setuju Ret, saya yakin usulan kita ini baik dan pasti disetujui oleh bnda Titin’

Keesokan harinya saat pelajaran Biologi, Retno yang memang terkenal pemberani itu mengacungkan tangan dan bertanya kepada bunda Titin.’Bu, kapan kita bisa mengunjungi pabrik pupuk yang besar dan tau bagaimana cara membuat pupuk. Kemarin saudaranya Nasrul yang di Gresik katanya berkunjung ke pabrik semen Gresik yang besar itu lho bu?’. Dengan senyumnya yang lembut bunda Titin mengapresiasi pertanyaan Retno ‘ Pertanyaan bagus sekali Retno. Betul Nas, kemarin saudaramu ke semen Gresik ya ?. ‘Betul bu’  jawab Nasrul singkat. ‘Baik anak-anak, kebetulan minggu depan kita sampai pada pembahasan praktek membuat pupuk kandang. Nah, sebelum kita diberikan rejeki oleh Alloh untuk bisa berkunjung ke pabrik pupuk yang besar, kita tidak ada salahnya belajar dulu membuat pupuk dari kotoran kambing. Minggu depan waktu pelajaran biologi kita akan menuju ke rumah pak Mamat yang memelihara beberapa ekor kambing Etawa. Nah disana nanti kita akan belajar membuat pupuk kandang. Bunda yakin  kalian semua akan senang, dan proses pembuatan pupuk kandang tidak kalah serunya dibanding proses pembuatan pupuk di pabrik-pabrik’ demikian jelas  bunda Titin. ‘Tanya bunda ‘ sahut Rohmat sambil mengacungkan tangan. ‘Silahkan Rahmat, mau bertanya tentang apa ?, silah bunda Titin. ‘Minggu depan kalau kita jadi praktek kita membawa alat-alat apa saja bunda?’ tanya Rahmat. ‘Baik anak-anakku yang baik, bunda akan sebutkan beberapa perlengkapan yang akan kita bawa waktu praktek membuat pupuk kandang minggu depan yaitu : kaos tangan dari karet, cetok/entong pasir, ember ukuran sedang, kantong plastik, dan cangkul kecil. Nah nanti nama-nama yang membawa alat tersebut akan bunda tempel di papan pengumuman depan yah’ jelas bunta Titin. ‘Baik buu…’jawab anak-anak serempak.

Minggu yang ditunggu itu akhirnya tiba, anak-anak sudah antusias untuk praktek membuat pupuk kandang. Segala perlengkapan telah dipersipakan dan mereka berlarian menuju rumah pak Mamat yang berjarak 750 meter dari sekolahan.

‘Anak-anak,  bapak kita ini namanya pak Mamat, beliau memiliki 10 ekor kambing dan satu sapi. Nah pak Mamat rajin mengolah sampah dan kotoran kambing dan sapi ini untuk menjadi pupuk kandang dan dijual ke kios-kios bunga (tanaman hias). Nanti pak Mamat akan mengajari anak-anak bagaimana cara membuat pupuk kandang. Nah, kalaian semua boleh bertanya tentang apa saja yang terkait dengan pembuatan pukuk kandang ini. Namun sebelum praktek bunda akan jelaskan dulu kenapa pupuk kandang/kotoran kambing ini bisa menyuburkan tanaman.  Kotoran Ternak, adalah sisa-sisa proses pencernaan dalam perut ternak yang memiliki kandungan bahan organik yang baik untuk tanah. Berdasarkan  penelitian  di laboratorium, unsur hara yang terkandung dalam urine kambing adalah : –    Nitrogen antara 36,90 % s/d 37,31 %. Kandungan ini terdapat dalam urine kambing sama dengan yang ada pada pupuk SP 36% . Sedangkan pada pupuk urea terdapat kandungan nitrogen sebesar dalam pupuk urea (pupuk buatan pabrik) adalah (45%) – Fosfat 16,5 s/d 16,8 ppm; kalsium 0,67 s/d 1, 27 %  – Bila diukur , maka 2 Kg pupuk urea setara dengan 2,5 liter urine kambing. Nah itulah manfaat pupuk kandang. Disamping itu dengan pupuk kandang tidak mengakibatkan efek samping. Namun perlu diperhatikan juga bahwa kotoran ternak ini mengandung bakteri yang merusak (phatogen) untuk itu perlu diolah dengan cara fermentasi  menggunakan
mikroba dekomposter dan telah melewati termopholic sempurna.  Dengan defermentasi ini maka bakteri yang merugikan itu akan hilang dan yang tinggal hanya bakteri yang menguntungkan. Kotoran hewan yang tidak difermentasikan dapat menimbulkan keracunan pada tumbuhan seperti layu, daun kering dan sebagainya. Nah nanti pak Mamat akan mencontohkan bagaimana fermentasi pupuk kandang itu dilakukan. Baik, pak Mamat silahkan anak-anak diajari bagaimana cara membuat pupuk kandang.’ demikian pembukaan dan sekilas penjelasan dari bunda Titin.

‘Terimakasih bu Titin dan anak-anak Merdeka yang sangat saya sayangi. Aduh, rasanya gimana gitu saya ini, sebab saya ini orang bodoh, tidak sekolah, eh hari ini diminta jadi guru untuk anak-anak eh ini malah cucu cucu deh, karena Rohim itu cucu saya. Nah, saya dapat kepinteran membuat pupuk ini karena diajari oleh bapak penyuluh lapangan (PPL) dari dinas pertanian kabupaten. Nah sebelum memulai praktek kita siapkan dulu bahan-bahanya sebagai berikut :

  1. Kotorang kambing / domba            : 1.000 kg
  2. Bio starter stardec                  :     2,5 kg
  3. Serbuk gergaji                        :    100 kg
  4. Abu sisa pembakaran             :      50 kg
  5. Kapur tohor / gamping            :      50 kg
  6. Pupuk urea                            :     2,5 kg
  7. Pupuk SP-36                         :     2,5 kg
  8. Air secukupnya

*) Bahan-bahan tersebut boleh dikurangi sesuai ketersediaan didaerah tersebut. Minimal dapat digunakan bahan berupa kotoran dan stardec, namun semakin lengkap bahan yang digunakan semakin baik kualitas kompos yang dihasilkan.

Setelah bahan siap maka kita lakukan cara pembuatan komposnya sebagai berikut :

Tiap bahan dibagi menjadi 6 – 8 bagian

  1. Kotoran inthil ditumpuk dengan ketinggian 25 – 30 cm.
  2. Ditaburkan biostarter, serbuk gergaji, abu dan kapur masing-masing 1 bagian sambil disiram air untuk kelembaban.
  3. Ulangi tumpukan kedua seperti no. 3 begitu seterusnya sehingga semua bahan habis.
  4. Tumpukan dibuat denganetinggian minimal 1,5 m.
  5. Tumpukan dibawah naungan untuk menghindari adanya sinar matahari langsung dan air hujan
  6. Untuk menjaga suhu dan suplai oksigen, tumpukan dibalik sekali tiap minggu
  7. Untuk menjaga kelembaban 60 %, saat membalik tumpukan dilakukan penyiraman dengan air menggunakan gembor
  8. Pada minggu ke 5 pupuk siap digunakan.

Nah setelah jadi oleh bapak pupuk itu dikantongin plastik dan dijual, sebagian untuk memupuk sayuran dikebun, tuh lihat subur-subur kan tanaman bapak’.  Begitulah bapak tua itu dengan tlatennya menjelaskan dan memperagakan cara membuat pupuk kompos.

‘Anak-anak, tadi sudah dijelaskan bahwa kompos kita ini akan siap digunakan setelah 5 hari, untuk itu minggu depan kita kesini lagi dan nanti kita masukkan kantong kompos kita ini untuk memupuk bunga-bunga di depan sekolah kita. Kepada pak Mamat terimakasih atas ilmu yang telah diberikan semoga menjadi amal jariyah berguna didunia dan akhirat. Mohon ma’af bila anak-anak Merdeka ribut dan ngrepoti pak Mamat’ tutup bunda Titin. (Tanda S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s