Kepala Sekolah


SIAPA SEBENARNYA KEPALA SEKOLAH ITU


Di dalam pendidikan, sekolah selalu dipimpin oleh kepala sekolah. Di mana kepala sekolah sebenarnya mempunyai peranan penting di dalam mengelola sekolah dengan visi dan misi yang telah dirumuskan dengan begitu baik. Karena dengan visi sekolah itu akan bergerak kedepan sesuai dengan apa yang di visikan. Visi membuat kepala sekolah harus bergerak sesuai dengan apa yang menjadi visi sekolah. Yang mengupayakan itu menjadi sebuah realitas yang dapat dirasakan oleh semua orang dalam hal ini yang dikenal dengan stackholder.

Dengan visi ini bergerak pada misi yang coba diuraikan menjadi sebuah realitas pendidikan yang dapat dirasakan oleh semua orang, tanpa kecuali masyarakat. Yang seolah-olah tidak ada kaitannya. Tapi disitu nafas dari pendidikan sekolah yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Sehingga siswa mampu memahami konsep abstrak yang diberikan oleh pendidikan dapat dirasakan dan dialami ketika anak-anak itu berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakatnya.

Kepala sekolah bukan sebuah nama kebanggaan bagi seorang pendidik yang mengerti ideologi dan filosofi dari pendidikan yang menjadi sebuah agen perubahan bagi kehidupan masyarakat secara lebih baik dan menyeluruh yang bersifat masif. Karena dengan agen perubahan yang ada di masyarakat dengan sendiri kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik dan progresif di dalam menghadapi permasalahan kehidupan yang timbul di dalam lingkungannya.

Untuk itu kepala sekolah bukanlah seorang pemimpin yang mempunyai oteritas saja yang dikedepannya, tanpa mengerti tanggung jawabnya sebagai bagian dari kehidupan pendidikan untuk melayani sepenuh hati dan menjadi fasilitasi semua orang. Sehingga apa yang dilakukan bukan berdasarkan keinginan, dan kemampuannya sebagai seorang pemimpin sekolah. Tapi bagaimana memberikan peran serta pada guru, staf sekolah, murid, orang tua dan masyarakatnya. Dengan cara menjalankan pendidikan didasarkan pada sebuah kesepakatan bersama untuk bisa merasakan bagaimana sebuah kegiatan itu menjadi sebuah kehidupan yang memberikan daya guna  serta kekuatan bagi kompenen masyarakat untuk bisa melakukan perubahan dan pandangan hidupan yang lebih dinamis.

Karena dengan kesepatkan segala sesuatu berjalan dengan baik, baik dalam arti untuk bisa saling merasakan dan mengalami bagaimana kegiatan itu berhasil atau tidak. Dan itu sudah pasti bahwa di dalam kegiatan itu ada kegagalan atau kesalahan disana sini. Namun bukan berarti kesalahan itu menjadi sesuatu yang tidak baik. Tapi bisa menjadi baik adalah dengan cara untuk saling mengkoreksi dirinya sendiri, untuk tidak menyalahi orang lain atau kesepakatannya yang telah kita buat. Begitu juga dengan kesalahan berarti bagi kita untuk saling melengkapinya. Inilah perlu peranan kepala sekolah didalam mengerakan kehidupan pendidikan sebagai dari kehidupan masyarakat yang sangat riil.

Kepala Sekolah bukan seorang yang dapat menikmat kepemimpinannya. Karena hal itu akan menganggu dari kehidupan pendidikan disekolah. Kenikmatan kepemimpinan sekolah adalah selalu bisa berempati, merasakan sesuatu yang tidak perlu diucapkan dan dapat dirasakan. Dan bisa melayani sepenuh hati semua orang yang membutuhkannya. Dan selalu mengacuh pada kesepakatan yang telah dibuat oleh orang tua, guru dan siswa. Meskipun dia bisa melakukan sendiri bukan berarti harus melakukan sendiri. Karena itu sebagai kepala sekolah bukan untuk berjalan sendiri dengan kewenangannya.

Untuk itu kepemimpinan bisa dilihat dari penampilan dan karakter kepala sekolah mengacuh pada tugasnya, yaitu:
Pertama sebagai  penanggung jawab sekolah untuk menauingi semua orang.
Kedua sebagai perencanaan kegiatan bersama dengan guru, murid dan orang tua. Dengan kegiatan sekolah itu menjadi lebih terarah apa yang ingin dilakukan dan dikerjakan.
Ketiga sebagai monitoring untuk mengetahui bagaimana rencana itu bisa diaplikasikan dengan baik atau tidak.
Keempat mengevaluasi kegiatan itu sudah sejauh mana tercapai dengan baik atau tidak. Karena dengan ada evaluasi diharapkan mampu memberikan kemungkinan yang tidak mungkin terjadi.
Kelima memutuskan permasalahan yang dihadapi oleh sekolah bagaimanapun persoalan. Ini memerlukan keberanian bagi setiap orang di dalam kehidupannya.
Keenam mempunyai sikap terbuka dengan berbagai hal selama hal itu memang memberikan kebaikan bagi pendidikan. Dengan cara mengadalkan klarifiskasi, distilasi, evaluasi,inkubasi dan perspirasi. Dengan demikian akan memberikan dimensi pemikiran pada semua orang.

Begitu juga dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti apa, hal ini bisa dilihat dari,
Pertama ada gaya kepemimpinan yang otoriter, di mana kepala sekolah memimpinnya dengan sewenang-wenang. Merasa paling pinter sendiri, paling berkuasa, paling tahu, paling bisa kerja dan sebagainya.
Kedua ada gaya kepemimpinan yang berkuasa, yaitu segala pekerjaan ingin dikerjakan sendiri, tidak percaya pada orang lain. Karena dia meremehkan perkerjaan orang lain, merasa paling bisa dan mengerti apa yang dikerjakan.
Ketiga ada gaya kepemimpinan Mendelegasikan, sebuah kegiatan atau pekerjaan diberikan pada orang lain atau stafnya untuk bisa menjalaninya. Hal ini membuat orang lain merasa bisa dan dipercaya. Hanya saja kalau tidak dikontrol akan menjadi masalah.
Keempat gaya kepempinan partisipatoris, di mana peranan kepala sekolah itu melakukan kegiatan berdasarkan bidang yang telah ditentukan disepakati, dan tetap melakukan pendampingan dan kalau perlu membantu kalau guru dan stafnya mengalami kesulitan. Gaya kepemimpinan seperti ini perlu menjadi bagian dari kegiatan pendidikan sekolah yang berbasi pada pendidikan masyarakat dan berbagi untuk selalu Merdeka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s