AQIDAH DIANTARA SOSIAL DAN EKONOMI

Pendidikan menjadi sebuah mediasi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Karena pendidikan sama dengan dengan kesuksesan finansial. Untuk itu semua orang tua memperjuangkan anaknya untuk menjadi anak yang berhasil untuk mendapatkan kebahagian yang diukur dengan materi.

Allah sendiri menciptakan manusia untuk kebahagian dan kebahagian itu menjadi sebuah pilihan. Kebahagian itu bukan identik dengan kaya atau miskin. Karena banyak sekali orang kaya pada hakekatnya miskin. Karena kehidupannya tidak bahagian, kekayaan menjadi sebuah siksaan yang tidak pernah dirasakan oleh dirinya. Kekayaan membuat dirinya menjadi ketakutaan yang luaaar biasa. Kekayaan membuat dirinya menjadi terikat dengan segala hal yang membuat dia menjadi bagian dari mekanisme industri, ekonomi dan informasi. Kekayaan membuat hubungan manusia menjadi sebuah relasi, kepentingan dan kepentingan itu tidak ada lagi kejujuran, ketulusan, empati dan sosial. Sebuanya dibangun atas dasar kepentingan yang sebenarnya sangat tidak berarti kalau pandangan aqidah, yaitu sebatas materi, benda dan enta apa lagi yang membuat diri manusia terpuruk jauh lebih dalam kepada masalah yang tidak ada artinya.

Begitulah yang ada di dalam benak pikiran kebanyak manusia bahwa pendidikan sama dengan ekonomi, uang dan kehormatan yang tidak jelas.

Ekonomi Bukan Masalah Bisnis Tapi Sosial

Pada hal masalah ekonomi bukan masalah bisnis tapi masalah sosial. Karena ekonomi dan keberhasilan seseorang untuk karena masalah sosial, masalah penghargaan pada seseorang yang dianggap berhasil. Pada di mata Allah belum tentu. Begitu juga masalah kehormata yang dikejar itu hanya masalah sosial yang tidak ada artinya dan hanya menjerumuskan kita kepada masalah yang lebih dalam lagi, yaitu kepedihan hidup ini yang sangat pedih. Kenapa harus dipedihkan lagi. Dengan kehormatan yang diangungkan masyarakat.

Masalah ekonomi, kekayaan adalah tolak ukur sosial bukan tolak ukur aqidah seseorang terhadap komintmen hidup ini. Yang hanya sebuah perjalan pendek dan sangat pendek, kenapa seolah-olah harus diperpanjang dari pandang sosial. Itulah kehidupan ekonomi yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan yang hakiki. Bahwa masalah ekonomi hanya mekanisme untuk mencapai tujuan yang sebenarnya, bukan ekonomi itu sendiri.

Tapi sebaliknya banyak manusia yang mengatakan bahwa masalah sosial adalah masalah separuh waktu yang tidak perlu perjuangan, apa lagi pengorbanan dalam bentuk waktu dan materi. Cukup dengan memberikan sedakah alkadarnya sudah selesai menjadi pengertian agama yang menyangkut Aqidah.

Pada hal masalah sosial menjadi representasi masalah kehidupan yang akan datang. Di mana semua orang mengajak pada nilai-nilai yang tertinggi, yaitu beriman kepada Allah sebagai bentuk sikap dari aqidah sebagai seorang muslim.

Dengan begitu kegiatan sosial bukan lagi kegiatan sekedarnya, tetapi memang menjadi tanggung jawab sebau seorang muslim terhadap sesamanya. Sehingga Allah sendiri memenjelaskan di dalam Al Qur’an, bahwa berjual beli atau berbisnis yang selalu mengutungkan dan mendapatkan keuntungan besar adalah berbisni dengan Allah. Ini suatu pernyata yang sangat jelas dan lugas bahwa apa yang dikerja sebagai perkerjaan itu hanya bagian dari kehidupan sosial bukan bukan ibadah, kecuali orang yang mempunyai aqidah yang baik menjadi nilai ibadah pada Allah.

Jadi apa lagi yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan. Kalau yang dipikirkan dan dipertimbangkan itu masalah sosial itu menjadi massalah yang tidak penting. Karena yang penting masalah ekonomi dan bisnis sama Allah yang implementasi sosial bagi kehidupan masyarakat pada umumnya. Menjadi masyarakat yang Merdeka karena aqidah menjadi peranan yang sangat penting.

Karena Aqidah tak akan memberikan manfaat yang sebenar-benarnya, bila tidak menodorng umatnya untuk berbuat dan berkorban demi menjelmakan menjadi sebuah kenyataan yang sebenarnya. Begitu juga iman tak punyai arti apa-apa kalau tidak disertai dengan amal ibadah pada Allah. (Aru W)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s