Saung


MEMPERKAYA SAUNG

Arti Saung bagi Anak Merdeka


Kalau seorang petani membuat saung untuk berteduh, beristirahat setelah seharian mencangkul untuk mengolah tanah di sawah. Saung bagi kalang pengusahan banyak dipergunakan untuk keperluan bisnisnya. Misalnya dengan membuka rumah makan dengan gaya saung. Membuat peristirahatan bagi orang kota yang penat di dalam menghadapi kehidupan yang begitu keras. Begitu juga dengan warga di kampung saung menjadi tempat bertemunnya warga untuk menjalin kehangatan diantara mereka. Saung juga sebagai tempat pos ronda untuk menjaga keamanan lingkungan.
Melihat saung sebagai tempat yang begitu banyak ragam dan kegunaannya. Terlihat juga di dalam lingkungan Merdeka Sekolah Saung yang didirikan untuk tempat belajar bagi anak-anak, juga berguna untuk makan siang anak-anak, sedangkan buat orang tua tempat menunggu anak pulang sekolah. Buat anak-anak menjadi arena bermain dengan berbagai macam bentuk dan gayanya. Sampai saung itu tidak lagi kuat untuk menampung energi anak yang begitu besar di dalam mengeksporasi dirinya. Dengan mengelantung, melombat dari bambu satu kebambu berikutnya. Saung dengan mudahnya sudah rusak. Ketika rusak saungnya, kini beralih anak-anak beralih kepada pohon yang ada disekitarnya. Pohon membuat anak-anak menjadi lebih hidup dan berkembang.

Tidak lama kemudian saung itu diperbaik dan ditambah dengan tempat untuk tanaman dalam bentuk traf dan berjenjang disebelah saung. Tapi dengan naluri alamiahnya anak-anak traf yang dibuat disebelah saung. Ketika pelajaran ekskul melukis traf  yang di atas berfungsing untuk meja di mana buku gambar dan pastel diletakkan. Sedangkan yang dibawahnya dijadikan tempat duduk oleh anak, dan kelihatnya jadi unik. Luar biasa anak-anak memaknai bentuk yang dipikirkan oleh orang lain sebagai tempat tumbuhan, menjadi berfungsi untuk tempat melukis.

Sebuah sauana yang begitu inovasi cara berpikir alam bawah sadarnya anak-anak. Dengan begitu saja mereka melihat tempat sebagai sebuah pembelajaran. Yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh pihak sekolah sebagai tempat belajar.

Ini mengambarkan bahwa proses belajar di dalam pendidikan keputusan bukan saja ada di tangan guru atau pihak sekolah, tapi juga anak-anak dengan dunianya sendiri bisa memberikan pelajar bagi orang lain. Gambaran ini adalah salah satu pengalaman sekolah di dalam melihat peranan anak di dalam menentuk proses belajarnya. Hanya kadang sekolah tidak melihat proses yang dilakukan oleh anak-anak bukan sebuah sikap penentuan proses pembelajaran yang dilakukan oleh anak.

Hal ini perlu disadari bahwa pendidikan di sekolah bukan lagi pendidikan yang ditentukan oleh guru dan sekolah, apa lagi orang tuanya, tapi keterlibatan anak di dalam menentukan proses pendidikan yang terbaik, akan menjadi lebih baik bagi perkembangan anak. Karena guru dan sekolah atau orang tua murid bisa memahami apa yang menjadi keinginan anak-anak di dalam proses belajarnya.

Dengan proses belajar yang melibatkan anak dalam menentukan metode pendidikan untuk menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan oleh semua pihak. Karena dengan mempertimbangan proses belajar yang melibatkan anak-anak, tidak akan terjadi penilaian terhadap anak menjadi penilaian yang sepihak. Dan pihak guru, sekolah atau orang tua murid dengan mudah akan bisa memfasilitas anak.

Contoh tempat tumbuh disebelah saung yang dijadikan tempat belajar melukis bagi anak-anak sudah cukup menjelaskan pada kita bahwa alam bahwa sadar anak mempunyai peranan yang sangat besar untuk bisa dikembangkan oleh guru, sekolah dan orang tua murid menjadi sebuah kesadaran yang menjadi lebih baik bagi perkembangan pendidikan.

Dengan begitu sangat terlihat bahwa pendidikan yang kita rencana adalah sebuah acuan yang harus dikembangkan oleh semua pihak dalam hal ini peranan anak-anak yang memberikan inspirasi untuk bisa kita mengelola pendidikan menjadi lebih baik dan tepat sasarannya.

Bahwa anak-anak mampu memberikan pelajaran bagi guru, sekolah dan orang tua murid apa-apa yang harus diberikan pada, agar bisa menunjang kepentingannya di dalam proses belajar mengajar disekolah. Sehingga sekolah lebih tempat dibilang sebagai “studi centre”, pusat pembelajaran bagi semua orang baik itu kepala sekolah, guru dan orang tua murid untuk selalu mau belajar dan belajar.

Dengan kesadaran itu sekolah bukan lagi tempat menghakimi anak-anak kita sebagai anak yang pintar dan bodoh menurut versi guru, sekolah dan orang tua murid. Pada hal peranan anak-anak menjadi bahan pertimbangan agar pendidikan ini mejadi lebih adil. (Tri Aru W)

One thought on “Saung

  1. AQIDAH DIANTARA SOSIAL DAN EKONOMI

    Pendidikan menjadi sebuah mediasi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Karena pendidikan sama dengan dengan kesuksesan finansial. Untuk itu semua orang tua memperjuangkan anaknya untuk menjadi anak yang berhasil untuk mendapatkan kebahagian yang diukur dengan materi.

    Allah sendiri menciptakan manusia untuk kebahagian dan kebahagian itu menjadi sebuah pilihan. Kebahagian itu bukan identik dengan kaya atau miskin. Karena banyak sekali orang kaya pada hakekatnya miskin. Karena kehidupannya tidak bahagian, kekayaan menjadi sebuah siksaan yang tidak pernah dirasakan oleh dirinya. Kekayaan membuat dirinya menjadi ketakutaan yang luaaar biasa. Kekayaan membuat dirinya menjadi terikat dengan segala hal yang membuat dia menjadi bagian dari mekanisme industri, ekonomi dan informasi. Kekayaan membuat hubungan manusia menjadi sebuah relasi, kepentingan dan kepentingan itu tidak ada lagi kejujuran, ketulusan, empati dan sosial. Sebuanya dibangun atas dasar kepentingan yang sebenarnya sangat tidak berarti kalau pandangan aqidah, yaitu sebatas materi, benda dan enta apa lagi yang membuat diri manusia terpuruk jauh lebih dalam kepada masalah yang tidak ada artinya.

    Begitulah yang ada di dalam benak pikiran kebanyak manusia bahwa pendidikan sama dengan ekonomi, uang dan kehormatan yang tidak jelas.

    Ekonomi Bukan Masalah Bisnis Tapi Sosial

    Pada hal masalah ekonomi bukan masalah bisnis tapi masalah sosial. Karena ekonomi dan keberhasilan seseorang untuk karena masalah sosial, masalah penghargaan pada seseorang yang dianggap berhasil. Pada di mata Allah belum tentu. Begitu juga masalah kehormata yang dikejar itu hanya masalah sosial yang tidak ada artinya dan hanya menjerumuskan kita kepada masalah yang lebih dalam lagi, yaitu kepedihan hidup ini yang sangat pedih. Kenapa harus dipedihkan lagi. Dengan kehormatan yang diangungkan masyarakat.

    Masalah ekonomi, kekayaan adalah tolak ukur sosial bukan tolak ukur aqidah seseorang terhadap komintmen hidup ini. Yang hanya sebuah perjalan pendek dan sangat pendek, kenapa seolah-olah harus diperpanjang dari pandang sosial. Itulah kehidupan ekonomi yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan yang hakiki. Bahwa masalah ekonomi hanya mekanisme untuk mencapai tujuan yang sebenarnya, bukan ekonomi itu sendiri.

    Tapi sebaliknya banyak manusia yang mengatakan bahwa masalah sosial adalah masalah separuh waktu yang tidak perlu perjuangan, apa lagi pengorbanan dalam bentuk waktu dan materi. Cukup dengan memberikan sedakah alkadarnya sudah selesai menjadi pengertian agama yang menyangkut Aqidah.

    Pada hal masalah sosial menjadi representasi masalah kehidupan yang akan datang. Di mana semua orang mengajak pada nilai-nilai yang tertinggi, yaitu beriman kepada Allah sebagai bentuk sikap dari aqidah sebagai seorang muslim.

    Dengan begitu kegiatan sosial bukan lagi kegiatan sekedarnya, tetapi memang menjadi tanggung jawab sebau seorang muslim terhadap sesamanya. Sehingga Allah sendiri memenjelaskan di dalam Al Qur’an, bahwa berjual beli atau berbisnis yang selalu mengutungkan dan mendapatkan keuntungan besar adalah berbisni dengan Allah. Ini suatu pernyata yang sangat jelas dan lugas bahwa apa yang dikerja sebagai perkerjaan itu hanya bagian dari kehidupan sosial bukan bukan ibadah, kecuali orang yang mempunyai aqidah yang baik menjadi nilai ibadah pada Allah.

    Jadi apa lagi yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan. Kalau yang dipikirkan dan dipertimbangkan itu masalah sosial itu menjadi massalah yang tidak penting. Karena yang penting masalah ekonomi dan bisnis sama Allah yang implementasi sosial bagi kehidupan masyarakat pada umumnya. Menjadi masyarakat yang Merdeka karena aqidah menjadi peranan yang sangat penting.

    Karena Aqidah tak akan memberikan manfaat yang sebenar-benarnya, bila tidak menodorng umatnya untuk berbuat dan berkorban demi menjelmakan menjadi sebuah kenyataan yang sebenarnya. Begitu juga iman tak punyai arti apa-apa kalau tidak disertai dengan amal ibadah pada Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s