Ilmu


scholars1

ILMU

Sepanjang mata memandang jajaran rak buku tertata rapi. Mulai dari yang terbuka, dalam lemari electric hingga yang tersimpan dalam cd/microfilm,mikrofis dan media storage lainnya. Sungguh betapa banyaknya karya-karya manusia yang tertuang didalam buku-buku tersebut.Jumlah buku yang berpuluh ribu hingga jutaan, menandakan tingkat aktualisasi ekspresi manusia, sekaligus bukti keilmuan yang dimiliki oleh manusia.

Sejenak hati ini tertegun, betapa luar biasanya manusia menorehkan akal anugerah Tuhan dalam lembaran-lembaran kertas hingga jumlahnya tak terhitung. Bahkan karya-karya manusia sebagai wujud keilmuan yang dimiliki tidak terbatas yang tertorehkan dalam buku, maka betapa luar biasanya ilmu manusia. Namun kala teringat dengan statement bahwa ilmu insan dibanding ilmu Tuhan sungguh bak setetes air ditengah samudera raya. Kembali terkulai sanjungan ini bahwa manusia ternyata tidak ada apa-apanya dibanding sang Khalik. Bahkan ilmu sang secuil milik manusia itu pada dasarnya juga milik Tuhan, maka pantaskah bila dikatakan bahwa manusia itu tidak memiliki ilmu ? Walau ilmu yang dimiliki/diberikan Tuhan kepada manusia itu kecil adanya namun memiliki kemanfaatan dan nilai yang amat besar. Keutamaan seseorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris pada nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak, (HR. At-Tirmidzi)

Keutamaan Ilmu :

1. Ilmu sebagai warisan para nabi, warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi.

2. Ilu tetap kekal sekalipun pemiliknya telah mati, tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna.

3. Ilmu, sebanyak apapun tidak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan, tak perlu gudang yang tinggi dan besar untuk meletakkannya.

4. Ilmu bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah.

5. Para ulama (Ahli ilmu syari’at), termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya, tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.

6. Ulama tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat.

7. Rasulullah menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar.

8. Ilmu adalah jalan menuju surga, tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu.

9. Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu, sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik.

10. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah.

11. Orang berilmu adalah cahaya bagi manusia lainnya.

12. Allah akan mengangkat derajat ahli ilmu di dunia dan akhirat. Di dunia Allah angkat derajatnya ditengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. Dan di akhirat akan Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya. (Syaih Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin).

(Abi DiADiZ)

One thought on “Ilmu

  1. FITO BELAJAR DARI KEHIDUPAN

    Di dalam kehidupan ini memang tidak semua manusia itu harus hidup dengan kelayakan dan kewajaran sebagai seorang anak. Karena setiap anak memang mempunyai permasalahan untuk memperlihatkan dirinya sebagai orang anak yang berbeda dengan yang lain.

    Permasalahan yang dihadapi anak bukan selalu anak itu bermasalah. Tapi keadaan yang membuat dia mendapatkan masalah. Biasanya kalau anak mendapat permsalahan dia akan bingung dan tidak menentu apa yang harus dilakukan. Yang dia lakukan biasanya diam, marah, sedih dan yang lebih kentara adalah menangis.

    Semua dilakukan oleh seorang anak semata-mata karena bukan dia menangis, diam, marah atau sedih. Tapi secara alami semua itu akan muncul dengan sendirinya sebagai bagian dari panggilan hidup untuk melakukan itu. Dan orang disekitarnya akan merespon sebagai sesuatu yang menyakitkan, takut dan tidak berdaya. Pada hakekatnya anak itu tidak tahu apa-apa yang harus dilakukan, hanya Allah saja yang membuat anak itu menjadi terlihat wajar, layaknya anak-anak.

    Itulah yang dialami Fito seorang anak yang terlihat tegar dan kuat sekaligus bingung dengan lingkungannya yang tidak dimengerti kenapa orang-orang melakukan hal itu. Dengan alami Fito akan tenang dan diam sekaligus bingung. Meskipun temannya mempertanyakan permasalahan yang dia hadapinya. Dia hanya mengatakan tidak tahu, mungkin ada masalah dan sekenanya dia menjawabnya.

    Secara psikologi dia menjadi anak yang tidak langsung menjadi tubuh dewasa karena dituntut untuk mengatasi metabolisme yang ada di dalam dirinya. Bahwa tekanan mental yang dihadapinya membuat diam dalam bingung dan sekaligus menjadi jalan yang terbaik untuk mengatakan bahwa aku bisa melihat itu sebagai sesuatu kenyataan yang harus aku hadapi. Apapun yang terjadi di dalam diriku dan lingkunganku aku akan selalu mencoba untuk bertahan dalam ketidak mengertia aku. Apa lagi aku tidak mengerti kalau ada orang dewasa marah dan mengancam. Tapi kata orang itu adalah orang yang sedang pusing, iya pusing di dalam menghadapi hidup yang begitu menekan secara psikologi dan ditekan karena sebuah realitas yang tidak bisa ditangkap dengan baik. Membuat orang itu menjadi kehilangan kendali. Memang hidup itu berat, tapi bukan menjadi sebuah persoalan kalau mau melihat itu sebagai bagian yang harus dijalan dengan apa ada, kewajaran dan sebagainya.

    Kelihatannya itu yang bisa dilakukan oleh Fito didalam kegiatannya dalam belajar. Apa-apa yang menjadi tugas sebagai seorang murid dan anak dia lakukan dengan intuitif. Karena dengan begitu permasalahan tidak begitu mejadi tekanan bagi dirinya.

    Tapi dengan belajar kelihatnya membuat dirinya tenggelam pada sebuah kesadaran tentang kehidupan bahwa hidup itu memang harus dirasakan sebagai sesuatu yang beragam. Kehidupan dengan segala masalah baik dari orang tua, guru, sekolah dan temannya menjadi sebuah yang harus diterima dengan apa adanya. Dengan sebuah kesadaran bahwa itu adalah ketidak berdayaan dirinya di dalam menghadapi hidup yang baaanyak sekali dinding yang tebal, untuk tahu apa permasalahan yang terjadi di dalam dirinya.

    Fito kalau pelajaran kreatif menulis dengan segala kepasrahannya untuk coba melihat kehidupan ini memang demikian atau berbeda. Sehingga kata demi kata dirangkaikan tapi bunyinya bukan daun tapi kepasrahan yang dilalui dengan segala kemungkinan untuk bisa melepaskan.

    Begitu juga dengan karya lukisannya, secara berkala dengan tema yang berbeda. Fito selalu mengungkapkan dengan komposisi yang tidak pernah berubah. Bidang semuanya dilukis dengan bentuk yang diulang-ulang, repetitif, seolah untuk menegaskan bahwa kepasrahan itu adalah jalan keluar di dalam menghadapi permasalahannya, tanpa dia tahu.

    Begitu juga mempergunakan warna tidak begitu banyak, hanya dua warna. Karena kekuatan untuk menambahkan warna seolah menjadi sebuah keputusan yang berat dan mengandung resiko. Fito tidak mau mengambil resiko karena sudah banyak permsalahan yang membuat dirinya harus menghadapi resiko yang tidak ringan, berat!

    Tapi kepasrahan dengan kesadaran membangun dirinya pada realitas kehidupan yang lebih kuat. Meskipun Fito bukan orang kuat, tapi badannya besar dan kuat.

    Fito merasakan dengan kepasrahan yang selalu dia tunjukan kepada teman-temannya. Dia akan selalu menunggu dan melihat keadaan untuk bisa mengatakan sesuatu. Seolah-olah keadaan itu tidak akan menerimanya sebagai mana adanya sebagai seorang Fito yang menginginkan ruang yang memberikan diri pada realitas yang sebenarnya. Realitas yang dianggap aman untuk dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s