Inspirasi Nabi Ibrahim


Inspirasi Nabi Ibrahim

wp1_1024x768-300x225

Pendidikan bukan saja sebagai lembaga pendidikan sekolah. Tapi juga sebagai lembaga pendidikan pemberdayaan manusia.

Dan Lembaga pendidikan karaktera manusia yang baik dan kuat. Untuk itu sistem pendidikan selalu mengacu pada nilai agama sebagai sebuah keyakinan kita Pada Allah. Karena dengan agama kita bisa tahu sejauh mana pendidikan itu menjadi lebih baik dan berguna bagi kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Bahwa sistem yang dikembangkan di dalam dunia pendidikan pada saat ini, berorientasi pada materi dan pramagtisme kehidupan. Seperti pendidikan multi intelgensia yang ditawarkan Horward dari University Harvard. Sehingga sampai sampai pendidikan berbasis kompetensi seperi yang terjadi di dunia berkembang adalah sistem pendidikan yang hanya mengarah pada kompetensi dasar mencari makan, yaitu dengan bekerja. Membuat pendidikan itu menjadi tidak bermutu dan membangun karakter manusia budak yang menjadi bagian dari sistem produksi dari sebuah mesin. Pada hal jaman sekarang manusia kalah hebatnya dengan mesin. Pendidikan bukan menjadi diri manusia sebagai manusia yang mulia seperti apa yang digambarkan dalam Al Quran sebagai khalifah di muka bumi. Tapi sebagai manusia yang dibendakan, karena manusia didik untuk menghasilkan nilai dan manusia dilihat dari nilai dan menusia dihargai dari selembar ijasah. Dan manusia yang dihewankan, karena hanya diprogram untuk mencari makan. Ini yang sekarang dikembangkan dalam sistem pendidikan yang berbagai macam cara untuk diseminarkan dan workshop sebagai sistem pendidikan yang unggul. Pada hal sejarah Nabi Ibrahmi, bagaimana mendidik anaknya Ismail bukan bagaimana mencari makan dan minum. Tapi Nabi Ibrahmi mengajarkan pada istri dan anaknya bagaimana mengenal Allah yang memberikan makan dan minum. Karena kalau soal makan dan minum itu merupakan naluri mahluk yang Allah ciptakan untuk bisa makan tanpa harus belajar dan mempunyai pendidikan yang baik. Karena fitrah manusia kalau lapar yang makan. Tapi karena kita didik oleh sistem pendidikan yang katanya jauh lebih maju hanya mengajarkan kita bukan sekedar makan nasi, roti, tapi juga makan batu, minyak, hutan, tanah dan makan manusia dengan manusia. Inilah sistem pendidikan yang sedang menjadi trend dari pendidikan sekarang. Pada hal namanya sistem pendidikan bukan berbicara masalah pintar, cerdas, rangkin, juara kelas, sekolah favorit. Tapi sistem pendidikan adalah berbicara masalah pengetahuan dan keimanan yang membawa manusia pada kesadaran hidup ini bukan hanya makan dan makan. Tapi bagaimana dengan kecerdasan setiap orang membuat hidup ini menjadi lebih baik dan indah. Seperti apa yang banyak dijelaskan di dalam Al Quran bahwa Allah menciptakan manusia itu lebih baik dari semua mahluknya, termasuk malaikat. Sistem pendidikan bukan bicara masalah materi tapi bagaiman mana sistem pendidkan dengan pendekataan budaya membuat Islam menjadi kehidupan manusia secara khafa. Karena pendidikan bukan saja masalah pengetahuan tapi pendidikan adalah masalah keyakinan dan keimanan manusia pada Allah yang menciptakan alam semesta. Kita juga ingat bagaimana Nabi Musa belajar dengan Nabi Kaidir dengan berbagai kenyataan yang ditunjukan sebagai simulasi memberikan banyak hikmah. Mulai dari diam untuk tidak komentar sebagai komitmennya, ternyata tidak bisa begitu saja bisa berjalan sebagaimana perjanjiannya. Karena seseorang yang belajar itu harus mempunyai etikanya yaitu diantaranya rendah hati, sabar dan istiqomah. Dan ini yang tidak pernah diajarkan di dalam pendidikan. Karena sistem pengajaran yang di ajarkan di sekolah adalah bagaimana murid bisa mengisi jawaban dengan benar. Bagaimana mengerjakan sesuatu itu dengan baik dan benar. Tapi tidak pernah belajar sebuah kebaikan dan kebenaran itu menjadi cara pandangnya di dalam belajar. Sehingga menjadinyak anak didik sebagai orang yang berpengetahuan dengan akhalak yang baik. Dengan begitu pengetahuannya bukan untuk mencari makan. Tapi untuk mengembangkan kesadaran hidup manusia di dunia ini menjadi lebih paham dan mengerti bahwa hidup itu memang sebuah jejang yang harus dilalui sebagai mana manusia diciptakan Allah melalu sebuah proses mulai dari akad nikah yang baik, bertemua sel telur dan sperma yang kemudian dari jutaan sperma itu hanya satu yang bisa membuahkan telur. Artinya kita menjadi manusia pilihan. Kemudian terbentuknya gumpalan darah dari hingga terwujud sebagai manusia hal itu yang dijelaskan dalam Al Quran. (Tri Aru)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s