Konsep Pendidikan Berbagi (Sebuah Inovasi Pendidikan)


‘Terobosan Pendidikan’ dengan cara ‘Berbagi’

bersama

Merdeka Sekolah sebuah tempat pendidikan di mana tahuan pertama dalam pendidikan untuk mengorganisir sistem pendidikan sekolah yang mempunyai tujuan dengan segala kemampuan yang ada untuk bisa mewujudakan pendidikan yang lebih baik dalam materi pembelajaran, pengelolahan pendidikan bersama orang tua dan masyarakat sebagai satu kesatuan dari sebuah pendidikan masyarakat dan bangsa pada umumnya. Bahwa pendidikan bukan hanya ada obyek dan subyek. Tapi bagaimana keduanya itu menjadi satu kesatuan di dalam proses pengembangan pendidikan yang terpadu dan menyeluruh. Sehingga memberikan kemungkinan yang seluas-luasnya pada setiap orang mempunyai peranan aktif di dalam pendidikan. Hanya saja setiap orang yang memahami mekanisme kerja sebuah pendidikan sehingga tidak akan menghambat sistem pendidikan yang sedang dijalan sekolah sebagai sebuah upaya akselerasi dari pendidikan.
Dengan terorganisir pendidikan yang baik akan memberikan kemungkinan pada pendidikan itu sendiri berjalan sesuai dengan apa yang menjadi sebuah tujuan dari pendidikan. Dengan membangun suasana pendidikan yang menyenangkan, menimbulkan rasa aman dan menghilangkan prasangka yang berlebihan terhadap sesuatu hal yang menyangkut pendidikan. Suasana yang aman dan menyenangkan membangun sebuah potensi semua orang untuk selalu berbuat lebih baik sesuai dengan mekanisme pendidikanyang menjadi mediasi setiap orang. Dengan begitu akan menjadi pendidikan itu berkembang karena dukungan semua orang. Kemajuan pendidikan bukan karena seseorang tetapi peranan semua orang untuk mau berperan serta dalam mengembangan pendidikan.
Sikap dan prilaku yang baik dalam wujud untuk saling berbagi menjadi sebuah kunci dari mekanis organisasi yang selalu ingin dikembangkan bersama. Karena hal itu menjadi sebuah keinginan semua orang. Di mana semua orang itu mengacu pada pemahaman agama yang baik tentang berbagi dengan sesama. Karena dengan berbagi berarti meningkatkan derajat setiap orang untuk selalu berperan serta dalam pengembangan pendidikan. Selain berbagi dengan berzakat, infaq dan sadakah itu menjadi proses pembersikan diri seseorang untuk bisa menambahkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah Swt. Dan menambahakan rezeki baik harta maupun kebahagian hidup ini yang begitu sulit dan penuh persoalan. Berbagi itu juga menumbuhkan ruh jihad di dalam menghadapi hidup ini yang penuh dengan permasalahan dan tantangan yang begitu dasyat. Sehingga sejata utama yang paling mutahir dalam kehidupan ini adalah berjual beli dengan Allah, karena tidak pernah akan rugi. Tapi berutung berlibat ganda dengan apa yang kita miliki sekarang.
Dengan kehidupan yang begitu kejam dan tidak berperi kemanusiaan ini. Membuat setiap orang mengalami kekalahan yang begitu menjakitkan sampai mengujam kedalam jiwa yang paling dalam. Berbagi dalam bentuk zakat, infaq dan sadakah itu menjadi dunia itu lebih mudah dikuasai, lebih mudah mengerti semua orang, lebih tahu jalan keluar disetiap permasalahan yang kita hadapi dalam hidup ini. Membuat kita selalu tersenyum di dalam menghadapi permasalahan yang paling pahit dan menyakitkan hulu hati kita yang paling dalam. Karena berbagi sama artinya kita mencintai kehidupan dunia dan akhirat. Membuat kita menjadi orang yang selalu berpikir tentang kehidupan itu menjadi lebih panjang dan bermakna. Sehingga kita terlihat cerdas, berani dan penuh percaya diri. Karena apa yang kita laku dengan berbagi itu adalah kunci kehidupan yang harus kita buka disetiap pintu yang kita lalu. Agar pintu kehidupan itu selalu terbuka dan memberikan perspektif yang lebih baik dan lebih luas sehingga kita bisa memutuskan apakah itu bisa dilakukan atau tidak.
Waktu tidak lama bagi kehidupan manusia apa yang membuat waktu itu menjadi lebih lama dan panjang dalam kehidupan kita saat ini adalah dengan berbagi. Karena berbagi adalah realitas kehidupan dunia akhirat yang selalu membawa kita pada cara pandangan yang lebih nyata dalam kehidupan ini. Dibandingkan kita mengumpulkan harta didunia ini adalah mimpi yang sekejam akan hilang begitu saja. Tak ada lagi arti bagi kehidupan ini selain pada berbagi yang menjadi semaian cinta pada Allah.

Merdeka adalah bagian dari kehidupan manusia yang selama dia masih istiqomah pada nilai keimanan dan ketaqwaan pada Allah Swt. Membuat hidup ini menjadi lebih mudah dan tidak terkalahkan dengan apapun. Karena itu menjadi sesuatu yang tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan yang dapat mempengaruhinya.

Biarkan hidup itu selalu mengulangi segala permasalahan namun kita tetap selalu berdo’a dan berusahan untuk sebuah pendidikan yang lebih nyata. Nyata dalam pengertian sebagai pendidikan perubahan bukan pendidik materi. Sekolah bukan lahan bisnis tapi lahan perjuangan untuk mencari ridho Allah. Dengan ridho Allah itu rezeki dan kekayaan Allah yang akan mengukurnya. (Tri Aru)

2 thoughts on “Konsep Pendidikan Berbagi (Sebuah Inovasi Pendidikan)

  1. BURUNG ITU BERTEMU LANGIT

    Pendidikan itu memang bukan sekolah, karena sekolah itu adalah bagian terkecil dari sistem pendidikan. Sekolah hanya rutinitas manusia yang terperangkap pada kehidupan manusia material dengan segala macam sistem yang mekanisme. Dan sekolah menjadi anak haram pendidikan kalau hanya berorientasi pada materi dan keuntungan. Sekolah menjadi ladang bisnis, sehingga kelengkapan fasilitas sekolah bukan untuk kepentingan pendidikan tapi untuk membangun citra modern dan mahal. Karena sekolah yang bermutu bukan karena cara berpikiran yang modern dan baik tapi fasilitas yang modern dan bermutu. Meskipun kadang ada fasilitas untuk sekolah tapi tidak bisa mempergunakan dan memaksimalkan untuk kepentingan ilmu tapi sebagai keren-kerenan saja.

  2. BURUNG ITU BERTEMU LANGIT

    Pendidikan itu memang bukan sekolah, karena sekolah itu adalah bagian terkecil dari sistem pendidikan. Sekolah hanya rutinitas manusia yang terperangkap pada kehidupan manusia material dengan segala macam sistem yang mekanisme. Dan sekolah menjadi anak haram pendidikan kalau hanya berorientasi pada materi dan keuntungan. Sekolah menjadi ladang bisnis, sehingga kelengkapan fasilitas sekolah bukan untuk kepentingan pendidikan tapi untuk membangun citra modern dan mahal. Karena sekolah yang bermutu bukan karena cara berpikiran yang modern dan baik tapi fasilitas yang modern dan bermutu. Meskipun kadang ada fasilitas untuk sekolah tapi tidak bisa mempergunakan dan memaksimalkan untuk kepentingan ilmu tapi sebagai keren-kerenan saja.

    Untuk itu lihat diri kita sebagai manusia dengan kosmologinya. Karena dengan melihat kita sebagai manusia bagian dari kosmologi kehidupan. Maka dengan sendirinya manusia hidup itu tidak selalu berkaitan dengan materi, sehingga indikator keberhasilan manusia di dalam kehidupannya dikaitan dengan materi yang banyak dan harta yang berlimpah. Tapi kalau kita berbicara manusia dengan kosmologi kehidupan berarti indikator keberhasilan kita diukur dengan keselarasan kita di dalam hidup ini. Baik kaitannya dengan alam sekitar, lingkungkan hidupnya, masyarakatnya menjadi lebih baik. Karena materi dan harta yang didapat untuk keperluan manusia dalam memaknakan hidup ini menjadi lebih baik dan jelas. Dengan begitu akan membuka pintu-pintu langit, seperti burung itu menyapa langit.

    Untuk itu pendidikan bukan hanya sebagai materi dan formalitas kehidupan. Tapi pendidikan mampu memproduksi makna dan nilai yang lebih baik. Membuat pendidikan menjadi kosmologi kehidupan yang selalu melahirkan nilai-nilai dan makna kehidupan yang mampu memberikan pemaham pada setiap manusia dan dirinya untuk mengatakan bahwa hidup ini untuk selalu berbagi dan berbagi. Sebagai wujud keberadaan diri kita sebagai manusia di dalam alam semesta ini, sehingga memberikan kosmologi kehidupan ini menjadi lebih indahan dan menarik untuk bisa dipahami dan dimergeri. Membuat manusia untuk selalu berkata pada kehidupan dengan mengkaitan dengan nilai, nilai keyakinan beragama dan ketaat pada Sang Pencipta alam ini, Allah Swt.

    Menjadi pendidikan yang melahirkan sekolah itu bukan berkaitan dengan uang dan materi lainnya. Tapi dengan nilai dan makna kehidupan yang menjadi sekolah itu menjadi medan kehidupan yang lebih berarti di dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. Apa lagi Al Quran sendiri selalu mengatakan tentang apa itu hidupan dan kehidupan sebagai sebuah hakekat. Dengan pengetahuan itu pendidikan, sekolah Islam bukan sebuah formalitas dari berkeyakinan beragama. Tapi memang menjadi sebuah ekspresi seorang muslim di dalam menghayati kehdupan ini sebagai sebuah perjalanan yang harus diakhri dengan sebuah kebaikan bagi dirinya dan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s