FOTO-FOTO KURBAN 2009


Pada hari Sabtu tanggal 11 Dhulhijah 1430 H, Yayasan Semesta Langit Biru dan Sekolah Merdeka mengadakan prosesi penyembelihan hewan kurban. Seluruh stakhonders ikut terlibat dan memeriahkan ibadah kurban tersebut. Tidak ketinggalan anak Merdeka memanfaatkan moment itu untuk mengeksplore berbagai rasa ingin tahunya termasuk melihat organ hewan kurban hingga yang paling dalam baik hati, otak dsb. Berikut liputan event sakral tersebut(foto-foto). :

Anak Merdeka Menyusuri Pematang

Anak Merdeka Membedah Hati

Anak Merdeka & P. RT keliling Warga untuk membagikan kartu Kurban

Seekor Sapi yang Disembelih sebagai Kurban

About these ads

2 thoughts on “FOTO-FOTO KURBAN 2009

  1. ESTETIKA PENDIDIKAN

    Estetika istilah dari keindahan dan keindahan itu lahir dari kehidupan, kehidupan tanda kebesaran Allah yang menyukai keindahan dan Allah Maha Indah. Keindahan sebagai bagian dari kehidupan lahir dari fitrah manusia yang menginginkan kehidupan itu indah dan bertambah indah. Aspek keindahan keluasan jiwa dan pikiran. Melihat ruang menjadi bagian dari ekspresi dirinya. Pengorbanan adalah bagian hidup yang membuat dirinya menjadi lebih hidup. Kehidupan sebuah ruang yang memberikan warna dan makna pada rasa untuk selalu berempati.

    Pendidikan menjadi kehidupan yang diajarkan manusia dalam firman Allah di Al quran. Untuk membaca kitab dan alam semesta ini. Pendidikan membuat diri menjadi hidup lebih baik dan lebih indah. Pendidikan menjadi kebutuhan manusia untuk selalu belajar sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Hidup untuk menemukan keindahan hidup dan menemukan keindahan hidup yang abadi. Jadi pendidikan memberikan kebebasan pada setiap orang untuk memilih.

    Pendidikan memberikan ilmu yang membuat hidupn itu menjadi indah. Pendidikan memberikan makna menjadi hakekat hidup itu menjadi indah. Pendidikan memberikan kebebasan menjadi keindahan itu menjadi berwarna. Pendidikan mengenal hidup menjadi hidup itu menjadi indah, karena alam semesta menyapa dengan keindahan alamnya. Pendidikan menjadi hidup manusia itu berharga diantara sesamanya untuk bisa saling berbagi segala hal. Pendidikan menjadikan uang itu menjadi anugrah untuk selalu diberikan pada keindahan hidup, yang memberikan kita pada keyakinan bahwa apa yang kita berikan itu menjadi bagian kita. sedangkan apa yang kita konsumsikan tidak memberikan apa-apa kecuali menjadi kotoran.

    Kepala sekolah, guru, murid, orang tua murid, masyarakat berinteraksi untuk melahirkan keindahan yang memberikan keindahan hati dan jiwanya.

    Tapi kenyataan pendidikan sekarang bukan lagi indahan. Tapi mematikan pikiran, hati dan kreatifitas manusia yang menyukai keindahan pendidikan. Karena sekolah yang menjadi alat pendidikan menjadi alat penghancur bagi muridnya. Di mana atas nama sekolah anak-anak diukur dari sistem sekolah yang sewenang-wenang anak kehilangkan keindahan hidup. Karena berganti dengan ketakutan tidak naik, nilainya jelek, tidak lulus ujian, takut sama kepala sekolah yang galak karena menargetkan siswanya harus pintar, yang dia sendiri tidak tahu apa itu pintar apa lagi cerdas. Guru tertekan dengan kurikulum yang harus dipenuhi dengan target, dengan begitu anak yang ditekan dan menjadi korban. Membuat anak kehilangan keindahan hidup, jiwa, rasa, mimpi, kebebasan, dan keberanian yang melahirkan kreatifitas bagi kehidupnnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s